New Time, Sequel of Time Chapter 4

Hampir satu bulan lamanya wajah Joon Ae selalu bersemu merah begitu pulang dari latihan ballet-nya.  Apalagi ketika beberapa waktu lalu Siwon mengatakan padanya tentang dimundurkannya jadwal kepulangan mereka ke Belanda.  Bagai kakinya menapak tanah surga, Joon Ae tidak henti-hentinya menari ringan berikut senandung kecil yang bibirnya keluarkan bagai pengiring.

 

Namun di siang yang kelabu itu, saat Siwon masih berhadapan dengan beberapa orang penting di perusahaannya untuk membicarakan satu proyek baru namun hasilnya tidak terlalu memuaskan, Joon Ae tiba-tiba saja masuk dan berdiri di antara mereka—menarik perhatian keseluruhan dari mereka hingga pembicaraan yang tengah mencapai puncaknya itu langsung terhenti begitu saja.

 

Tubuh wanita itu bergetar hebat dengan sorot marah pada Siwon.  Berbagai umpatan juga makian yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan ia lontarkan apalagi terhadap Siwon, sudah bersarang dalam rongga kepalanya yang hanya menunggu untuk di keluarkan.

 

“Rapat cukup sampai disini.”  Siwon merapikan setelan jas-nya.  Berdiri bersamaan dengan beberapa petinggi perusahaan yang langsung membungkuk hormat dan keluar, pria itu kembali bergerak begitu orang terakhir menutup pintu dan menyisakan dirinya hanya berdua dengan Joon Ae.  “Ada apa?”  Siwon bertanya malas tanpa ada sedikitpun keinginan untuk menenangkan adiknya yang tengah kacau.

 

Duduk pada salah satu siku meja yang langsung menghadapkannya pada Joon Ae, pria itu meninggikan sebelah alisnya sembari menunggu jawaban Joon Ae yang masih terperangkap dalam bibirnya hingga bergetar seolah tidak sabar untuk terlontar.

 

“Apa yang sudah oppa lakukan?”  Tanyanya pilu, menggeser umpatan yang tadi sudah direncanakannya.

 

Siwon tersenyum tipis untuk sesaat dan Joon Ae melihat itu, seolah kesedihannya saat ini adalah benar dan dirinya tidak mengenal Siwon yang seperti ini.  Memisahkannya dengan Kyuhyun, entah apakah Siwon tidak paham jika ini semua melukainya. 

 

Kedua mata wanita itu membengkak dengan bagian putihnya yang memerah.  Rambut ikat kudanya bahkan tidak serapi biasa, begitupun bibirnya yang memucat.  Sedikit bergetar, Joon Ae tetap membuka suaranya hanya untuk memperdengarkan suara paraunya.    “Aku mencintai Kyuhyun, oppa.”

 

Rahang Siwon mengeras berikut telinganya yang memerah karena memanas tiba-tiba begitu mendengar ucapan terakhir Joon Ae.  Berdiri dari duduknya perlahan, pria itu menajamkan matanya pada leher jenjang Joon Ae yang sekali itu kembali tidak tertutup, entah mungkin—adiknya ini terlalu kacau hingga lupa dan membiarkannya kembali melihat bebas bercak merah disana.

 

“Apa saja yang sudah kau lakukan bersamanya?”

 

Tangan Siwon terulur menyentuh kerah jacket lebar Joon Ae yang terlipat, meninggikannya berikut restleting jacket yang ditariknya hingga ujung kerah dengan keseluruhan leher Joon Ae yang kini terbungkus rapi seperti beberapa waktu lalu.

 

Tertangkap basah, Joon Ae bahkan tidak perlu dijelaskan untuk itu—bahwa kemungkinan besar Siwon telah mengetahui apa-apa saja yang telah dilakukannya bersama Kyuyun sejauh.  perhatian Siwon pada lehernya yang ia tahu ada apa disana, pastilah alasan pria itu mendatangi Kyuhyun dan entah apa yang dikatakannya hingga Kyuhyun menjauinya seperti sekarang ini.

Joon Ae merasa lehernya akan patah sebab tidak bisanya ia mengerakkan satu bagian tubuh itu hanya untuk mendongak pada Siwon dan membantah segala pikiran oppa-nya, atau melakukan beberapa kebohongan lain yang membuatnya tidak tampak lakukan salah apapun.

 

Bahkan jikapun dirinya mampu menggerakkan lehernya untuk mendongak pada Siwon, lidahnya yang terlanjur kelu adalah masalah lain.

 

Tertangkap basah, Joon Ae terduduk lemah di atas lantai marmer dingin dengan pandangan lurus pada sepatu Siwon dihadapannya.  Kini dirinyalah yang berada di kursi pesakitan, niatnya tadi adalah untuk melakukan sesuatu hal pada Siwon yang justru lebih dulu pria itu lakukan padanya.  Sambil memegangi salah satu bagian lehernya, Joon Ae mulai menangis ketakutan dengan kepala tertunduk tidak tahu harus bagaimana dan melakukan pembelaan macam apa untuk meredakan kemarahan oppa-nya yang bahkan tidak bisa ia baca.

 

Meminta maaf, Joon Ae tidak bisa.  Ini adalah cintanya bersama Kyuhyun.

 

“Sejauh apa, hubungan kalian?”

 

Siwon mengulang dengan sedikit penekanan yang mulai terdengar.  Ikut mendudukkan dirinya di lantai agar berhadapan dengan Joon Ae, posisinya yang lebih tegap dibanding Joon Ae yang melemas sama sekali tidak membantu niatnya agar tampak sejajar dengan adiknya.  “Jawab aku, Isabelle.”

 

Joon Ae memejamkan matanya berikut tangan yang meremas lehernya sendiri.  Lelehan air matanya merembes begitu saja melalui kedua ujung matanya dan entah bagaimana caranya air mata itu akan berhenti nanti.  Entah dengan kalimat penenang Siwon, atau kembalinya Kyuhyun.  Namun yang jelas, untuk saat ini Siwon tidak ingin menenangkan adiknya sama sekali meski tangisan itu juga melukainya.

 

“Sudah berapa kali kau tidur bersamanya?  Sesering apa dia menyentuh tubuhmu?  Apa begini caramu mendapatkan persetujuanku atas hubungan kalian?  Kau ingin hamil darinya agar aku setuju?”

 

“Oppa,”  Joon Ae langsung mendongak tidak percaya dengan ucapan yang baru saja Siwon lontarkan.  “Oppa melihatku serendah itu?”  Tanyanya nanar di antara air mata yang masih belum juga berniat untuk berhenti mengalir.

 

Siwon membuang mukanya malas tanpa satu jawaban apapun pada Joon Ae seolah ingin agar adiknya itu memahami bahwa memang benar, begitulah caranya melihat ia saat ini.  Masih berusaha menahan gemuruh dadanya yang bersarang sejak kemarin, tangis sesenggukan Joon Ae berikut sentuhan tangan perlahan wanita itu padanya—membuat kepalanya kembali tertoleh.

 

“Kami saling mencintai,”  Ucapnya berusaha sejelas mungkin tanpa tahu bahwa itu justru makin memperburuk keadaan.

 

Mendengar itu, Siwon mendengus jelas dengan pandangan risih yang baru kali ini dilemparnya pada Joon Ae dan entah bagaimana perasaan adiknya itu mendapatkan tatapan seperti ini darinya.

