Dazzling Girl: Puzzled

img_160107_111412


 

 

 

***

Cha Mi Ra sedikit menyunggingkan bibirnya sinis ketika langkahnya baru saja memasuki cafe dan pada kenyataannya, ia harus bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ingin ditemuinya untuk saat ini ataupun masa-masa yang akan datang.

170118_yoon_jk_05

Song Na Mi

 

Tidak berbeda jauh dengan Cha Mi Ra, Na Mi yang tidak kalah terkejutnya juga tidak memiliki harapan sama sekali untuk bertemu dengan wanita yang saat ini sudah menatapnya lurus bagai ingin diterkamnya padahal harusnya, dirinyalah yang melemparkan pandangan menusuk seperti itu.

Suasana kikuk itu jelas terjadi di antara keduanya, terutama Mi Ra, dimana seisi cafe saat ini mulai memperhatikan mereka berdua dan menjadikannya gunjingan tanpa sungkan.

 

Si wanita perebut suami orang yang dengan tidak tahu malunya muncul dihadapan istri sah dari pria yang kini dibawanya pergi entah kemana.

 

Na Mi hanya sedikit meninggikan sebelah alisnya dengan lirikan pendek pada mereka-mereka yang bahkan tidak berencana mengurangi intonasi suaranya.  Sementara Mi Ra, wanita itu meremas tas berbahan kulit yang kedua tangannya pegang dengan wajah memerah.

“Tinggallah.  Aku sudah selesai,”  Na Mi hampir berteriak, takut-takut jika Mi Ra tidak mendengar ucapannya sebab terlalu berisiknya gunjingan-gunjingan yang ada di sekitar mereka.

Melangkahkan kaki jenjangnya, Na Mi berhenti saat langkahnya dan Mi Ra hanya berjarak dua langkah, cukup untuk menghentikan beberapa gunjingan pengunjung cafe hanya untuk menunggu dan menebak apa yang sebentar lagi akan Song Na Mi lakukan pada Cha Mi Ra.

“Berbaliklah dan lakukan apa yang kau inginkan disini.”  Na Mi mengatakannya, saat punggung Mi Ra masih tampak kaku dan enggan untuk berbalik sekedar untuk melawannya seperti hari-hari biasa.

Merasa telah lakukan hal yang benar, Na Mi kembali melanjutkan langkahnya—melewati Cha Mi Ra begitu saja dan memasuki mobilnya yang telah terparkir didepan pelataran cafe.

 

 

 

***

Na Mi bagai duduk di kursi pesakitan begitu sampai di rumah keluarga Cho sebab wanita paling berkuasa di rumah itu memintanya untuk datang ke ruang kerja pribadinya—membuatnya duduk pada salah satu kursi empuk yang membuatnya langsung berhadapan dengan wanita itu sekaligus membuatnya melupakan bagaimana rasanya kursi empuk nan nyaman.

“Apa yang sudah kau lakukan, Cho Na Mi?”   Wanita paruh baya dengan segala keanggunan juga penampilan khas bangsawan wanita yang keras juga berkuasa itu bertanya.  Melepaskan kaca mata tua yang tidak lebih tua dari usianya, Nyonya Cho menatap Na Mi, menunggu wanita itu menjawab pertanyaannya.

“Aku, maksud eomeonim?”

Na Mi melempar pandangan tidak mengerti yang sengaja dibuat-buatnya.  Sayangnya wanita dihadapannya itu terlalu berpengalaman jika hanya untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak.

“Melindungi Kyuhyun lagi?”

Na Mi langsung menundukkan kepalanya pelan, bukan sebuah anggukan.  Hanya pelarian tersirat karena tidak mampu berhadapan dengan mertua wanitanya itu.

“Kenapa kau baik sekali?”

“Aku tidak baik, eomeonim.  Aku tidak,”  Na Mi mengangkat kepalanya dengan gelengan halus yang hanya tampak sekali dalam mata tua Nyonya Cho.

“Lalu apa yang kau lakukan di cafe tadi?”

“Dia sudah cukup direndahkan,”

“Kau ingin mencari simpati publik?  Bahwa istri Cho Kyuhyun, menantu wanita keluarga Cho sangat baik hati hingga tetap mempersilahkan selingkuhan suaminya—”

Eomeonim.”  Na Mi memotong dengan sedikit penekanan dan Nyonya Cho menghela nafas dalam.  Melipat kedua tangannya kedepan, wanita itu sedikit menaikkan dagunya—merendahkan Na Mi sekaligus menunggu wanita itu berucap lebih panjang.  “Aku tahu harusnya aku diam saja, maafkan aku.”  Na Mi meremas kedua tangannya yang berada di bawah meja erat ketika berbicara seperti itu.  Menahan segala hal mengganjal yang kian lama kian mengganggu dan menyakitinya.

“Aku mengasihanimu, Na Mi-ya.  Tapi Kyuhyun adalah putraku.”

“Aku mengerti.”

“Aku juga tidak mau hubungan kalian seperti ini, aku ada di pihakmu.”  Suara Nyonya Cho melembut berikut pandangannya yang tidak tersampaikan pada menantu wanitanya itu sebab tundukan kepala Na Mi yang tidak juga terangkat.  “Tolong diam saja, dan jangan lakukan apapun.  Aku tidak ingin citra Kyuhyun semakin buruk, aku berjanji akan membuat Kyuhyun kembali ke sisimu.  Aku berjanji tidak akan pernah menerima wanita itu di tengah-tengah keluarga ini.  Kumohon bersabarlah, dan jangan lakukan apapun untuk menarik perhatian publik.”

