Dazzling Girl: Price of Fame

img_160107_111412

“Bisakah eomma bercerai dengan appa?”


Naa Mi hampir tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja indranya dengar dan terlebih, itu semua berasal dari bibir mungil putrinya.  Masih mencoba untuk sadar dari ucapan putrinya—dua tangan kecil Jung Eun yang tadi masih mengalung di lehernya, mulai berpindah meremas kerah blazer Naa Mi.  “Kita pergi, eomma.  Bertiga dengan Jung Woon, kita pergi dan tinggalkan appa, eomma.”

Naa Mi mengerutkan keningnya sedih sementara pandangannya pada Jung Eun mulai mengabur.  Melihat hal di sekitarnya gelisah dan mengunci rapat mulutnya karena tidak tahu harus berbuat apa, pada akhirnya pandangan Naa Mi bertemu dengan Paman Lee melalui kaca spion.  Melempar pandangan bertanya, Naa Mi hanya mengeluarkannya dalam hati—apa ini yang paman maksud baik-baik saja?

Eomma?”  Panggil Jung Eun dengan pegangan tangannya yang makin erat dan memaksa Naa Mi untuk kembali berpandangan dengannya.  “Kita pergi,”

Kali ini suara anak itu begitu lirih dan menyedihkan, menghentak batin Naa Mi makin keras dengan akhiran ia yang langsung memeluk tubuh putrinya.

***

Kenyataan mengenai skandal perselingkuhan pewaris utama Cho Corp. yaitu Cho Kyuhyun bersama Cha Mi Ra selama beberapa tahun belakangan ini bukan lagi sebuah rahasia.  Seluruh negeri bahkan mengetahui kisahnya dengan jelas hingga tahapan paling rinci semisal pada pukul berapa saja mereka bertemu dan apa saja yang mereka lakukan untuk membohongi masing-masing pasangannya sebelum pada akhirnya Mi Ra bercerai dengan suaminya dan hubungan mereka tidak lagi dibatasi rasa malu.

Keluarga Cho memang bukanlah keluarga artis dimana segala hal tentang kehidupannya dijadikan konsumsi publik hingga bagian terkecilnya saja bukan sebuah rahasia.  Namun bagaimana berkuasanya keluarga itu di Asia, suda sejak lama di ketahui.  Pemberitaan mengenai beberapa aset berharga, kekayaan, kekuasaan, kesuksesan, dan perusahaan megah yang dulunya selalu menjadi topik pemberitaan tentang mereka, mulai tergeser saat keluarga itu mempersunting seorang Song Naa Mi—putri salah seorang mentri luar negeri yang memiliki koneksi dengan banyak selebriti dalam dan luar negeri yang tidak bisa dikatakan sebagai selebriti biasa.

Kehidupan Song Naa Mi yang dekat dengan awak kamera sebab lingkungan pertemanannya itulah, ditambah kehidupan sempurnanya dengan latar belakang keluarga kelas atas, dan seorang suami macam Cho Kyuhyun yang pada saat itu menjadi perebutan tiap gadis bahkan hanya untuk sekedar menemaninya minum—menjadikannya sorotan sebagai ikon wanita berpengaruh.  Tentunya, itu semua juga berkat beberapa bisnis pribadinya yang sukses dan juga kegiatan amal yang selalu dilakukannya hingga memenangkan hati setiap orang.

Tapi kenyataannya, Song Naa Mi yang terkenal dengan pandainya ia memenangkan hati setiap orang—harus menanggung kenyataan bahwa dirinya tidak bisa, atau mungkin tidak pernah bisa memenangkan hati suami yang telah dinikahinya selama hampir 13 tahun ini.

Menyerah pada Cha Mi Ra, kekasih masa muda suaminya—Song Naa Mi sudah berusaha semampunya untuk menarik Kyuhyun kembali padanya namun memang—ia kalah pada wanita masa lalu Kyuhyun itu bahkan sebelum dirinya diijinkan untuk melangkah, wanita itu sudah lebih dulu menjegal langkahnya.

“Belikan aku yang baru!  Aku tidak mau memakai perhiasannya lagi!  Cukup sekali saja!”