 

Tanpa satu keinginan untuk menenangkan Joon Ae, menghiburnya agar berhenti menangis, apalagi memeluk wanita yang getar tubuhnya tampak jelas bersama tangis kencang menyayat, Siwon—entah karena sebuah keingintahuan yang besar atau hanya untuk makin menekan Joon Ae, kedua tangan kekarnya bergerak begitu saja membuka restleting dari jacket Joon Ae yang tadi ia tarik agar menutup keseluruhan tubuh bagian atas adiknya itu.

 

“Apa yang—OPPA!”

 

 

Pekikan itu menggema nyaring di tiap sudut ruang rapat hingga Joong Ki yang berjaga di balik pintu mampu mendengar teriakan keras Joon Ae.  Sedikit terhenyak, toh pria itu berusaha setenang mungkin seolah teriakan yang baru saja didengarnya bukanlah apa-apa.  Sementara dua orang kakak beradik di dalam sana, berhadapan dengan perang urat saraf yang tampak harus mulai mereka biasakan.

 

 

Joon Ae terisak ketika tangannya mengusap kasar sisa air mata di pipinya.  Berdiri dengan kedua kakinya lemas, wanita itu berusaha memasangkan kembali robekan bajunya akibat tangan Siwon.  Mengambil jacket kulitnya yang terlempar pada sudut ruang, wanita itu memeluknya sekedar menutup bagia tubuh depannya yang tidak bisa lagi bajunya tutup sempurna sebagaimana tadi.

 

Siwon tergelak miris dengan gelengan kepala pelan melihat beberapa bercak merah lain di tubuh adiknya.  Menekan tulang hidungnya kuat-kuat, pria itu berharap tidak ada cairan apapun yang keluar dari sepasang matanya.

 

“Apa aku serendah itu hingga oppa memperlakukanku seperti ini?  Aku adikmu, aku tidak pantas oppa perlakukan seperti ini.  dan sex, bukankah ini wajar untuk sepasang kekasih?  Usiaku sudah melewati batas 17 tahun, aku berhak dan bertanggung jawab untuk hidupku sendiri.”

 

 

“JOONG KI!”

 

Pria itu berteriak kencang berikut nafas memburu yang berhasil menyamarkan suara bergetarnya.  Memunggungi Joon Ae, Siwon tampak tidak ingin melihat adiknya—atau sebenarnya tidak ingin menunjukkan bagaimana rautnya saat ini pada Joon Ae.

 

Masuk dengan kedua mata membulat sempurna, Joong Ki bahkan hampir lupa bagaimana caranya berkedip saat melihat bagaimana tampilan Joon Ae.  Wajah membengkak kacau dengan atasan dress ballet-nya yang robek hingga pinggang dan menjuntai kebawa begitu saja.

 

“Tunjukkan padanya yang kau dapatkan kemarin.”  Pria itu berujar dengan suara begitu dingin dan tatapan membunuh sebab pandangan Joong Ki pada adiknya.

 

Sedikit berdehem ketika kesadarannya kembali, Joong Ki melihat Siwon sesaat sebelum mendekat pada Joon Ae berikut kartu cantik berwarna pastel dengan detil indah yang ia keluarkan dari dalam jasnya dan kemudian diserahkan pada Joon Ae.

 

Kartu apa yang Joong Ki berikan padanya, jujur Joon Ae masi belum begitu paham.  Namun ketika Siwon berbalik dengan segala ucapan pedasnya yang menusuk, wanita itu justru makin merasa tidak paham.  “Lihat betapa tidak berharga dan menyedihkannya dirimu.  Cho Kyuhyun yang kau katakan sangat mencintaimu itu akan bertunangan dengan kekasihnya malam ini.”

 

“Tidak mungkin,”  Joon Ae tertawa bodoh menatap oppa-nya pilu.  “Kyuhyun mencintaiku, pasti pertunangan itu adalah ulah oppa, ‘kan!”  Kerasnya sebagai pertahanan terakhir.

 

“Cukup Isabelle!”  Geram Siwon tidak tahan untuk sekedar meremas kasar wajah adiknya.  “Kau masih terlalu kecil untuk memahami cinta!  Kau bodoh!  Dungu!  Tidak punya otak!”  Siwon memaki.  “Apa kau tahu apa yang aku katakan padanya?  Melepasmu jika tidak mencintaimu karena kau berhak untuk bahagia.  Dan lihat, dia mengambil keputusan dalam semalam.  Apa kau masih bisa berkata bahwa dia mencintaimu?!”  Lanjutnya sembari melepas remasan tangannya pada wajah Joon Ae tidak kalah kasar.  “Malam ini kau kembali ke Belanda!  Tidak ada alasan apapun!”

 

Siwon berucap tegas.  Tidak tahan melihat Joon Ae, pria itu berbalik dan pergi… membiarkan Joon Ae meratap dihadapan punggungnya yang tidak sekuat kelihatannya.

 

 

“Isabelle,”

 

“Aku tidak percaya.”  Ucapnya saat Joong Ki hendak menyentuh pundaknya sekedar ingin menenangkan wanita yang juga sudah dianggapnya adik sendiri.

 

Wanita itu menggeleng cepat diikuti wajah keras seperti milik Siwon yang mulai dibangunnya.  Meremas kartu undangan di kedua tangannya dan mengenakan jacket-nya segera, dengan harga diri juga keberanian tersisa Joon Ae menatap Joong Ki.  “Antarkan aku pada wanita ini.  Dia harus tahu bawa Kyuhyun mencintaiku, dan sejauh apa hubungan kami berjalan.”

 

Joong Ki menghela panjang.  Ia baru sadar bahwa cinta sekuat ini untuk membodohkan seseorang.

 

 

 

***

Joon Ae mendapatkan apa yang diinginkannya, bertemu dengan wanita yang malam ini akan bertunangan dengan Kyuhyun, kekasihnya.

 

Duduk pada ruang tunggu salon dimana dirinya kini berada, wanita yang kacau itu menggigiti ujung kukunya dengan pandangan kosong.  Kedua kakinya bahkan bergerak tidak karuan seiring detik yang berjalan, menemaninya menunggu sosok Joong Ki untuk keluar bersama wanita yang dikatakan sebagai kekasih sebenarnya dan calon tunangan Kyuhyun.

 

“Isabelle,”

 

Panggilan singkat itu langsung menghentikan segala perilaku tololnya.  Mendongak cepat berikut langsung berdirinya ia, sosok wanita dengan tubuh lebih kecil darinya namun dengan tampilan lebih anggun—sudah muncul dari arah belakang Joong Ki.

 

Wanita itu mengenakan sebuah gaun cantik berwarna putih dengan potongan panjang di bagian dadanya hingga hampir menampakkan keseluruhan tubuhnya yang molek.  Rambutnya berwarna hitam legam, berbeda dengan miliknya yang sedikir pirang.

 

Tersenyum cantik dan berjalan padanya dengan anggun, wanita itu mendekati Joon Ae dengan sebelah tangan terulur hendak berjabat tangan.

 

“Nam—,”

 

“Lepaskan Kyuhyun dia milikku!”  Joon Ae bertindak gegabah tanpa memikirkan sopan santun yang harusnya tetap ia pegang bahkan meski berhadapan dengan orang yang tidak disuka.  Namun seorang berusia belasan bukankah memang terkenal labil?  Dan lagi Joon Ae sudah tidak terlalu peduli pada harga diri atau sikap menjaga diri.

