Dazzling Girl: In The Dark (3)

Di dalam mobil, di samping kakek buyut mereka yang masih menampakkan raut mengeras tanpa keinginan untuk sedikit melunak sebab dua anak kecil disampingnya—Jung Eun dan Jung Woon saling berpegangan tangan berikut kepala tertunduk mereka.

Jung Woon menoleh pada noona-nya sesaat sebelum kembali meluruskan tundukkannya dengan pemandangan dua kakinya sendiri.  Menggigit bibirnya, bocah itu sekali ini tidak tampak sebagai bocah nakal ataupun jahil.  Sebaliknya, ia tampak seperti bocah yang begitu penurut dan pendiam.

 

Noona,”  Jung Woon memanggil pelan ketika bibirnya sudah tidak tahan untuk mengatup.  Melirik Jung Eun diikuti tolehan kepalanya beberapa saat kemudian ketika panggilannya tidak juga mendapat tanggapan, rengutan samar di antara alis tebal Jung Woon tampak.  “Noona kenapa menangis?”  Tanya Jung Woon seketika, menolehkan pandangan lurus Ketua Song pada dua cicitnya yang semenjak tadi diam di sampingnya tanpa suara tapi kini salah satunya justru bersuara menanyakan tentang kenapa salah satunya menangis.  “Ini—noona,”  Jung Woon mendongak pada Ketua Song ragu dengan tangan menunjuk noona-nya yang tidak lagi menyembunyikan tangisnya meski kedua tangannya ia gunakan untuk menyembunyikan wajahnya hingga pegangan tangannya dengan Jung Woon yang sejak tadi, terlepas begitu saja.

Terlihat begitu bingung, Jung Woon hanya bisa melempar pandangan sendunya ketika kakek buyut yang selalu menakutkan dalam pikirannya itu menarik tubuh bergetar noona-nya kemudian meletakkan tubuh Jung Eun pada pangkuannya padahal—kaki kakek buyutnya jelas sedang sakit saat ini.

“Pinggirkan mobilnya dan bawa Jung Woon ke mobil depan.”

“Kenapa?”  Jung Woon langsung bertanya saat namanya disebut dan akan dipindahkan pada mobil lain padahal tidak ada masalah dengan mobil yang saat ini ditumpanginya, ‘kan?

Ketua Song tidak menjawab Jung Woon.  Diam saja pria itu sembari menepuk pelan punggung Jung Eun yang makin bergetar dengan tangis menjadi dalam pelukannya.

Noona, kakek buyut (aku gaktau ini bahasa koreanya apa, nyari di google juga gak ketemu, jadi pake bahasa indonesianya ajalah ya),”  Jung Woon berucap lemah dengan kedua mata berair ketika seorang pengawal pribadi Ketua Song membuka pintu mobil di sampingnya dan berusaha membawa dirinya keluar sebagaimana perintah Ketua Song tadi.  Entah apa yang ada dalam kepala Jung Woon atau apa yang membuatnya khawatir padahal kakek buyutnya hanya tidak ingin dia sekacau noona-nya.  Namun anak laki-laki yang bahkan tidak pernah benar-benar ketakutan itu, justru menampakkan wajah memucat berikut isaknya yang hampir mengalahkan tangisan Jung Eun dalam pelukan kakek buyutnya.

 

 

“Naa Ra imo dan Jaejoong samchon bilang, appa dan eomma akan seperti appa dan eomma teman-temanku jika aku dan Jung Woon menuruti kata-katanya.  Tapi eomma pergi…”  Jung Eun berucap pilu dengan tangis tersisa beserta kalungan tangan makin erat pada leher kakek buyutnya yang langsung memberengut belum paham tentang maksud ucapan Jung Eun.

“Naa Ra dan Jaejoong?  Apa yang mereka katakan padamu dan Jung Woon?”

 

 

 

***

“Istrimu masih belum ditemukan, Kyuhyun-ah?”  Mi Rae memeluk longgar Kyuhyun dengan sebelah tangannya.  Duduk berdampingan dengan Mi Rae yang sedikit memiringkan duduknya hingga bisa melihat Kyuhyun dengan mudah, sebelah tangannya yang lain mengusap wajah Kyuhyun lembut.  “Bagaimana dengan anak-anakmu?”  Tanyanya dengan suara perlahan hingga bagai berbisik.