Mi Ra melempar tiga kotak dengan ukuran berbeda kehadapan Kyuhyun yang sekali itu langsung menghentikan pekerjaan didepan layar laptop.  Mendongakkan kepalanya pada Mi Ra yang masih berdiri dengan kedua tangan terlipat kedepan dan wajah memerah marah, Kyuhyun mengambil tumpukan kotak perhiasan yang tadi Mi Ra lemparkan padanya dan ia membuka itu satu persatu.

Sedikit memberengut, Kyuhyun kembali menutup ketiga kotak perhiasan yang tadi dibukanya itu dan menyusunnya rapi sesuai urutan dari yang terbesar lebih dulu.

“Kenapa?  Bukankah kau bilang kau suka?”  Kyuhyun sedikit mencondongkan tubuhnya untuk menggapai tangan Mi Ra dan membawa wanita itu mengelilingi meja kerjanya hingga kemudian duduk pada pangkuannya.  “Katakan padaku,”  Lanjutnya, menarik dagu terangkat Mi Ra agar menoleh padanya dan satu kecupan singkatnya membuat bibir wanita itu sedikit tertarik.

“Orang-orang mengataiku tidak tahu malu dengan memakai perhiasan mewah seharga milyaran yang bahkan bukan milikku.  Mereka mulai memanggilku pencuri, bahkan ketika tadi aku mau beli cake untukmu, pelayannya tidak mau memberikanku dengan berkata kue buatan kami harus di beli, bukan di curi padahal—,”

“Shhht…”  Kyuhyun meletakkan satu jarinya pada bibir Mi Ra, menghentikan kalimat belum selesai wanita itu.  “Untuk apa pergi ke toko kue?  Kau bisa meminta koki di rumah untuk membuatkannya, ‘kan?”

“Aku sedang jalan-jalan tadi, mencari perhiasan yang lebih mewah dan mahal dibanding milik Naa Mi, tapi tidak ada.”

Kyuhyun sedikit tersenyum ketika mendengarnya.  Mengusap lembut pipi Mi Ra, pria itu berucap lembut di selingi kecupan beberapa kali pada pundak dan lengan terbuka Mi Ra.  “Perhiasan-perhiasan milik Naa Mi adalah perhiasan yang dia pesan secara pribadi, karena itu orang lain akan langsung mengenali perhiasan itu sebagai milik Naa Mi karena hanya dia seorang yang memiliki perhiasan seperti itu.  Jika kau mau, aku akan meminta seorang profesional untuk datang ke rumah dan membuatkanmu perhiasan sesuai dengan yang kau inginkan.”

“Benarkah?!”  Mi Ra langsung melonjak girang dengan penuh semangat.  Kedua matanya bakan terbuka lebar dengan tawa yang Kyuhyun yakin akan bertahan lama.

“Tentu, mana pernah aku bohong padamu?”

Mi Ra tertawa penuh kemenangan membayangkan bagaimana wajah Naa Mi nanti, sebelah tangannya mendorong keras kotak perhiasan Naa Mi yang sebelum ini diinginkan, di ambil, dan di sombongkannya pada semua orang hingga terjatuh pada lantai berkarpet bulu kantor Kyuhyun—seolah itu bukanlah sesuatu yang penting seperti bagaimana ia memperlakukannya beberapa hari terakhir ini.

“Oh, ya.”  Mi Ra mendorong pelan dada Kyuhyun hingga pria yang tengah menikmati bibirnya itu langsung terhenti.  “Tadi saat aku pergi ke cafe, aku bertemu Naa Mi.  Tampaknya dia sudah kembali dari Paris.  Apakah malam ini kau akan tidur di rumah kita, atau rumah nerakamu?”

Kyuhyun menggidikkan bahunya pelan baru kemudian berucap, “Berikan aku dirimu hingga aku lupa apa itu rumah seperti biasa.”

Mi Ra mengalungkan tangannya makin erat bersama sesapan bibirnya dan Kyuhyun yang mulai beradu tanpa jeda.

***

“Aku tidak mau turun,”  Jung Eun sudah duduk disamping Naa Mi dengan kedua tangannya yang kembali menyilang kedepan.  Membuang muka, anak itu tampak kecewa dengan jawaban bungkam yang Naa Mi berikan untuk permintaannya tadi.  “Eomma turun saja sendiri.”  Anak itu melanjutkan tanpa satu keinginan untuk membantu eomma-nya menata hati.

