Dazzling Girl: Wedding Rings

Kyuhyun keluar dari kamar Mi Rae dengan wajah yang untuk pertama kalinya lebih kusut dibanding jutaan benang yang di urai asal kemudian di masukkan dalam wadah yang akhirnya harus di gulung satu persatu kembali.

Duduk pada sofa yang langsung berhadapan dengan televisi, Kyuhyun terdiam.  Merenung, pria itu memikirkan tentang hal yang sebenarnya mengganggu pikirannya seharian ini.  Apalagi jika bukan tentang kadaan rumah?

Pagi tadi, Jung Eun… “Oh!”  Kyuhyun memekik kencang dengan remasan erat yang kedua tangannya lakukan pada masing-masing sisi rambut di kepalanya begitu mengingat apa yang pagi tadi terjadi.  Membungkukkan tubuhnya hingga hampir mencium lututnya—pria itu terpejam, menangkis segala pikiran buruk yang tidak ingin diharapkannya pada putri satu-satunya.

“Ada apa?!”  Suara Mi Rae terdengar khawatir. Keluar dari kamarnya cepat… wanita itu segera mendekati Kyuhyun, duduk disamping pria itu dan merangkulnya dengan sebelah tangan yang 3 jarinya tengah di perban sebab gigitan Jung Woon pagi tadi.  “Kepalamu sakit?”  Mi Rae bertanya sebab Kyuhyun yang masih juga meremas rambutnya.  “Haruskah kita ke rumah sakit?”

“Tidak.”  Kyuhyun segera melepas kedua tangan Mi Rae dari tubuhnya.  Kembali meluruskan tubuhnya, pria itu menoleh pada Mi Rae sesaat sebelum akhirnya berdiri.  “Aku harus pulang,”  Katanya yang tentu mengagetkan Mi Rae.

“Apa?”  Wanita itu hampir tertawa ketika mendengarnya.  “Kau tidak salah bicara, ‘kan?  Pulang?  Malam ini?”

“Ya, Cha Mi Rae.  Aku harus pulang.  Dan mungkin,”  Kyuhyun berbalik dengan pandangan bersalah dan tundukan kepala sebab Mi Rae yang masih duduk.  “Mungkin aku tidak akan pernah bermalam atau tinggal disini lagi?”

“Kau—,”  Mi Rae mengernyit dan ikut berdiri.  “Kenapa?  Kau mau kembali bersama istrimu?  Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi?”

“Tidak.”  Kyuhyun menggeleng dan segera mendekati wanita yang tidak ingin dibuatnya kecewa itu.  “Aku mencintaimu, kau tahu itu, ‘kan?”

“Kau mencintaiku ketika aku membuatmu nyaman, dan ketika istrimu mengacuhkanmu.  Apa pagi tadi istrimu menawarkan dirinya lagi padamu?  Apa pagi tadi istrimu sudah mengijinkanmu menyentuhnya?”

“Tida-tidak, bukan begitu.”  Kyuhyun segera memeluk Mi Rae erat.  Mengecup kepala wanita itu beberapa kali, Kyuhyun berucap,  “Sumpah tidak seperti itu.  Tapi Jung Eun, dia sedang sakit dan dia membutuhkan kehadiranku.”

Kyuhyun mencoba membuat Mi Rae mengerti.  Melepas pelukannya dan menggenggam kedua tangan Mi Rae kemudian mencium salah satu tangannya yang terluka sebab putranya tadi—Kyuhyun menatap Mi Rae dalam-dalam.

“Aku mencintaimu, kau adalah cinta sejatiku, kau tahu itu, ‘kan?  Aku tidak mungkin meninggalkanmu.”

“Tapi kau pernah melakukannya beberapa tahun lalu.”

“Karena hubungan serius di antara kita bukan kuasaku, Mi Rae-ya.”

“Jadi?  Meskipun kau dan Naa Mi bercerai, kau tidak akan pernah menikahiku?”

“Bukankah kau juga sudah tahu tentang itu?  Semembiarkan apapun eomma pada hubungan kita saat ini, itu semua tidak lebih karena eomma tahu bahwa aku sadar tentang hubungan ini yang tidak akan pernah memiliki masa depan pasti.  Selain karena aku tidak bisa benar-benar melawan eomma karena dia adalah eomma-ku, statusku dalam keluarga juga bisa terancam.  Eomma bukan orang yang tidak mampu membuangku meski aku adalah putra satu-satunya.  Kau tidak akan pernah tahu sampai batasan mana menakutkannya eomma-ku.  Dia adalah ibu yang sangat baik, tapi dia juga wanita yang sangat tangguh sekaligus menakutkan.  Aku, bahkan appa tidak akan pernah bisa melawan sesuatu yang telah di ucapkannya dengan jelas.”

