Dazzling Girl: How Kyuhyun Feel

Kyuhyun tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ada sesuatu hal yang aneh untuk saat ini, dan itu dimulai sejak semalam.  Sejak Naa Mi bersikap seolah tidak ada masalah apapun di antara mereka berdua.

Song Naa Ra, adik iparnya ini… yang bahkan sejak pertama kali mereka bertemu belasan tahun lalu sudah terang-terangan menunjukkan ketidak sukaannya pada ia entah kenapa.. dan salah satu orang yang selalu mendorong Naa Mi agar menceraikannya begitu dirinya diketahui kembali berhubungan dengan Mi Rae, tiba-tiba saja bersikap sangat baik.

Mengambilkannya segelas air, Kyuhyun pikir sosok yang hampir serupa Naa Mi ini sudah meletakkan racun di dalamnya.  Nyatanya, racun yang Naa Ra berikan tidak dimasukkannya dalam air… tapi dimasukannya dalam bibirnya sendiri.

“Kenapa kau menyelingkuhi eonni-ku?”

 

Hampir tidak bisa dipercaya Kyuhyun tersedak ketika mendengarnya sebab sejak Naa Ra mengajaknya berbicara tadi, pria itu sudah bersiap untuk semua kata terburuk.  Tapi kenapa kau menyelingkuhi eonni-ku? tidak termasuk di antaranya hingga Kyuhyun tidak siap untuk segalanya sejak awal.

“Aku sudah berbicara dengan eonni kemarin.  Harusnya dalam hal ini aku membuat kalian berdua duduk bersama untuk membicarakan masalah yang ada, dan bagaimana pemecahannya.  Tapi karena keadaan kemarin tidak memungkinkan kalian untuk duduk bersama, apalagi eonni sudah berkeputusan untuk bercerai denganmu, dan karena kau lebih memilih pergi bersama selingkuhanmu, jadilah kemarin aku hanya berbicara dengan eonni, dan hari ini denganmu yang kebetulan dan untungnya ada di rumah.  Jadi?”  Naa Ra menjeda kalimatnya tepat ketika batuk-batuk Kyuhyun karena tersedak baru saja terhenti.  Entah tadi Kyuhyun mendengar segala ucapannya atau tidak, Naa Ra sama sekali tidak berniat mengulangnya.  Dibanding itu, wanita dengan rambut sepunggung itu mengulang pertanyaan pertamanya.  “Kenapa kau menyelingkuhi eonni-ku?”

Kyuhyun membuang nafas kasar dan melirik Naa Ra dengan dengusan sinis.  “Aku tidak punya waktu untuk meladeni keingintahuan wanita tukang ikut campur sepertimu.”

“Setelah kalian kembali ke Korea kalian sering bertengkar.  Kenapa?”

Kyuhyun meninggikan sebelah alisnya tanpa sekalipun lirikan tajamnya yang teralihkan dari Naa Ra.  “Kenapa tidak kau tanyakan pada eonni-mu?”

“Sudah kubilang, ‘kan?”  Naa Ra menjeda sebentar.   “Pembicaraan seperti ini memang seharusnya dilakukan ketika kalian duduk bersama agar semuanya mendengar apa yang dipermasalahkan oleh masing-masing dari kalian berdua.  Tapi karena kemarin itu tidak bisa dilakukan, dan aku tidak mungkin menarik eonni-ku sekarang ini untuk duduk disampingmu, dan aku sudah mendengar permasalahannya kemarin dari versi eonni-ku, tidak adil jika aku tidak mendengarnya darimu dan hanya mendengar dari apa yang eonni-ku katakan.  Karena itu kutanyakan padamu, sama dengan pertanyaan yang kemarin juga kutanyakan pada eonni.  Apa yang membuat kalian bertengkar setelah kembali kemari?”

“Beri aku alasan kenapa aku harus mengatakannya padamu.”

