Dazzling Girl: The Climb

“Astaga eonniEonni!”  Naa Ra melempar tas berwarna coklat yang tadi menggantung cantik pada bahu sebelah kanannya pada salah satu ranjang rapi yang bukan merupakan tempat Naa Mi—kakaknya, saat ini duduk meringkuk dengan kepala ranjang yang dijadikannya sandaran punggung.  “Eonni,”  Wanita dengan wajah hampir serupa Naa Mi itu kembali memanggil dengan sedikit pegangan pada lengan kurus kakaknya, memaksa wanita berusia 5 tahun di atasnya itu agar mengangkat wajahnya yang disembunyikan di antara celah lutut terlipatnya.

“Naa Ra-ya,”  Naa Mi menggigit bibirnya sendiri ketika mendongak dan menyebut nama adik yang sudah berada diadapannya itu.  Terisak, Naa Mi langsung memeluk Naa Ra erat dan menangis makin kencang dalam pelukan gadis berkulit lebih gelap dibandingnya itu.

 

 

 

***

Setidaknya, membutuhkan 3 gelas hot chocolate untuk menghentikan tangis Naa Mi pada pagi itu.  Mengambil dua lembar tissue sekaligus, Naa Mi membersihkan daerah sekitar bibirnya—takut jika ada sisa cokelat yang tersisa.

“Jadi, kapan tepatnya kau tiba di Korea?”

“Oh, apakah itu penting?”  Sebelah alis Naa Ra terangkat ketika kalimat pertama yang kakaknya ucapkan setelah satu jam lamanya menangis dan kemudian terhenti, adalah tentang kapan dirinya tiba di Korea?  “Sungguh, kau pikir itu adalah kalimat pertama yang ingin kudengar setelah hampir satu jam ini melihat dirimu menangis karena pria dan wanita sialan itu?”  Suara Naa Ra meninggi.

“Lalu?  Apa yang ingin kau tahu dan dengar?  Kau sendiri tahu bagaimana rumah tanggaku bersama Kyuhyun selama 5 tahun belakangan ini.  Dan pagi ini,”  Naa Mi menjeda kalimatnya dengan tarikan nafas panjang sementara kepalanya sedikit tertunduk.  “Aku memutuskan untuk bercerai dengannya.”

“Kau bercanda?”

“Tidak,”  Naa Mi menggeleng.  “Aku serius.”

Sedikit mendengus, Naa Ra menangkup wajahnya menghadap Naa Mi lurus.  Melirik sekitar ruang makan, dua orang pekerja rumah yang tengah membersihkan perabot dan sudah pasti mendengar apa yang sebelumnya dan akan mereka bicarakan, mengusik hati Naa Ra.  “Suruh pekerja-pekerjamu pergi, aku ingin katakan sesuatu yang pribadi denganmu.”  Tanpa melepas tangkupan wajahnya, Naa Ra berucap seperti itu hingga suara yang dikeluarkannya terdengar samar.

“Apa kau bilang?”  Naa Mi bertanya pelan dan Naa Ra sudah membuang muka malas.

Membalik tubuhnya sekedar untuk menghadap dua pekerja tersebut, Naa Ra berucap nyaring.  “Hei, kalian pergi.  Jangan ada yang mendekati kami melewati jarak 10 meter.  Pergi!”

“Apa yang kau lakukan?”  Kali ini Naa Mi bereaksi cepat dengan memukul tangan adiknya dan melempar pandangan tidak mengerti.  “Kenapa kau suruh mereka pergi?  Dan, tidak bisakah kau berkata dengan sedikit lebih halus?”

“Sayangnya, tidak.”  Naa Ra mengambil gelas kotor sisa hot chocolate miliknya dan milik Naa Mi setelah itu, membawanya ke dapur dan kembali dengan dua gelas air mineral yang ia letakkan pada meja dihadapan Naa Mi.

Tidak lagi duduk pada sisi lain meja yang langsung membuatnya dan Naa Mi berhadapan, kali ini Naa Ra lebih memilih untuk duduk tepat disamping kakaknya namun masih dengan posisi ia menghadap Naa Mi.

