Dazzling Girl: In The Room (1)

Naa Mi kembali mengenakan cincin pernikahannya?

Kyuhyun hampir berpikir bahwa ada sesuatu hal yang salah dengan penglihatannya sebab cincin berlian yang kembali melingkar di jari manis istrinya, cincin yang wanita itu lepas beberapa tahun lalu sebab perilakunya bersama Mi Rae yang ia sadar telah melewati batas.  Namun berapa kalipun dirinya mengedipkan mata dan mencoba untuk melihat dengan benar, cincin itu memang benar-benar kembali menghiasi jari manis istrinya sebagaimana harusnya.

 

 

“Kyuhyun?  Cho Kyuhyun?”  Seolah belum usai membuat Kyuhyun terkejut, Naa Mi yang sejak tadi memanggil nama suaminya lembut namun tidak juga mendapat tanggapan, mulai mengulurkan sebelah tangannya menyentuh pipi Kyuhyun yang membuatnya tersentak sekaligus menyadarkannya dari lamunan.

“O—oh?”

Kedua mata Kyuhyun langsung membulat tidak percaya dengan pandangan lurus pada Naa Mi.  Apakah dia baru saja menyentuhku?

“Maaf,”  Naa Mi segera menarik tangannya sebab tanggapan terkejut yang berlanjut memundurkan sedikit wajahnya oleh Kyuhyun.  “Aku hanya ingin tahu apakah lututmu baik-baik saja.”

“Ya.  Ini—,”  Kyuhyun memberengut ketika melihat lututnya yang masih terasa nyeri juga sebelah tangan Naa Mi yang masih berada disana, memegang lututnya hati-hati dan bukan meremasnya agar senakin sakit.  “Baik-baik saja.”

Kyuhyun menyambung kalimatnya beberapa saat kemudian, lalu berdiri dari duduknya.

 

“Hati-hati,”  Naa Mi ikut berdiri dengan kedua tangan yang berjaga pada kedua sisi tubuh Kyuhyun, khawatir jika pria itu akan terjatuh.  Padahal, Kyuhyun adalah seorang pria dewasa yang bahkan sudah memiliki 2 anak.  Tidak perlu rasannya Naa Mi bersikap demikian toh itu tidak akan membuat kaki Kyuhyun patah.

Jujur saja, Kyuhyun menganggap bahwa semua ini adalah mimpi.  Naa Mi yang mengenakan cincin pernikahan mereka, Naa Mi yang peduli padanya, Naa Mi yang menyentuhnya bukan untuk sebuah pukulan, bahkan Naa Mi yang tidak menyambutnya dengan sebuah pertengkaran—rasanya sangat mustahil dan hanya akan ada dalam mimpi.  Tapi rasa sakit di lututnya yang masih terasa, menyadarkan ia bahwa ini bukanlah mimpi.

Belum selesai keterkejutan Kyuhyun akan sikap Naa Mi, dua buah ranjang yang biasanya selalu mengisi kamar tidurnya bersama Naa Mi untuk menegaskan jarak di antara mereka selama beberapa tahun ini ikut berubah.

 

“Kemana ranjangnya?”  Kyuhyun tiba-tiba saja berucap seperti itu tanpa sadar.  Dalam kepalanya sudah muncul pikiran bahwa Naa Mi benar-benar menginginkan perceraian dan karenanya saat ini Naa Mi tidak memaki atau mengajaknya bertengkar.  Satu buah ranjang yang tersisa, rasanya cukup untuk menjelaskan bahwa kali ini Naa Mi bukan hanya mengusirnya dari ranjang mereka, tapi juga kamar mereka, bahkan rumah mereka, dan selanjutnya menjauhkan ia dari hidup anak-anak mereka.  “Kau, kita, benar-benar akan berc—,”

“Oh itu tadi teman-temanku datang dan mereka berkumpul di atas ranjangku.  Mungkin karena terlalu berat maka salah satu kaki ranjangnya patah.  Itu ranjangmu, bukan ranjangku.”  Naa Mi membalik tubuhnya dan menoleh pada Kyuhyun sambil tersenyum.  “Kupikir malam ini kau tidak akan pulang karena itu aku tidur di ranjangmu,”  dan tidak segera membeli ranjang baru.

