Dazzling Girl: Ace

“Kyuhyun,”  Naa Mi memanggil—begitu lirih hingga mungkin butuh bantuan angin untuk menyampaikannya pada kedua telinga suaminya.  “Cho Kyuhyun,”  Ulangnya lebih keras dengan tolehan kepala pelan berikut tubuhnya yang ikut memutar menghadap  tempat dimana Kyuhyun berada saat ini.  “Apa yang baru saja aku ucapkan terlalu kasar,”  Sambung Naa Mi dengan hela nafas pelan ketika langkah Kyuhyun memasuki mobilnya terhenti dan kepala tertunduk pria itu terangkat untuk kemudian membalas pandangannya.  Entah Kyuhyun mendengar ucapan yang baru saja dilontarkannya atau tidak, namun pria itu tidak bereaksi sedikitpun atas apa yang istrinya katakan hingga kemudian Naa Mi bergerak mendekati Kyuhyun yang tidak sekalipun mengalihkan perhatiannya dari ia.  “Apa ucapanku menyakitimu?”  Tanya Naa Mi halus dengan sorot hampir menyamai sendunya tatapan Kyuhyun.  Menurunkan pandangannya hanya untuk mengambil sebelah tangan Kyuhyun yang kemudian di genggamnya, Naa Mi kembali berucap,  “Aku hanya ingin kau paham bahwa semuanya tidak bisa kita selesaikan dan bicarakan saat ini.  Semua hal butuh waktu dan masih ada hal lebih mendesak yang harus aku lakukan dan selesaikan.  Kita akan membicarakan tentang kita berdua besok.  Hanya waktu satu malam yang aku minta darimu.”

“Aku mengerti,”  Kyuhyun ikut menggenggam tangan Naa Mi erat dan menepuk punggung tangan istrinya itu lembut beberapa kali.  “Tidak seharusnya aku memaksakan kehendak dengan menuntutmu melakukan apa yang aku mau dan inginkan.  Aku hanya takut bahwa kau akan salah paham.  Aku sudah mengakhiri hubunganku dan Mi Rae,”  Kata Kyuhyun pada Naa Mi, berusaha untuk meluruskan hal tersebut tanpa tahu bagaimana malas dan tidak sukanya Naa Mi untuk bahasan tersebut.

Memejamkan matanya malas dengan sebelah alis yang terangkat, segala raut sendu dan perasaan bersalah Naa Mi sebelumnya karena ucapan yang baru disadarinya terlalu kasar menguap—hilang terbawa angin yang bahkan ingin segera menyangkutkannya pada ranting pepohonan.

“Sungguh, aku da—,”

“Ya,”  Naa Mi memotong cepat dengan nada malas yang begitu kentara.

“Naa Mi?”  Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya masih dengan tatapan sendu pada Naa Mi yang bahkan sudah tidak membalas tatapannya.  “Aku benar-benar ingin kembali padamu, bersamamu, dan anak-anak kita.”

“Aku tahu.”  Naa Mi menjawab dengan kedua mata terpejamnya yang terbuka.

“Aku mencintaimu.”

Oh, Naa Mi kembali ingin memaki jika kau mencintaiku kenapa kau menyelingkuhiku?  Menyakitiku, bahkan mengabaikanku?  Apa perselingkuhan tidak termasuk dalam daftar menyakiti orang yang kau cintai?  Namun kemudian pandangan risih yang Naa Mi lempar saat memikirkan makian itu memudar ketika pikiran lain merembet masuk dalam kepalanya dan membongkar pikiran juga makian tidak terucap tadi, karena kau tidak menjalankan kewajibanmu sebagai istri dan kau pantas dihadiahi perselingkuhan, bodoh.

Kyuhyun yang tentu tidak bisa membaca pikiran seseorang, tentunya juga tidak tahu mengenai pergumulan macam apa yang kini memenuhi kepala istrinya.  Yang Kyuhyun tahu, Naa Mi sedang memejamkan mata erat dengan tarikan nafas dalam beberapa kali dan ia anggap itu adalah sesuatu hal untuk menekan emosi.  Mungkin, Kyuhyun berpikir bahwa Naa Mi mencoba dan memaksakan diri untuk menerima kehadirannya.

Tersenyum kecut sebab tidak juga terbukanya kembali pandangan Naa Mi untuk membalas tatapannya, entah akan menolak atau tidak namun Kyuhyun mencoba, memberanikan diri menyentuh pipi Naa Mi dengan sebalah tangan bebasnya.  “Naa Mi?”