Mendengar anak-anaknya yang disebut, Kyuhyun yang tengah menyandarkan tubuhnya lemas pada sofa dengan mata terpejam dan sebelah tangan berada pada keningnya yang hampir pecah—menegang.  Membuka katupan matanya, tangannya yang berada pada keningnya turun dan menoleh ia pada Mi Rae yang tersenyum lebar padanya seperti biasa.

“Kenapa?  Hm?”  Mi Rae kembali mengusap wajah Kyuhyun dengan tambahan ciuman singkat yang baru saja ia berikan pada bibir pria dihadapannya itu saat Kyuhyun hanya menatapnya tanpa katakan apapun.  “Kau sedih?  Karena istrimu pergi?  Memikirkan bahwa dia tidak akan kembali?  Kemudian kita menikah?”

“Tidak,”  Kyuhyun menjawab tidak kalah lirihnya dibanding pertanyaan Mi Rae tadi.

“Tidak?”  Mi Rae menelengkan sedikit kepalanya dengan pandangan bertanya meski bibirnya masih tertarik membentuk senyum lebar.

“Kita tidak bisa menikah, atau bersama lagi.”

mendengar itu, Mi Rae memundurkan sedikit kepalanya dari Kyuhyun bersama rengutan juga pandangan menajamnya.  “Apa katamu?”

“Kita tidak bisa menikah, atau bersama lagi.”  Kyuhyun mengulang, kali ini suaranya lebih keras dibanding sebelumnya meski bukan sebuah teriakan.

Masih melempar pandangan tidak mengertinya, rangkulan tangan Mi Ra pada bahu lemas Kyuhyun tertarik dan posisi duduknya mulai ia benarkan hingga berhadapan dengan Kyuhyun lurus.  “Jelaskan.  Kau ingin hubungan kita berakhir?  Kau membuangku lagi?  Seperti dulu?”  Mi Rae menuntut dengan suara bergetar yang makin meninggi.

“Kumohon jangan pandang aku seperti itu.”  Kyuhyun ikut meluruskan duduknya meski lemas pada tubuhnya tidak juga menghilang.  Menyentuh tangan Mi Rae yang menunjuk ia dengan kedua tangannya kemudian menggenggamnya, Kyuhyun mengehela panjang dengan pejaman mata sesaat sebelum kembali berucap.  “Mengertilah.”  Katanya penuh penekanan yang langsung mengeraskan wajah Mi Rae berikut rona memerah marah.

“Kau bilang kau mencintaiku, kau BILANG!”

“Cha Mi Rae kumohon!”  Kyuhyun ikut meninggikan ucapannya dengan tangan meremas pundak Mi Rae kemudian mengguncang tubuh wanita itu.  Tertunduk dihadapan Mi Rae untuk beberapa saat, Kyuhyun berucap,  “Kita bahkan tidak akan mendapatkan apapun dengan hubungan ini yang terus berlanjut.”

“Kau bilang hanya menunggu eomma-mu meninggal, kan?  Kemudian kita bisa menikah.  Beberapa hari lalu kau juga bahkan berkata bahwa Naa Mi akan menceraikanmu, ‘kan?  Lalu apa masalahnya?  Kau sudah tidak mencintaiku?  Kau menemukan wanita lain?”

“Ya.”

“Ya?”  Mi Rae bertanya kalut.  “Ya, apa?  Menemukan wanita lain?  Siapa?  Siapa yang mengalihkan hatimu dariku?”

“Jung Eun.”

“Jung—Eun?”

“Naa Mi.”

“Naa—mmi?”

“Jung Woon.”

“Cho Kyuhyun!”

“Keluargaku.”

“Hah!”  Mi Rae langsung tergelak keras dengan kedua tangan Kyuhyun pada pundaknya yang langsung ia lepas.  “Kau bercanda?”

“Aku mencintai mereka dan aku menginginkan mereka.”

“Wah……”  Mi Rae menghela panjang masih dengan tawa panjang dan lirikan menusuknya pada Kyuhyun.  “Setelah bertahun-tahun, kau baru sadar bahwa kau mencintai mereka dan menginginkan mereka?  Begitu?”

“Aku sadar bahwa tidak seharusnya aku bersamamu dan menuruti perasaanku sendiri.”

Mi Rae membuang muka.  Menghapus tetes air mata pada ujung matanya, wanita itu mengeratkan genggaman tangannya.

“Jadi, ini semua karena Naa Mi menghilang, ya?”