 

Melihat itu Hye Rin tersenyum simpul dengan uluran tangannya yang kembali tertarik.  Mengangkat dagunya dengan sikap lebih matang dibanding Joon Ae, wanita itu kembali maju selangkah.  Betapa lucunya wanita dihadapannya ini, begitu pikir Hye Rin.

 

Memperhatikan tampilan Joon Ae dari atas hingga bawah, baju terkoyaknya yang masih bisa dilihat meski tertutup jacket tebal, rupa kacaunya adalah yang paling menyedihkan.

 

“Maafkan aku agassi,”  Hye Rin berucap sopan meski nadanya terdengar nyinyir.  “Malam ini Kyuhyun dan aku akan bertunangan.  Rasanya itu cukup jelas untuk siapa yang Kyuhyun inginkan berada disisinya.”

 

“Kami sudah tidur bersama,”  Joon Ae berucap lirih dan habislah sudah harga dirinya.  Joong Ki yang mendengar itu bahkan berharap tuli dengan sikap makin menyedihkan Joon Ae yang merendahkan dirinya sendiri.

 

Mendengar itu, bukannya terkejut Hye Rin justru tertawa.  “Kau pikir kenapa aku bisa sejauh ini bersama Kyuhyun jika mendengar hal seperti itu saja akan mundur?”

 

Joon Ae mengernyit.  Kedua mata berkaca-kacanya mulai menampakkan kebingungan.

 

“Kyuhyun memang seperti itu, dia akan bersama wanita-wanita lain hingga puas tapi pada akhirnya kembali padaku.  Lagipula karena kami sudah dijodohkan sejak kecil, kupikir dia ingin bebas sebelum benar-benar terikat.”

 

“Apa?”

 

Hye Rin menarik kedua ujung bibirnya lebar masih setenang tadi.  “Kau bukan wanita pertama yang datang padaku hanya untuk memintaku melepaskan Kyuhyun.  Dan kupikir tidak perlu kujelaskan pula bahwa bukan hanya kau yang ditidurinya hanya untuk bersenang-senang.”

 

“Ber—senenang, senang, katamu?”

 

“Dia tidak mencintaimu, agassi.  Jika iya, dia tidak akan membuatmu sekacau sekarang.”

 

“Kau—,”

 

“Isabelle.”  Joong Ki menengahi dengan tangan menahan tubuh Joon Ae yang hendak maju pada Hye Rin, entah apa yang ia pikir akan mampu dilakukannya.

 

Namun sebelum semuanya bertambah menyedihkan, Joong Ki menarik keluar Joon Ae dari dalam salon itu, membawanya pulang dengan tangis menjadi wanita itu sepanjang perjalanan.

 

 

 

***

Joong Ki pikir, hubungan Siwon dan Joon Ae akan kembali membaik setelah ini, setelah wanita itu menyadari segala kebodohannya atas Kyuhyun dan tidak lagi memaksa untuk hubungannya dan Kyuhyun yang harus terjadi.

 

Namun ketika mereka berdua sampai di rumah dengan beberapa barang Joon Ae yang sudah berada di luar untuk kemudian di masukkan dalam bagasi mobil, satu mobil asing yang terparkir di depan pintu masuk merubah segalanya.

 

 

Siwon berhadapan dengan seorang pria tinggi dengan pakaian putih bersih.  Raut pria itu lebih pucat dibanding ketika di kantor tadi dan Joon Ae sudah hampir berpikir yang tidak-tidak, bahwa oppa-nya itu tengah mengalami sakit keras dan bodohnya ia yang buta untuk itu semua hanya karena terlalu memikirkan Kyuhyun.

 

Sebelah tangan Siwon memegang kertas yang Joon Ae yakini adalah catatan kesehatan oppa-nya pada bulan ini.  Hendak melangkahkan kakinya lebar, menghampiri oppa-nya yang tengah berbincang dengan salah satu dokter keluarga mereka dengan raut sedih itu—Joon Ae justru menyumpal mulutnya sendiri begitu telinganya mendengar kalimat yang sama sekali tidak disangkanya akan muncul.

 

“Gugurkan.  Janin dalam kandungan Isabelle, gugurkan.  Aku yang akan mengurusnya, lagipula dia belum tahu bahwa sedang hamil.  Selebihnya, kau yang lakukan.  Jangan sampai nanti dia sadar bahwa apa yang kau lakukan adalah mengugurkan janinnya.”

 

“Aku, hamil?  Kyuhyun…”

 

 

 

“Hamil?”  Dennis membulatkan matanya tidak percaya dengan tubuh makin condong ke arah layar laptopnya dimana tampak raut sedih Joong Ki disana yang tidak lama kemudian mengangguk.  “Siwon tidak pernah ceritakan ini padaku.”

 

“Karena yang terjadi selanjutnya lebih dari menyedihkan.  Mungkin karena itu dia hanya sekedar bercerita tentang jahatnya pria itu”

 

“Apa yang kemudian terjadi?  Bagaimana dengan anak mereka sekarang?  Bukankah itu artinya bayi yang terlibat kecelakaan adalah anak kedua mereka?  Lalu anak itu?  Bagaimana dengannya?  Tinggal dimana?”  Dennis bertanya tidak sabar dengan Joong Ki yang menarik nafas panjang mendengar tuntutan pertanyaan Dennis yang tidak bisa dikatakan sedikit.  “Isabelle berlari keluar rumah tanpa bisa dicegah, mengendarai mobil menuju rumah pria itu.  Mengatakan pada pria itu bahwa dirinya tengah hamil, meminta pria itu agar membatalkan pertunangannya, memulai hidup baru dari awal dan melupakan segalanya.  Tapi sebelum Isabelle melakukan hal memalukan lainnya lebih jauh, Siwon lebih dulu datang dan memukul pria itu hingga hampir mati.”  Joong Ki menghela nafas lelah,  “Tapi kau tahu sendiri, cinta bisa membelokkan segalanya.  Isabelle tetap berada di sisi pria itu tidak peduli seperti apa Siwon menariknya kuat-kuat.  Pada akhirnya mereka menikah… Isabelle dan pria itu.  Entah pria itu melakukannya demi melindungi nyawanya sendiri agar Siwon tidak membunuhnya yang sudah menghamili Isabelle tapi justru akan bertunangan dengan wanita lain, atau ia memang telah sadar, mencintai Isabelle, dan bertanggung jawab untuk itu.”

 

Dennis menghela panjang hingga tubuhnya lemas.  Sekali itu wajahnya nampak begitu kosong.  Sebegitu cintanyakah istrinya pada pria itu?  lalu jika benar suatu waktu nanti mereka bertemu dan ingatan istrinya kembali seperti yang Siwon takutkan, bagaimanakah nasib rumah tangganya?  “Siwon tidak pernah menjawab pertanyaanku tentang nama pria itu.  Tidak pernah menjelaskan secara rinci kisah mereka.  Mendengar ceritamu, Isabelle tampak sangat mencintainya.”

 

“Ya,”  Joong Ki menjawab pendek.

 

“Lalu anak mereka?  Bagaimana dengannya?  Kau belum menjawabnya.”

