0. In The Record

In the Record, behind the story of Alone

In the Record Cast and Character

(Wikipedia Information Oktober, 2016)

1

Nama : Cho Kyuhyun
Nama Lain : Marcus Cho / Cho Gui Xian
Lahir : 3 Februari 1988
Pasangan : Zhang Yuqi (2015)
Anak : Liliane Cho (2016)
Orang Tua : Cho Younghwa & Kim Hanna
Saudara : Cho Young Bin
Kebangsaan : Korea Selatan
“Jika hukuman dilakukan sedari awal, maka kesalahan harus mengekori untuk keadilan”

2

Nama : Lee Seo Jin
Lahir : 7 Mei 1990 – 6 Juni 2013
Pasangan : –
Anak : Lee Jae He
Orang Tua : Lee Byun Ho & Kim Naa He
Saudara : Lee Dong Wook, Lee Seo Hyun, Lee Seo Mi, Lee Seo Yoon
Kebangsaan : Korea Selatan
“Jika yang kulihat adalah monster, maka malaikat itu adalah jubahnya”

3

Nama : Zhang Yuqi
Nama Lain : Chaterine Zhang
Lahir : 8 Agustus 1986
Pasangan : Cho Kyuhyun (2015)
Anak : Liliane Cho (2016)
Orang Tua : Stephen Zhang & Rosaline Zhang
Saudara : –
Kebangsaan : China
“Jika satu-satunya keahlianmu adalah membuat orang lain menangis, maka itu adalah sebuah kutukan”

4

15338332_1312607565450437_8962724653642547200_nNama : Lee Jae He
Lahir : 5 Mei 2011 – 6 Juni 2013
Orang Tua : Lee Seo Jin

c5e9cbc05485f711e5b566ef45747250Nama : Liliane Cho
Nama Lain : Cho Jae Hyun / Cho Xian
Lahir : 22 Oktober 2016
Orang Tua : Cho Kyuhyun & Zhang Yuqi

ALONE

 

2015

Pria itu masih duduk di kursi taman kota seorang diri.  Disamping tempatnya duduk yang selalu kosong, terdapat bungkus sisa makanan dan dikedua tangannya, cangkir berisikan kopi yang telah mendingin digenggamnya.

Menundukkan wajah kumalnya seiring hela nafas panjang dan dalam yang terdengar, pria itu tampak seolah tengah menanggung beban berat pada kedua pundak menurunnya yang makin dalam.

 

Menarik nafas lebih dalam hingga terdengar bagai penegasan, masih dengan pandangan menurun pria itu mengedipkan matanya beberapa kali sebelum beranjak dari tempatnya duduk setiap pagi.  Berdiri dengan bungkus sisa makanan dan segelas kopi yang berada pada masing-masing kedua tangannya, tempat sampah tidak jauh dari tempatnya duduk didatanginya untuk membuang dua hal dalam genggamannya tersebut.  Kembali pada kursi yang hampir setengah jam ini didudukinya, mantel yang mulai tampak kumal dengan warna aslinya yang perlahan pudar—di ambilnya pada punggung kursi dan dikenakannya segera.

Disepanjang trotoar yang mulai ramai dengan orang-orang yang hendak pergi bekerja dan beberapa siswa yang hendak pergi ke sekolah, tampilan kusut dan butut layaknya tunawisma membuatnya mencolok.   Mulai melangkahkan kaki kurusnya yang hanya dibalut oleh celana denim dengan beberapa bagiannya yang mulai robek disana sini dan tidak cocok dikenakan untuk cuaca sedingin saat ini, pria itu tetap saja melangkah di tengah turunnya salju beserta hembusan angin dingin yang ia harap mampu untuk merobohkan dirinya saat itu juga.

 

“Tuan Muda!  Tuan Muda Cho!  Tuan Muda!”

Di antara lalu lalang juga sedikit keramaian karena beberapa kelompok orang yang berjalan bersamaan dan saling berbincang hingga bercanda, suara lantang dengan langkah lebih cepat dari yang lain menarik perhatian.

“Tuan Muda, Tuan Muda Cho,”

Langkah cepat dengan suara lantang itu baru terhenti saat sudah berada dihadapan pria menyedihkan dengan tampilan layaknya tunawisma, membuat keramaian disekitar senyap untuk beberapa saat dan kembali terdengar hanya untuk berbisik dengan pandangan tidak teralihkan dari tunawisma yang menurut mereka sama sekali tidak menunjukkan seorang Tuan Muda.

“Tuan Muda Cho,”

Deru nafas memburu terdengar hingga mulut terbuka dan hidung pria tua yang tidak seharusnya berlari pada usia itu terlihat mengeluarkan asap tipis di antara dinginnya udara dingin.