“Aku bisa memberikan segalanya padamu, bahkan seluruh diriku.”

“Lalu kenapa kau tidak berikan dan justru akan pergi meninggalkanku!”  Tanyanya membentak.

“Karena jika aku berikan, kau akan semakin menyedihkan, membenciku, dan meninggalkanku.”

“Apa?”

“Ini demi kebaikan kita bersama, Mi Rae-ya.”  Kyuhyun menjelaskan sembari mengambil tangan Mi Rae dan melepas perlahan kepalan tangan wanita itu.  “Eomma dan appa membuat surat warisan baru, tadi.  Di dalamnya, ada namamu.”

“Namaku?”  Herannya.

“Jika aku bercerai dengan Naa Mi kemudian menikah denganmu, aku bukan lagi Tuan Muda Cho dalam garis keluargaku.  Jika eomma dan appa meninggal kemudian aku menikah denganmu, aku bahkan tidak berhak memakai nama belakang Cho.  Bukankah sudah pernah kukatakan bahwa ada Jung Woon yang bisa menggantikan tempatku?  Bahkan jika kuberikan diriku padamu, kau tetap tidak akan dapatkan apa yang kau inginkan.  Panggilan Nyonya Muda Cho, Nyonya Besar Cho, menantu Cho, hanya milik Naa Mi dan wanita selain dirimu.”

“Kenapa?”  Mi Rae menatap Kyuhyun nanar dan melepas genggaman tangan pria itu.  Sambil bergetar, wanita itu melanjutkan pertanyaannya, “Kenapa keluargamu sangat membenciku?”

“Bukankah kita sama-sama orang tua dan mengerti jawabannya?  Meski anak kita bahagia akan keburukan itu, tapi mana bisa kita biarkan mereka bertahan di antara keburukan itu?”

“Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan, Cho Kyuhyun?  Aku, keburukanmu?”

“Dan aku juga keburukanmu.”  Sambung Kyuhyun cepat dengan rengutan Mi Rae yang makin tampak.  “Aku membuat nama dan citramu buruk.  Semua orang memperlakukanmu sangat buruk, bahkan sudah tidak ada lagi yang mau bekerja di rumah ini untuk melayanimu.  Di luar sana, bahkan tidak ada yang tidak melihatmu benci.  Ucapan mereka dimanapun dirimu berada, bahkan meski hanya sekedar namamu yang berada pada satu artikel, adalah makian.”

“Itu tidak masalah.”  Mi Rae memotong dan kembali mengambil tangan Kyuhyun untuk di genggamnya.  “Selama ada dirimu, selama kita bersama, ini akan baik-baik saja.  Ini hanya ujian, kita hanya harus memenangkan waktu.”

“Aku ingin bersama keluargaku, Cha Mi Rae.  Aku ingin bersama Naa Mi istriku, Jung Eun dan Jung Woon anak-anakku.”

“Katakan saja bahwa kau sudah tidak mencintaiku dan kau takut kehilangan kekuasaanmu!  Hartamu!  Bahkan dunia mewahmu jika terus bersamaku.  Iya, ‘kan!”  Tanyanya dengan suara yang kembali meninggi.  “Cintamu itu hanya omong kosong!”

“Maka mari kita menikah sekarang.  Kau akan menjadi istriku.  Istri seorang Kyuhyun, hanya Kyuhyun.  Bukan Cho Kyuhyun.  Apa kau bisa?  Apa kau mau?”  Kyuhyun menantang dan Mi Rae langsung menatapnya terdiam.  “Kita bukan anak muda lagi, Mi Rae-ya.”  Jelas Kyuhyun berusaha tenang dengan hela nafas panjangnya beberapa kali.  “Pikirkan saja tentang apa yang kau inginkan, dan apakah pantas semua hal yang kau korbankan untuk hal yang kau inginkan itu?  Kau ingin menjadi istri Cho Kyuhyun, bukan?  Jawabannya adalah tidak, tidak bisa dan tidak akan bisa.  Hanya Kyuhyun yang bisa kau miliki dan nikahi, bukan Cho Kyuhyun.”  Tegas Kyuhyun sebaik mungkin dihadapan Mi Rae yang kembali membuang muka darinya.

“Dan kau?”  Mi Rae bersuara pelan.  “Yang kau inginkan adalah aku tapi mengorbankan keluargamu adalah tidak sebanding?”