Menatap Paman Lee secara tersirat untuk menjaga Jung Eun sebentar, usapan pelannya pada puncuk kepala anak itu bahkan tidak bisa berlangsung lama sebab penolakan Jung Eun dengan segera menjauhkan kepalanya dari tangan eomma-nya.  Tersenyum kecut, Naa Mi hanya berkata, “Tunggu sebentar, eomma hanya sebentar menjemput adikmu.”

Setelah itu, Jung Eun yang tadinya membuang muka pada Naa Mi—menoleh begitu eomma-nya keluar dengan suara pintu mobil yang tertutup.  Menatap wanita anggun yang jika sampai di rumah dan bertemu dengan appa-nya tidak lagi menampakkan keanggunan apapun itu—wajah Jung Eun langsung memelas.

Agassi,”  Paman Lee menolehkan kepala berikut tubuhnya kebelakang, menatap miris gadis kecil yang telah dikenalnya sejak masi bayi itu.  “Anda baik-baik saja?”

Mendengar itu, Jung Eun memberengut tidak suka.  Melemparkan tas yang kedua tangannya pegang begitu saja pada wajah tua yang harusnya tidak ia perlakukan seperti itu meski statusnya adalah sopir pribadi keluarga—itu semua bahkan belum usai.  “Siapa yang menyuruhmu bertanya?!  APA AKU SEMENYEDIHKAN ITU!”

Jung Eun berteriak nyaring dengan tetes air mata di sudut matanya yang tidak Paman Lee lihat.  Menendangkan kakinya asal dengan pandangan marah yang dilemparnya, gadis itu keluar begitu saja dari dalam mobil dan berlari kencang, entah hendak pergi kemana.

***

“Mana Jung Woon, oppa?”

Naa Mi yang baru saja menginjakkan kaki di kediaman sepupunya, Kim Jaejoong—langsung bertanya begitu pandangannya menemukan salah seorang sepupu terdekatnya itu berada di ruang tengah dan sedang memainkan piano dengan merdunya seperti biasa.

“Oh, kau sudah datang?”  Menghentikan permainan pianonya, Jaejoong segera berdiri dan menyambut Naa Mi dengan pelukan hangat.  “Bagaimana kabarmu?”

“Baik tentu.  Ada, apa memangnya?”  Kedua alis Naa Mi langsung tersambung begitu Jaejoong menanyakannya sesuatu yang jarang didengarnya, bahkan ketika beberapa bulan lalu dirinya meminta ditemani menemui Mi Ra agar wanita itu melepaskan suaminya dan berujung dengan jatuhnya harga diri ia—Jaejoong tidak sekalipun menanyakannya keadaannya.  “Jung Woon baik-baik saja, bukan?”

Jaejoong berdehem sebentar dan mengiring langkah Naa Mi menuju halaman belakang rumahnya.  “Jung Woon baik-baik saja.”  Pria itu berujar saat pandangan mata Naa Mi menangkap sosok putranya yang entah sedang melakukan apa bersama Hyun Joon—putra Jaejoong.

14031701_121306304987478_1373292843_n

“Jj—.”

“Na Mi,”  Cegah Jaejoong segera menarik Na Mi untuk kembali masuk ke dalam rumah tanpa sempat memanggil anaknya untuk kemudian pulang bersamanya.

“Ada apa, sih, oppa?”  melempar pandangan bingung, Naa Mi justru Jaejoong dudukkan pada salah satu sofanya.  “Kau aneh sejak tadi.”

“Ini tentang putrimu.”

“Jung Eun?  Ada apa dengannya?”

Sedikit berat, toh Jaejoong harus mengatakannya juga pada Naa Mi.  “Apa kau tahu sesaat setelah dirimu pergi ke Paris Kyuhyun membawa wanita itu ke rumah kalian?”

“Apa?”  Naa Mi membulatkan matanya seketika.  Mencoba berpikir beberapa kali, kenapa tidak ada satu orangpun yang memberitahunya tentang ini?  “Kenapa oppa baru mengatakannya?”