Naa Mi melanjutkan kalimatnya dalam hati sebab tidak ingin Kyuhyun berpikiran bahwa ia masih tidak ingin tidur bersama pria ini meski sejujurnya.. batin Naa Mi menolak segala sentuhan yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun.  Bersikap manis seperti saat ini, entah Kyuhyun sadar atau tidak bahwa melakukan inipun dirinya tidak benar-benar tulus.  Bahkan sebenarnya Naa Mi ingin meremas lutut Kyuhyun dengan kuat hingga pria itu merasa lebih kesakitan.  Tapi bagaimanapun, saran Naa Ra yang sudah di anggukinya tidak bisa ia tarik kembali.

Menghela panjang, Naa Mi kembali berucap, “Malam ini kau tidur disini, Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun menolehkan kepalanya kaku.  Garis halus di antara kedua alisnya, entah kapan akan menghilang.  Mempertahankan pandangan herannya, Kyuhyun berpandangan damai dengan Naa Mi untuk pertama kalinya setelah 7 tahun yang penuh dengan pertengkaran.

Naa Mi tersenyum padanya?  Lagi?  sesuatu hal yang sama sekali tidak Kyuhyun sangka dan sumpah, pria itu sama sekali tidak mengerti dan bingung untuk semua itu.  Bahkan dengan halusnya, wanita yang memiliki bentuk tubuh bak model internasional itu berbicara padanya seolah selama ini hubungan mereka sangat amat baik.

“Kyuhyun?”  Naa Mi meletakkan tangannya di sekitar lengan Kyuhyun, menyadarkan pria yang tampak lebih sibuk dengan pikirannya sendiri itu.

“Ya.”  Kyuhyun menarik nafas panjang yang sayangnya tidak berhasil melegakan sesuatu hal mengganjal dalam hatinya.  “Aku tidur disini malam ini.”

“Bolehkah aku tidur disini?  Di ranjangmu?”

“Tentu.”  Kyuhyun menjawab dengan sedikit gumaman tidak jelas sementara Naa Mi tersenyum lebar.

“Kau sudah makan malam?  Ingin aku siapkan sesuatu?”

“Tidak.  Tidak perlu.”  Jawabnya segera dengan kedua kaki melangkah mundur beberapa kali.  Menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian berpindah ke leher bagian belakang, masih memperhatikan Naa Mi dihadapannya juga seisi kamar aneh—Kyuhyun berdehem tidak lama kemudian.  “Aku mau mandi.”  Ucapnya canggung menunjuk arah kamar mandi mereka sebab pandangan tidak teralihkan Naa Mi darinya.

“Ingin aku siapkan air hangat?”

“Oh tidak.  Ti—tidak perlu.  Kau, kau tidur saja.  Ya kau, kau tidur saja aku bisa sendiri.”  Sedikit terbata, Kyuhyun bahkan mengeja kalimat yang sudah dilontarkannya pada Naa Mi.  Meyakinkan diri bahwa tidak ada yang salah untuk satu kata apapun.

“Baiklah kalau begitu.”  Naa Mi berucap santai sembari menyisir rambut panjangnya dan berbalik membelakangi Kyuhyun.  Berjalan tanpa beban berat apapun, wanita itu kembali merebahkan dirinya seperti tadi di atas ranjang sementara Kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya tadi—membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk segera tersadar atas segala hal yang terjadi pada malam hari ini.

 

 

 

***

Sembari membersihkan dirinya di antara gemericik air yang dibiarkannya membasahi seluruh tubuhnya tanpa niatan untuk menghentikan itu semua—pikiran Kyuhyun penuh oleh kejadian sebelum ini.  Naa Mi, bersikap sangat baik padanya setelah berucap ingin bercerai dengan sungguh-sungguh pagi tadi.  Apa maksud semua ini?  Apakah dia hendak berubah pikiran?  Apakah ini ada hubungannya dengan anak-anak?  Tapi jika untuk anak-anak, Naa Mi sendiri tadi berkata bahwa hubungan ini justru membuat anak-anak gila.  Atau Naa Mi berpikir untuk memperbaiki hubungannya denganku sebagai pilihan lain dari tidak ingin makin memburuknya keadaan anak-anak?  Apakah benar seperti itu?  Dia melakukan ini untuk meredam kecewa Jung Eun.  Tapi jika hanya untuk berpura-pura baik dihadapan seseorang, bukankah dirinya dan Naa Mi sudah lebih dari cukup untuk melakukan itu namun tidak berhasil?  Dan jika memang hanya untuk berpura-pura, di kamar mereka bahkan tidak ada orang lain.  Lalu?  Naa Mi benar-benar bermaksud untuk berbaikan dengannya?  Naa Mi?  Song Naa Mi memaafkanku setelah semua yang aku lakukan?  Rasanya mustahil.  Pasti ada sesuatu.