Giliran Naa Ra yang kali ini menghela panjang.  Menghadapi Cho Kyuhyun memang tidak mudah, pria dihadapannya ini lebih banyak memiliki bayangan buruk akan sesuatu hal dibanding bayangan baik.  Siapa yang bisa membaca apa yang ada dalam kepalanya?  Mungkin saja saat ini Kyuhyun berpikir bahwa dirinya tengah menjebaknya untuk alasan yang hanya pria itu sendiri mampu buat dalam kepalanya.

“Aku tahu kau tidak tulus.  Bahkan sejak awal entah kenapa kau sangat membenciku.”

“Ya, kau benar.”  Naa Ra memakan pancing yang Kyuhyun lempar dan pria itu tersenyum tipis.  Namun senyum Naa Ra yang kemudian tampak, lebih lebar dibanding milik Kyuhyun.  “Aku memang sangat membencimu untuk alasan yang beberapa tahun belakangan ini sudah terjawab.  Bahwa kau tidak pantas untuk menjadi suami eonni-ku, dan appa dari keponakan-keponakanku.”

Dua orang dewasa yang saling terpaut usia lumayan jauh itu berpandangan sengit tanpa satupun niat untuk menutupi ketidaksukaannya.

“Tapi seperti yang aku bilang tadi, aku tidak ingin membuat eonni-ku menjadi janda dalam waktu dekat ini.  Dan ya, kau benar.  Aku memang memiliki alasan kenapa menanyakan semua ini padamu, juga berniat membantumu untuk kembali bersama eonni-ku jika kau benar-benar ingin melakukannya meski sebenarnya aku tidak mau.  Aku memiliki 2 alasan utama kenapa tidak ingin kalian berpisah.  Pertama, anak-anakmu.  Kedua, itu terlalu pribadi untuk aku katakan padamu dan aku yakin kau tidak akan peduli jadi aku tidak akan mengatakannya.  Maka aku jelaskan padamu tentang garis besar yang akan kita buat.  Apakah kau memiliki keinginan untuk berbaikan dengan eonni-ku meski sedikit?  Jika iya, aku akan membantumu dengan syarat kau harus menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan dengan jujur.  Atau, kau tidak ingin berbaikan dengan eonni-ku dan hanya akan peduli dengan anak-anakmu?  Jawabanmu akan membedakan pertanyaanku.  Maka jawab pertanyaan ringan ini dulu, apakah kau peduli pada anak-anakmu?”

Kyuhyun memberengut ketika pertanyaan pertama Naa Ra terlontar dan itu tidak sama dengan pertanyaan sebelumnya.  Sedikit menampakkan senyum mengejek, Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dan membuang muka sebelum menoleh pada Naa Ra hanya untuk menjawab pertanyaan wanita itu.  “Kau pikir aku appa macam apa yang tidak peduli pada anak-anakku?”

“Itu artinya kau peduli, ‘kan?”

“Tentu.”  Kyuhyun menjawab cepat dan Naa Ra tersenyum puas.

“Lalu kenapa kau berselingkuh dari istrimu, eomma dari anak-anakmu.  Jika kau katakan bahwa kau peduli pada anak-anakmu, bukankah harusnya kau peduli pada perasaan mereka yang tahu bahkan melihat appa-nya bersama wanita selain eomma mereka?” Tanya Naa Ra begitu saja hingga pria yang mendengarnya, sekaligus yang di ajukannya pertanyaan tersebut langsung memerah telinganya.  “Kenapa Cho Kyuhyun?”  Naa Ra mengulang tanpa peduli pada sepasang mata Kyuhyun yang menatapnya tidak suka.  “Apa masalahnya hingga kau berselingkuh dari istrimu?  Karena pernikahan kalian adalah sebuah perjodohan dan kau tidak mencintai istrimu?  Karena kau mencintai wanita lain yang saat ini menjadi simpananmu?  Karena istrimu tidak sesuai dengan yang kau harapkan dan inginkan?  Atau, apa?  Karena apa?  Pasti ada alasannya, ‘kan?”  Naa Ra bertanya menuntut, tidak sabar.  Sementara pria dihadapannya, bertahan dengan segala kebisuan juga tolehan kepalanya tidak lama setelah itu, menghindari kontak mata dengan Naa Ra.  “Apa yang kau cari?”  Suara Naa Ra melembut.  “Apa yang membuatmu seperti ini?  Jika kau memang tidak mencintai eonni-ku, dan ingin bersama wanita itu, maka katakan sekarang.  Aku tidak akan membantu hubungan kalian lagi, dan hanya akan berfokus pada anak-anak kalian.  Perceraian seperti yang eonni-ku inginkan, adalah benar jika kau memang sudah tidak memiliki sedikitpun cinta atau keinginan untuk rumah tangga ini.  Tapi jika—,”

