Dazzling Girl: What Naa Mi Feel (Reboot)

Langkah terburu dan lebar Kyuhyun tampak ketika memasuki salah satu area gedung memorial di kawasan Seoul.  Mencari keberadaan putranya yang guru sekolah Jung Woon tadi katakan bahwa kelas putranya itu saat ini sedang mengunjungi gedung tersebut, sosok putih dengan tinggi di atas rata-rata anak usia 10 tahun tidaklah terlalu sulit untuk Kyuhyun temukan di antara kerumunan anak seusia itu.

Menolehkan kepalanya kesana kemari, menyisir tiap sudut halaman gedung telititi sebelum memasuki bangunan ber-cat putih dihadapannya, langkah lebar Kyuhyun pada akhirnya terhenti saat melewati patung Ahn Jung Geun yang baru diresmikan beberapa tahun lalu.

Itu dia, Kyuhyun membatin saat sosok putranya yang sudah ia cari sekitar 10 menit pada area tersebut akhirnya ditemukan.

16906618_423525201330691_6170271444748992512_n

 

Berdiri tepat di depan patung Ahn Jung Geun pada area halaman gedung memorial bersama teman-temannya untuk berfoto bersama, fokus Jung Woon melihat kamera yang teman lainnya arahkan pecah ketika suara kencang Kyuhyun terdengar.  “Jung Woon-ah….”

 

Bocah berusia 10 tahun yang saat tingginya di ukur kemarin mencapai 152cm itu segera menolehkan kepalanya cepat pada arah sumber suara.  “Appa!”  Pekiknya.

Meninggalkan teman-temannya begitu saja tanpa berpamitan hingga wajah bingung teman-teman Jung Woon tampak sebab sudah menjauhnya sosok Jung Woon, yang tadi bahkan hampir tidak berjarak dengan mereka.

Appa!”  Teriak Jung Woon yang berlari melebihi cepatnya Kyuhyun.  Melemparkan tubuhnya pada Kyuhyun, bocah itu memeluk appa-nya erat hingga ia bagai ingin tenggelam pada tubuh Kyuhyun.  “Kenapa appa lama sekali?  Aku sudah menunggu sejak tadi, mana eomma?”  Tanyanya terburu sembari melepas pelukannya pada Kyuhyun.  Menolehkan kepalanya kesana kemar.. jelas anak itu tengah mencari sosok eomma yang baru saja ditanyakannya.

Eomma menunggu di rumah Ketua Song.”

“Hm?”  Jung Woon mengerutkan keningnya sementara Kyuhyun mulai membungkukkan tubuhnya agar Jung Woon tidak perlu mendongak.  “WaeAppa bilang akan menjemputku bersama eomma, seperti ketika menjemput Jung Eun noona.”

Kyuhyun meringis.

Sedikit mengerucutkan bibirnya  dengan pandangan menajam, Kyuhyun mengangguk pelan,  “Appa memberitahu semuanya pada eomma, tentang kau, Jung Eun noona, Naa Ra imo, dan Jaejoong samchon?”

“Huh?”

Mian,”  Kyuhyun berucap pendek dengan sedikit rasa bersalah yang tergambar di wajahnya entah Jung Woon yang bahkan hampir tidak mengedipkan matanya sadar akan hal itu atau tidak.  “Appa merasa bersalah pada eomma jika tidak memberitahunya segera.  Melihat eomma-mu merasa bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri seperti itu, appa tidak bisa sembunyikan ini lebih lama.”

Jung Woon membuang nafas panjang dengan tundukan kepala dalam.  Entah Kyuhyun melihatnya atau tidak, namun rengutan samar di antara kedua alis anak itu mulai muncul.

“Jung Woon-ah,”  Kyuhyun mendudukkan dirinya dihadapan Jung Woon hingga kini ialah yang mendongakkan kepalanya.  Menyatukan alisnya sebab rengutan Jung Woon yang berhasil ia intip, uluran sebelah tangan Kyuhyun sampai dalam puncuk kepala putranya yang kemudian di usapnya lembut.  “Jangan khawatir, appa akan membantumu jika eomma sangat marah.”

“Bukan itu.”  Jung Woon mengambil tangan Kyuhyun di kepalanya dengan pandangan sendu yang ia lempar.  “Eomma tidak pernah memaafkan pembohong, dan kami sudah melakukannya.  Aku dan Jung Eun noona sudah membohongi eomma, kalaupun eomma memaafkan, eomma tidak akan pernah percaya pada kami lagi.”

Kyuhyun tergelak seketika itu juga.  Meninggikan sebelah alisnya, pria itu berucap sambil tersenyum.  “Anak seusiamu bagaimana bisa bicara dan berpikir seperti itu?  Kau masih terlalu kecil untuk bicara seperti itu, Jung Woon-ah.”

“Aku anak eomma, appa.”

“Hei,”  Kyuhyun berdiri dan meletakkan jari telunjuknya di antara kerutan samar pada kening Jung Woon.  “Dan appa?  Jika eomma tidak pernah memaafkan pembohong, maka appa tidak akan pernah diberi kesempatan, ‘kan?  Tapi coba lihat?  Eomma akan pulang bersama appa.”

Eomma bilang appa tidak tidak pernah membohongi eomma.”

“Apa?”

Eomma bilang, appa tidak pernah membohongi eomma.  Makanya eomma mau pulang bersama appa.”

Eomma mengatakannya padamu?”

Eomma mengatakannya pada temannya, dan aku tidak sengaja mendengarnya.”  Jung Woon menjelaskan dan Kyuhyun terdiam untuk beberapa saat setelah itu.  “Eomma juga bilang, appa tidak pernah mengecewakan eomma.”

“Hah?”  Kyuhyun tergelak tanpa satupun tawa seperti tadi.  melirik putranya, pria itu membungkuk kembali.  “Kau tidak sedang bercanda, ‘kan?”

“Tidak,”  Jung Woon menggeleng cepat dengan polosnya.  “Ketika beberapa bulan lalu ada pertemuan dengan teman-teman aktivis eomma, aku ikut.  Saat akan mengambil minum, aku tidak sengaja dengar teman eomma bertanya, kenapa kau tidak menceraikan suamimu?  Lalu eomma bilang, aku tidak memiliki alasan untuk bercerai dengannya dan dia adalah seorang pria yang jujur.  Lalu temannya itu bertanya lagi, jujur untuk hal seperti itu?  dan eomma menjawab, ya, dia jujur melakukan apa yang sudah aku pikirkan, dia memang tidak pernah mengecewakan.”

 

Oh!  Kyuhyun terduduk begitu saja tanpa peduli pada setelah jas mahalnya yang memang sebenarnya sudah harus masuk mesin cuci.  Menatap Jung Woon dengan mulut menganga, pria itu membulatkan matanya perlahan hingga bisa keluar biji matanya jika terus lanjutkan itu.  “Kau, serius?  Eomma bilang seperti itu?”

“Eo.”

“Wah!”  Song Naa Mi, kau..