“Lihat aku,”  Naa Ra memerintah dengan beberapa kali jentikan jemarinya yang terdengar.

“Apa?  Kau mau menghipnotisku?”

“Kau tidak bisa dihipnotis, eonni.  Berapa kalipun aku mencoba aku tetap tidak bisa lakukan itu.  Jadi aku tidak akan jadi orang bodoh untuk kedua kalinya, dan tidak akan menyia-nyiakan tenagaku seperti sebelumnya.”

“Lalu kenapa kau menyuruhku melihatmu dan menjentikkan jari begitu?”  Naa Mi sedikit tergelak dengan sebelah tangan-nya yang ia gunakan untuk memangku wajahnya.

“Dengar.  Aku tidak mau kau bercerai dengan Cho Kyuhyun, dan aku tidak akan ijinkan itu sampai kapanpun.  Bagaimanapun caranya, aku tidak akan membuat kalian berdua bercerai.”

“Apa?”  Raut cerah Naa Mi yang sebelumnya tampak langsung berubah.  “Coba ulangi.  Kau tidak—apa?”

“Dengar, eonni.”

“Hentikan, Naa Ra-ya.”  Naa Mi melepas keras kedua tangan Naa Ra yang menggenggam tangannya.  Sambil menunjuk, wanita itu berucap keras.  “Kau adikku, harusnya kau berada disisiku, membelaku, bukan malah berbalik arah melawanku!  Apa perlu aku ingatkan tentang karena siapa kau bisa seperti saat ini?”

“Aku tahu!”  Naa Ra justru berteriak lebih nyaring.  “Tapi kau juga harus dengarkan alasanku, eonni!”

“Alasan apa?  Kau sendiri tahu bagaimana pernikahanku selama 5 tahun ini.”

“Ya, aku tahu.  Dan kau mampu bertahan selama 5 tahun ini.”

“Tidak setelah apa yang menimpa anakku.”

“Semuanya justru akan makin memburuk dengan perceraian yang kalian lakukan!”  Naa Ra membentak hingga mengejutkan Naa Mi.  “Sumpah!  Dengarkan aku dulu.  Aku juga tidak terima kau diperlakukan seperti ini.  Kau adalah satu-satunya saudara yang aku punya, anak-anakmu adalah keponakanku.  Aku menyayangi mereka sebanyak aku menyayangimu.  Kumohon,”  Lembutnya.  “Dengarkan aku, kau tidak akan mendapatkan apa-apa dengan bercerai.  Semuanya justru akan semakin memburuk.  Aku disini untukmu, dan anak-anakmu, percayalah.”  Naa Ra menggenggam kedua tangan Naa Mi yang kemudian ia letakkan pada dadanya.  “Kumohon, eonni.”  Melasnya.

Sedikit ragu, wajah Naa Ra yang memohon dan penuh keseriusan sedikit menggoyahkan hati Naa Mi.  “Tapi bagaimana?  Kyuhyun bahkan lebih memilih untuk bersama wanita itu.”

“Setiap hari dia pulang, bukan?”

“Hanya untuk melihat anak-anak.”

“Apapun alasannya, kau memiliki sesuatu hal kuat yang membuatnya kembali dan itu tidak dimiliki wanita lain termasuk wanita itu.”

“Tapi Naa Ra-ya,”

“Tidak.”  Naa Ra langsung mengangkat sebelah tangannya yang tadi menggenggam tangan Naa Mi, berikut gelengan kepala pelannya.  “Aku bukan Naa Ra, adikmu.  Aku adalah Dr. Song, dan kau adalah pasienku.”

“Pasien?  Pasien apa?”

“Oke aku akan mulai dari sekarang.”

“Tunggu dulu.”  Naa Mi menghentikan Naa Ra yang hendak membuka kembali mulutnya, “Apa yang sedang kau lakukan Naa Ra-ya?”

“Mengembalikan suamimu dalam pelukanmu, Nyonya.”

“Tapi, bagaimana caranya?”

“Ceritakan padaku semuanya.”