 

“Anak itu tidak sempat Isabelle lahirkan.  Dia mengalami keguguran saat kandungannya baru berusia sekitar 4 bulan.  Setelah itu, baik aku ataupun Siwon tidak tahun apapun lagi.  Siwon benar-benar membalik tubuhnya tanpa mau melihat Isabelle sedikitpun.  Baru 2 tahun kemudian, sahabat lama Isabelle, namanya John Lee, dia menghubungi Siwon secara pribadi yang saat itu berada di Yunani untuk memintanya menjemput Isabelle.  Barulah saat itu, kami melihatnya lagi tanpa sorot keberanian ataupun cinta yang dulu selalu bibirnya ucapkan dan dengungkan dengan bangga.”

 

“Sesaat Dennis terdiam untuk mencerna serangkaian kisah yang hampir mencapai akhirnya itu.  begitupun Joong Ki, yang tidak lagi membuka suaranya sekedar untuk menunggu tenangnya Dennis.

 

“Lalu?”  Kembali Dennis bertanya.  “Bagaimana setelah itu?  Kecelakaan itu, apa sebenarnya hubungan antara kecelakaan yang Isabelle dan anak mereka alami dengannya?  Siwon hanya selalu berkata bahwa pria itu adalah pembunuh, mencelakai nyawa Isabelle dan anak mereka.  Siapa namanya?  Baik Siwon dan kau, kenapa kalian hanya menyebutnya sebagai pria itu?  kenapa kalian tidak pernah menyebutkan namanya?  Siapa namanya?”

 

“Namanya Ch—,”

 

“Astaga Den!  Kupikir kau pergi kemana….”

 

Teriakan berpadu canda Joon Ae yang terdengar menghentikan seketika perbincangan Dennis dan Joong Ki.  Keduanya yang sebelum itu memasang wajah tegang dan serius langsung merubahnya menjadi lebih santai.

 

Mendekat dari arah belakang tubuh suaminya, sosok Joong Ki yang dengan jelas Joon Ae lihat membuatnya makin mempercepat langkah mendekatnya.  Memeluk tubuh Dennis dari belakang, wanita itu sedikit membungkuk hanya untuk menyamakan posisinya dengan Dennis yang sedang duduk.

 

“Hai, oppa.”  Wanita itu menyapa dengan tawa lebar.  “Apa yang kalian bicarakan?  Mana Siwon oppa?  Kupikir kalian sangat sibuk hingga tidak sempat memberi kabar.”  Joon Ae meletakkan dagunya pada pundak Dennis sementara tangannya mengalung makin erat pada tubuh pria itu.  Menatap Joong Ki berbinar, wanita itu tampak tengah menunggu munculnya sosok lain yang selalu bersama Joong Ki.

 

Oppa-mu sedang rapat, Isabelle.  Aku tidak ikut masuk ke dalam.”  Joong Ki mengarahkan layar ponselnya pada arah belakang tubuhnya dimana sebuah pintu lebar tertutup rapat disana.  “Bagaimana kabarmu?”

 

“Baik tentu.  Bukan begitu, Den?”  Joon Ae memiringkan kepalanya dengan kecupan ringan yang ia berikan pada pipi suaminya.

 

Mengangguk sedikit, Dennis tersenyum lembut.  “Ya, dia sangat baik-baik saja disini.”

 

Kali ini Dennis menarik tangan Joon Ae hingga wanita itu berjalan mengitari tubuhnya dan berakhir dengan duduknya ia pada pangkuan Dennis.

 

“Sampaikan salamku pada orang tuamu.  Maaf karena aku tidak bisa datang, kau tahu bagaimana seorang Choi Siwon, bukan?  Dia bahkan lebih sibuk dibanding presiden, dan kuharap pernikahan kalian juga mencapai ulang tahun pernikahan safir bahkan hingga emas dan intan, atau bahkan selebihnya itu.”  Joong Ki berucap panjang.  “Tapi akan lebih baik lagi jika tahun ini kalian tidak menunda momongan.”

 

“Kalimatmu itu lebih cocok untuk pria yang sekarang ini sedang memelukku, oppa.”  Joon Ae melirik Dennis penuh arti yang hanya pria itu balas dengan tawa pelan.  “Dia sangat sibuk, dan bukankah itu ikut mempengaruhi sebanyak apapun kami melakukannya?”

 

“Oh!”  Dennis mengaduh dengan tangan memukul keningnya.  “Ucapanmu terlalu vulgar, Isabelle.”

 

Mendengar itu, Joong Ki hanya mampu menggeleng berikut tawanya yang terdengar.  “Mungkin kalian harus konsultasi pada dokter ahli.  Dan Den, kau jangan hanya membuat sehat tubuh orang lain.”

 

“Aku tahu….”  Dennis sedikit risih jika mulai ada yang mengoreksi kesehatannya.  “Sudahlah…”  Ucapnya malas.  “Kau lanjutkan pekerjaanmu, nanti akan kuhubungi lagi untuk pembicaraan kita tadi.”

 

“Pembicaraan apa?”  Joon Ae langsung menoleh pada Dennis.

 

“Hanya bisnis yang ingin aku masuki.  Aku meminta pendapat Joong Ki.”

 

“Wah….. benarkah?”

 

Sedikit merengut, Joong Ki pada akhirnya mengangguk karena tentunya ia juga tidak mungkin jujur dengan pembicaraan macam apa yang sebenarnya mereka lakukan tadi.

 

“Baiklah kalau begitu aku tutup,”  Ucap Joong Ki lebih lanjut, lambaian tangan Joon Ae juga pandangan penuh arti Dennis…. menjadi penutup perbincangannya pagi itu bersama Dennis.

 

 

“Jadi,”  Joon Ae membenarkan letak duduknya hingga tubuhnya dan Dennis berhadapan lurus.  Melipat kedua kakinya di antara tubuh suaminya bagai mengapit, kalungan tangan wanita itu sedikit melonggar pada leher suaminya.  “Kau tertarik dengan bisnis?”

 

“Hanya untuk jaga-jaga jika kesibukanku makin menjadi dan membuat kita jarang bersama seperti akhir-akhir ini.  Atau kau saja yang melakukannya, untuk mengusir bosanmu yang selalu menungguku?”

 

“Tidak. Aku tidak tertarik.”  Joon Ae langsung menggeleng.  Turun dari pangkuan suaminya, wanita itu menggenggam tangan Dennis dan menariknya hingga pria itu ikut berdiri.  “Aku hanya ingin menjadi istrimu, berada di rumah saat kau pulang bekerja, mengikuti langkahmu kemanapun kau pergi.  Hanya itu.”  Ucapnya lembut.  “Jadi jangan minta aku untuk melakukan hal lain yang membuat perhatianku padamu sedikit teralihkan.”

 

Dennis tergelak.  “Kau terlalu mendramatisir, Isabelle.”  Menarik Joon Ae masuk dalam pelukannya, pria itu mengusap perlahan rambut panjang istrinya.

 

“Sungguh Den, jangan lepaskan aku bahkan jika aku ingin melepaskan diri darimu.”

 

“Apa pula yang kau katakan ini?”

 

“Tidak jangan!”  Joon Ae sedikit berteriak ketika Dennis hendak melepaskan pelukannya.  Makin mengeratkan pelukannya pada tubuh Dennis, wanita itu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.

 

“Kau baik-baik saja?”  Dennis bertanya bingung.  Keningnya berkerut memperhatikan sikap Joon Ae saat ini.