Appa,”  Jung Woon mengambil sebelah tangan Kyuhyun yang berada di atas lutut ter-tekuknya.  “Aku tahu maksud ucapan eomma, tapi appa jangan marah pada eomma, ya?”  Pinta Jung Woon yang  kemudian ikut mendudukkan dirinya pada halaman gedung memorial tersebut.  Kembali hampir menyatukan alisnya lagi, anak itu berucap,  “Aku sayang pada eomma, juga appa.”  Lanjutnya.  Sebelah tangan Jung Woon yang terulur, menyentuh lembut sebelah pipi Kyuhyun yang kemudian di usapnya.  “Jangan bertengkar lagi, jangan pergi lagi.  Eomma sudah lakukan banyak hal untuk kita.  Jika eomma tidak punya alasan untuk bercerai, appa juga jangan punya alasan untuk bercerai, ya?”

 

Oh.  Kyuhyun hampir menangis saat Jung Woon berkata seperti itu.  Serasa dirinya memanglah yang terburuk di antara yang terburuk.

 

 

 

 

***

Eomma akan membunuhku.”

Jung Eun langsung mendesis seperti itu ketika mobil yang Kyuhyun kendarai untuk membawanya dan Jung Woon kembali ke kediaman Ketua Song baru saja melewati gerbang utamanya.  Duduk pada kursi depan disamping Kyuhyun yang mengemudikan mobil itu untuk pertama kalinya, Jung Eun memegang sabuk pengaman yang melilit tubuh mungilnya erat bagai satu guncangan saja akan menghancurkan tubuhnya menjadi kepingan kecil nan tipis.

Mengedipkan mata membulatnya beberapa kali, Jung Eun jelas menunjukkan kewaspadaan tinggi.  Jalanan dengan bebatuan seukuran kepalan tangan pria dewasa yang dijadikan sebagai alas jalanan, terlihat begitu rapi dan tertata.  Disamping kanan dan kiri jalanan itu, ditumbuhi oleh pepohonan rindangan ataupun kecil yang dibentuk sedemikian rupa menggantikan pagar.

Lahan luas itu, entah berapa ukurannya—namun dibanding menyebutnya sebagai kediaman Ketua Song, akan lebih baik jika menyebutnya sebagai wilayah pribadi Tuan Song.

Terdapat 5 bangunan rumah utama dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda disana.  10 tempat tinggal mirip apartment mulai yang berlantai 4 hingga 9 untuk pekerja, serta beberapa bangunan khusus yang difungsikan untuk beberapa hal khusus pula.

 

Kyuhyun mendongakkan kepalanya dengan kecepatan mobil yang makin dikurangi.  Sekitar 15 meter dari jarak gerbang masuk, bangunan berbentuk modern dengan keseluruhan cat berwarna putih sampai dalam pandangannya.

img_XRKBblyrTE

“Kalian tinggal di rumah yang mana?”  Kyuhyun bertanya tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari kediaman yang makin dekat dengan jaraknya itu.  “Hm?”  Suaranya ketika tidak seorangpun dari dua anaknya menjawab.  Melirik Jung Eun yang duduk disampingnya, pandangan lurus anak itu berikut gumaman pelan yang diikuti rengutan pada keningnya membuat Kyuhyun menghela nafas panjang.  Sepertinya Jung Eun masih khawatir tentang bagaimana nantinya Naa Mi.  “Jung Woon-ah…”

Kyuhyun memanggil Jung Woon yang duduk tepat di belakang kursinya.  Melihat anaknya itu melalui kaca spion depan—tampak Jung Woon juga ikut mengerutkan keningnya namun bukan untuk mengeluh ataupun khawatir tentang bagaimana nantinya Naa Mi.  Anak itu sedang bermain game.

“Jung Woon-ah…”  Kyuhyun sedikit mengeraskan suaranya.

“Hm?”  Jung Woon menjawab malas tanpa sekalipun mengalihkan perhatiannya dari layar tablet yang kedua tangannya pegang.

“Kalian tinggal dimana?  Di rumah yang mana?  Yang putih ini?”

“Memangnya kita sudah sampai?”  Anak itu berucap dengan tolehan kepala pelan dan sedikit menyunggingkan senyumnya ketika menyadari bahwa kini dirinya dan Jung Eun juga Kyuhyun sudah sampai di kediaman kakek buyutnya.

Meletakkan tablet yang tangannya pegang, Jung Woon sedikit memajukan tubuhnya hingga kepala kecilnya tampak di antara kursi yang Kyuhyun dan Jung Eun duduki.  “Di rumah paling ujung, appa.”  Ucapnya.  “Kakek buyut tidak kuat naik tangga katanya, di rumah yang paling kecil dan tanpa tangga.”  Lanjutnya terdengar begitu senang.

Kembali memutar stir di tangannya, Kyuhyun kembali melajukan mobilnya melewati 3 bangunan rumah dengan dua di antaranya yang tampak bagai kastil dan satunya lagi sebagaimana bangunan rumah pada era saat ini.

page

Melewati 3 rumah milik Ketua Song itu begitu saja, jarak yang akan membawanya menuju kediaman dimana Ketua Song juga Naa Mi berada tentu semakin dekat.

Jung Eun menarik nafas panjang dan kasar hingga terdengar.  Matanya tidak sedikitpun berkedip saking tegangnya dan Kyuhyun hanya bisa mengusap pelan kepala anak itu sementara Jung Woon justru terkikik geli.

“Tenanglah, noonaEomma hanya akan marah, tidak akan membunuh kita.”

“Diamlah.”  Jung Eun mendengus.  Membuang mukanya ke samping yang langsung bertatapan dengan kaca jendela mobil appa-nya.

 

 

“Oh!  Itu mobil eomma, ‘kan?!”

Jung Woon memekik dengan ringannya, bocah itu bahkan berdiri dari duduknya dengan tangan menjulur di antara kepala Kyuhyun dan Jung Eun menunjuk mobil kesayangan Naa Mi yang sudah sangat dikenalnya terparkir bersama mobil-mobil lain yang kebanyakan adalah koleksi tua Ketua Song.

imageshandler

Lamborghini veneno, siapa yang bisa lupa dan orang bagian Korea Selatan mana yang tidak tahu bahwa itu adalah milik Naa Mi?  Bahkan untuk orang Seoul terutama daerah Gangnam dimana keluarga kecil Kyuhyun-Naa Mi tinggal, Naa Mi sebagai satu-satunya orang Korea Selatan yang memiliki mobil tersebut, yang hanya diproduksi 3 unit pertahunnya dan harus mengantri untuk mendapatkan tunggangan mahal tersebut hingga kemudian pada tahun kedua setelah mobil tersebut di produksi akhirnya berhasil Naa Mi dapatkan, sudah diketahui semua orang sama halnya peselingkuhan Kyuhyun bersama Mi Rae—bukan rahasia.

Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera mempercepat laju mobilnya.  Mengesampingkan kegugupan tidak kalah besarnya seperti milik Jung Eun karena harus bertemu Ketua Song yang sejak tadi berusaha untuk di tutupinya.

Memarkirkan Maserati Quattroporte GTS yang sejak kemarin baru di kemudikannya sendiri itu tepat disamping kediaman yang Ketua Song dan anak-anaknya diami, Kyuhyun menarik nafas dalam beberapa kali sebelum mantap untuk turun dan berhadapan dengan Ketua Song serta menerima segala perilakukanya nanti di dalam sana.

maserati quattroporte gts

 

Mulai melepaskan sabuk pengamannya, suara mengaduh Jung Eun yang tidak lagi di tahannya sampai dalam indra pendengaran Kyuhyun.