“Semua?  kau bahkan lebih banyak tahu tentang kami dibanding orang lain, bahkan orang tuaku dan orang tua Kyuhyun.”

“Song Naa Ra, adikmu, tahu semuanya.  Tapi Dr. Song yang saat ini duduk dihadapanmu, tidak tahu apapun.”

“Naa Ra aku sedang tidak ingin bercanda.”  Naa Mi memperingatkan.

“Dengar, Nyonya.”  Suara Naa Ra sedikit membesar ketika berkata seperti itu, lengkap dengan wajah serius yang sebelum ini tidak pernah Naa Mi lihat sebab adiknya itu hanya menunjukkan raut begitu pada orang-orang yang melakukan konsultasi padanya, dan wanita itu menyebutnya pasien.  “Ini sudah 5 tahun sejak suamimu melakukan perselingkuhan.  Jika kau ingin melakukan perceraian demi anak-anakmu, harusnya kau lakukan itu begitu mengetahui perselingkuhan itu.  Nyatanya, kau bertahan hingga kemarin karena anak-anakmu—,”

“Itu sebelum aku tahu bahwa semua ini merusak otak anak-anak kami,”

“Jangan membuat wanita itu tertawa dengan senang,”  Naa Ra melepaskan genggamannya pada Naa Mi.  Melipat kedua tangannya kedepan, Naa Ra bahkan sama sekali tidak tampak sebagai Naa Ra dalam mata Naa Mi.  “Jika kau bercerai dengan suamimu, apa yang diinginkan wanita itu akan menjadi kenyataan.  Setelah semua hal yang terjadi sepanjang 5 tahun ini, dibanding menyerah akan lebih baik jika kau melawan.”

“Aku sudah melakukannya,”

“Bagaimana caramu melawannya?”

“Aku mendatanginya, berbicara padanya untuk tidak lagi berhubugan dengan Kyuhyun.”

“Dan apa yang kau lakukan pada suamimu?”

“Sama,”  Suara Naa Mi melemah ketika menjawab pertanyaan Naa Ra.

“Hanya itu?”

“Aku sempat mengancam wanita itu,”

“Ancaman apa?”

“Membunuhnya,”  Ucap Naa Mi dengan jelas, “Aku bahkan benar-benar berencana untuk membunuhnya.”

Naa Ra mengernyit, apa yang kakaknya ucapkan—tampaknya adalah sesuatu hal yang ia lewatkan.  “Dan kau melakukannya?  Benar-benar melakukannya?”

“Tidak,”  Wanita itu menggeleng dengan kepalanya yang tertunduk.  “Saat melihat anak-anakku, bagaimana aku bisa melakukannya?  Dilahirkan dalam keluarga seperti ini saja sudah sangat buruk untuk mereka, apalagi jika ditambah dengan memiliki eomma seorang pembunuh.”

“Aku ingin kau menceritakannya dengan lengkap dan rinci, pernikahanmu bersama Tuan Cho.”

Sejujurnya, Naa Mi masih belum begitu paham dengan apa yang tengah adiknya ini lakukan toh—wanita dengan rambut berwarna coklat dihadapannya itu sudah mengetahui semua kisahnya bersama Kyuhyun sejak awal.  Bersikap layaknya orang asing hanya untuk mendengar ulang kisahnya—jujur saja Naa Mi enggan bercerita apalagi mengingat ucapan adiknya tadi bahwa ia tidak akan biarkan dirinya dan Kyuhyun bercerai.

Namun wajah serius juga anggukan berat adiknya, membuat Naa Mi pada akhirnya bercerita.

Menghela nafas dalam, wanita itu meneguk sedikit air di gelasnya sebelum bercerita.  “Aku dan Kyuhyun menikah 13 tahun lalu, karena perjodohan.  Kami menikah pada usia yang sangat muda.  Aku baru lulus sekolah menengah atas, dan Kyuhyun baru memasuki tahun ke-dua kuliahnya.  Seminggu setelah pernikahan, kami langsung pindah ke Inggris karena Kyuhyun harus menyelesaikan kuliahnya disana, dan aku juga berniat untuk melanjutkan studiku disana.  5 tahun setelahnya, kami kembali ke Korea hingga saat ini.”