 

Tidak menjawab, Joon Ae hanya menganggukkan kepalanya pelan dalam dekapan pria itu.  “Berjanjilah..”  Ucapnya kemudian.  “Bahwa kau tidak akan melepaskanku meski aku ingin melepaskan diri.  Jika hari itu terjadi, bersabarlah untuk sementara waktu hingga aku mampu mengembalikan kesadaranku bahwa hanya kaulah yang terbaik untukku.”

 

Dennis membuang nafas berat.  Memaksakan Joon Ae untuk melepaskan pelukannya berikut tangan yang ia gunakan untuk menarik wajah tertunduk Joon Ae agar menatapnya, pria itu sedikit menelengkan kepalanya.  “Kenapa kau berkata seperti itu?  Terjadi sesuatu?  Kau mengingat kembali masa lalumu?”

 

“Tidak,”  Joon Ae menggeleng cepat dengan kedua mata sayu yang tidak bibirnya katakan alasannya.  “Alice menceritakan satu kisah tentang wanita bodoh yang menanggalkan segalanya untuk pria yang bahkan tidak melihatnya sama sekali.  Dan entah kenapa, aku mengatakan semua itu padamu.  Juga… mimpiku semalam… tentang pria yang—,”

 

“Apa kau ingin tahu tentang masa lalumu, Isabelle?”  Dennis menawarkan, mengusap pelan rambut istrinya.  “Ada satu kisah yang tidak Siwon ceritakan padamu, tentang seorang pria dalam hidupmu.  Jika kau ingin, aku bisa menceritakannya sebatas yang aku tahu.  Mungkin saja, pria yang semalam datang dalam mimpimu itu adalah dia.”

 

“Aku tidak mau,”  Joon Ae langsung menggeleng dan kembali memeluk tubuh suaminya, tangannya mengalung sempurna pada tubuh pria itu sementara pundak Dennis menjadi tumpuan dagunya.  Mengeratkan kepalan tangannya tanpa Dennis ketahui, riak dalam matanya berusaha Joon Ae hilangkan seiring sorotnya yang mulai menjauh dari arah pintu dimana dirinya masuk tadi.  “Jika Siwon oppa tidak ceritakan, maka kisah itu sama sekali tidak penting.  Jika aku memang memiliki seseorang di masa lalu, dengan kehadiranmu… maka tempatnya tetaplah di masa lalu karena kau adalah masa depanku.  Dan aku tidak hidup untuk masa lalu, aku hidup untuk masa depan.”

 

Dennis menghela panjang.  Sejujurnya ia tidak begitu paham dengan maksud Joon Ae.  Namun andai ingatan Joon Ae memang benar kembali, maka itu akan menjadi jelas.  Sayangnya wanita itu menyangkal dan maksud dari ucapannya ini tidak mampu Dennis cerna maksudnya.

 

“Berjanjilah, Den.  Untuk tidak melepaskanku.”

 

“Tentu aku berjanji.  Mana bisa aku melepaskanmu?”  Dennis langsung menjawab dan membalas pelukan istrinya tidak kalah erat, mengabaikan seseorang yang bersembunyi di balik pintu dan mendengarkan itu semua tanpa bisa berkata kecewa.

 

 

 

***

“Mana Dennis dan Isabelle?”  Nyonya Oh, eomma Dennis, datang dari arah dapur dengan membawa sebuah tart cantik yang kemudian di letakkannya pada meja makan memanjang rumah mereka yang sudah penuh dengan beberapa jenis makanan juga botol wine yang belum dibuka.

bd1aa928941034ea23a00c734fb907fa

 

Alice, menantu pertamanya segera membantu Nyonya Oh merapikan meja makan dan mulai membuka salah satu botol wine, menuangkannya satu persatu pada gelas wine yang masih kosong.

 

“Tadi kita menunggu tart, dan sekarang menunggu pasangan suami istri itu.”  Alice sedikit terkikik ketika mengatakannya, membayangkan apa yang mungkin Dennis dan Joon Ae lakukan saat ini.  Wanita tinggi dengan rambut gelap lurus sepanjang bahunya itu adalah seorang model, berharap terlahir sebagai gadis Eropa—toh Alice harus berpuas diri dengan anaknya saja yang memiliki setengah dari garis wajah Eropa.  Sementara dirinya, wajah asianya terlalu kental hingga bagaimanapun ia merubah tampilannya—semua itu hampir tidak membantu apapun.

 

“Bisakah kau panggilkan mereka, Alice?”

 

“Bagaimana jika mereka sedang bermesraan?”  Alice kembali terkikik sementara Nyonya Oh yang mendengarnya tidak bisa menyembunyikan garis tawanya.

 

“Baiklah biar aku saja yang lakukan.”

 

Alice menggidikkan bahunya terserah ketika mertua wanitanya itu sudah berjalan menjauh dari meja makan.  Menolehkan pandangannya ke sekitar, Jeffrey—mertua laki-lakinya, Changmin—keponakan jauh mertua wanitanya yang baru tahu dan ia temui hari ini, Tuan Shim—appa Changmin yang merupakan sepupu mertuanya dan juga baru ia temui dan ketahui hari ini, Alvin dan Ronie—kedua anaknya, Soo He—anak Changmin, dan satu anak lagi yang namanya ia lupa, berada di halaman belakang samping kolam renang.  Keempat anak itu, terlihat berbaur meski satu anak lagi yang namanya ia lupa tersebut, lebih pendiam dibanding yang lain.  Sementara Jeffrey, Tuan Shim dan Changmin, duduk santai pada ayunan samping rumah-rumahan kecil disana sembari mengobrol entah apa.

 

Menolehkan lagi pandangannya, di ruang tamu ada Nyonya Shim, juga Jung Hee—istri Changmin.  Suaminya—Daniel, tadi bersama seorang teman Changmin yang ikut dibawanya—appa anak itu, yang dirinya lupa namanya dan entah saat ini mereka berdua ada dimana.

 

Melangkahkan kakinya pada sofa dekat jendela lebar yang langsung menghadapkannya dengan halaman belakang dimana anaknya tengah bermain disana, Alice seolah tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk bergabung dengan beberapa wanita lain yang baru dilihat dan diketahui namanya hari ini.  Menunggu kehadiran Joon Ae meski lama, menurutnya itu terasa lebih baik.

 

Maka ketika suara tawa Nyonya Oh, Dennis, dan Joon Ae akhirnya terdengar—Alice sudah mempersiapkan diri dengan segala ucapan yang hendak dilontarkannya.

 

160514_4

 

“Kupikir kalian tidak akan pernah turun ke bawah.”  Wanita itu menyambut langkah pertama Dennis dan Joon Ae pada lantai pertama dengan sedikit keusilannya.

 

“Oh, jangan lakukan…”  Joon Ae mendahului langkah Dennis dan mertuanya untuk mendekati Alice dan duduk disampingnya.

 

“Siapa mereka?”  Dennis bersuara—berhasil mengalihkan candaan keterlaluan yang hendak Alice ucapkan pada mereka berdua.  “Ini pertama kalinya aku melihat mereka,”  Lanjut Dennis melihat bingung beberapa orang di rumah orang tuanya yang belum pernah ia temui apalagi kenal.

 

“Si tampan dan tinggi itu, yang sedang bersama Jeffrey adalah keponakan eomma-mu, namanya Shim Changmin.  Pria berumur yang sedang bersama mereka itu, adalah appa-nya Shim Changmin, kupanggil dia Tuan Shim.  Anak perempuan dengan rambut di kepang dua itu, anak Shim Changmin, namanya Shim Soo He.  Lalu anak laki-laki manis itu, aku lupa namanya.”