 

Kyuhyun meremas rambut basahnya sembari tertunduk dibawah shower frustasi memikirkan alasan dari sikap Naa Mi yang tiba-tiba berubah. Memikirkannya beberapa kali bahkan mencoba untuk menyambungkannya dengan beberapa hal, semuanya tetap saja aneh.

Tidak ingin semakin bingung dan akan lebih baik jika dirinya bertanya langsung, Kyuhyun menghentikan acara mandi yang sebenarnya tidak lebih dari membasahi tubuhnya sendiri.  Mematikan shower dan mengambil handuk pada samping bathtub, Kyuhyun segera melilitkan handuk berwarna hijau pucat itu pada pinggangnya kemudian keluar terburu.  “Naa Mi aku—, tidur.”

Bahu tegap Kyuhyun langsung menurun lemas sebab semangatnya yang telah dipatahkan terlebih dahulu.  Melipat bibirnya kedalam ketika hembusan nafas teratur Naa Mi terdengar dengan penutup mata yang sudah menempel pada bagian sekitar matanya sebab lampu kamar yang tidak padam, Kyuhyun tentu harus mengurungkan niatnya untuk bertanya mengenai segala hal aneh yang sebelum ini terjadi.

Dengan tubuh dan rambut yang masih agak basah, Kyuhyun mendekat pada arah ranjang hati-hati sebab tidak ingin membangunkan Naa Mi.  Entah apa maksudnya tampak sangat hati-hati begitu, tapi beberapa pikiran kembali memenuhi kepala Kyuhyun seperti mungkin jika bangun nanti Naa Mi akan kembali mengingat segalanya dan akan memandangnya seperti beberapa tahun ini, mungkin saja tadi Naa Mi bersikap seperti itu karena bangun tiba-tiba dan isi kepalanya masih belum benar-benar berfungsi dengan baik.

Tapi ketika kakinya sudah menyentuh ranjang mereka, cincin pernikahan yang melingkar pada jari manis istrinya adalah hal lain yang membuatnya sadar bahwa Naa Mi bersikap seperti tadi bukan karena bangun dari tidur secara tiba-tiba apalagi tidak sadar.

Lalu karena apa?  Kyuhyun membatin.  Benarkah karena anak-anak?

Sumpah, Kyuhyun tidak ingin berpikir atau menebak-nebak lagi karena tidak satupun dugaan yang menurutnya benar.  Maka ia pikir, menunggu semalaman rasanya bukan masalah.  Esok pagi ia akan bertanya pada Naa Mi tentang alasannya.  Iya begitu saja, ucapnya dalam hati dan bersiap untuk ikut tidur bersama Naa Mi.  Tapi untuk pria dewasa macam Kyuhyun, yang normal, yang telah beristri, dan sudah lama tidak menyentuh istrinya, tidur dalam satu ranjang dengan hanya tidur adalah masalah besar meskipun kenyataan tentang pertengkaran mereka selama bertahun-tahun ini tidak bisa di elakkan.

“Sial!”  Pria itu mengeram tertahan dengan kedua tangan mengepal yang beberapa kali dipukulkan pada kepalanya sendiri.

Menutup matanya, Kyuhyun berbalik, melihat keseluruhan kamarnya yang luas dan hanya ada dua tempat yang saat ini bisa dijadikannya sebagai tempat layak tidur.  Pilihan tentang ia bisa menggunakan kamar kosong lain di rumahnya, segera disingkirkan.  Ia tidak mau esok pagi Naa Mi terbangun tanpa ia di kamar ini dan wanita itu tersinggung padahal dirinya sudah ijinkan Naa Mi untuk mereka tidur bersama.  Pilihan selain ranjang yang saat ini Naa Mi tiduri adalah, sofa.  Lalu bagaimana pandangan Naa Mi andai dirinya tidur di sofa itu dan bukan di ranjang bersamanya?