Naa Ra menatap kakaknya berikut mulut menganga tidak percaya.  Mendengus keras dengan pandangan tidak percaya yang masih bertahan, gelengan kepala pelannya berakhir dengan pelototan dan bentakan keras.  “Yak!  Bisakah kau bercerita dengan benar?!”

“Aku malas……”  Naa Mi berteriak panjang sembari menyembunyikan wajahnya menggunakan dua tangannya.  “Lagipula untuk apa?  Kami akan bercerai dan kau jangan coba lakukan hal gila apapun, Naa Ra-ya.”

“Dr. Song!  Panggil aku Dr. Song, Nyonya Cho.”

“Oh—,”  Naa Mi meremas kasar rambutnya sendiri berikut pandangan enggannya.  “Sebenarnya apa yang sedang coba kau lakukan?  Memperbaiki rumah tangga yang sudah kacau ini?  Menjadikanku percobaanmu?  Atau apa?”

“Sepertinya bukan hanya anakmu yang mentalnya sedikit geser, kau juga.”

“Hei!”

“Oke!  Aku saja yang bertanya dan kau harus jawab.”

“Tanya apa?”  Naa Mi mengernyit.

“Sejak kapan kau mengenal Cha Mi Rae, selingkuhan suamimu.”

“Naa Ra-ya,”

“Dengar Nyonya Cho, kuberitahu kau sesuatu.  Beberapa pasangan menganggap perceraian adalah jalan termudah dan paling benar untuk menyelesaikan konflik, tapi sebenarnya itu adalah jalan paling tolol.  Kau tahu kenapa?  Karena bercerai hanya akan membawa masalah baru, terutama jika ada anak dalam pernikahan tersebut.  Perceraian, hanya dilakukan oleh seorang pecundang yang tidak berani melawan masalah.  Kau tahu kenapa masalah muncul?  Masalah muncul untuk diselesaikan, bukan untuk ditinggalkan.”

“Tapi—,”

“Aku sudah beberapa kali memiliki pasien sepertimu.  Di Hollywood sana, bahkan masalahnya lebih besar dibanding masalah yang kau miliki.  Kau bercerai karena tidak ingin membuat mental anakmu makin rusak?  Lalu bagaimana jika kalian bercerai dan mereka memiliki ibu tiri seorang wanita macam Cha Mi Rae?”

“Mereka akan tinggal bersamaku.”

“Mereka membutuhkan appa-nya.  Seburuk apapun, seorang anak harus memiliki figure eomma dan appa dengan seimbang.”

“Tapi kau sendiri lihat bagaimana sikap Cho Kyuhyun, bukan?”

“Masalah suamimu adalah denganmu, bukan dengan anak-anak kalian.”  Naa Ra berucap  tanpa ragu, tanpa peduli bahwa ucapan itu mampu menghentak batin kakaknya yang seketika itu terdiam kaget hingga kaku dan tidak tahu harus apa, atau berkata apa.  “Kau sendiri tadi mengatakan bahwa Tuan Cho setiap harinya pulang untuk melihat anak-anak.  Bukankah itu cukup jelas bahwa ia masih peduli pada anak-anaknya?”

“Jadi, aku?”  Naa Mi menunjuk dirinya sendiri.  Menatap adiknya pucat sementara kedua matanya kembali berair.  “Jadi yang Kyuhyun bilang bahwa semua ini adalah salahku, ini maksudnya?  Bahwa yang tidak dia inginkan adalah aku?  Bahwa aku harus pergi agar semua bisa kembali?”