 

“Cho Joon Hyun, Alice.”  Nyonya Oh membantu sebelum berjalan menuju arah Nyonya Shim dan Jung Hee.

 

“Nah… baru kuingat.”  Alice bertepuk tangan sementara Dennis memberengutkan wajahnya ketika melihat sosok Joon Hyun.

 

“Bukankah dia adik kecil itu, Isabelle?”

 

“Ya,”  Joon Ae langsung menganggukkan kepalanya perlahan dengan pandangan lurus pada Joon Hyun yang juga menatapnya tanpa bisa di alihkan.

 

“Siapa?”  Alice bertanya.

 

“Beberapa bulan lalu aku bertemu dengannya, kupikir dia tidak tinggal bersama eomma-nya dan karena itu sempat berkata bahwa Isabelle adalah eomma-nya.

 

“Benarkah?  Isabelle?  Eomma-nya?”  Alice membenarkan posisi duduknya berikut raut penasaran yang dilemparnya untuk Joon Ae.  “Bagaimana bisa?”  Tanyanya sembari menyenggol lengan Joon Ae, berhasil membuatnya menoleh dengan berakhirnya kontak mata yang dilakukannya bersama Joon Hyun.

 

“Entah,”  Joon Ae hanya memberikan Alice jawaban singkat dengan kedua tangan yang kembali menggenggam tangan Dennis dan menarik pria untuk duduk bersamanya, di sisinya.

 

“Tapi bagaimana bisa?  Kenapa kau dan bukan wanita lain?”

 

“Mungkin wajah eomma-nya dan Isabelle hampir mirip.  Siapa ya namanya, Oh Joon Ae kalau tidak salah.  Jika dipikir-pikir, bukankah nama belakangnya mirip dengan nama belakang eomma-mu dan eomma-ku?”

 

“Lalu?”  Joon Ae yang tengah menidurkan kepalanya pada pundak Dennis langsung menoleh,  “Kenapa memangnya jika nama belakang wanita itu sama dengan nama belakang eomma-ku dan eomma-mu?”

 

“Tidak apa, hanya kebetulan saja.  Itu yang aku maksud.”  Dennis mencubit gemas ujung hidung istrinya mendapati pandangan tidak suka wanita itu yang ditujukan padanya karena kalimat barusan.  “Bersama siapa dia kemari?  Dan kenapa bisa kemari?  Apa dia juga saudara jauh eomma?”

 

“Tidak…”  Alice langsung mengibaskan sebelah tangannya.  “Appa anak itu namanya Cho Kyuhyun, dia sahabat baik Shim Changmin.  Mungkin mereka sedang senggang dan karena itu ikut kemari, lagipula perayaan seperti ini harusnya di adakan secara mewah dan besar.  Beruntungnya dia membawa orang baru sehingga perayaan ini tidak terkesan membosankan.”

 

“Lalu kemana dia?”

 

“Tadi sih bersama kakak-mu, tapi entah sekarang mereka ada dimana.”  Alice kembali mengedarkan pandangannya kesana kemari sekedar mencari keberadaan suaminya dan Kyuhyun, sayangnya… tidak juga ia temukan.

 

“Isabelle?”

 

“Ya!”  Lonjak Joon Ae entah kenapa saat Dennis memanggilnya—yang bahkan tidak bisa dikatakan nyaring.

 

“Ada apa denganmu?  Tidak sehat? Wajahmu pucat begitu.”  Dennis menangkup wajah Joon Ae dengan kedua tangannya, menarik pandangan wanita itu yang kembali tertuju pada Joon Hyun.  “Apa yang kau pikirkan, hm?”  Dennis bertanya lembut, mendapati kedua manik mata wanita itu yang bergejolak di dalamnya.

 

“Tidak.  Aku tidak apa, hanya ingin bersamamu.”  Terangnya.  Melepas tangkupan tangan Dennis, Joon Ae melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Dennis, menyandarkan tubuhnya pada tubuh pria itu dengan dada hangatnya yang selalu membuat ia nyaman.

 

“Oh jangan membuatku iri kalian,”  Alice berucap.  Berdiri, tumpukan koper besar pada sudut ruang tamu menarik perhatiannya.  “Itu kalian yang bawa, bukan?  Apa isinya?”

 

“Oh, jangan dibuka.  Setidaknya untuk saat ini.”  Dennis langsung menegakkan tubuhnya dengan raut tegang, sementara Joon Ae yang mendengar itu dan menoleh pada apa yang Alice maksud, tersenyum simpul.

 

“Jika kau membukanya perayaan ulang tahun pernikahan eomo-nim dan Jeffrey akan tertunda,”  Tawa Joon Ae tiba-tiba saja mengembang dan Alice melirik mereka dengan senyum tipis.

 

“Oke aku akan buka,”

 

Joon Ae tertawa kencang saat Alice berucap seperti itu dan Dennis sudah mengaduh di sampingnya.  “Kenapa kau bicara seperti itu?  Kau tahu sendiri kakak iparmu itu begitu.  Bisa hancur perayaan ulang tahun pernikahan orang tuaku.”  Pria itu mengeluh.

 

“Jangan bicara seperti itu,”  Joon Ae mengecup singkat bibir mengerucut Dennis.  “Lagipula isi dalam koper itu juga miliknya.”

 

 

“Astaga Isabelle!”

 

Pekikan nyaring Alice langsung terdengar dan baik Joon Ae ataupun Dennis, sudah perkirakan itu.  “Lihat, ‘kan?”  Dennis menunjuk Alice dengan pelototan matanya pada Joon Ae.  “Ini tidak akan berlangsung sebentar.”  Kesal Dennis dengan Joon Ae yang makin tertawa lebar disampingnya.

 

“Menyenangkan melihatmu kesal begitu.”

 

“Teganya…”  Dennis ikut tertawa pada akhirnya, di antara Alice yang masih terhipnotis dengan isi koper yang Dennis dan Jon Ae bawa, dan di antara 2 pria yang mulai mendekat ke arah mereka.

 

 

“Apa yang kali ini kau ributkan?”  Suami Alice, kakak Dennis—Daniel, muncul dari arah tangga bersama Kyuhyun yang langsung menjadi perhatian Joon Ae dan Dennis.  “Dan kau, darimana saja?  Aku mencarimu sejak tadi.  Kau belum berkenalan dengannya, bukan?  Dia sahabat Changmin, sepupu kita.  Namanya Kyuhyun. Isabelle, kau juga belum berkenalan denganyna, bukan?”