“Oh!”  Kyuhyun kembali meremas rambutnya kuat-kuat.

Saklar lampu yang nyatanya ada pada sisi kiri pintu kamar dan bukan pada sisi kanan dimana dirinya tadi mencari hingga lututnya terantuk meja—Kyuhyun dekati dan mematikan seluruh lampu pada kamarnya.  Menyalakan ponselnya untuk menerangi langkahnya, sofa adalah tujuannya.  Berbagi ranjang bersama Naa Mi, sungguh dirinya tidak siap untuk itu.

Maka setelah membetulkan letak bantal sofa yang sesuai dengan kepalanya, pria itu mulai merebahkan diri dengan kedua kaki agak terlipat menyesuaikan diri dengan panjangnya sofa.

Sudah bersiap untuk tidur, getar ponsel pada bagian bawah tubuhnya membuat pria itu kembali membuka mata.  Apa, sih?  Batinnya kesal mengingat bahwa ponsel miliknya sudah ia letakkan pada meja, lalu ponsel milik siapa yang tidak sengaja ia tiduri ini dan bergetar malam-malam?

From: Seo Jin

Apa kau mengikuti akun Min Jun?  Dia baru saja mengupload foto dan itu tentangmu, tentang kalian dulu.

minhan1
#firstlove

Kupikir dia masih mencintaimu dan sebaiknya kalian kembali.  Dia sudah sukses sekarang, orang tuamu tidak akan menentang hubungan kalian lagi seperti dulu apalagi pria pilihan mereka berakhir dengan skandal nasional yang sangat menjijikkan dan lagi, kudengar kau akan bercerai dengan suamimu kan?  Tinggalkan saja suamimu itu, dia bahkan tidak lebih berharga dari seekor hewan peliharaan.  Tentang anak-anakmu, aku percaya Min Jun akan menerima mereka

 

“Apa-apaan ini?”  Kyuhyun langsung terbangun dari tidurnya sebab tampilan pesan yang langsung ia lihat begitu mengambil ponsel dibawah tubuhnya yang ternyata adalah milik Naa Mi.  “First love katanya?  Min Jun?  Tinggalkan aku?  Aku?  Tidak lebih berharga dibanding seekor hewan peliharaan?  Sialan!”  Kyuhyun memaki tidak peduli dengan niat untuk mengistirahatkan matanya yang langsung lenyap.

Gaduh, entah menyadarinya atau tidak beberapa suara berisik mulai Kyuhyun timbulkan yang untungnya hingga ia kembali menyalakan lampu kamar, Naa Mi tidak lagi terbangun.  Masih memegang ponsel Naa Mi dengan erat, mencoba meredam maranya sebab beberapa hal yang muncul sekaligus hanya karena sebuah pesan entah dari teman Naa Mi yang mana, kemarahan Kyuhyun makin menjadi saat ia tidak bisa membuka ponsel Naa Mi sebab menggunakan sandi.  “Benar-benar sialan.”  Umpatnya pelan.

Tidak hilang akal, Kyuhyun mengambil laptopnya dan membuka akun sns milik Naa Mi, menelusuri galeri wanita itu hingga bawah, folder paling dasar dengan nama with love yang dari judulnya saja sudah membuatnya tidak suka—Kyuhyun buka.

 

“Sialan.”

Advertisements

110 Comments Add yours

  1. dndaiii says:

    nah lo baru digituin sama naa mi udah cemburu, rasain kyu wkwkw

    Like

  2. Hanlin says:

    Wkwkwk.. Kyuhyun cemburu tanpa sadar.

    Like

  3. nadira says:

    baru segitu udh panas! hello kemana aja lu cho -.-
    ko kesel sih

    Like

  4. celara says:

    Pemanasan hati baru dimulai wkwkwk

    Like

  5. gasukosuji99 says:

    Sukurin cemburu kan lo kalo naa mi deket2 sama cowo lain mangkanya jangan selingkuh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s