“Naa Mi—,”  Kyuhyun bersuara, dan terdengar parau.  Menghadapkan kembali dirinya pada Naa Ra lurus, mata sayu pria itu nampak jelas bersama kalimat lanjutannya yang terdengar.  “Membuatku tidak berharga.”

Mencondongkan tubuhnya dengan rengutan samar, Naa Raa sedikit membuka mulutnya sebelum kembali bertanya, “Apa?  Maksudmu?”

Kyuhyun mendesah dalam hingga bahunya naik.  Kembali membuang muka dari Naa Ra, bola yang tadi tidak dimainkannya kembali ia mainkan dalam genggaman kedua tangannya.  Berucap lirih, rahang pria itu tampak mengeras.  “Dia sangat jauh.  Terlalu tinggi.  Terlalu kokoh.  Rasanya tidak perlu aku jelaskan lebih jauh tentang itu padamu.  Kau adiknya, sejak kecil bersamanya.  Aku yakin kau paham maksudku.”  Ucapnya dengan tolehan lemah.  “Dia bahkan lebih kokoh dibanding eomma-ku.  Entah sebuah kebetulan, kutukan, atau entah apa, tapi pria dalam keluargaku selalu dipecundangi oleh istrinya.  Kupikir aku berbeda, nyatanya tidak.  Di antara semua wanita dalam keluargaku, Naa Mi adalah yang paling berhasil membuat suaminya tampak tidak berharga.”

Kyuhyun sekali lagi menghela dalam.  Meletakkan bola di tangannya pada ujung sofa memanjang yang di dudukinya, pria itu menyilangkan tangannya kedepan, berikut raut mengeras dengan wajah yang sengaja di naikkannya.

“Katakan.”  Pria itu melanjutkan.  “Apa lagi yang ingin kau tanyakan dan ketahui?  Bagaimana kau memperbaiki hubungan kami?”  Kyuhyun bertanya seolah siap dengan segala pertanyaan yang akan Naa Ra lontarkan.  “Bahkan eomma-ku tidak bisa menyatukan kami.”

“Apa kau mencintai istrimu?”  Naa Ra langsung bertanya.  Sorotnya yang tampak kasihan pada Kyuhyun, menggeser benci dan kesal yang sejak dulu memenuhi dirinya pada pria ber-marga Cho itu.  “Meskipun hanya sedikit, atau pernah bahkan?”

“Aku mencintai Naa Mi.”  Kyuhyun menjawab lugas sebelum terdiam beberapa saat hanya untuk menekan sesuatu yang berkecamuk dalam hatinya.  “Tentu, aku mencintainya.”  Rahangnya yang makin mengeras dengan penekanan kalimat berulang itu terdengar dan Naa Ra terdiam, menunggu Kyuhyun melanjutkan kalimat yang sepertinya masih tertahan dan tampak tengah pria itu persiapkan untuk keluarkan.

Hembusan nafas kasar Kyuhyun terdengar beberapa kali seolah ruang terbuka dimana kini dirinya bersama Naa Ra berada adalah ruang tanpa oksigen.

Memajukan badannya, Naa Ra kemudian mengulurkan tangannya pada gelas Kyuhyun dan mendorongnya lebih dekat pada ujung meja dimana Kyuhyun berada.  “Minumlah dulu.  Aku tidak beharap pembicaraan ini akan berlangsung cepat.”

Kyuhyun mengusap wajahnya yang memerah sebelum akhirnya mengikuti saran Naa Ra untuk meminum airnya sekedar melegakan sesak yang hanya ia pahami.