“Ya,”  Wanita itu menjawab segera.  Membuka kedua mata terpejamnya masih dengan Kyuhyun yang mengusap pipinya dan Naa Mi biarkan, lemparan senyum tipisnya ia berikan pada Kyuhyun yang sedikit banyak melegakan hati pria itu.  “Ada yang harus aku selesaikan bersama harabeoji.”  Sambungnya sembari mengambil tangan Kyuhyun pada pipinya.  “Kita akan bicara besok.  Aku akan dengarkan apa yang ingin kau katakan, tapi besok.  Tidak sekarang.  Aku harus bertemu harabeoji.”

“Aku tidak mau bercerai denganmu.”

“Tidak, Cho Kyuhyun.  Kita tidak akan bercerai.”  Geleng Naa Mi pelan.  “Tidak sampai kita berdua benar-benar menginginkannya.”

“Tapi kupikir, harabeoji-mu, dia—,”

“Dia harus aku jinakkan, bukan?”  Naa Mi memotong dengan ledekan bersambung kekehan kecil.  “Besok, oke?”  Tekannya lagi dengan Kyuhyun yang sudah tertawa tanpa suara dihadapannya berikut anggukan patuh.

“Ya, besok.  Kita bicara besok.”

“Itu yang sejak tadi aku katakan tapi baru kau mengerti.”

“Aku tidak pernah seterluka ini karena diriku sendiri.”  Ucap Kyuhyun tiba-tiba yang langsung mengembalikan suasana suram di antara mereka.  “Aku bahkan tidak pernah merasa semenjijikkan ini pada diriku sendiri,”  Ucapnya lagi.  Menarik Naa Mi dalam pelukannya perlahan tanpa ada penolakan apapun dari istrinya itu, Kyuhyun meletakkan dagunya pada pundak Naa Mi meski karena itu ia harus sedikit membungkuk.  Mengeratkan pelukannya bagai ia bisa meremas istrinya, dengan mata terpejam dan tangan mengusap lembut rambut panjang istrinya, Kyuhyun kembali berucap,  “Aku sangat menyesal.  Aku ingin kembali padamu.  Aku ingin mempertahankan pernikahan kita.  Aku ingin membayar semua yang telah kulakukan.  Aku bahkan berniat melakukan apapun andai kau tidak memaafkanku dan memilih untuk pergi asal kau kembali.  Terdengar tidak tahu diri memang, setelah apa yang kulakukan selama ini padamu dan anak-anak kini aku meminta pengampunan dan kesempatan yang bahkan jika posisi kita dibalik aku tidak akan pernah memberi maaf.  Tapi—,”

“Besok, Cho Kyuhyun.  Besok.”  Naa Mi mengingatkan.  “Kita akan bicarakan ini besok.”

“Aku janji akan dengarkan semua yang kau katakan.”

“Ya,”  Naa Mi mendorong tubuh Kyuhyun perlahan hingga pelukan mereka terlepas.  Mengusap dada Kyuhyun beberapa kali hingga pandangan sendu yang Kyuhyun berikan padanya sedikit berkurang, baru Naa Mi berucap,  “Kau akan mendengarkan apa yang aku katakan, begitupun aku yang mendengarkan apapun yang kau katakan.  Akan ada banyak sekali hal yang kita bicarakan besok, bukan sekarang.”

Kyuhyun  mengangguk.  Kembali mengusap perlahan pipi halus Naa Mi tanpa sekalipun melepas pandangannya dari wanita itu, wajah Kyuhyun yang perlahan mendekat pada Naa Mi—membuat usapan tangannya berubah menjadi sebuah ciuman pada pipi yang dirasanya lebih tirus dari saat terakhir kali ia menyentuhnya.  Menekan punggung Naa Mi dengan sebelah tangannya yang entah sejak kapan berada disana, Kyuhyun kembali memeluk istrinya erat selesai mencium pipi istrinya untuk beberapa waktu yang lumayan panjang.  “Aku mencintaimu, sungguh.”

Naa Mi menarik nafas dalam-dalam sebelum menumpukan dagunya pada pundak Kyuhyun sebagaimana yang pria itu kembali lakukan meski kedua tangannya tidak Naa Mi gunakan untuk membalas pelukan erat Kyuhyun.

Memikirkan beberapa hal yang datang sekaligus dalam kepalanya dan itu mulai terasa menyesakkan—Naa Mi menepuk punggung Kyuhyun kemudian.  “Kyuhyun?  Kita akan bertemu lagi besok.”  Ingatnya untuk melepas pelukan dari pria yang bagai enggan dan tidak bisa mengalihkan sedikitpun hidupnya dari ia.  “Sudah, lepas pelukanmu.  Kita akan bertemu kembali esok hari.”

“Ya, maaf.”  Pria itu segera melepas pelukannya pada Naa Mi dengan beberapa langkah mundur sambil menudukkan kembali wajahnya hanya untuk mengusap tetes air yang belum benar-benar turun.  “Besok, kan?”  Pastinya.

“Ya, besok.”  Naa Mi mengangguk dan Kyuhyun ikut mengangguk beberapa kali dengan bibir terlipat juga mata yang masih memerah.