 

***

Advertisements

49 Comments Add yours

  1. lyeoja says:

    Klo aku blang sih part sebelumnya iru bagus thor, tapi balik lagi ke selera masing2,,, aku blang mah part kemaren udh keren bangt…
    Nyesseknya cm di kyu sm joonhyun sih. Kekekeke
    Jd ff yg disini akan ad perbedaan sm ff yg difnc thor…? Wahhh jd kudu baca yg disana jg… ckckxk
    Spertinya joon ae udh mulai ingat ya thor.?
    Mngkin joon ae bnci bangt sm kyu, smpe2 joon ae mnta gak dilepas lagi sm dennis… huhhhh..
    Tapi harapan aku sih joon ae + joonhyun + kyu ttp sama2 sih diakhirnya… kwkwwww
    Ksihan kyu kyu oppa… hihi
    Seman at u part slanjutnya thor…

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Perbedaannya cuma di bbrapa bagian penyampaian bahasanya aja. Isi cerita sama alurnya mah tetep 😊

      Like

  2. Owh ya ampun isebele sangat mencurigakan bagiku. Kayanya dia mulai mengingat masalalunya, atau jangan jangan dia hanya pira pura amnesia demi choi siwon atau membalas kyuhyun? Cinta sejati tak kan lekang oleh waktu.
    Sesakit apapun kalau memang cinta sejati yang mereka miliki pasti akan bersatu lagi.
    Kehidupan cinta memang harus ada seninya, suatu masalah akan menjadikan mereka dewasa dan semakin saling mencintai.

    Liked by 1 person

  3. Akhyla307 says:

    Bnar2 rumit kisah cinta joon ae…. =,=

    Liked by 1 person

  4. musketeers2016 says:

    Lahh kok bisa Kyuhyun temenan ma changmin sepupu joon ae? Apa changmin tau soal joon ae Dan kyu di Masa Lalu? Kira2 joon ae bisa inget gak ya m Masa Lalu nya?

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Lah… dari part awal juga kan diceritain kalo changmin temenan sama joon ae dan dia juga tau kisah awalnya mreka TT

      Like

  5. shfly3424Arista says:

    Apa iya isabele msh amnesia
    Kasian joohyun klw isabele ga inget dia n gyu
    Tp gmn dennis
    Denis jg tulus bnget
    Bahkan tulus sejak awal
    Udh sah jg dgn isabele
    Bisa gak ya isabele ttp ama dennis
    Gyu J cari mama baru buat joohyun
    Tp joohyun n isabele ttp bs sesekali bersama sbg anak n ibu

    Atau binuh aj karakter dennis dulu
    Please bibi

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Maygat dibunuh 😂😂

      Like

  6. ohsenas says:

    kasian joonhyun pasty berharap kalu isabel itu eomanya..trs itu kyuhyun apa sebelumnya dia tau bakalan ketemu joom ae sma suaminya ditempat itu.apa itu rencana kyuhyun buat ngerebut joonae kembali..

    Liked by 1 person

  7. Nina says:

    Itu si kyuhyun yg dtg beneran?
    Eh btw ini si joon ae kayaknya udah mulai balik ya ingatannya..
    Aneh soalnya cara dia ngomong ke dennis mencurigakan gitu…

    Seneng bgt ini update hehe…

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Aku juga seneng banget bisa update 😁

      Like

  8. miyong93 says:

    anyong eoni maaf bru komen hehehe 😀 ak sedih tiap bc ff ini… kasian joonhyunx ;(ak harap cpet” ada kbahagian di kehidupan joonhyun dngan kebersamaan kdua ortux,pleaseee eoni jngan bikin sedih lg joonhyunx udah g bisa kbayang lg gman trlukax joonhyun dan hrs brapa lm lg joonhyun jd korban kesalahan kyu di masa lalu:( 😦 tp ak akan sabar nunggu lg next partx hiks hiks ;(;(

    Like

  9. nuroktaviani says:

    Ada apa dengan joon ae?apa cma pura2 hilang ingatan nya?

    Like

  10. kroong kroong says:

    Sepertinya joon ae sdh ingt sesuatu,tp entahlah moga aja endingnya happy bwt semuanya.

    Like

  11. arisa says:

    maaf part yg kemari gak bisa komen,jaringan ngajak ribut mulu.. aku lebih suka bagian2 isabele ama dennis.. kalo ingatan nya balik,isabele jangan balik ama kyuhyun..

    Like

  12. angelkim393 says:

    Part sebelumnya udh lumayan bagus kok^^ part ini jg udh bagus menurutku…cuman kurang panjang j kkkkkkkkkkkk g rela klo nemu tbc^^
    N ku rasa dr gerak gerik issable kyk ny dia udh mulai inget m ms lalunya….mk ny bilang ke Dennis utk g ngelepas dia

    Like

  13. Murnialbatul says:

    Part3 kmren bagus,yg part ini juga bagus,mnurutku,,,
    Tp kurang,kurang panjang hehehe…
    Berharap mreka bisa balikan kyuhyun-joon ae…
    Lagian kyuhyun kek nya udah iklas melepas joon ae…
    Pun anaknya nggak sehisteris pertama kek melihat joon ae,mgkn juga kyuhyun sudah sayang dan perhatian ke anaknya dan memberi pengertian ke anaknya…
    Jd banyak ngayal saya…
    Dtggu banget lnjutn nya…
    Semangat terus BIBI…
    N Makasih😘😘😘

    Like

  14. rosebongg says:

    Sepertinya Isabelle hilang ingatannya sudah mulai berkurang makanya dia minta Dennis supaya gak lepasin dia 😂 *sok tau banget sih* konfliknya makin seruu greget sendiri bacanya ❤❤

    Liked by 1 person

  15. may says:

    Walaupun cast utamanya kyu n Joon ae tp knp ya sy lbh seneng Joon ae bhagia sm dennis,tp kshn joonhyun jg sih ah…ga tau deh cm sy bnr2 msh sesek bc dmn kyu cm mnfaatkn Joon ae, trs yg wkt time sblumnya yg kyu jahat sm Joon ae msh mbekas d hatiku jd msh kesel aj sm kyu.
    D fnc jg hrs bc nih kl ad perbedaan😊

    Liked by 1 person

  16. nadira says:

    joon ae udah inget kah?? kenapa bilang kaya gitu ke dennis? arghh pengenya joon ae sama kyuhyun :(( sedih juga kyuhyun sama joon hyun 😦 semoga joon ae mau balik ke kyuhyun lagiii 😦

    Like

  17. Kayaknya ingatan joon ae udh mulai pulih ya.. Btw aku sempet mikir wkt pas alice ngomong kalo cho kyuhyun lg ngobrol sama oppa nya itu siwon kkkk ternyata bukan ye.. Kalo ifu kyuhyun udh jd perkedel x ya si kyu.. Btw jgn sampe joon ae balikan lg sm kyu walaupun ada joon hyun diantara mereka.. Menjadi pemaaf memang baik tapi bukan berarti dgn dimaafkan bisa bermasa lagi.. Apalagi mengingat kelakuan kyu ke joon ae dulu… WadWaduh komekomen komen ku panjang bener ne wkwkwk

    Like

  18. Hyun says:

    Karakter dennis Bagus, legowo banget, tapi Entah kenapa ttep mau ya joonae balik ke kuhyun… T.T
    Apalagi udah ada joonhyun, kasian banget, hidup terlunta punya, setidaknya pengen banget dia punya keduaorang tua lengkap dan saling mencintai

    Liked by 1 person

  19. elfrye says:

    Joon ae sudah ingatkh dg masa lalunya,klo dia udh inget dan pura2 msh amnesia,itu g adil buat joonhyun
    Kalau ama kyu gpp lupa tp klo ke ank gmn kshn kn seorg ibu biasanya mpy feeling yg kuat ttg anknya walau dia terpisah dr kecil

    Liked by 1 person

  20. kyuwonhae's wife says:

    Aduhhhb knpa joon ae kek gt? Jgn blang klo ingtan joon ae mlai kmbli. Msih pnsran sma flashbacknya crta kyu sma joon ae. Dan brti pda intinya joon ae gk mau bklakn lgi sma kyu??