Pria yang sejak tadi melangkah dengan kepala tertunduk dan kedua tangan masuk kedalam saku mantel bututnya itu mulai menaikkan pandangannya perlahan, menatap orang yang menghalangi langkahnya. “Tuan Muda,”  Suara pria ber-rambut putih itu kembali terdengar dengan lemparan pandangan iba yang kedua mata tua serta memerahnya tunjukkan untuk pria lebih muda dihadapannya.

Mengulurkan tangan keriputnya untuk menyentuh pundak yang lebih mengurus dibanding saat terakhir kali ia sentuh, getar tangis yang berusaha untuk tidak ia tunjukkan justru tidak raut tua-nya dukung.

“Tu—,”

 

Cho Kyuhyun, memundurkan satu langkahnya kebelakang hingga sentuhan tangan tua yang selalu bersamanya sejak kecil terlepas begitu saja dari pundaknya.  Sementara pria tua itu, mengerutkan wajah tua-nya hingga nampak makin keriput dengan kalimat belum usai yang terpaksa harus ia telan.  Tarikan tangan tidak bertumpunya-pun segera ia lakukan.  Bersama itu, pandangan tanpa nyawa yang tidak ditujukan untuknya ataupun untuk orang lain—dilihatnya dengan jelas.  Sosok yang dulunya memiliki pandangan cerah dan ceria itu kini justru melewatinya dengan segala kepiluan tanpa menyisakan satupun bahagia.  Tanpa menoleh ataupun menyapa seolah di antara mereka tidaklah pernah saling mengenal, dilaluinya begitu saja pria tua dihadapannya tersebut.

 

“Maafkan saya.  Maafkan saya, Tuan Muda.”

Suara itu makin terdengar bergetar dengan tangis yang tidak berusaha untuk ditahannya lagi.  Membalik tubuhnya dengan pandangan punggung kurus dan menurun Kyuhyun—pria tua itu membungkukkan tubuhnya dalam dengan ucapan maaf beberapa kali yang tidak mendapat respon apapun seperti biasa dengan berlalunya pria menyedihkan dihadapannya yang sejak kecil ia asuh dan tidak pernah lebih menyedihkan dibanding hari ini.  Entah, jika esok hari ia bisa menemuinya apakah keadaan Tuan Mudanya itu akan lebih menyedihkan dari ini atau tidak.

 

 

 

 

 

***

Tk

 

Tk

 

Tk

 

Tk

 

Bunyi sepatu butut yang berbenturan dengan lantai kayu kotor terdengar di ikuti derit bunyi pintu tua yang terbuka kemudian, menampakkan keadaan dalam rumah yang dari luar sudah nampak tidak terawat.

Beberapa pakaian kotor dan sampah memenuhi ruang persegi yang tidak terlalu luas tersebut, tirai berwarna putih saat baru pertama kali datang telah berubah warna menjadi kecoklatan, pot-pot kecil dengan bunga cantik yang diletakkan pada pinggiran jendela sudah berubah fungsi menjadi sarang beberapa hewan kecil sementara bunga-bunga cantiknya telah lama hilang nyawanya.

 

Menghidupkan saklar lampu samping pintu dengan penerangan minim yang langsung tercipta saat itu juga, pria bermata sayu itu melanjutkan langkah pelan tidak bernyawanya menuju sudut ruang dimana satu benda elektronik yang masih berfungsi berada.

Televisi berukuran 14 inch dengan layarnya yang kadang bergerak naik-turun sendiri—Kyuhyun hidupkan tanpa melihat banyaknya debu yang menyelimuti benda tersebut hingga tangannya yang menyentuhnya sedikit saja sudah pasti akan makin kotor.

Setelah itu, saat entah acara TV apa yang diputarnya mulai mengeluarkan suara—tanpa melepas sepatu bututnya ia menidurkan dirinya begitu saja pada ranjang berdebu yang saat itu juga membuat debu yang menempel pada ranjangnya terlihat beterbangan disekitar tubuh lemahnya.

Menidurkan dirinya dengan posisi miring yang langsung menghadapkannya pada nakas kecil dengan pajangan beberapa foto yang mulai tampak kusam, mata sayunya mulai sedikit beriak—menampakkan emosi sedih yang lagi-lagi nampak.

“Aku merindukanmu.” Ucapnya berat dengan lelehan air mata yang mengalir begitu saja dari kedua sudut matanya masih dengan pandangan yang mengarah pada sekumpulan foto-foto dihadapannya.

Sesak itu merasuki dirinya, pedih dan perih memenuhi rongga dadanya sampai tidak bisa bernafas apalagi ketika bertemu dengan pria yang selalu bersamanya sejak kecil namun justru pria yang paling tidak mengenalnya.