Melewati beberapa menit selanjutnya dengan keheningan, Naa Ra melanjutkan pertanyaan saat di rasa Kyuhyun kembali membaik dan tidak akan mengeluarkan sisa kalimatnya tadi.

“Jadi,”  Naa Ra menjeda kalimat yang akan di ajukan bersama notes book dalam genggamannya yang tengah ia buka satu per satu lembarannya seolah tengah mencari satu catatan di sana. Menemukan apa yang dirinya cari, pena yang sejak tadi tangannya pegang mulai digunakan untuk menggarisi entah catatan apa dalam notes book tersebut.  Namun ketika melakukannya, kening Naa Ra tampak merengut.  “Kau mencintai dua orang wanita sekaligus.”

“Apa kau tidak pernah?”  Kyuhyun bertanya balik.

Naa Ra tersenyum, kemudian menggeleng.

“Apa kau sudah bertemu dengan cinta sejatimu?”

“Oh.  Yang benar saja?”  Naa Ra terkekeh.  “Aku tidak percaya tentang hal semacam itu, Tuan.”

“Maka itu artinya kau belum pernah mencintai, nona.  Dan tidak seharusnya kau bertanya tentang cinta denganku.”

Naa Ra terdiam meski senyum tipis masih bibirnya tampakkan.  Memperbaiki letak duduknya, wanita itu menaikkan sedikit dagunya sebagaimana Kyuhyun.  “Aku percaya bahwa cinta hanya dimiliki oleh satu nama dan aku percaya bahwa hati hanya mengakui satu orang.”

“Aku mencintai Mi Rae sebagai cinta sejatiku.  Seburuk apapun dia, seperti apapun dia, bahkan setidak tulus apapun dia padaku, tidak ada yang bisa menghapus cintaku padanya.”

“Kau tahu bahwa Mi Rae tidak tulus padamu dan kau tetap bersamanya?”

“Semua wanita, sesedikit apapun itu, menginginkan nasib dan kehidupan layaknya Cinderella.  Aku tidak masalah tentang Mi Rae yang memanfaatkanku.  Kau tahu kenapa?  Karena pria yang terlahir dalam keluarga sepertiku memang seorang pangeran untuk wanita-wanita yang mengharap kisah Cinderella hadir dalam hidupnya.”

Naa Ra mendecak.  “Ucapanmu itu adalah milik pria tidak ber-otak, Tuan.”

“Cinta bukan hanya membutakan, tapi juga membodohkan, nona.  Kau akan tahu jika sudah mengalaminya.”

“Maaf.  Tapi aku tidak berniat untuk itu sama sekali.”  Naa Ra melempar senyum mengejeknya pada Kyuhyun.  “Aku tidak akan menjatuhkan diriku untuk apapun dan siapapun..”

Well, kita bisa lihat itu nanti.”  Ucap Kyuhyun ringan dan Naa Ra mencibirkan bibirnya untuk itu.

“Dan eonni-ku, kau mengaku bahwa kau mencintainya sebelum ini.”

“Tidak sulit untuk mencintai kakakmu.”  Raut santai Kyuhyun sedikit berubah.  Tertunduk, pria itu mulai terlihat kuyu.  “Dia istriku, eomma dari anak-anakku, dia juga menyenangkan, tidak menyusahkan. Tidak—,”  Ucapan Kyuhyun terhenti begitu saja, seolah ada sesuatu hal yang mengganggunya untuk tidak lanjutkan itu.  Kembali mendongak, kedua alis Kyuhyun terangkat bersamaan hingga membentuk garis lurus.  “Tapi aku ingin seorang istri.  Yang membutuhkanku, yang menginginkanku, yang peduli padaku, yang menyusahkanku,”

“Dan kau dapatkan itu dari selingkuhanmu.”  Naa Ra menyambut cepat saat mendapat beberapa hal yang diinginkannya.  “Istrimu terlalu mandiri dan selingkuhanmu terlalu manja.”