“Baiklah, besok.”  Ucapnya meyakinkan diri yang terdengar beberapa kali masih dengan pandangan lurus pada Naa Mi seolah enggan pergi hingga bagaimana ia menuju mobilnya adalah dengan memundurkan langkah perlahan.

Naa Mi menggelengkan kepalanya pelan melihat bagaimana tingkah Kyuhyun dihadapannya saat ini entah dengan pikirannya yang mana saking banyaknya kemungkinan dan tebakan yang kepalanya mampu tampung.

Appa mau kemana?”

Suara ringan namun nyaring itu masuk tanpa permisi di antara Kyuhyun dan Naa Mi yang masih saling berpandangan dengan pikirannya masing-masing hingga langsung mengejutkan keduanya.  Menoleh dengan putusnya pandangan di antara mereka, Jung Eun—putri kecil mereka, yang akhir-akhir ini bahkan tidak mau bicara tanpa mereka tahu, akhirnya mengeluarkan suaranya.  Mungkin, dan andai keduanya tahu tentang bagaimana Jung Eun selama berada di kediaman Ketua Song, pastilah Kyuhyun dan Naa Mi akan makin merasa bersalah sekaligus senang dengan hari ini.

“Jung Eun-ah,”  Naa Mi yang langsung berbalik sebab mendengar suara Jung Eun berlari untuk kemudian memeluk putrinya erat melepas rindu.  “Oh, sayang.  Maafkan eomma, kau baik-baik saja?”

“Lepaskan,”  Anak itu kembali berucap tanpa satupun emosi yang bisa di tebak.  Mendorong sekaligus melepas paksa pelukan Naa Mi padanya, bocah dengan rambut di ikat ekor kuda itu mundur beberapa langkah dengan pandangan tajam yang dilemparnya bergantian pada Kyuhyun yang mulai mendekat, juga pada Naa Mi yang jelas langsung terkejut akan sikapnya.

“Jung Eun-ah…”

Eomma jangan mendekat.”  Anak itu sudah mengulurkan kedua tangannya pada Naa Mi yang bahkan belum benar-benar maju selangkah.  “Appa juga.”  Todongnya dengan pandangan lebih menusuk dibanding sebelumnya.

“Jung Eun—,”

“Kubilang jangan mendekat!”

“Naa Mi,”  Suara Kyuhyun memberat ketika menarik mundur tubuh Naa Mi yang kembali melangkahkan kakinya mendekati Jung Eun dan karena itu putri mereka berteriak kencang.

“Kubilang jangan mendekat!  Ya jangan mendekat!”  Anak itu kembali berteriak dengan tangan menunjuk lurus pada kedua orang tuanya.  “Kalian mau apa kesini!”  Lanjutnya masih meninggi.  “Mau bertengkar disini agar semua teman-temanku tau?!”

“Jung Eun-ah…”

“Sudah!  Jangan mendekat kubilang!”  Teriaknya lebih nyaring saat Naa Mi kembali akan melangkah.  “Mau kalian itu apa!”  Tanyanya dengan leher mulai tercekat dan kedua mata berkaca-kaca.  Memperhatikan eomma-nya yang sudah menangis dalam pelukan appa-nya, dan appa-nya yang memeluk eomma-nya erat berikut usapan pelannya pada punggung eomma-nya, Jung Eun bahkan tidak melihat itu sebagai satu hal tentang sudah mulai membaiknya hubungan mereka.  berpura-pura, adalah satu-satunya hal yang bisa Jung Eun simpulkan.  “Kenapa kalian melakukan ini pada kami!  Apa tidak bisa kalian seperti orang tua teman-temanku?!  Apa tidak bisa kalian bersikap seperti orang tua bertanggung jawab?  Pergi saja sana jika mau pergi!  Jangan kembali!  Jangan pedulikan kami!  Aku benci kalian berdua……”  Jung Eun berteriak panjang bersama tubuhnya yang merosot hingga terduduk pada jalanan beraspal.  Menutup wajah memerahnya dengan kedua tangan, tangis kencang anak itu langsung terdengar menghentak Kyuhyun dan Naa Mi yang langsung mendekat dan ikut duduk di jalanan pada masing-masing sisi putrinya yang kemudian mereka peluk.  “Aku benci kalian!  Aku benci!”  Teriaknya lagi memukul asal kedua orang tuanya yang berusaha memeluk.  “Kenapa kalian menikah jika begini!  Kenapa kalian melahirkan kami jika begini!”

“Jung Eun….”

“Aku tidak mau kalian bercerai!  Aku tidak mau eomma pergi aku tidak mau appa pergi.”