“Yang aku inginkan adalah keluargaku dan mereka tidak sebanding untuk di tukar dengan apapun.”  Mi Rae langsung menolehkan pandangannya pada Kyuhyun dengan mata memerah berair.  “Ini salah.  Ini salah sejak awal, aku tahu ini salah tapi aku tetap melanjutkannya hanya karena pemikiran bodoh dan kekanakanku.  Aku bersalah pada keluargaku dan tentu, aku juga bersalah padamu.”

“Kau meminta maaf?  Setelah semua ini?  lalu bagaimana kau akan kembali bersama keluargamu?  Kau pikir mereka akan mau menerimamu?  Kau pikir Naa Mi akan kembali bersamamu?”

“Setidaknya aku harus mengakhiri lebih dulu hubunganku denganmu.”

“Kau—,”

“Ada banyak hal yang tidak kau mengerti dan aku tidak bisa katakan itu padamu.  Tapi pikirkan saja semuanya.  Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau dariku.  Bahkan jika aku ingin mewujudkannya untukmu, itu tetap tidak akan terjadi.  Pikirkan saja, jika kau sudah tenang, tahu apa yang kau inginkan dan siap untuk membicarakan ini kembali, hubungi aku.  Kita akan bertemu untuk pembicaraan ini lagi tapi tentu, keputusanku adalah mengakhiri hubunganku denganmu karena aku lebih ingin bersama keluargaku.  Saranku untukmu, pergi dari negara ini dimana tidak akan ada seorangpun yang mengenalmu hingga kau bisa mendekati seseorang yang kau inginkan.  Jika itu yang kau lakukan, aku akan bertanggung jawab untuk seluruh hidupmu”

 

 

 

***

Jung Woon naik ke atas ranjang empuk yang baru tiga kali ini di sentuhnya.  Berhadapan dengan Jung Eun yang lebih dulu berada di ranjang tua itu yang jika sedikit bergerak saja akan menimbulkan bunyi, tatapan sendu Jung Woon kembali terlempar pada noonanya yang masih menunduk dalam seperti di mobil tadi tanpa niatan untuk terangkat.

Noona,”  Panggil Jung Woon pelan.  Melepas kedua tangan noona-nya yang saling terkepal, bocah itu mengusapnya kemudian.

Imo, membohongi kita.”

Eomma pasti akan pulang.  Eomma sayang pada kita.”

“Jika eomma sayang, eomma tidak akan pergi.”  Jung Eun menaikkan wajahnya.  Matanya jelas membengkak parah, bahkan wajahnya yang memerah ikut membengkak pula.

“Noona jangan menangis.”  Jung Woon memberengut dengan kedua mata ikut berair saat melihat Jung Eun yang seperti itu.  Mengulurkan tangannya pada wajah Jung Eun—dihapusnya perlahan tetes air mata yang menganak sungai pada pipi noona-nya itu.

 

 

“APA KAU TIDAK PUNYA OTAK!  BENAR-BENAR KAU INI!  NAA MI ITU EONNI-MU!  JIKA BUKAN KARENA DIA APA KAU PIKIR KAU BISA MELAKUKAN APA YANG KAU MAU SEPERTI SEKARANG!”

 

 

Jung Eun dan Jung Woon langsung terdiam kaku mendengar suara kakek buyut mereka yang membentak dan nyaringnya bahkan melebihi pertengkaran Kyuhyun dan Naa Mi di jika rumah.  Turun dari ranjang segera, Jung Woon berlari menuju tas yang tadi dibawanya dan berada pasa sudut ruang.  Membuka satu kotak yang selalu dibawanya, dua pasang earplug pemberian eomma-nya yang tidak pernah ketinggalan segera dia ambil.  Kembali berlari cepat dan menaiki ranjang, Jung Woon memasangkan earplug untuk Jung Eun yang masi terdiam kaku terlebih dulu, baru kemudian mengenakan untuk dirinya sendiri.

Noona….. noona…..”  Jung Woon mengguncang tubuh terdiam Jung Eun beberapa kali hingga pandangan lurus noona-nya itu bisa ia dapatkan kembali.  “Ikuti nyanyianku, oke?  Sekarang giliranku yang memilih lagunya.”  Jung Woon meletakkan kedua tangannya pada masing-masing telinga Jung Eun yang telah terturup earplug, kemudian menyanyi sebagaimana yang biasa ia dan noona-nya lakukan jika berada di rumah dan sesuai dengan perintah Naa Mi jika mulai mendengar suara berisik atau teriakan-teriakan.