“Ayolah, noona.”  Jung Woon langsung berucap seperti itu saat kerutan di kening Jung Eun makin terlihat jelas.  “Eomma tidak akan keterlaluan marahnya, eomma sayang pada kita.  Aku juga takut dan gugup, tapi kita tidak mungkin berada di mobil dan bersembunyi dari eomma selamanya, ‘kan?”

“Aku yang berbohong pada eomma.  Kau sih, tidak.  Makanya kau tidak takut.”  Balas Jung Eun yang kemudian menolehkan kepalanya pada Kyuhyun dengan pandangan tajam bagai bisa menusuk appa-nya hingga berdarah.  “Ini semua karena appa!  Coba appa tidak berselingkuh, aku tidak akan berbohong pada eomma dan tidak akan ketakutan seperti hari ini.”  Ucapnya keras lengkap dengan rengutan kesalnya.  Membalikkan badan sebelum Kyuhyun berhasil menangkap keseluruhan ucapan putrinya, Jung Eun sudah lebih dulu membuka pintu mobil dan turun.  Membanting pintu mobil Kyuhyun kencang hingga dua orang berjenis kelamin laki-laki yang masih berada di dalam mobil terkejut, Jung Eun melangkahkan kakinya cepat memasuki rumah yang benar kata Jung Woon tadi, rumah paling kecil dan tidak memiliki tangga.

img_vTJyxLtqKt

 

 

 

 

 

***

Duduk bersisihan pada sofa empuk ruang tamu yang tidak bisa dirasakan keempukannya, Jung Eun dan Jung Woon menundukkan kepala dalam dengan kedua tangan saling mengepal di atas kedua pahanya yang rapat.  Dihadapan mereka berdua, sosok yang sesungguhnya sangat mereka rindukan dan ingin mereka peluk erat, duduk dengan tegap tanpa satupun keinginan untuk sedikit menurunkan kekauan yang saat ini tengah melingkupi ruang tamu salah satu kediaman Ketua Song.

Meja berbentuk persegi panjang dengan ukiran halus pada setiap ujungnya menjadi pemisah antara Jung Eun-Jung Woon, dengan Naa Mi dihadapan mereka.

 

 

Kyuhyun?  Pria itu hanya mampu melihat kedua anaknya yang tengah berhadapan tegang dengan Naa Mi dari arah meja makan yang hanya berjarak beberapa langkah tanpa berani untuk mendekat setelah bentakan kencang tadi agar dirinya tidak ikut campur.

Eonni tidak mau bertemu denganku selama setahun ini.  Dia bahkan melarangku untuk mendekat apalagi menghubungi semendesak apapun alasannya.  Ucapan Naa Ra dengan mata membengkak dan sebelah tangan yang memegang pipi memerahnya ketika tidak sengaja bertemu dengannya saat akan masuk tadi merasuki pikiran Kyuhyun.  Jika Naa Ra saja Naa Mi perlakukan seburuk itu, bagaimana kedua anaknya?  Kyuhyun membatin dan hanya bisa menggigit bibirnya khawatir.

 

 

Eom—mma…”  Jung Eun bersuara dengan getar yang ikut terdengar.

Menaikkan tundukan kepalanya pelan, pandangannya yang bertemu dengan pandangan marah Naa Mi membuatnya kembali menunduk bersama tangis yang berusaha untuk ditahannya.  Bahkan jika dirinya menangis dan mengatakan alasannya, eomma-nya ini tidak akan peduli.

 

Meninggikan sebelah alisnya dengan lirikan tipis namun menusuk yang dilemparnya bergantian pada Jung Eun dan Jung Woon yang menunduk, Naa Mi bergerak menyilangkan kedua kaki dan tangannya.

“Katakan.”  Perempuan itu berucap dingin dengan suara yang terdengar berat.  “Siapa yang mengajari kalian berbohong?”

Jung Woon menelan ludahnya berat sementara Jung Eun menambahkan isak kecil.  Melipat kedua bibirnya kedalam, gadis dengan rambut halus itu mengangkat kaku kepalanya dengan penampakan kedua mata berairnya.

“Kau menangis?”  Naa Mi justru bertanya tanpa mengurangi sikap ataupun perilaku mengintimidasinya.  “Hapus!”  Ucapnya sedikit membentak dengan mata mengarah pada kotak tissue di atas meja.

“Kami punya alasan, eomma.”  Jung Woon mulai mengangkat kepala tertunduknya.  Melirik noona-nya sesaat yang sedang mengambil tissue dihadapan mereka, Jung Woon kembali menghadap Naa Mi penuh keberanian.  “Kami punya alasan.”

“Apa itu jawaban dari pertanyaan tadi?”

Jung Woon langsung mengerutkan keningnya dengan kepala yang kembali menunduk.  Menggeleng, anak itu berucap, “Bukan.”

“Lalu apa jawabannya?”

“Kami hanya ingin eomma dan appa bersama-sama.”  Jung Eun memberanikan diri menatap kembali mata eomma-nya yang justru makin menajam.

“Apa kami kembali setelah kau berpura-pura gila?”

“Tidak.”  Gelengnya dengan suara tercekat menahan tangis.

Kembali duduk berdampingan bersama Jung Woon masih dengan tissue yang dipegangnya, Jung Eun kembali menunduk tidak berani menatap eomma-nya.

“Apa kalian lupa tentang hal paling berharga yang eomma katakan?”

“Tidak,”  Jung Eun dan Jung Woon menjawab bersamaan dengan gelengan kepala pelan.

“Apa?”

“Jujur.”  Jawab keduanya bersamaan sekali lagi.

“Kejujuran itu berharga, sekali kau berbohong tidak akan ada lagi yang percaya padamu.”  Naa Mi berucap dengan nada sedikit melembut meski sorot tajamnya justru berubah datar.  “Eomma tidak akan melihat kalian sebagai anak kecil lagi mulai hari ini.  Kalian adalah dua orang dewasa karena sudah berani berbohong dan berakting gila dihadapan orang tua-nya.”

“Eomma,”  Jung Woon menaikkan pandangannya pada Naa Mi.  “Kami salah, kami minta maaf.”  Sendunya.  “Eomma jangan lihat kami seperti itu.”  Bocah itu berusaha merayu dengan lemparan kedua mata berair yang langsung membuat Naa Mi mengalihkan pandangannya ke samping.

Menarik nafas dalam beberapa kali, wanita itu kembali menolehkan pandangannya pada Jung Eun yang masih menunduk, dan Jung Woon yang masih melepar pandangan berair.

“Kau menyalagunakan kemampuan ber-aktingmu, Cho Jung Eun.”  Naa Mi berucap dingin menatap Jung Eun lurus yang langsung menaikkan pandangannya was-was.  “Tidak akan ada teater untuk satu tahun, dan tidak ada kelas matematika yang diganti sastra untuk satu semester.”

“Ha—ppa?  Eo—eomma?”

“Dan kau, Jung Woon.”

Naa Mi segera beralih pada Jung Woon yang tidak kalah paniknya dibanding Jung Eun yang masih akan melayangkan protes tapi tertunda.