“Tapi selama ini kau melawan eomma-mu untukku, ‘kan?”

“Sebenarnya aku tidak benar-benar melawan karena eomma tidak benar-benar menggertak.  Entah hingga kapan eomma akan seperti itu.  Mungkin eomma berpikir bahwa aku sedang bosan atau masih bermain-main, tapi jika nanti sudah waktunya entah kapan itu… jika eomma sadar bahwa ini benar-benar serius dan tidak bisa dihentikan—aku bahkan tidak bisa lakukan apapun meski kau diperlakukan buruk dihadapanku langsung.  Eomma tidak akan peduli tentang apapun dan siapapun selama dia berpikir bahwa apa yang dilakukannya adalah benar.”

“Maka kita harus merubah pemikirannya, ‘kan, Kyu?”

Eomma berpikir melalui instingnya, Mi Rae-ya.”  Pria itu kembali jelaskan.  “Dan insting eomma-ku tidak pernah salah.  Dia tidak pernah salah menilai orang lain meski itu adalah pertemuan pertama yang terjadi sekilas.  Tidak ada yang bisa membelokkan insting eomma.”

“Lalu?  Bagaimana denganku?  Jadi kisahku dan kisahmu hanya seperti ini?  Jadi selamanya nasibku hanya menjadi simpananmu?  Seperti bibiku yang hingga akhir menjadi simpanan pamanmu?”

Kyuhyun terdiam.  Riak dalam mata Mi Rae untuk kali ini tidak bisa membuat lidahnya berucap sesuatu hal yang menyenangkan.  Segala yang dikatakannya adalah benar dan ia tidak bisa membohongi Mi Rae untuk itu.  kali ini, Jika wanita ini hendak pergi dari sisinya ia tidak akan keberatan.  Semua wanita menginginkan sebua kepastian, bukan?

“Ya.”  Pria itu mengangguk berat setelah beberapa waktu.

“Lalu?”  Mi Rae melepas tangan Kyuhyun darinya.  Kembali duduk, wanita itu bahkan mulai menyamai kekacauan Naa Mi setiap kali Kyuhyun melihatnya di rumah mereka.  “Haruskah aku hamil anakmu, Kyu?”

Kyuhyun tergelak meski samar.  Duduk pada lantai hingga berhadapan dengan Mi Rae—pria itu berucap, “Aku jamin kau tidak akan berani melakukannya.  Eomma sudah pasti akan menendangku dan mimpimu menjadi Nyonya Cho tidak akan pernah tercapai apalagi, ada Jung Woon yang bisa menggantikan posisiku.”

“Dan aku akan terus menjadi gundik hingga akhir?  Bahkan aku tidak bisa memiliki anak darimu.”

“Sebenarnya aku berencana menunggu hingga eomma tiada.”

“Dan saat eomma-mu tiada kita sudah tua,”  Mi Rae tersenyum menatap Kyuhyun tajam.

“Apa yang kau inginkan, Mi Rae-ya?  Kenapa kau tetap ingin menjadi Nyonya Cho sementara kau bisa dapatkan pria terhormat yang juga kaya tanpa hal memalukan seperti jika kau berada disampingku?  Jikapun kita menikah, pandangan sinis orang-orang tidak akan pernah berubah padamu.”

“Kau benar,”  Mi Rae tersenyum tipis.  “Aku memang bisa dapatkan pria yang juga terhormat sepertimu, tapi tidak seberkuasa dirimu.”

Kyuhyun mengernyit masih dengan tubuhnya yang duduk di lantai dan kepalanya mendongak.  “Kau menginginkanku karena aku adalah Cho Kyuhyun?”

“Karena kau adalah pria paling berkuasa di negara ini, Asia, dan keluargamu masuk dalam jajaran keluarga paling berpengaruh di dunia.  Aku tidak peduli tentang ucapan atau pikiran orang lain karena aku hanya peduli padamu, dan statusmu.”

Kyuhyun menggeleng pelan.  “Kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang kau inginkan selama eomma-ku masih hidup.  Dan pria dengan keluarga berpengaruh di dunia ini bukan hanya aku, carilah pria lain aku tidak apa asal kau bahagia dan tidak lagi menanggung malu seperti ini.”