Sedikit meringis, pada akhirnya Jung Eun melakukan apa yang Jung Woon lakukan.  Meletakkan kedua tangannya pada masing-masing telinga adiknya dan mulai menyanyi mengikuti nyanyian adiknya seperti biasa—lagi.

 

 

 

***

“Anda masih belum bisa bertemu anak-anak?”  Kim Min Seok, staff pribadi Kyuhyun bertanya hati-hati ketika mendapati Kyuhyun yang keadaannya tidak berbeda jauh seperti minggu-minggu ini.

“Belum.”  Kyuhyun memijat keningnya untuk kesekian kali dengan tubuh yang segera di luruskannya sebab kehadiran Min Seok.  Mengambil satu persatu tumpukan berkas yang baru saja Min Seok bawa dan letakkan pada mejanya, pria itu bertanya, “Sudah kau periksa semuanya, ‘kan?”

“Sudah, presdir.”  Min Seok menjawab cepat dan Kyuhyun langsung menandatangani semua berkas dihadapannya tanpa ia periksa-periksa lagi.  “Lalu, Nyonya?”

Kyuhyun menghela nafas panjang dengan gerak tangannya yang terhenti sesaat.  Menggeleng, pria itu baru kemudian menjawab.  “Tidak ada.  Sama sekali tidak ada kabar tentangnya sebanyak apapun aku menyuruh orang-orangku mencarinya.  Ketua Song dan orang-orang suruhannya bahkan lebih gila dariku saat mencari Naa Mi.”

Kyuhyun mengakhiri kalimatnya dengan meletakkan bolpoint-nya pada meja dan menutup berkas terakhir yang segera Min Seok rapikan.

“Ini sudah hampir 2 minggu, Tuhan….”  Keluhnya putus asa meremas rambut berantakannya hingga makin berantakan.  “Kau pergi kemana, Naa Mi-ya…”

“Sudahkah anda memeriksa tiap tempat yang selalu di datangi oleh Nyonya?”

“Sudah, kau sendiri bahkan ikut denganku saat itu, ‘kan?”

“Teman-teman Nyonya?”

“Mereka bahkan ikut mencari.”

“Menurut anda, kenapa Nyonya pergi?”

“Berselingkuh?  Membalasku?  Dengan mantan kekasihnya.”

Min Seok diam setelah itu, tidak bertanya atau mengatakan apapun lagi yang rasanya akan makin menyulitkan juga memperburuk keadaan.

 

 

 

Drt—drt—

 

“Presdir, ponsel anda.”  Min Seok meletakkan kembali tumpukan berkas yang sudah siap untuk dibawanya kembali saat ponsel Kyuhyun di atas meja bergetar.  Mengambilkannya untuk Kyuhyun tanpa melirik satu hal-pun, segera di serahkannya ponsel itu pada pemiliknya.

 

Lee Donghae

Seseorang mengirimkan ini padaku siang tadi.  Saat akan mengirimkannya padamu ponselku kehabisan batre dan langsung mati jadi baru bisa ku kirim sore ini.  Katanya yang mengirim, dia melihat Naa Mi di daerah Seongnam dan tampak sangat buruk.

page

 

“Naa Mi?  Seongnam?  Min Seok-ah!”

“Nn—ne!  Presdir!”  Kaget pria kurus itu yang langsung berbalik padahal langkahnya pada pintu hanya tinggal selangkah lagi.

“Katakan pada orang-orangku untuk menuju Seongnam.  Hubungi Naa Ra, Jaejoong, dan teman-teman Naa Mi.  Tanyakan tentang apapun di Seongnam yang selalu Naa Mi datangi.  Dan, jangan beritahukan siapapun atau biarkan seseorang tahu tentang Naa Mi yang berada disana terutama Ketua Song dan orang-orangnya.”

“Ne..”  Min Seok langsung mengangguk patuh bahkan saat apa yang Kyuhyun ucapkan belum benar-benar bisa ia cerna.

Mengambil jas yang tergeletak rapi pada punggung salah satu kursi di dalam ruang kantornya, Kyuhyun yang hanya membawa ponsel dan kunci mobil kemudian segera berlari keluar.

 

Drt—drt—drt

 

Kembali, ponsel pria itu bergetar.  Merasa tidak mengenal nomor yang menghubunginya, Kyuhyun abaikan saja panggilan itu hingga ia masuk ke dalam mobil dan mulai mengemudikannya.