“Kau akan tinggal bersama kakek buyut selama setengah tahun.”

 

Kyuhyun membelalakkan matanya seketika itu juga mendengar hukuman-hukuman yang Naa Mi putuskan terutama untuk Jung Woon.  Setiap malam ketika menelfonnya Jung Woon bahkan selalu berkata bahwa dirinya tidak ingin tinggal bersama Tuan Song dan ingin segera pulang ke rumah.  Lalu sekarang Naa Mi berkata bahwa Jung Woon akan tinggal setengah tahun bersama Ketua Song?

 

Eomma!  Jangan!”  Pekikan beradu tangis bocah yang bahkan sangat jarang menangis itu langsung terdengar.  Berjalan cepat pada tempat Naa Mi duduk dan ikut duduk pada sisi eomma-nya, bocah itu memeluk eomma-nya erat dengan tangis tersedu.   “Jung Woon tidak berbohong apapun, eomma…. Jung Woon tidak pura-pura apapun.  Jung Woon tidak pura-pura gila dan tidak mengatakan kebohongan apapun pada eomma.  Jangan hukum Jung Woon tinggal bersama kakek buyut Jung Woon mohon… kalaupun di hukum yang lain saja… Jung Woon tidak akan nakal di sekolah, tidak ak—.”

 

“KHM!”

 

Ketua Song, harabeoji, kakek buyut.

 

 

 

 

 

***

Ruang kerja dengan aksen kayu tua yang menyelimuti hampir keseluruhannya itu hanya menampakkan Ketua Song dan Naa Mi sebagai penghuni bernyawanya.

Kursi berbahan rotan yang memanjang dengan bantalan empuk berwarna putih yang dijadikan sandaran dan alas duduk, menjadi tempat Ketua Song dan Naa Mi duduk bersanding dengan pemandangan hijau yang terlihat melalui kaca berukuran lebar dihadapan mereka.

Memegang tongkat kayu-nya dengan pegangan melengkung, Ketua Song mengambil nafas dalam-dalam sebelum berdehem pelan.  “Kau sudah kembali.”  Katanya tanpa menoleh.

“Ya,”  Naa Mi menjawab lirih dengan sekali anggukan pelan.

“Pergi untuk berpikir, kau tidak pernah berubah.”  Ucap Ketua Song.  “Pergi kemana kau kali ini?”

“Bekas rumah kita di Seongnam.”

“Seongnam?”  Ketua Song mengernyit.

“Aku memperbaikinya beberapa waktu belakangan.”

“Bersiap untuk kau jadikan tempat persembunyian maksudmu?”

“Tidak,”  Naa Mi menggeleng.  “Aku suka rumah itu.”

“Kau adalah orang yang paling mengerti keadaan ini, Naa Mi-ya.”  Ketua Song melanjutkan.  “Harusnya kau merubah penyelesaian masalahmu dengan menjauh untuk berpikir.  Meninggalkan anak-anakmu, harusnya kau tidak pernah lakukan itu.”

Naa Mi terdiam.

“Sudah kau putuskan tentang hal apa yang akan kau lakukan pada Kyuhyun?”

“Ya.”  Naa Mi bersuara tercekat.  Menelan ludahnya, wanita itu menarik nafas dalam sebelum menjawab.  “Aku akan kembali padanya.”

Ketua Song mendengus pelan.  Melirik Naa Mi singkat tanpa satupun gerak tubuh lainnya, pria sepuh tersebut kembali berucap, “Karena cinta?”

Naa Mi terkekeh pelan sebelum menuduk, “Tidak.  Tentu tidak.” Jelasnya dengan kepala menoleh.  “Kami menikah bukan karena cinta, memiliki anak bukan karena cinta, lalu kenapa mempertahankan karena cinta?”

“Kau masih mencintai pria itu?”  Ketua Song mulai menoleh, menampakkan keseluruhan wajah tua-nya pada Naa Mi yang terkejut.  Garis jelas yang memenuhi bagian bawah mata Ketua Song, menambah sendunya ia menatap Naa Mi.  “Sebaliknya, Min Jun adalah pria yang sangat baik.  Aku menyesalkan keputusanmu memutuskan hubungan kalian hanya untuk memenuhi kewajibanmu sebagai salah satu pewaris keluarga ini dengan menikahi Tuan Cho itu.  Sudah aku jaminkan bahwa posisimu tidak akan berubah jika kau menolak menikahi Tuan Cho demi bersama Min Jun. Masih ada Naa Ra ataupun Nam Hyuk untuk menanggung beban keluarga ini.”

Harabeoji,”  Naa Mi menarik bibirnya membentuk senyum getir dengan tangan menyentuh tangan keriput kakeknya gemetar.  “Harabeoji tahu betul,”  Naa Mi menjeda dengan kedua mata yang sudah berair.  “Aku tidak pernah mencintai Min Jun.”

“Dia pria yang sangat baik.”

“Cinta bukan tentang baik.  Cinta adalah tentang hati yang memilih.”

“Lalu?”  Ketua Song menaikkan pandangannya pada Naa Mi sengit meski bagaimana sendunya ia pada Naa Mi yang menurutnya menyedihkan tidak luntur.  “Kau masih mencintai pria itu?”

Naa Mi menghela.  Kedua tangannya yang memegang tangan Ketua Song perlahan terlepas, begitupun tubuhnya yang mundur pelan.  Menatap harabeoji dihadapannya dengan senyum kecut, Naa Mi menaikkan kedua bahunya sebelum menjawab.  “Andai aku penguasa hati, aku akan mencintai pria seperti Min Jun.”

“Andai kau mau berusaha lebih keras.”

“Aku tidak pernah berusaha sekeras itu, harabeoji.  Lebih dari yang siapapun tahu, aku sudah berusaha dan itu adalah satu-satunya hal yang tidak bisa aku dapatkan meski telah berusaha sangat keras.”

Ketua Song membuang muka.  Terlihat mengeram tertahan, kembali dengan tangan meremas pegangan melengkung tongkatnya, kalimat panjangnya yang terdengar bergetar antara suara tua-nya yang bercampur tangis—menusuk gendang telinga Naa Mi, juga Kyuhyun yang menguping dari balik pintu terbuka ruang itu.  “Di antara semua keturunanku, kau adalah yang paling menyedihkan.  Aku masih ingat saat mencarimu yang pergi dari rumah karena tidak tahan dengan perilaku orang tuamu.  Kau masih berusia sekitar 6 atau 7 tahun dan sudah bisa mengambil keputusan sebesar itu.  Pergi dari rumah, tanpa persiapan apapun, bahkan tanpa membawa apapun selain apa yang melekat di tubuhmu.  Halmeoni-mu menangis sepanjang waktu dengan keadaannya yang saat itu sudah memburuk, eomma-mu tidak bisa membantu banyak karena dia bahkan tidak mengenal satupun temanmu dan juga karena ada Naa Ra juga Nam Hyuk yang tidak bisa ditinggalkan.  Aku dan appa-mu mencarimu, menelusuri tiap sudut kota hingga setelah beberapa hari kemudian aku menemukanmu, di pasar, duduk pada tanah berlumpur mengais apapun di tempat sampah supaya bisa kau makan.  Hatiku sakit,”  Ketua Song terisak memukul dadanya beberapa kali.  “Cucuku, apa kau bisa bayangkan jika melihat Jung Eun atau Jung Woon pergi dari rumah dan kemudian kau menemukannya kembali dalam keadaan dia tidak beda jauh dengan anak terlantar atau pengemis?”