Na Mi mengangguk—untuk kesekian kalinya.  Menuruti ucapan dan keinginan Nyonya Cho yang tidak bisa dibantahnya meski ingin.

 

 

 

***

Selesai dengan pembicaraannya bersama Nyonya Cho, Na Mi merapikan kembali tatanan rambutnya sebelum keluar dari rumah megah itu.  Mengangkat dagunya tangguh, wanita itu kembali masuk ke dalam mobil yang akan membawanya menuju salah satu sekolah dimana putrinya menghabiskan sebagian besar harinya disana.

“Ada kejadian apa seminggu kemarin, Paman Lee?”  Na Mi bertanya pada sopir pribadinya mengingat seminggu kemarin dirinya berada di Paris karena suatu pekerjaan.

Mendengar dirinya sedang di ajak bicara, di beri pertanyaan lebih tepatnya—Paman Lee sedikit melirik sosok Na Mi di belakang kursi kemudinya melalui kaca spion yang tengah memainkan tab di tangannya.

“Tentang tuan dan nona muda, atau—”

“Anakku.”  Na Mi memperjelas.  “Apakah anak-anakku baik-baik saja selama seminggu kemarin?  Aku agak sulit menghubungi mereka karena perbedaan waktu antara Korea dan Paris.”

Paman Lee sedikit tersenyum—lega.  “Tuan Muda dan Nona Muda baik-baik saja, Nyonya Muda.  Mereka berdua sering di ajak bermain oleh Tuan Muda Kim.”

“Sekolahnya?”

“Tidak ada masalah.”

Na Mi tersenyum lega sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali mendengar jawaban Paman Lee.  Setelah itu, baik dirinya maupun Paman Lee tidak lagi mengucapkan satu patah kata lainnya hingga mobil yang membawa mereka memasuki gerbang sekolah tempat dimana putri pertama Na Mi dan Kyuhyun—Cho Jung Eun, berada.

Gadis kecil berusia 12 tahun itu berdiri dengan wajah memberengut dan kedua tangan terlipat kedepan saat Na Mi menangkap sosoknya yang duduk pada kursi memanjang di samping pintu masuk sekolahnya.  Hendak turun dari mobil sebagaimana biasa ketika ia menjemput putrinya yang mulai menampakkan beberapa hal tentang sifat pembangkang—Na Mi mengurungkannya sebab Jung Eun yang lebih dulu melangkahkan kaki pendeknya untuk mendekati mobil, dan segera masuk begitu Paman Lee membukakannya pintu belakang.

Eomma?!”

Jung Eun langsung berteriak nyaring menangkap sosok eomma-nya yang seminggu ini tidak bisa ditemuinya dan dipikirnya tidak akan pernah kembali itu.  Memeluk Na Mi erat, Jung Eun bahkan tidak peduli pada dirinya yang mulai tumbuh besar hingga langsung duduk di atas pangkuan eomma-nya.

“Eh?”  Na Mi sedikit terlonjak meski kemudian tertawa.  Paman Lee yang melihat tingkah ibu-anak di belakangnya itu, bahkan ikut tertawa sembari mulai menyalakan kembali mesin mobil.  “Tidak biasanya kau memeluk eomma?  Bukankah kau bilang bahwa dirimu sudah besar?”

Na Mi menyisir lembut rambut Jung Eun yang hanya sepanjang pundaknya, sementara gadis tomboy itu masih mengalungkan kedua tangannya pada leher eomma-nya dengan kepala yang ia letakkan pada dada eomma-nya nyaman.

“Ada apa?”  Suara Na Mi berubah serius dengan Jung Eun yang tidak juga merubah posisinya, berikut isakan lirih gadis itu yang sampai dalam indra pendengarannya.  “Jung Eun-ah?”  Na Mi mendorong tubuh kecil Jung Eun dari pelukannya, memperhatikan seksama wajah putrinya yang mulai sendu.  “Ada masalah di sekolah?”

Jung Eun menggeleng pelan dan mengusap titik air matanya yang tadi tidak bisa ditahannya.

“Lalu?”

“Bisakah eomma bercerai dengan appa?”

 

Advertisements

132 Comments Add yours

  1. Nongnong says:

    Izin baca ff kak. Aku baru tau post an yg ini kak jd baru baca.

    Reader yg tertinggal 😁

    Like

  2. nay's says:

    Entah kenapa baca karakter anak nya yang jung eun malah menurutku dia yg paling berpotensi jadi yang paling butuh simpati…menurutku dsini yang bakal jd hero dalam polemik ortu nya ntar malah si jung eun ini..meski di awal dia minta ibu nya bercerai dari kyu..maaf kalo telat bacanya…udah lama gk buka ff

    Like

  3. wulandari200 says:

    ini ceritanya ttg kyu yg selingkuh ya n semua orang tau ttg hubungan mereka berdua…hebat banget ya selingkuhan kyu bisa dikenal semua orang kayak gitu…

    Like

  4. dndaiii says:

    jarang bisa nemuin gengre kyu yg selingkuh selingkuh gitu wkwkw izin baca ffnya ya eonni baru nemu blognya eonni ehh langsung jatuh cintrong hehehehe

    Like

  5. Hanlin says:

    Haihhh… Yg terakhir tu nyes bgt ya.. Bskah eomma bercerai dg appa?
    Haduhhhh….

    Like

  6. Andi rosmada says:

    Eh nyesek banget thor. Btw ceritanya keren.

    Like

  7. lenara says:

    annyeong eoonni aku readers bru di ff mu. . izin ubek2 dlu library nya 😀

    Like

  8. gasukosuji99 says:

    Anyyeong onnie aku readers baru
    Baru komen soalnya baru nemu blognya
    Aku suka ffnya keren

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s