“Siapa, sih!”  Teriaknya kesal saat ponsel pada sakunya terus menerus bergetar.  Mengusap layarnya kasar, bentakan pria itu langsung terdengar ketika benda elektronik itu suda menempel di telinganya.  “Siapa!  Jangan ma—,”

Kenapa?

“Naa Mi?”  Kaget pria itu hingga langsung meminggirkan mobil yang dikemudikannya mendengar suara familiar dari ponselnya.  “Kau ada dimana?  Katakan padaku!  Aku akan menjemputmu!”  Tanyanya tidak sabar hingga kedua matanya melebar sempurna menunggu jawaban Naa Mi.

Kenapa?

“A—apa?”  Kyuhyun mengernyit.  “Apa yang kau bicarakan?  Kau ada dimana sekarang? Katakan padaku!”

Kenapa kau menghukumku seperti ini?

“Apa?  Na—Naa Mi?  Kau mabuk?”  Tanya Kyuhyun sebab suara tidak jelas Naa Mi yang di dengarnya.

Jika aku punya salah harusnya kau katakan! Bukan menghukumku!  Jika aku kurang punya waktu padamu harusnya kau katakan!  Bukan menyelingkuhiku!  Kenapa kau sekejam ini padaku Cho Kyuhyun!  Kenapa kau buat aku sebagai penjahat dalam rumah tangga kita huh!

 

Advertisements

115 Comments Add yours

  1. Devi ra says:

    Jadi naami pergi meninggalkan keluarga karna dia merasa dia yg salah.padahalkan seharusnya kyuhyun bilang aja pda naami klo naami seharusnya lebih mentingin keluarga drpd kerjaannya.kasian anak mereka jdi korbannya sampai ada kyk yg depresi.

    Liked by 1 person

  2. sumi says:

    nami udah tahu alasan kyuhyun selingkuh jadi ningalin rumah

    Like

  3. mychococinno says:

    Apa yg di lakuin Naa Mi di Seongnam selama 2 minggu?.. yyaaa ampunn,, Naa Mi pasti merasa bersalah bgt karna gk punya waktu bwt Kyu dlu.. sampe ada masalah kayak gini,, tp ini jga bkn hanya kesalahan Naa Mi, Kyu jga termasuk orang yg ikut membuat masalah ini..
    entah gimana aku kasian bgt sama kehidupan mereka yg kayak gini,,
    kapan happy” nya iy????
    Kasian liat Naa Mi yg selalu sakit hati liat Kyu sma slingkuhannya..

    Like

  4. rusnimialatief says:

    hadirr…

    Like

  5. leti says:

    kasihan anak” mereka yang jadi korban

    Like

  6. KenDi says:

    tetep aja permasalahan orang tua anak jadi imbasnya. wajar jung eun jadi sesarkas gitu juga. bisanya kalo kurang didikan/perhatian gitu.

    Like

  7. minemo says:

    Antara kasian sm kyuhyun yg gak cpet nmuin nami.. Nami telpn kyuhyun ?? Nami strong💪💪

    Like

  8. wulandari200 says:

    akhirnya kyu buat keputusan juga buat ngakhirin hubungan nggak jelasnya dengan si cinta masa lalunya ya walaupun udah telat banget kenyataannya..ah nggak..seharusnya kyu nggak pernah balik lagi atau punya hubungan apapun sama mi rae

    ah akhirnya naami nongol juga ya walaupun udah di bagian akhir cerita..tapi ya thor aku miris n sedih banget pas naami ngomong kayak gitu..kesannya kayak naami lah penjahat sesungguhnya n kyu cuma jadi korban…

    Like

  9. dndaiii says:

    nah lo kyu baru sadar kalo butuh naa mi sama anak anaknya, semoga naa mi cepet ketemu terus mereka baikkan aduhhh naa mi

    Like

  10. Entah kenapa aku malah kasian liat anak2 yg jadi korban nya..ayolah na mi cpet pulang dan slesaikn mslh nya

    Like

  11. Hanlin says:

    Naa mi lg ada di titik terendahnya skr. Abis dia ngeluarin smua uneg2 nya

    Like

  12. nadira says:

    naami udh tau alesan kyuhyunnn

    Like

  13. gasukosuji99 says:

    Sekarang naa mi udah tau alesan kyuhyun selingkuh semoga aja hubungan mereka menjadi baik

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s