 

Potret seorang wanita yang tengah menggendong anak kecil cantik dengan dirinya yang memeluk mereka dari belakang terasa begitu hangat dan membahagiakan hingga masih bisa dirasakannya sampai saat ini meski rasa dingin tidak bisa dihilangkan.  Dan begitulah, begitulah caranya untuk merasa tenang meski untuk sebentar.

Mulai memejamkan mata cekungnya yang kian lama kian dalam, memeluk dirinya sendiri dengan bayangan istri juga anaknya yang berada disana untuk ia peluk—nafas teraturnya mulai terdengar tidak lama kemudian.  Merasa kasihan, bebu yang memenuhi ruangan itu juga ikut memeluknya dan ikut menjadi saksi betapa wajah tampan dan rupawannya itu sudah tidak menarik lagi, betapa tubuh sempurna itu sudah tinggal kulit dan tulang, betapa bahagia itu tidak berbekas sama sekali, dan betapa uang yang menjadi jubah juga kendaraannya setiap hari telah terbakar menjadi debu.

 

m

 


Ini kisah dibalik ff Alone yang aku posting bertahun- lalu di wp sebelah dan emang rada gak jelas kenapa dan gimana endingnya haha

Aku udah bilang aku pindah, pindah tempat tinggal ke Indonesia paling timur. Ini lagi di kantor kakak makanya bisa buka wp dan file yang ada di fd cuma file ini.. ff yang lain ada di laptop dan lupa gak ke copy.

Jangan tanya kapan post karena aku jamin lama… jangan ngarep apapunlah pokoknya dari ffku TT nikmati aja kalo notif dari wp aku muncul

Advertisements

19 Comments Add yours

  1. ilhoonniee says:

    Lee jaehee udah meninggal?

    Like

  2. nanakazami says:

    I’ll waiting for it eon.. 😍😍

    Like

  3. Hyun says:

    Aku kok udah lupa ya sama ff alone nya.. Kek nya perlu baca ulang deh..

    Like

  4. hanhanna says:

    Jadi lee seo jin istri pertama kyuhyun dan anak nya udh meninggal…????

    Like

  5. amel chomb says:

    Penasaran,kyanya kok sedih

    Like

  6. lyeoja says:

    Wah wah wahhhh… ini keknya nyayat nyayat hati dehhhhhh,,,
    Ceritanya gmn, aku penasarannn yg atunya udh gak ad yaaa….?soalnya dr 1990 – 2013… 2014 ampe skrg dia kemana..? Udh menunggal ya…? Mana ank2nya gemmessinnn lagiii.. huaaaaaaa…

    Like

  7. mychococinno says:

    Aku bingung sma jalan ceritanya,,, abisnya gk pernah baca sihh… tapi ceritanya kayaknya sedih banget iy…

    Iya eon,, aku ngerti kok..
    di tunggu iya ff nya yg lain..

    Like

  8. Baca ini malah bikin penasaran sm ff nya..

    Like

  9. murnialbatul says:

    Penasaran bnget sama nie cerita,semoga cepet bisa update. ..
    Semngat bibi😘

    Like

  10. mayashila says:

    Sptny bakal menyayat hati lg nih ffny

    Like

  11. wienfa says:

    Penasaran bnget..seru nih crtanya.tapi harus bca dri part sblm2nya biar ngerti .istri kyuhyun 2 ya?atau istri prtma mninggal trus nikah lagi?istrinya sm anak ny kyakny mninggal ya? Dimanapun eonji berada..mksh udh smpet update crtny buat para readers smua.

    Like

  12. celara says:

    Baru begini aja udah dibikin penasaran bgt,,, ini cerita kyknya enak bgt walau harus nahan sesek

    Like

  13. shfly3424Arista says:

    Aduhhhh
    Gpp
    Chingu sumpah gpp lama

    Yg penting dilanjut hehe

    Like

  14. kroong kroong says:

    Aku lp,aku udh prnh bc ff yg alone blm ya ? Nnt bc lg lah biar jls.

    Like

  15. khanss says:

    ceritanya kayaknya bakalan bikin baper berat deh

    Like

  16. uchie vitria says:

    Istri ma anaknya meninggal kan dan kyuhyun terpuruk makanya kayak depresi gitu

    Like

  17. Vikyu says:

    Aku ga tau mau bilang apa yg pasti ini buat baper bangrt kan kak bi? Astaga kyuhyun kenapa penampilanmu begitu? Ada apa dengan mu? Siapa yg kau rindukan?

    Like

  18. minemo says:

    Ffnya bikin penasaran …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s