“Tapi hanya kau pria dengan keluarga berpengaruh yang mencintaiku.”  Mi Rae tersenyum kecut bersama tangannya yang menyentuh wajah Kyuhyun.  Menundukkan kepalanya, wanita itu menempelkan bibirnya dan bibir Kyuhyun untuk sesapan singkat.  “Aku sudah menunggu sejak kecil untuk berada pada posisi Naa Mi, menunggu hingga puluhan tahun lagi aku bahkan tidak masalah asal kau tetap mencintaiku.  Tapi sebaliknya, jika kau berkata bahwa kau mencintai Naa Mi melebihi cintamu padaku, barulah aku tahu bahwa aku harus menyerah dan aku harus bersama pria lain yang lebih tinggi statusnya dibanding dirimu.  Karena dirimu ingin pulang, dan kembali tidur di rumah setelah bertahun-tahun tidak melakukannya, maka biarkan aku menanyakan pertanyaan yang sama seperti 13 tahun lalu tapi sedikit berubah.  Apa kau pernah mencintai Naa Mi selama rentang waktu pernikahan kalian yang 13 tahun ini?  Bahkan untuk satu menit, atau satu jam, atau satu hari, pernahkan kau mencintai Naa Mi meski hanya sesaat?”

Kyuhyun terdiam dengan pandangannya pada Mi Rae yang menurun.  Ditarik oleh benda berkilau ketika matanya tidak lagi menatap Mi Rae, cincin polos di jari manis tangan kirinya ia sentuh perlahan yang kemudian di usapnya hati-hati.

***

Kyuhyun mematikan mesin mobil diikuti hembusan nafas panjangnya.  Memperhatikan kediaman utamanya bersama Naa Mi dari dalam mobil, pria itu sudah membayangkan tentang pertengkaran lain yang sudah pasti akan terjadi antara dirinya dan Naa Mi seperti sebelum-sebelumnya jika bertemu di rumah, atau di belakang keluarga besar, atau dihadapan beberapa orang lain yang sebenarnya sangat sulit mereka sembunyikan.

Mengusap kedua telinganya beberapa kali, Kyuhyun seolah tengah bersiap tentang makin sinis yang selalu Naa Mi lontarkan hingga kadang membawa nama seluruh hewan dalam kebun binatang.  Kembali menarik nafas panjang berikut wajah mengeras, Kyuhyun sama sekali tidak nampak selayaknya suami yang pulang ke rumah setelah seharian bekerja berat.

925102_1205244622837667_869318802_n

Melihat sekali lagi rumah yang sama sekali tidak pernah membuatnya seperti pemilik rumah—Kyuhyun keluar dari dalam mobil dengan segala persiapan bertemu Naa Mi yang pasti sudah menunggunya di ruang tamu untuk bertengkar dan membuatnya tidak pernah betah.  Jika bukan karena Jung Eun, aku tidak akan pernah datang malam ini, ucapnya dalam hati.

Melempar kunci mobilnya pada salah satu pekerja rumah yang mendekat dengan sorot kaget, Kyuhyun lebih dari paham atas itu.  Dirinya yang tidak pernah pulang malam, akhirnya pulang.

Seorang pekerja wanita dengan tampilan rapi membukakan pintu untuk Kyuhyun bahkan sebelum pria itu sempat menyentuh gagangnya.  Memasuki rumah, sosok Naa Mi yang biasanya selalu menunggu ia—tidak tampak.  Sedikit melegakan karena tidak perlu adu mulut, toh akhirnya Kyuhyun heran juga dengan tidak adanya wanita yang selalu mengajaknya bertengkar dengan akhiran tangis kencang, atau beberapa barang rumah yang pecah—terkadang.

Menghentikan jalannya ketika selangkah lagi menaiki tangga, Kyuhyun menolehkan kepalanya pada pekerja wanita tadi yang berdiri di belakangnya dengan tangan memegang jas juga tas kerjanya.  “Nyonya, ada pekerjaan di luar lagi?”

“Oh tidak, Tuan.”  Menatap Kyuhyun sesaat sebelum menurunkan kembali pandangannya, baru kemudian wanita itu melanjutkan.  “Malam ini Nyonya tidur lebih awal.  Setelah menidurkan Tuan Muda, Nyonya langsung kembali ke kamar dan tidak keluar lagi.  Seharian ini juga Nyonya ada di rumah.”