“Oh.”  Naa Ra memukul kepalanya sendiri.  Menghela panjang, wanita itu kembali meluruskan pandangan kakaknya pada ia.  “Ada 3 pilihan untuk rumah tangga yang sedang kacau seperti yang kau alami ini, terutama dalam hal adanya orang ketiga.  Pertama, bercerai.  Kedua, diam dan bersabar.  Ketiga, mempertahankan.  Untuk pilihan pertama, aku tidak akan ijinkan kau melakukan itu.  Begitupun pilihan kedua, kau sama sekali tidak cocok menjadi wanita menyedihkan yang tertindas.  Meskipun kenyataannya selama 5 tahun ini kau diam saja, kau tidak sabar, ‘kan?”

“Apa yang ingin kau lakukan, Naa Ra-ya?”

Mendengus, Naa Ra sedikit menggaruk telinganya ketika Naa Mi masih memanggil namanya.  “Baiklah.”  Naa Ra berucap pasrah dengan Naa Mi yang tidak juga mengerti akan posisi yang ia inginkan.  “Aku ingin kau menjawab pertanyaanku.  Sejak kapan kau mengetahui atau bahkan mengenal Cha Mi Rae?”

Naa Mi terdiam.  Untuk beberapa saat, wanita itu seolah tengah menyelami apa yang adiknya lakukan dan inginkan.  Membuang nafas dengan kerutan samar pada keningnya, wanita itu pada akhirnya menjawab singkat, “3 bulan sebelum pernikahan kami.”

“Dan apa yang kau lakukan setelah mengetahuinya?”

“Membatalkan perjodohan.”

“Tapi kau tidak melakukannya.”

“Ya.”  Naa Mi mengangguk.  “Nyonya Cho, yang saat ini adalah mertuaku, meyakinkanku bahwa Kyuhyun tidak lagi berhubungan dengan wanita itu.  Begitupun Kyuhyun, yang berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan wanita itu.”

“Lalu apa yang kemudian terjadi?”

“Sebanyak yang aku tahu, setelah itu Kyuhyun memang tidak lagi menghubunginya.  Hingga kemudian, setahun setelah kami pulang dari Inggris, entah bagaimana mereka kembali bertemu dan berhubungan.”

“Itu artinya anda dan Tuan Cho memiliki awalan pernikahan yang indah, bukan?”

Naa Mi mengangguk, “Ya.”  Ucapnya.

“Apa yang kau tahu tentang Cha Mi Rae?  Sebanyak dan sejauh apa ketahuanmu tentangnya?”

“Bibinya adalah simpanan adik mertuaku.  Sejak kecil, wanita itu sering berada di lingkungan keluarga Cho karena bibinya itu, dan mungkin dari sana dia ingin menjadi seorang Nyonya Cho sebab bibinya tidak bisa melakukan itu.  Orang tuanya tidak suka dengan apa yang wanita itu inginkan, bahkan saat beranjak dewasa mimpinya untuk menjadi Nyonya Cho tidak pernah berubah.  Dia sudah bersikap layaknya Nyonya besar sedari kecil, seolah dia memang bersiap untuk itu.  Dibanding tinggal bersama orang tuanya, dia lebih sering tinggal bersama bibinya.  Dari sanalah, dia bisa berkenalan dengan Kyuhyun.”

“Lalu mertuamu?  Apa yang dilakukannya?”

Eomonim tidak pernah menyukainya, dan bahkan sangat membencinya.  Dia tahu bahwa wanita itu lebih membahayakan dibanding bibinya.  Maka saat tahu bahwa Kyuhyun berhubungan dengannya dan tampak menjalin hubungan, perjodohan yang harusnya dilakukan 7 atau 10 tahun lagi, ia percepat.  Entah bagaimana, perjodohan itu mengikatku dan Kyuhyun.”

“Lalu?”

“Lalu seperti yang tadi aku katakan padamu, beberapa bulan sebelum pernikahan aku mengetahui hubungan di antara mereka dan bahkan mereka belum berpisah.  Wanita itu, entah bagaimana begitu bangga menjadi seorang simpanan, seperti bibinya.”

“Kemudian?”

“Perginya kami ke Inggris, aku tahu bahwa itu bukan hanya untuk studi kami.  Tapi juga untuk menghindari wanita itu.  Setidaknya selama 5 tahun kami di Inggris, dengan hadirnya Jung Eun dan Jung Woon, kami berdua pernah sangat bahagia.”