“Harabeoji,”

“Aku yang merawatmu setelah itu, aku yang mengasuhmu, aku yang memberimu makan dari tanganku.”  Ketua Song menekan dengan menadahkan kedua tangannya dihadapan Naa Mi.  “Aku, Naa Mi-ya.  Aku orang tuamu, aku yang merawatmu, aku yang lebih khawatir dibanding siapapun tentangmu dibanding orang lain, aku yang tidak pernah berhenti memikirkanmu.  Berpikir tentang, apakah Naa Mi bahagia?  Apakah Naa Mi aman?  Apakah Naa Mi tenang?”

Harabeoji kumohon—,”

“Bahagialah.”  Ketua Song mengusap kepala Naa Mi.  “Seperti yang halmeoni-mu katakan sebelum meninggal, bahagialah Naa Mi.  Buatlah dirimu bahagia, kau tidak akan bisa membahagiakan orang lain sebelum membahagiakan dirimu sendiri.”

“Masalahnya adalah,”  Naa Mi menurunkan tangan Ketua Song yang masih mengusap kepalanya kemudian di genggamnya.  “Bahagiaku akan menghancurkan semua orang dan bahkan diriku sendiri.”

Ketua Song tergelak kecut sebelum menarik kembali tangannya dari genggaman Naa Mi.  Meluruskan kembali tubuhnya dengan penampakan pemandangan hijau yang terlihat jelas—pria tua itu tampak sedang menarik nafas beberapa kali sebelum akhirnya berdiri dengan susah payah juga dengan bantua Naa Mi.

Membuka mulutnya sebelum pergi, Ketua Song berkata pada Naa Mi, “Aku sudah sangat amat tua.  Umurku mungkin tidak sampai 10 tahun lagi.  Sebelum itu, aku ingin melihatmu bahagia dengan apa yang kau miliki saat ini hingga aku bisa meninggal dengan tenang.  Juga, jangan terlalu keras pada anak-anakmu.  Mereka tidak sepertimu seutuhnya karena setengah bagian dari diri mereka adalah milik appa-nya.”

 

 

 

 

***

4e8275dc46401c0fc0075a7f4d42db03

 

Salah satu sudut disamping kediaman yang saat ini Ketua Song tempati bukan lagi terlihat rindang jika malam hari seperti ini, namun juga terlihat indah dan mengagumkan.  Lampu-lampu kecl yang menghiasi pepohonan mulai dinyalakan saat langit menggelap seperti saat ini hingga banyaknya pepohonan dalam lingkungan tersebut sama sekali tidak tampak menakutkan sebagaimana yang biasa terlihat jika malam hari pada pepohonan besar yang tumbuh rapat.

Naa Mi mengusap dingin kedua lengan kurusnya saat baru menginjakkan kakinya pada halaman kecil dengan penataan cantik tersebut.  Melanjutkan langkahnya saat terbiasa dengan udara dingin malam, wanita itu berjalan menuju salah satu sudut dimana terdapat perapian disana.

Duduk pada salah satu kursi yang berbahan sama dengan kursi pada ruangan haraboji-nya tadi, Naa Mi menghela panjang dengan kedua tangan terulur pada perapian dihadapannya.

 

“Kau kedinginan?”

Kyuhyun tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Naa Mi dengan selimut di tangannya yang sudah berpindah tempat menyelimuti tubuh istri yang bahkan belum selesai membalik badannya untuk memastikan kehadirannya.

“O—eo.”  Naa Mi menarik selimut yang baru sebagian menyelimutinya untuk lebih melilit tubuhnya yang memang kedinginan.  Sedikit menggeser tubuhnya dengan Kyuhyun yang kemudian duduk disampingnya dengan penampilan sama, Naa Mi berusaha untuk tidak menunjukkan raut ataupun sikap apapun dihadapan Kyuhyun.

Kembali mengarahkan pandangannya pada perapian, Kyuhyun yang ia tahu bahwa saat ini bukan hanya tengah menatapnya namun juga mengarahkan seluruh tubuhnya pada ia—Naa Mi abaikan.

 

“Naa Mi?”

Panggil Kyuhyun pada akhirnya dan karena itu Naa Mi menoleh meski tidak bertahan lama.

“Ya?”  Wanita itu menjawab ketika pandangannya kembali tertuju pada perapian.

“Sore tadi,”  Kyuhyun menelan ludahnya demi melancarkan kata yang hendak ia ucap.  “Aku menguping pembicaraanmu dengan Ketua Song.”

Dan Naa Mi diam, tidak bergerak meski untuk mengedip.  Hanya rambutnya saja yang bergerak dan itupun karena di terbangkan angin.

“Kau, bisakah kita bicara malam ini?  Tanpa menunggu esok hari.”

Naa Mi meringis tanpa suara, menyembunyikan cubitan-cubitan tanpa maknanya pada kuku ibu jarinya yang tersembunyi di dalam selimut.  Menoleh pada Kyuhyun  yang kelamaan tampak sendu, butuh waktu setidaknya 10 detik setelah ia menatap suaminya seperti itu untuk kemudian berbicara,  “Apa yang mau kau bicarakan?”

Kyuhyun menelan kembali ludahnya.  Mengeluarkan kedua tangannya dari dalam selimut yang melilit tubuhnya, pria itu ikut mengambil salah satu tangan Naa Mi yang tersembunyi dari dalam selimut berbulunya.

Menggenggam tangan Naa Mi tadi dengan lemparan wajah sendu bercampur serius, Kyuhyun menatap Naa Mi lekat-lekat sembari bicara.  “Aku ingin membangun keluarga yang sesungguhnya bersamamu.”

“Kita sudah melakukannya.”  Naa Mi menjawab segera, begitupun tangannya yang dengan cepat melepaskan diri dari genggaman Kyuhyun untuk kembali masuk kedalam selimut hangatnya.  “Kita menikah, kemudian memiliki anak.  Apakah itu bukan keluarga yang sesungguhnya?”

“Dengan cinta, antara kau dan aku.”

“Cinta?”  Naa Mi terkekeh pelan dengan durasi amat sedikit.  Melawan pandangan sendu Kyuhyun dengan tajam, tampak merengut—wanita itu kemudian bertanya.  “Cinta seperti apa yang kau inginkan?  Cinta antara pria dan wanita?”

“Ya.”  Kyuhyun mengangguk cepat.  “Cinta antara pria dan wanita, suami dan istri.  Bersama karena cinta, tidur karena cinta, duduk karena cinta.”

“Cho Kyuhyun.”  Naa Mi memotong.  “Ada apa denganmu?”  Katanya pelan.  “Kau tiba-tiba saja berubah.  Ada apa denganmu?  Apakah karena ucapan Naa Ra saat itu?  Dia melakukannya untuk kepentingan dirinya sendiri.  Kau tidak perlu dengarkan apapun yang dia katakan.”

“Aku sungguh, sungguh-sungguh ingin bersamamu karena cinta yang terjalin di antara kita.”