“Istriku terlalu kuat dan selingkuhanku terlalu menyedihkan.”  Kyuhyun meralat kalimat yang di rasanya lebih tepat.  “Dengar,”  Pria itu sedikit mencondongkan tubuhnya.  “Mi Rae tidak seburuk yang kau, atau orang lain pikirkan.”

“Jika dia memang tidak buruk, dia tentu tidak akan mau menjadi simpananmu.”

“Jika kakakmu sedikit saja menurunkan levelnya—,”

“Jangan salahkan istrimu, Tuan.  Jika kau merasa kecil di samping istrimu, kenapa kau tidak buat dirimu lebih besar darinya?”

“Karena aku menginginkan seorang biasa untuk menjadi istriku.”

“Kau menyedihkan.  Benar-benar menyedihkan.”  Naa Ra menimpal cepat.  “Bukankah harusnya kau bersyukur untuk tempat yang saat ini istrimu miliki?”

“Kau tidak akan pernah bisa membantu kami jika kau berpihak pada satu sisi.  Dan kurasa, pembicaraan kita sampai disini.”

“Tidak!”  Naa Ra bereaksi cepat mengimbangi cepatnya Kyuhyun yang berdiri dari duduknya.  “Maafkan aku.  Maaf.”  Naa Ra melangkah lebar untuk segera berdiri dihadapan Kyuhyun dengan kedua tangan merentang.  “Kumohon,”  Wanita itu terlihat mengiba.  “Kita lakukan dari awal.  Kumohon… tolong,”

Kyuhyun membuang muka untuk kesekian kalinya dari Naa Ra.  Hendak melangkah pergi, ingatannya tentang hal semalam, pada akhirnya membuat ia tersenyum.

“Baik.  Tapi aku punya syarat.”

“Syarat?”  Naa Ra mengerutkan keningnya.  “Syarat apa?”

“Aku ingin tahu tentang siapa Min Jun.”

“Min Jun?”

“Mantan kekasih kakakmu.”

“Man—tan, ke.. kasih, kakakku?  Min Jun?”  Naa Ra mengulang dengan rengutan yang makin banyak sebab tengah berpikir.  “Kim Min Jun maksudmu?”  Tanya Naa Ra, memperjelas pertanyaan yang Kyuhyun baru saja ajukan.

“Jadi namanya Kim Min Jun?  Siapa dia?  Dimana rumahnya?  Apa pekerjaanya?”

“Wow!  Wow!”  Naa Ra menepuk kedua bahu Kyuhyun beberapa kali.  “Sabar, bung.  Kau harus melakukan apa yang aku inginkan dulu.”

“Baiklah.”  Kyuhyun langsung kembali duduk pada tempatnya, begitupun Naa Ra yang bedanya—kali ini wanita itu tersenyum lebar.  “Apa lagi yang ingin kau tahu?”

“Seperti apa posisi antara istrimu dan selingkuhanmu dalam hatimu?  Kau bilang kau mencintai mereka berdua, bukan?”

“Mi Rae adalah seseorang yang aku cintai ketika pertama kali aku melihatnya, dan istriku adalah wanita yang aku cintai dengan seiring berjalannya waktu.  Mereka memiliki tempat yang berbeda, dan tidak saling bersentuhan.  Meski kenyataannya dulu istriku pernah memiliki ruang yang lebih besar, ruang Mi Rae tetap tidak tersentuh dan bertahan di dalam sana.  Sulit untuk mengatakannya, Naa Ra-ssi.  Kau tidak akan memahaminya jika kau belum jatuh cinta pada seseorang.  Ini bukan sesuatu yang bisa aku kendalikan.  Jikapun bisa, aku akan membuang jauh-jauh cintaku pada Mi Rae tanpa sisa dan memberikan seluruh cintaku pada Naa Mi selayaknya suami pada istrinya.  Tapi aku bahkan bukan pengatur hati yang bisa memilih.  Aku tidak pernah meminta untuk dijatuhkan pada seorang Cha Mi Rae.  Jika kau pikir aku tidak berusaha menghentikannya, kau salah.  Aku menghentikan semua ini demi Naa Mi, menghargai pernikahan kami, menghargainya sebagai istriku, juga ibu dari anak-anakku.  Dan kemudian, apa kau tahu yang dilakukannya?”