“Lalu kalian kembali dan mereka kembali berhubungan.”

“Sejujurnya aku tidak benar-benar tahu kapan tepatnya mereka kembali berhubungan.  Tapi sesampainya di Korea, dengan kami berdua yang sama-sama sibuk dengan pekerjaan, tahun pertama itu kami lewati dengan beberapa pertengkaran.  Hingga beberapa waktu kemudian, seorang pria mendatangiku.  Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai suami wanita itu, dan mengatakan padaku tentang perselingkuhan mereka berdua di belakang kami.”  Naa Mi menghela panjang mengenang hari itu, awal dari hancurnya segala hal yang ia bangun dan dimulainya pertengkaran tanpa henti antara ia dan Cho Kyuhyun.  “Lalu aku membuntuti Kyuhyun, dan benar.  Dia kembali berhubungan dengan wanita itu.  Setelahnya, hubungan kami terus memburuk hingga saat ini.  Pada awalnya aku menutupinya dari semua orang.  Didepan semua orang termasuk kedua orang tua kami, keluarga kami, dan sahabat-sahabat kami, aku dan Kyuhyun masihlah tampak seperti pasangan serasi.  Tapi dibelakang semua orang, teriakan dan makian kami tidak pernah berakhir.  Aku malu, sangat malu.  Memiliki suami seperti itu, dan disingkirkan oleh wanita seperti itu.”

Naa Ra menghela dalam.  Berpikir sebentar hingga keningnya berkerut, wanita itu kembali bertanya tidak lama kemudian.  “Apa yang membuatmu bertahan selama 5 tahun ini?  Jika kau ingin bercerai dan itu sangat melukai harga dirimu, kenapa tidak bercerai sejak lama?  Karena anak-anak?  Prinsip menikah sekali seumur hidup?”

“Sejujurnya, prinsip atau anak-anak bukanlah alasan utama.  Pernikahan kami bukan hanya tentangku dan Kyuhyun.  Ini adalah pernikahan antara keluarga Song dan keluarga Cho.  Banyak yang kami ikat dalam pernikahan ini.  Berpisah hanya untuk keegoisanku, akan membuat banyak kerugian di antara pihakku dan pihak Kyuhyun sendiri.  Banyak kebijakan yang keluarga kami buat sebagai bentuk kerja sama dalam berbagai bidang.  Jika kami berpisah, maka semua itu akan menjadi kacau.  Orang-orang yang tidak tahu apapun, bahkan akan terkena getahnya.  Lagipula dalam pernikahan seperti ini, salah satu pasangannya yang berselingkuh bukankah sudah biasa?  Ini bukan sebuah hal baru dalam duniaku, dimana seseorang yang menikah karena perjodohan, salah satunya akan melakukan perselingkuhan.  Apa yang bisa kulakukan selain diam dan mengabaikan semua itu?  Pasangan yang berada dalam nasib sepertiku, tanpa perlu diperintah atau diberitahu tentang hal apa yang harus dilakukannya, juga sudah paham bahwa diam adalah jawabannya.”

“Bagaimana tanggapan mertuamu tentang perselingkuhan yang putranya lakukan?”

“Bagaimanapun dia seorang eomma, meski ia sampai dalam tahapan mengancam Kyuhyun dengan mengeluarkannya dalam daftar keluarga, itu hanya angin lalu.  Apalagi saat Kyuhyun setuju dengan dikeluarkannya ia dari daftar keluarga sebagai ganti atas setujunya eomonim tentang hubungan Kyuhyun bersama wanita itu dan berpisahnya kami.  Eomonim seperti tidak tahu lagi bagaimana membuat Kyuhyun meninggalkan wanita itu.  Jikapun ada yang dilakukannya, saat ini yang selalu eomeonim lakukan ada membuat wanita itu selalu mengalami hal buruk.”

“Tapi hingga saat ini Kyuhyun belum menceraikanmu, bukan?”