“Cha Mi Rae?”

“Aku sudah memutuskan untuk tidak bersamanya.”

“Kenapa?  Bukankah dia adalah cinta sejatimu?  Cinta pertamamu?  Cinta abadimu?”

“Tapi dia bukan istriku, dia bukan ibu dari anak-anakku.”

Mendengar itu, Naa Mi membuang muka cepat memutus kontak matanya dengan Kyuhyun.  “Maka nikahi dia, jadikan dia istri keduamu, dan hamili dia.  Aku sama sekali tidak masalah.”

“Tidakkah aku berharga untukmu hingga sedikit saja kau berusaha untuk mempertahankanku?”

Naa Mi tersenyum tipis.  Kembali menoleh pada Kyuhyun, ia berucap.  “Bukankah kau tadi bilang bahwa kau menguping pembicaraanku dengan harabeoji?”  Tanyanya.  “Maka aku beritahu kau alasan kenapa aku tidak mempertahankanmu.  Apa kau mau mendengarnya?”

Kyuhyun mengangguk sambil menelan ludahnya.  Memandang Naa Mi dengan kedua mata penasaran, pria itu tidak berucap apapun sebab menunggu ucapan Naa Mi.

“Karena aku sudah melihatnya dari kedua orang tuaku.  Seperti apapun eomma berusaha menarik appa, appa tetap pergi.  Seperti apapun eomma tampak sempurna dihadapan pria lain, appa tetap melihatnya sebagai cacat.”  Naa Mi menjeda, sekedar membuang nafasnya kasar.  Meninggikan kedua alisnya dengan tubuh sedikit membungkuk pada arah perapian, baru kemudian Naa Mi melanjutkan.  “Mereka menikah seperti kita, karena perjodohan.  Semua hal yang terjadi pada orang tua-ku, mirip dengan apa yang menimpa kita meskipun kenyataannya aku tidak berselingkuh seperti eomma.”

Eo—mmaEomma-mu?”

“Ya,”  Naa Mi mengangguk masih dengan tubuh yang berhadapan dengan perapian kecil tersebut sementara Kyuhyun disampingnya tampak mengerutkan keningnya.  “Eomma membalas apa yang appa lakukan.  Suaminya yang sekarang itu, dia adalah selingkuhan eomma dulunya.”

Kyuhyun membelalakkan mata tidak percaya mendengar kisah yang baru saja Naa Mi ucapkan.  Bagaimana bisa?  Batinnya.

Appa membenci Naa Ra dan Nam Hyuk, ketika eomma hamil mereka berdua appa mengatakan itu sebagai kesalahan.  Mungkin ketika eomma hamil aku, appa juga berkata seperti itu.”

Appa-mu berkata seperti itu?”

Naa Mi terlihat mencibir dengan kedua alis yang lagi-lagi terlihat meninggi.  “Ya.”  Jawabnya kemudian.  “Appa mengatakannya, disetiap kesempatan dia selalu berkata seperti itu.  Mungkin dia tidak sengaja meniduri eomma ketika mabuk, makanya dia bilang kesalahan.”

“Lalu?”  Kyuhyun mengernyit.

“Setelah Naa Ra dan Nam Hyuk lahir, appa makin menjadi.  Dia membawa selingkuhannya, yang ternyata adalah kekasih masa lalunya, ke rumah.  Dia bahkan tidak peduli ketika seluruh kota mulai menggunjingkan dirinya dan kekasih masa lalu yang sudah ber-transformasi menjadi kekasih gelapnya itu.  Kupikir karena itu juga eomma tidak tahan, pada akhirnya dia melakukan apa yang appa lakukan.  Saat tahu itu appa sangat marah dan mulai menuduhku, Naa Ra, juga Nam Hyuk adalah anak dari hasil eomma berselingkuh.  Dan aku tidak tahan,”  Naa Mi menggeleng pelan.  Hela nafas panjangnya terdengar beberapa kali begitupun bulir bening yang jatuh begitu saja dari kedua matanya.  “Karena itu aku pergi dari rumah dan harabeoji merawatku sejak saat itu.  Sangat mirip dengan kita, ‘kan?”

Giliran Kyuhyun yang menghela panjang dengan gelengan pelan dan kedua mata tampak berair.

“Salah satu temanku bilang, dosa orang tua akan menjadi tanggungan anaknya. Jika orang tua pria-mu dulunya suka menyakiti hati wanita, maka dia pasti akan memiliki anak perempuan untuk kemudian menanggung balasan atas perilakunya dulu.  Orang tua itu akan melihat bagaimana anak perempuannya diperlakukan sebagaimana dulu dirinya memperlakukan anak perempuan orang.  Dan salah satu temanku yang lain juga bilang, jadilah anak baik agar anak-anakmu baik.  Semisal diri kita menikah karena hamil terlebih dulu, maka anak hasil dari perbuatan tersebut juga akan menikah karena hamil terlebih dahulu.  Membuat kita, yang hamil terlebih dahulu kemudian menikah hingga membuat orang tua malu mendapatkan balasannya.  Dan aku mendapatkan dua-duanya,  appa-ku yang seperti itu, dan aku yang menyayangi orang tuaku apapun alasannya.  Bahkan pada appa, aku sangat menyayanginya.”

“Aku tidak tahu bahwa hal seperti itu yang kau alami dan sama sekali tidak bermaksud untuk mengulang kisah burukmu.”

“Tidak apa,”  Naa Mi tersenyum.  “Aku sudah mempersiapkannya untuk itu, kau tidak perlu merasa bersalah.  Aku tidak pernah kecewa atau marah padamu karena apa yang kau lakukan bersama Mi Rae.  Bahkan jika kau melakukan itu hingga kita tua nanti, hingga aku mati sekalipun, aku tidak masalah.  Aku tidak bisa mengendalikan cinta, karena itu aku membiarkanmu.  Jikapun aku berusaha menarikmu, dengan kau yang ingin bersamanya, itu hanya akan menjadi pekerjaan sia-sia.  Karena itu aku mengacuhkan hubunganmu denganya.”

“Lalu apa yang membuatmu marah dan kecewa?”

“Perilakumu yang membuat hubungan kalian di ketahui banyak orang hingga anak-anak kita tahu.  Itu yang membuatku marah dan kecewa padamu.  Untuk satu hal, kau harus tahu dan mengerti tentang apa dan bagaimana seharusnya bersikap.  Kita menikah karena perjodohan pada usia yang sangat muda, kau mengencani wanita lain dengan pernikahan yang tanpa cinta ini, aku tidak bisa menyalahkanmu karena semua yang terjadi di antara kita adalah paksaan.”

“Mungkin, dan harusnya sejak awal aku memberitahumu tentang ini.”  Kata Kyuhyun dengan Naa Mi yang hanya menatapnya tajam untuk menunggu kelanjutan kalimat sebelumnya.  “Aku ingin mendapatkan perhatianmu.  Sulit mengatakan dan mengakui bahwa kau, satu-satunya wanita yang mengacuhkanku.”

“Kau marah?  Dan begitu caramu melampiaskannya?”

“Aku hanya mendengarkan saran bodoh dari teman bisnisku yang belakngan sangat aku sesali.  Lee Donghae, tidak seharusnya aku mendengar ucapannya.”