Naa Ra tentu menggeleng.  Terlalu kaget ia dengan Kyuhyun yang langsung berbicara sepanjang itu padahal sebelum ini sangat sulit untuk mengorek keterangan darinya.

“Naa Mi mengabaikanku.”

“Mengabaikan?”  Naa Ra bertanya.  Bagian dari mananya yang mengabaikan?  Jika itu karena perselingkuhan Kyuhyun, dengan sifat kakaknya yang memang seperti itu, rasanya pantas-pantas saja Kyuhyun di abaikan.

“Aku bahkan harus menggunakan cara bertengkar agar kami bisa bicara.”

Naa Ra menelan ludahnya sementara pandangannya menurun.  Mengetuk notes book-nya dengan pena yang semenjak tadi tidak di lepasnya… satu catatan yang tertera membuat pandangannya kembali mengarah pada Kyuhyun. “Maksudmu, sepulang dari Inggris?  Setelah kalian berada disini?”

Kyuhyun menarik nafas panjang dan mengangguk pelan.  “Ya.”  Jelasnya.  “Seperti yang kau tahu, kakakmu baik dalam segala hal ketika ia melakukan semua itu seorang diri.  Segala hal yang dipegangnya berkembang pesat, menyita waktunya.  Waktu untuk dirinya sendiri, dan waktu untuk keluarganya.  Hanya anak-anak yang ada dalam kepalanya jika waktunya kosong.  Sementara aku, hanya dijadikannya pajangan.  Entah dia ingat atau tidak padaku saat itu.  Sekali waktu dia bahkan melewatiku begitu saja seolah aku bukanlah siapa-siapanya.”

“Kau kesepian?”

“Ya,”  Kyuhyun langsung mengangguk.  “Dia hanya menjadikan rumah sebagai tempat persinggahan.  Hanya beberapa kali saja dia menginap ketika itu, selebihnya dia lakukan di luar.”

“Kau tidak pernah katakan ini pada istrimu?”

“Haruskah?  Tidakkah seharusnya dia mengerti?”

“Jika dia mengerti dengan sendirinya dia tidak akan melakukan hal yang membuatmu serasa di asingkan.  Kau tahu bagaimana tidak pekanya dia, ‘kan?  Harusnya kau katakan yang sejujurnya pada istrimu ketika itu.  Pikirannya lebih terbuka di banding kita berdua bahkan.  Kau juga tahu itu, ‘kan?  Kau hanya perlu mengatakan apa yang kau inginkan, kenapa tidak kau lakukan?  Kenapa justru membuat pertengkaran konyol hanya untuk menarik perhatian istrimu?” Kaget Naa Ra.

 

 

Menggeleng pelan, Kyuhyun hanya bisa berucap, “Entah.”

“Sejak kapan kau berhubungan dengan Mi Rae?  Sejak awal eonni mengabaikanmu?”

“Tidak.”  Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.  “Mi Rae hanya tinggal nama dan kenangan saat itu.  Dia ada hanya sebagai pelengkap dalam hatiku.  Atau sebenarnya, aku bahkan sudah tidak mengingat cintaku padanya meski apa yang dulu aku rasakan padanya adalah nyata.  Dia ada dalam hatiku, tapi hanya sebatas ada.  Naa Mi menggesernya entah bagaimana, memojokkannya pada dinding tersempit yang membuatku lupa.”

“Kurasa bukan itu pertanyaanku, dan tadi kau bilang bahwa wanita itu memiliki tempat di hatimu yang tidak bisa eonni-ku sentuh.”  Naa Ra menyindir pelan dengan jari menggaruk ujung hidungnya.  “Tapi jika kau ingin ceritakan aku tidak masalah, lakukan saja.”  Ucapnya kemudian ketika pandangan Kyuhyun kembali menajam padanya.

“Kau menyebalkan.”

“Maaf……”  Naa Ra berucap panjang dengan Kyuhyun yang membuang muka padanya.  “Sungguh, aku tidak akan lakukan itu lagi.  Maafkan aku.  Lanjutkan, ayo… lanjutkan ceritamu Tuan.”