“Kami tidak akan bercerai, nak.”  Naa Mi langsung memeluk Jung Eun tidak peduli pada anak itu yang masih memukul sembarang sebelum akhirnya berhasil Kyuhyun pegang erat kedua tangannya.  Sambil menahan tangisnya, Naa Mi melanjutkan.  “Eomma dan appa tidak akan bercerai.  Eomma tidak akan pergi, appa juga.”

“Bohong!  Kalian pembohong!  Kalian—,”

“Cukup!  Cho Jung Eun!”  Membentak Jung Eun untuk pertama kalinya, Kyuhyun bahkan menarik kasar tubuh putrinya dari pelukan Naa Mi dan membuat anak itu berdiri paksa.  Menghadapkan Jung Eun padanya lurus dengan remasan tangan kuat di kedua lengan kurusnya—Kyuhyun tahan hati berontaknya sebab apa yang dirinya lakukan pada Jung Eun.  Menatap anaknya pilu, pria itu berucap berat dengan mata berkaca-kaca menyadari bahwa semua akar dari masalah ini memanglah dirinya.  Tapi meskipun begitu, tidak seharusnya gadis kecilnya ini menambah beban Naa Mi meskipun alasannya adalah untuk memperbaiki hubungan appa dan eomma-nya.  “Berhenti bersikap gila!  Kau pikir appa tidak tahu apa yang kau coba lakukan bersama Naa Ra dan Jaejoong!  Jika kau marah, marah pada appa dan pukul appa tapi jangan membuat eomma-mu berpikir bahwa kau gila!”  Ucapnya keras berhasil membelalakkan kedua mata berair Jung Eun dan memberengutkan kening Naa Mi tidak mengerti.  “Eomma dan appa kemari untuk menjemputmu.  Apa kau tidak bisa lihat?”

“Lalu kenapa kalian membawa mobil berbeda?!”

“Mulutmu!”  Kyuhyun kembali membentak dengan pelototan sempurna dan tangan makin mengerat tanpa peduli bahwa itu bisa menyakiti putrinya.  “Kau pikir pantas bersikap dan berbicara setinggi itu pada orang tuamu!”

“Cho Kyuhyun!  Lepas!  Kau menyakitinya!”

“Dia membohongi kita!”  Kyuhyun menyingkirkan tangan Naa Mi cepat saat hendak membawa Jung Eun dalam pelukannya.  Berdiri lurus dengan kedua tangan membawa Jung Eun dalam gendongannya paksa, Kyuhyun menatap Naa Mi tidak lebih tajam dari yang sebelum ini dilemparkannya pada Jung Eun.  “Naa Ra dan Jaejoong bersekongkol dengan mengikutsertakan anak-anak.  Jika kita bercerai Naa Ra akan menikah dengan pria pilihan eomma-mu.  Karena itu dia membantu hubungan kita dengan tiba-tiba dan tidak ingin kita berpisah.”

“Apa?”

“Mereka menyuruh Jung Eun bersikap seolah gila dihadapan kita.”  Jelas Kyuhyun dengan suara bergetar saking emosinya dan Jung Eun yang tadinya menolak gendongan Kyuhyun langsung mengalungkan kedua tangannya erat pada leher appa-nya itu tanpa sedikitpun niatan untuk membalik badan hingga bisa berhadapan dengan eomma-nya.

Makin merapatkan tubuhnya dalam gendongan appa-nya, Jung Eun bahkan mulai berdoa agar Kyuhyun tidak memberikannya pada Naa Mi andai eomma-nya itu kembali berusaha menariknya.

 

 

 

***

“Naa Ra!  Song Naa Ra!  Keluar!  Naa Ra!”

“Eonn—,”

Plak!

Advertisements

106 Comments Add yours

  1. Ayesha says:

    Wah di luar dugaan tuh
    Kyuhyun tau dr mana rencana Naa ra??
    Reaksi Naa mi juga langsung begitu berbalik ma permasalahan mereka yg baru mau adem
    Gimana lanjutannya semoga mereka ttp bisa komunikasi lg

    Like

  2. Hanlin says:

    Nah loh jd heboh didepan sklhan.. Mdh2an bs cpt slsai mslhnya n clear smua

    Like

  3. kyunie143 says:

    Waduuuh kyuhyun tau darimana?? Apa kyuhyun nguping?

    Like

  4. nadira says:

    ko si kyuhyun tau sih rencana naara ????
    yaa apapun itu semoga naami kyuhyun balik lagii

    Like

  5. Hana choi says:

    Aku baca ulang part ini, karena udh lama ga baca ff ini. Makin seru ternyata, tapi kalau na ra ga ngelakuin kaya gitu belum tentu kyuhyun sama na mi balikan lagi sebenernya ini juga bukan dalah nara juga kok.

    Like

  6. gasukosuji99 says:

    Kyuhyun tau dari mana jung eun cuman pura2?
    Ayoloh naa ra kena kamu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s