“Lee Donghae?”

“Ya,”  Kyuhyun mengangguk samar.  “Dia yang mempertemukanku kembali dengan Mi Rae, dan yang menyarankan untuk memperlihatkan hubungan kami dihadapan semua orang agar kau memperhatikan kami, atau lebih tepatnya aku.”

 

Lee Donghae?  Lee, Donghae?  Dong-hae oppa?

 

 

 

 

 

 

 

 


Nah… ini aku edit ulang ggara kmren gak srek di atiku meski ini juga ada beberapa bagian yang menurutku kecepetan tapi aku udah ngantuk.

Seperti yang aku bilang kmren… aku lagi sibuk mau pindahan ke luar pulau makanya gak bisa post cepet dan itu juga alasan aku buka password ffnya biar kalian gak nunggu lama2 balesanku.

Kemarin di bagian ini aku bilang ada 2 bagian kan? nah ini udah aku jadiin satu disini.  Mi Rae entar ajalah munculnya kapan2 pokoknya ini dua orang udah selesai dulu masalahnya haha

Kemudian kmren kan aku juga sempet bilang kalo kemungkinan besar gak bisa post ff lagi ggara tempatnya terpencil.. nah untungnya ada temen yang mau postingin. jadi ntr aku kirim filenya ke dia dan dia yg post ff setelah ff ini.

Aslinya aku ada pesen, ada beberapa orang yang tanya “kapan lanjut?  kapan post?” pengen rasanya aku jawab, “dirimu enak tinggal baca, atau aku juga punya kesibukan selain nulis ff.”  Saranku, semisal pengen satu kisah cepet di lanjut, bikinlah kisah sendiri jadinya gak perlu nunggu2.  Ini dari pengalamanku aja ya… aku nulis ff ggara aku kecewa dengan cerita2 author pada waktu itu karena menurutku kisahnya terlalu mudah di tebak, monoton, hampir semuanya sama, juga gak masuk akal.  Makanya dari situ aku mulai nulis kisah yang ada dalam otakku dan sejalan dengan pikiranku.  Kalau dirimu pengen cepet2 baca satu kisah yang ternyata lama di postnya.. bikinlah cerita sendiri dan segerakan penyelesaiannya seperti yang kamu  mau.

 

Aku Bibi, bahagia kenal kalian semua disni… yang udah lama dan yg baru gabung… makasih udah mampir dan baca tulisanku. Kalo ada salah kata atau apapun yang nyinggung, atau ffku rada gaenak dibaca maafin ya TT sampai ketemu lewat postingan ff 🙂

Advertisements

92 Comments Add yours

  1. laela says:

    Yg nyarin ga bnr tuh apaan ngasih saran kaya gitu itu bkn ngasih saran terbaik tp ngancurin rmh tgga orang mkin dibLik semua ada maksud noh

    Yg disaranin amu aj lagi hadeuhhh kyu kyu tp semua terjawab lebih kasian sama naa mi hrs mengulang apa yg orang tuanya lakukann dlu

    Like

  2. Mrs. Choi says:

    moga2 mrka dpt sling cintaa.. naa mi tegar amat sih.. ampaoi nagis baca gmna khidupn naami kecil y..
    hwaiting tthor..
    Gumawo^^

    Like

  3. kyuxox says:

    waduuu wanita seperti apa sih naami ini strong sekali😢 ga kebayang da kalau jadi naami😢 dari awal baca ffnya ga kepikiran gitu kalau naami masalalunya begitu. duuuh makin kesini makin ga terdugaa uww syukaaa

    Like

  4. akoemesaya says:

    Geregetannnn ihhhhh…
    Gilak nie keluarga kaya tapi ribet banget dehh ahhh..
    Punya segalanya tp mw bahagia ajh keknya muahal bener kek hrg cabe #huhff

    Tapi nie dipart ini kok aq ada nangkep nami punya trauma sm pernikahan ortunya yakkk.

    Trus yahh dibagian akhir penasaran ajh sama nasib donghae ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    Like

  5. khanss says:

    apa yang di lihat di luar tidak sama dengan apa yang ada di dalam, mungkin orang2 yang melihat kekayaan keluarga song mengira mereka sangat bahagia tapi terrnyata tidak seperti itu, naa mi memiliki masa lalu yang bisa di bilang hampir sama dengan apa yang dia rasakan sekarang karena itu dia tidak ingin jung eun dan jung woon mengalami apa yang dia alami waktu kecil tapi setidaknya naa mi tidak meniru apa yang ibunya lakukan dia masih memikirkan nasib anak2nya.

    Like

  6. cho nara says:

    Bener kata naa mi seberusaha apapun naa mi mau menggapai kyuhyun kalau kyuhyunnya gak mau itu akan menjadi hal yang sia-sia
    Aaah gatau la mau comment apa lagi kasian naa mi sepanjang hidupnya harus mengalami perselingkuhan semoga naa mi membatalkan hukuman kepada anak”nya dan mereka bisa hidup bahagia
    Keep writing authornim 🙂

    Like

  7. Rumit juga ya kisah mereka gk segampang yg dibayangin, mulai dri masa lalu orngtua nya, suami yg slingkuh kasian juga si liatnya..

    Like

  8. 😢 nami orang paling acuh aku rasa, di manusia yg btul mempersiapkan mental & hatinya untuk di sakiti kyuhyun.. 😨😨😨

    Like

  9. Ribka says:

    Serius..akhirnya bagian ini yg bikim aku mau nangis…

    Like

  10. Naa mi is amazing women without love #Ithink… Bener bener ya kisah naa mi hampir 11 12 sama aku.. Cuma ga semenyedihkan naami #jangansampe..

    Like

  11. wulandari200 says:

    kasian banget y naami harus ngejalani kehidupan yg penuh tragedi baik dari ortuny ataupun dari suaminy…salut benget sama si naami masih bisa bertahan coba kalau cewek lain udah pasti nggak sanggup…mmm tapi aku penasaran siapa ya cowok yg dimaksud kakek song n apa hubunganny sama donghae..ataukah orangny itu donghae…makin penasaran aja deh sama cerita ini karena kayakny masih ada banyak rahasia yg naami punya deh…di tunggu next chapny y thor..keep writing thor

    Like

  12. Imama says:

    Aku hanya bisa berdoa semoga mereka berdua bisa mengatasi masalah ini dengan baik
    Dan semoga meteka berdua bisa memberi kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga mereka.
    Kasihan anak anak mereka.
    Dan kau kyuhyun meskipun nami memberimu ijin untuk menikahi mirae kamu harus memikirkan anak anakmu jangan egois dan mencari kesenangan sendiri. Kalau kamu menerima usulan nami berarti kau benar benar brengsek.

    Like

  13. gitu nami buat gembul makin mersa bersalah

    Like

  14. hanhanna says:

    Aku blm tau cerita dari awal, tp paling suka cerita spr ini.. Perselingkuhan? Ini beda dari yg lain ga mudah di tebak,…
    Terlalu sibuk kerja, jarang bisa baca ff.. Setelah ada waktu aku nemu ff ini dan woooww baca part ini nya udh Bagus bngttt…

    Like

  15. Qka says:

    Bibi, ini Qka dengan email yg baru. Yg Qka dengen email kmrn ga bisa di sign in setelah upgrade yahoo mailnya. Takutnya ntar disangka aku pake id org..makasiii

    Like

  16. Hyun says:

    wuduu si kakak, kakak baru pindahan ternyata…

    ah, ternyata naami punya pengalaman buruk ya, astaga.. akankah ada konflik lagi kedepannya?