Ada dua hal baru yang Kyuhyun ketahui dari jawaban pekerjanya ini.  Bahwa selama ini Naa Mi tidak pernah menunggunya dari malam hingga pagi, dan tumben sekali wanita itu berada di rumah seharian?  Biasanya kan Naa Mi yang paling sibuk?  Bahkan melebihi dirinya.

“Ingin saya siapkan makan malam, Tuan?”  Pekerja wanita itu bertanya, menyadarkan Kyuhyun dari beberapa pemikirannya.

Memberengut, Kyuhyun menggeleng.  “Tidak.”  Singkatnya.  Kembali berjalan, menaiki anak tangga rumahnya—pria itu sekali lagi menghentikan langkahnya.  “Kau bawa saja koper dan jas-ku ke kamar, aku akan melihat anak-anak dulu.”  Pria itu berucap dan segera melangkah.. Membelokkan langkahnya ke kanan begitu telah mencapai lantai dua sementara pekerja wanita tadi, melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga yang akan membawanya pada kamar utama rumah di lantai tiga.

***

Hanya melihat kedua anaknya sebentar, memastikan bahwa mereka benar-benar tertidur dengan lelap… Kyuhyun segera pergi sebab tidak ingin mengganggu keduanya.

Suasana kamar begitu gelap ketika Kyuhyun memasuki kamarnya.  Jelas, Naa Mi sama sekali tidak suka ada cahaya apapun ketika dirinya tidur di malam hari.  Maka terkadang, hal sekecil ini yang Kyuhyun rindukan selama kurun waktu beberapa tahun ini jika sudah mengistirahatkan tubuhnya ketika hari telah larut.

Karena pada kenyataannya Kyuhyun sudah sangat lama tidak tidur di kamar ini, dan juga ketika dirinya masuk hari telah terang dengan tirai tebal yang dipinggirkan agar cahaya matahari masuk—dimana letak saklar lampu dirinya bahkan lupa.

“Sial.”  Pria itu mengumpat pelan.  Mengulurkan sebelah tangannya kedepan sementara tangan lainnya menyentuh tembok untuk mencari keberadaan saklar—Kyuhyun menyesal karena tadi tidak meminta pekerja rumahnya untuk menunggu hingga ia tidak perlu menjadi seorang buta seperti saat ini.

Berniat mengambil ponsel untuk membantu penglihatannya, Kyuhyun mengurungkan itu semua.  Ia tidak ingin Naa Mi tersadar, kemudian bangun, dan mereka kembali bertengkar.  Ini sudah sangat malam, dan bagaimana histerisnya Jung Eun tadi masih menari indah dalam kepalanya.

DUK

“Aduh.”

“Siapa itu?!”

Teriakan suara Naa Mi meski serak—langsung masuk dalam indra pendengaran Kyuhyun.  Kenapa wanita itu dari dulu bisa langsung bangun sih tiap kali ada sedikit suara saja?  Kyuhyun berucap dalam hati sembari memegangi lututnya yang entah terantuk apa dan tidak lama kemudian lampu tidur di kamar mereka menyala—cukup untuk menunjukkan sosoknya yang tengah kesakitan dihadapan Naa Mi, dan cukup untuk melihat bahwa lututnya baru saja membentur sebuah meja di tengah kamar.

“Kyuhyun?”  Kata Naa Mi seolah tidak mempercayai penglihatannya sendiri.  “Kau—,”

“Aduh.. adu—du—duh… lututku,”  Pria itu meringis dengan tangan memegangi lututnya yang kesakitan hingga kemudian membanting tubuhnya pada sofa dekat meja tadi.

“Kenapa?”  Naa Mi segera turun dari ranjang dan menyalakan seluruh lampu di kamar mereka.  Mengikat rambutnya asal, wanita itu berlari kecil untuk mendekati Kyuhyun dan duduk dilantai agar berhadapan dengan lutut suaminya yang tengah sakit.  “Apakah memar?  Coba kulihat, gulung atau buka celanamu.”  Naa Mi berucap tidak sabar.  Kedua tangan wanita itu bahkan sudah berada di lutut Kyuhyun, seolah pegangan kedua tangannya akan mampu menghilangkan sakit pria itu yang entah memang karena itu atau bukan—Kyuhyun benar-benar terdiam, tidak lagi mengaduh atau mendesis sekedar untuk mengungkapkan rasa sakitnya.  “Kyuhyun-ah?”  Naa Mi mendongak, kali ini posisinya mirip dengan posisi Kyuhyun yang beberapa jam lalu dilakukannya pada Mi Rae.