“Ya,”  Naa Mi mengangguk untuk kesekian kalinya.  “Dia lebih pemikir dibanding aku.  Kerugian besar yang terjadi di antara kami jika berpisah, aku percaya bahwa dia juga memikirkan itu dan karenanya dia tidak melakukan apapun pada pernikahan kami.  Saat itu jika dia berucap rela dikeluarkan dari daftar keluarga, mungkin karena dia terlalu lelah dan emosi.”

Naa Ra membuang nafas panjang beberapa kali.  Sedikit mengernyit, wanita itu menarik tangan kiri Naa Mi.  “Kau tidak mengenakan cincin pernikahanmu.”

“Aku melepasnya sejak 2 tahun lalu.  Sejak wanita itu bercerai dengan suaminya dan dia tidak ingin lagi hubungannya bersama Kyuhyun dilakukan secara sembunyi-sembunyi.”

“Jadi kau melepasnya ketika semua orang sudah mengetahui hancurnya pernikahan kalian?”

“Ya,”  Naa Mi mengangguk.  “Aku tidak harus semakin mempermalukan diriku, bukan?”

Naa Ra langsung menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang di dudukinya.  Menatap Naa Mi yang masih tertunduk lurus, wanita itu kembali bertanya.  “Di kamarmu dan Kyuhyun, kenapa ada dua ranjang?  Kalian tidur terpisah?”

“Aku tidak mengijinkannya menyentuhku sedikit apapun sejak 5 tahun lalu, sejak aku mengetahui perselingkuhannya bersama wanita itu.  Kenyataannya, meskipun ada dua ranjang agar kami masih tampak seperti orang tua harmonis yang berbagi kamar bersama, setidaknya di hadapan anak-anak kami, Kyuhyun tidak pernah tidur disana sekalipun.  Dia hanya datang untuk berganti baju di pagi hari.”

“Bagaimana kau bisa menyimpulkan bahwa suamimu berselingkuh?”

“Mereka tidak menyangkalnya ketika aku mendatangi mereka yang sedang makan malam bersama.  Wanita itu bahkan menunjukkan tiket bioskop yang setelah itu akan mereka datangi.”

“Lalu suamimu, apa yang dilakukannya?  Dia tidak mengejarmu?”

“Aku lebih dulu memakinya dan pergi.”

“Kau tahu, Nyonya?”  Naa Ra kembali meluruskan posisi duduknya sembari menggaruk dagunya dan memandang Naa Mi ragu.  “Kau telah lakukan kesalahan besar.”

“Apa?  Kesalahan besar?  Kesalahan apa?”

“Kau membuat wanita itu menguasai suamimu dengan mudah.”

“Maksudmu?”

“Kau harus kembali memakai cincin pernikahan kalian mulai saat ini.”

“Tapi,”

“Dan kau harus memaafkannya.”

“Apa?”

“Kau harus memaafkan suamimu, Nyonya.  Benar-benar memaafkannya.”

Advertisements

107 Comments Add yours

  1. wulandari200 says:

    aku pikir nara bakal ngusulin buat ceraiin kyu..eeehhh ternyata naranya nasihatin nami supaya tetap sama kyu…n untuk putrinya mereka kasian banget kalau memang mentalny keganggu gara2 masalah ortuanya…dan pantes aja kyu bertahun-tahun selingkuh sama mira toh dianya ternyata cinta masa lalu kyu yg harus ditinggalinnya karena ortu kyu nggak setuju…

    Like

  2. dndaiii says:

    kenapa gak setuju aja si naa ra kalo naa mi mau cerai? kasian sih naa mi disakitin kyu terus, dia bertahan demi anak tapi kyunya kek gitu-_- esmosi liat kyu mah wkwkwk

    Like

  3. Andi rosmada says:

    Sebenarnya na ra beneran dokter yah thor?

    Like

  4. nadira says:

    naara ada benernya juga sih tapi kalo jadi naami juga serba salah lah 😦
    kenapasih kyuhyun !!! -.-

    Like

  5. gasukosuji99 says:

    Kenapa nara malah nasehatin nami bukan ngedukung nami cerai sama kyuhyun

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s