“Karena aku tidak menyangka bahwa sudah separah ini dan menurutku akan lebih baik mengatakannya secara langsung.”

“Apa maksudmu?  Aku tidak mengerti satu katapun atas apa yang kau ucapkan.”  Suara Naa Mi mulai berat, mengimbangi seriusnya ia.

“Kenapa kau tidak bercerai saja dengan Kyuhyun?  Pernikahan kalian sudah hancur, kenapa kau tidak menceraikannya?  Setidak—,”

“Bukankah sudah aku katakan padamu alasannya?  Aku hanya ingin menikah sekali, dan aku sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang janda.”

“Maka kau bertahan dengannya?”

“Sejak awal hubungan kami bukan didasari cinta.”

“Tapi seharusnya dia bertanggung jawab pada keluarga dan nama baiknya, terutama pada anak-anaknya.”

Oppa,”  Naa Mi tersenyum janggal sementara matanya mulai menajam.  “Katakan yang aku tidak tahu dan jangan mengulur-ngulurnya.  Jung Eun sedang menungguku di mobil.”

“Saat Kyuhyun membawa wanita itu ke rumah kalian, Jung Eun sedang berada disana karena dia bilang ada hal yang perlu di ambilnya sebelum menginap.  Aku mengantarkannya hanya sampai luar rumah karena aku mau beli minum.  Aku tidak tahu apa saja yang Jung Eun lihat karena dia selalu diam setiap kali aku menanyakannya.  Beberapa hari lalu, ada pameran diamond dan Kyuhyun datang bersama wanita itu, dia mengenakan perhiasanmu.”

“Ap—,”

“Dan,”  Jaejoong kembali memotong, kedua tangannya yang menggenggam tangan Naa Mi mengerat sementara kedua matanya menatap sepupunya itu makin dalam.  Dalam satu tarikan nafas, kalimat berat itu akhirnya terdengar—memukul gendang telinga Naa Mi hingga untuk beberapa saat ia tidak bisa mendengar apapun.  “Kupikir kau harus membawa Jung Eun pada seorang psikolog.”

Advertisements

116 Comments Add yours

  1. Aishhh cho kyuhyun paboooo 😬 kenapa bisa sampe ngelakuin kya gtu ke istri dan anak-anaknya 😭 sungguh terlalu!! penasaran sama kelanjutannya kaya gimana

    Like

  2. nay's says:

    Bobrok banget kyuhyun ini..meski gk menghormati istrinya apa dia gk mikirin perasaan anaknya? Bodoh banget aja..udah keliatan banget kalo selingkuhannya cuma butuh uangnya koq malah asyik2 aja…pengen bejek2 aja tuh cowok kek gtu 😥 kasian na mi harus berjuang sendirian

    Like

  3. wulandari200 says:

    ya ampun kejam banget sih kyu selingkuh seluruh dunia tau dan bahkan bertahun-tahun..ya aku bisa paham mereka mungkin menikah karena bisnis tapi apa harus segitunya ya sampai nggak peduli sedkitpun sama istri…dan apa rumah kita kata si mi ra…itu artiny kyu udah nggak tinggal lagi sama nami n anak2nya…terus gimana dong nasib anak2 mereka kalau mereka kayak gitu…mending mereka cerai aja daripada gitu terus

    Like

  4. dndaiii says:

    sahhhh kyuhyun disini bikin greget sumpah_- kenapa juga tega banget selingkuhin istri gak mikir sama perasaan si naa mi? kasihan anak anaknya ntar, ntar nyesel lo ditinggal naa mi kalo dia gakuat lagi

    Like

  5. Hanlin says:

    Rasanya pengen dicekek mati aja tu kyuhyun sm selingkuhannya…

    Like

  6. Andi rosmada says:

    Alurnya menarik karena karakter kyuhyun dan na mi terl7hat seakan akan nyata

    Like

  7. celara says:

    Ceritanya bikin nyess di hati, kyuhyun gila bgt padahal dia udah punya anak gede tapi gk tau malu

    Like

  8. gasukosuji99 says:

    Aisshh kyuhyun sama selingkuhannya nggak tau malu amat yah ihhh nyebelin
    Kan kasian bukan cuman nami aja yang tersakiti tapi anak2nya juga

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s