Tidak peduli atau tidak mendengar akan pertanyaan istrinya sebab terlalu fokus pada sesuatu hal, Kyuhyun menelan ludahnya dengan sedikit rengutan yang tampak di antara kedua alisnya.  Dua hal mustahil dan aneh yang tidak disangkanya bisa terpatahkan, terjadi entah bagaimana.  Naa Mi yang peduli pada dirinya padahal lututnya hanya terantuk meja—adalah hal pertama.  Kyuhyun ingat betul, ketika tahun lalu ia jatuh dari kuda hingga harus di rawat selama beberapa hari di rumah sakit, Naa Mi bahkan tidak peduli dan tidak berkunjung untuk menjenguknya sama sekali hingga Mi Rae-lah yang selalu berada disisinya.  Dan kini ketika dirinya hanya terantuk meja, wanita itu entah bagaimana sudah menampakkan raut seolah ia akan kehilangan suami tercintanya.  Lalu hal kedua yang Kyuhyun tangkap sebagai aneh hingga tidak bisa pikirkan apapun adalah, Naa Mi kembali mengenakan cincin pernikahannya?

Tapi harusnya Kyuhyun tidak perlu seterkejut itu untuk malam ini karena—apa yang selanjutnya terjadi akan lebih mengejutkannya.

Advertisements

125 Comments Add yours

  1. Bingung sendiri ini kenapa aku bacanya lompat2 kesana kemari ? Aduduh.kudu baca ulang inimah

    Like

  2. reinaakim says:

    Bingung sama kyuhyun mau aja ya dia nerima mirae yg jelas” mau harta nya aja

    Like

  3. Qka says:

    Kyuhyun nih cinta buta apa gmn sih sm mirae?? Jelas banget mkrae cm mw posisinya naa mi!!
    Naamibener2 ngikutin anjurannya naa ra??

    Liked by 1 person

  4. Devi-L A.R.M.Y. says:

    Dan naami berakhir menuruti kata naara wkk,, apa kyuhyun mulai,,,? 😅

    Like

  5. kimmie says:

    Penasaran sebenarnya kyuhyun itu pernah suka gk sih sama si naa mi. Feel nya bener2 dapet. Keren thor

    Like

  6. cho kh says:

    Moga kyuhyun cepet suka ama naa mi terus ganti naa mi yang sekingkuh…
    Kyuhyun harus diberi pelajaran

    Like

  7. mychococinno says:

    Sama kayak yg Mi Rae tanya ke Kyu.. apa pernah Kyu mencintai Naa Mi walau hanya satu memit, satu jam atau bahkan sehari?
    Kyuhyun masih samar perasaan nya..

    Like

  8. minemo says:

    Ommo nami udh brubah? Perhatian sm kyuhyun

    Like

  9. wulandari200 says:

    segitu cintanya ya kyu sama mi rae sampai2 nggak tinggal sama nami n anak2nya..ya aku sih paham kyu mungkin udah benar2 nggak nyaman lagi sama naami tapi kan dirumah bukan hanya ada naami aja tapi ada anaknya n kalau kyu lupa dia bahkan udah punya 2 anak…parah banget deh si kyu
    aku juga pengen tau jawaban kyu untuk pertanyaan mi rae ttg perasaannya sama naami secra gitu kyu kan ngomong kalau mirae itu cinta sejatinya..berarti naami nggak ada arti apa2 dong buat si kyu walaupun mereka udah nikah selama 5 tahun n bahagia sebelum balik lagi ke korea…

    Like

  10. dndaiii says:

    emm disini kok melting bacanya awww gak pernah ngeliat mereka kek gini astagaa

    Like

  11. nay's says:

    Entah harus komen apa…si kyu buta banget kalo sampe gak nyadar2 juga niat si mi rae…sumpah gereget pengen nyakar 2 orang ini..lima tahun kmaren kmn kyu? Koq baru nyadar skrg?

    Like

  12. Hanlin says:

    Hohoho… Akhirnya misi naami buat dapetin kyuhyun lg dimulai..

    Like

  13. nadira says:

    nahkan makin penasaran

    Like

  14. gasukosuji99 says:

    Kyuhyun tu mau aja nerima mi rae ynag jelas2 pengen hartanya doang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s