    Like

  17. hyokwang says:

    naami kenal donghae?? jgn2 donghae suka sama naami tau masa lalu naami, terus dia ngasih saran gitu ke kyuhyun biar naami pisah sama kyuhyun…
    penasaran sama lanjutannya…

    Like

  18. kyunie143 says:

    Berkaca2 dengar cerita masa lalu nami dari harabeoji. Sampe harus ngais2 tempat sampah utk makan 😢😢
    Berat banget cobaan hidup nami. Dari kecil sampe dia udah nikah. Kapan nami bahagia?
    Nami tau donghae. Tapi apa hub nami dengan donghae?
    Ini ff bener2 berasa nyata. Soalnya emang gak monoton bgt. Ceritanya memang tentang perselingkuhan seperti biasa, tapi konflik2 dan penyelesaian masalahnya berbeda dari yg lain. Aku malah ngerasa lagi nonton drakor kkkk
    Ditunggu part selanjutnya thor ^^

    Like

  19. KyuLitha says:

    Ya…. ampun nyesek banget si rasanya, apalagi wktu kakekny naami yg ngomong , aq baca aja smpai tersedu-sedu, karena gak nyangka penderitaan naami kya gitu…, moga aja hubungan naami dan kyu baik lagi dan gak ada mirae” lgi…
    Ini ff makin keren, ceritanya jga gak ketebak, pokokny daebaaakk…. ditunggu next chap’a eonni,

    Like

  20. kimmie says:

    Naa mi kok kayak gtu sih. Cuek banget. Tapi kasiam juga sih. Jadi greget sendiri

    Like

  21. Kayleigh17 says:

    Uh kangen postingan ff kak Bibi TToTT

    Like

  22. minemo says:

    Ternyata nami punya masa lalu buruk yaa mangkanya dia biarin kyuhyun selingkuh andai kyuhyun gak dngerin lee donghae ..

    Like

  23. minemo says:

    Ternyata nami punya masa lalu buruk yaa mangkanya dia biarin kyuhyun selingkuh andai kyuhyun gak dngerin lee donghae ..
    Nami teges banget ngdidik anak2nya ya ampun ..

    Like

  24. dewiaurora says:

    Hai hai.. Salam kenal, aku reader baru disini, tadi nya mampir untuk baca new time (sequel of time) tapi eh nemu yg lebih menarik hehehe
    Saya bukan sider tapi juga bukan reader yang komen ditiap part, tapi saya akui dua jempol cara penulisan author, jalan ceritanya saya suka banget.
    Seperti harapan author yg ingin membuat ff yg tidak monoton dan tidak mudah ditebak, ini benar-benar berhasil, saya suka ceritanya dan menunggu kelanjutannya.
    Setelah baca cerita di ff ini, saya salut sama authornya dan wp ini menjadi new fav wp ku setelah ssihobit, darklene, dan yuzuki hehehe
    Im waiting for the next part and the other story :D:mrgreen::mrgreen::mrgreen:

    Like

  25. nadira says:

    lah itu kenapa naami ngenalin donghae?? makin ribet ya ternyataa 😦

    Like

  26. mychococinno says:

    Kisah kehidupan Naami sedih bgt,, apalagi kalo di katain sma bpknya kalo dia itu adalah sebuah kesalahan..
    Orangtua nya pada” selingkuh gimana gak terguncang itu mentalnya Naami , karna itukah sifat Naami jdi sangat kritis,,

    Jung Eun , Jung Woon kalian yg sabar iyaa… seberapa pun Naami marah sama kalian dia masih tetep sayang kalian kok.. walau kalian mulai sekarang bakal udh di anggap dewasa..

    aduh kenapa kmu mau aja sihh ngikutin saran yg gak bener dri rekan kerjamu Kyu?? Harus nya kamu mikir dampak apa yg bakal terjadi,, dan kalo itu gak berhasil harusnya kamu sudahin aja gak usah dilanjutkan lagii,, isss kamu itu Kyu bikin kesel aja… itu siapa juga yg ngasi saran tolol kayak gitu,,
    “Dong Hae oppa??” Kamu kenalkah Naami?? Siapa sih dia?? Penasaran… gak sabar baca lanjutannya..
    ditunggu iya lanjutannya eonni..

    Oiya,, emang eonni ngapain kesana?? Pindahkah??
    Keep writing and faighting iya eonni!!

    Like

  27. Kyuyang says:

    Ya kyuhyun ucapin semua keluh kesah kmubdma na mii biar sma sma tau dan kembalilah hidup rukun selamanya

    Like

  28. rere says:

    Siapa donghae ?????
    Smga cpat post ya

    Like

  29. Hana choi says:

    Apa nami kenapa sama donghae? Atau donghae ada kaitannya sama keluarga nami? Makin seruh dan penasaran disini intinya mereka kurang komunikasi sehingga timbul masalah” lain dan kurangnya perhatian satu sama lain, semamgatt eonni ditunggu next chapternya

    Like

  30. Yollastevenia says:

    Ternyata naami tegas jga sama anak2 nya.
    Kyu akhirnya mengungkapkan keluh kesah nya lgi ke naami
    siapa donghae ??? Apakah naami kenal donghae ?? Atau mereka punya cerita di masa lalu ???

    Like

  31. lyeoja says:

    Nahhh tu kan ada part sebelumnya ternyataaaa,,, td aku smpet bingung kok langsung gini.yakk,,, ternyata bacanya loncatty… ihihihi

    Aduhh si mas donghae nih masalahnyaaa,,,
    Pasti sengaja pen ngerusakkk hub naami +kyuu,,,
    Dan pria itu (yg ke2) yg dikatakan si haraboji itu mas donghae yahh..?
    Keknya sih gtuuu

    Like

  32. vivirakim_94 says:

    Ini kapan updatenya yakkk…. aku udah beberapa hari gag pernah baca ff lagi. Tiba2 niat baca ff tadi kiranya ini udah update aja 😊😊😊. Song nami dirimu luar biasaaaaah …. gag ada alasan buat bercerai dr kyu… wow

    Like

  33. Widyahunhan says:

    Mungkinkah nami trauma jatuh cinta krna orang tuanya mengalami hal yg hampir sama kaya mreka yaa..
    Kasian nami…
    Suka suka suka banget ceritanya 👍👍
    Aku pikir mreka bakal cerai..
    Tpi syukurlah mreka masih mertahanin..
    Kasian ank mreka jg..
    Keep writing!!!! ☺☺

    Like

  34. Roro says:

    Waah senengnya udah lanjut….dan ceritanya mulai menemukan titik terang,Terima kasih bibi

    Like

  35. gasukosuji99 says:

    Apa hubungannya naa mi sama donghae yah?
    Jadi penasaran

    Like

  36. Monika sbr says:

    Nami benar2 sesuatuuu…
    Tapi syukur deh mereka nggak bercerai.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s