“Sudahlah.  Aku sudah malas.”

“Min Jun!  Kim.  Min.  Jun.  Kau tidak ingin tahu?  Mantan kekasih eonni-ku, kau tidak ingin tahu tentangnya?  Bagaimana hubungan mereka saat ini?”

“Sialan kau.”  Kyuhyun memaki tepat dihadapan Naa Ra yang justru terkikik pelan dihadapannya.  “Apa!  Apa lagi yang ingin kau tahu!” Tanyanya ketus.

“Pertemuanmu dengan Mi Rae sekembalinya kau dari Inggris.”

“Temanku, Lee Donghae, mempertemukan kami saat hubunganku dan Naa Mi renggang.”

 

Lee Donghae sialan.  Awas saja kau.  Batin Naa Ra yang bahkan tidak mengenal atau bahkan tahu tentang siapa itu Lee Donghae.

 

“Entah bagaimana semuanya berjalan, tapi dengan Naa Mi yang acuh, hubunganku dan Mi Rae berjalan makin dekat.  Aku tidak pernah berharap atau memiliki keinginan untuk menyelingkuhi Naa Mi, tapi dia bahkan tidak menarikku ketika tahu hubunganku dan Mi Rae kembali dekat.  Dia justru makin sibuk dengan pekerjaannya, bertemu denganku hanya untuk memaki, dan sama sekali tidak peduli padaku.  Aku bahkan yakin bahwa cintanya padaku telah redup, atau mungkin tidak pernah benar-benar ada.  Pernikahan bisnis semacam ini sangat konyol, bukan?  Dia gila kerja, siapa yang jamin bahwa dia akan mencintaiku?”

“Dia peduli dan dia mencintaimu, Kyuhyun-ssi.”

Kyuhyun tergelak.  “Benarkah?  Dia bahkan tetap duduk pada tempatnya saat aku berkuda dan jatuh tepat dihadapannya.  Menjengukku saja tidak.  Kau bilang itu peduli?”

“Selagi orang lain membantumu yang jatuh dari kuda, dia tetap duduk dan mengambil ponselnya untuk menghubungi ambulance.  Karena saat dia menjengukmu ada Mi Rae di dalam, dia kembali dan membatalkan niatnya mengunjungimu.”  Naa Ra membuang nafas panjang usai mengatakan sesuatu hal yang sama sekali tidak pernah Kyuhyun tahu.  “Kau tahu?”  Lanjutnya sambil menggaruk kepalanya sendiri dengan Kyuhyun dihadapannya yang sudah memucat kaget.  “Masalah kalian yang sebenarnya bukan perselingkuhan, atau kau yang kesepian.  Masalah kalian yang sebenarnya adalah komunikasi.  Ada banyak hal yang tidak kau tahu tentang eonni-ku, begitu juga eonni-ku yang tidak tahu banyak hal tentangmu.  Sungguh, awal dari semua ini hanya karena hal sepele.  Eonni-ku bersalah karena sibuk dan mengabaikanmu, bahkan membuatmu merasa tidak pantas untuk berada disampingnya.  Dan kau, kau bersalah karena tidak menjalankan peranmu sebagai kepala keluarga yang sebenarnya dengan diam memendam masalah, kemudian lari dari masalah itu dengan melampiaskannya bersama orang lain yang aku yakin hanya berdasarkan sisa perasaan masa lalu.”

 

 

 

Advertisements

110 Comments Add yours

  1. Andi rosmada says:

    Author daebakk

    Like

  2. nadira says:

    nahkan kurangnya komunikasi kurang terbuka sama sama egois. kalo mereka milih cerai tanpa konsultasi sama naara itu fatal bgt.
    smg naara bisa bantu naami-kyuhyun balik lagii

    Like

  3. celara says:

    Sumpahh ini keren banget pendapat naraa dari kedua sis trus bisaan bgt lagi gali informasinya wkwk

    Like

  4. gasukosuji99 says:

    Keren banget nara

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s