    Like

  21. Monika sbr says:

    Kata2nya joon ae kepada dennis utk tetap bersamanya benar2 mencurigakan, apa jangan2 ingatannya udah balik yaa???
    Waduuh… Kyuhyun sampai nekat mendatangi rumah keluarganya denis sebagai sahabatnya changmin.
    Pengennya joon ae tetap bersama denis, mengingat sifat kyuhyun yg dulu saat mereka masih bersama, tapi kasihan juga sama joonhyun kalo kyu dan joon ae tetap terpisah, kasihankan joonhyun nggak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu sejak lahir.

    Like

  22. watiD'Elf says:

    Wah pembicaraan jon ae ama dennis memang sedikit mencurigakan apakah jon ae sebernernya udah mulai inget ama ingetannya…lalu kalok gak inget gimana nasib kyuhyun ama anaknya

    Liked by 1 person

  23. diana says:

    oh jd gtu toh cerita masa lalunya, tp aku pengen ae sama kyu n joon hyun. aku penasaran apa joon ae ga ada perasaan gmn gtu pas liat anaknya? biasanya setiap ibu pasti pnya ikatan kuat sama anaknya kan? kshn joon hyun kalo ga bersatu lg ortunya T.T

    Like

  24. cho17 says:

    kurang puas bacanya… hahaha
    busett dahh kok bisa ada kyuhyun yaa?? siwon ga sadar apa??
    hmm

    Like

  25. Aika says:

    Wah kyu dan Joon ae akhirnya bertemu,gimana kelanjutannya?Tp aku masih penasaran sm penyebab kecelakaan Joon ae sehingga sampai melupakan Joon Hyun….

    Liked by 1 person

  26. hyokwang says:

    dari awal emang semua salah kyuhyun, kesel banget sama dia…. tapi tetep pingin kyuhyun jooae joonhyun hidup bareng… aku bingung, maksudnya changmin itu sepupu dennis?? terus seseorang yg sembunyi di balik pintu kyuhyun kah??
    ditunggu lanjutannya, udah penasaran banget…
    masih berharap kyuhyun joon ae bersama 😀

    Liked by 1 person

  27. lilly says:

    wah ternyata dunia sempit mertuanya joon ae malah sodaraan ma changmin sahabatnya kyu dan kyu ma joonhyun diundang jg lagi ,penasaran ma reaksi kyu dan apa yg bakal dilakuin kyu ,
    kayaknya ada yg disembunyiin ma joon ae ttg ingatannya dan moga aja dy pnya perasaan sayang ma joon hyun walau sedikit ,

    Liked by 1 person

  28. Rahmi sparkyu says:

    Apa maksud nya coba joon ae ngomong begitu ma dennis…. Jangan2 ingatan joon ae perlahan mulai kembali… Seru deh pokokx.. 👍👍👍

    Liked by 1 person

  29. chocho says:

    makin rumit mah, joonjae bilang dia mimpiin seorang pria, gimana jadinya kalo emang kyu yg dia mimpiin dan sekarang dia liat sendiri wujud nyata pria yg dia mimpiin

    Like

  30. wienfa says:

    jadi joon ae smpet hamil jga dlu?trus bayi nya kmna?jdi d gugurkan kah sm siwon?gak mngkin joon hyun kan bayi yg dlu smpet dy kndung?pnasrn bgt..crta ny yakin seru bgt!!ini eonni bi_bi hrus smngt ya wat nglnjtn crtnya..hehe!soalnya crtny seru n bgus.
    aduh itu joon ae mngkin ngrasa ssuatu ngliat joon hyun,dy ank mu mbak!gpp ingt joon hyun tp klo kyuhyun jgn ya..eonni klo bsa klnjtn squel time update jg lgi dongg..smngt!!

    Liked by 1 person

  31. Ifhaa says:

    Di saat kyu mnyrah demi kbhgiaan Joon ae..malah diprtmukan kmbli…knpa joon ae mngtkan kpd dennis jgn nglpsin dia meskipun dia ingin…. Apa mngkin joon ae mlai mrgukan prsaannya…

    Like

  32. Dersimalinda says:

    makin gregett ama ni cerita..
    klw aku nya si pengennya kyu ma joon ae kembali trus hidup bahagia dhee….
    ditunggu nextnya.

    Like

  33. mychococinno says:

    Oooo jdi Joon Ae sempet hamil makannya Kyu mau nikahin dia dulu..
    kok bsa Joon Ae keguguran dulu?
    Perubahan sikap Joon Ae yg mendadak minta Dennis untuk tidak meninggalkan dia itu agak mencurigakan.. apa jangan” Joon Ae udh mulai inget sama masa lalunya? Apa Joon Ae udh inget sama Joon Hyun?
    Penasaran sma kejadian yang bakal terjadi klo Kyu sma Joon Hyun ada dalam satu ruangan sma Joon Ae,,

    Di tunggu next chap nya eon..

    Liked by 1 person

  34. KRISMATIC08 says:

    Iya nih mungkin joon ae udah ingat ama masa lalunya,, kayaknya tadi joon ae agak pucat terus jawab pertanyaan pun jawabnya singkat,,, wah makin penasaran nih,,,

    Like

  35. Yana says:

    Makin penasaran kak.☺gak sabar nunggu lanjutannya

    Liked by 1 person

  36. khanss says:

    ketemu … mereka ketemu.. tapi changmin pastinya sudah memikirkan matang2 semua konsekuensinya, tapi tetep saja giimana kalo mereka cekcok di sana ?tapi sepertinya joon ae akan mengingat lagi masa lalunya. tapi waktu ketemu joon hyun apa joon ae gak ngerasa apa2 biasanya kan ikatan ibu dan anak itu kuat

    Like

  37. Agnes Cho says:

    Joon ae kok kayanya udh inget ama masa lalunya…😮😮😮
    Apa dya pura2 amnesia yaa??
    Waduhh, malah skrg ketemu langsung lagi ama kyuhyun…
    Huwaaaa!!!
    Terus aja bikin gue keppoo😣😣😣

    Like

  38. Gatau hrs bilang apa, greget bgttt..
    Bahadanya rapi, alurnya ga mainstream, mngkin kalo dijadiin novel baguss bgt. 😁😁

    Like

  39. Kayaknya Joon Ae mulai inget pelan pelan masa lalunya deh, dan Kyuhyun sekarang bisa dihadapkan langsung sama joon ae. Omooo, thor mau liat dari side nya kyuhyun dong dia udah lebih baik belum sama joon Hyun hehe keep writing thorrr

    Like

  40. novilluvia says:

    BIKIN JOON AE SAMA DENNIS KAK.. PLEASE ㅠㅠ …

    Liked by 1 person

  41. kyuoi says:

    baru baca ff ini dari part awal
    ntah kenapa nggak keberatan Joon Ae sama Dennis
    tapi ya berharap Joon Ae bakal balik lagi sama Kyuhyun..
    kasihan semua sih.. Joon Ae di masa lalu terlalu disakiti Kyuhyun
    kalo Joon Ae balik ke Kyuhyun, Dennis kasihan
    tapi kalo Joon Ae ga balik ke Kyuhyun, Joon Hyun yang ga tau apa-apa itu nggak seharusnya terpisah dari ibunya T.T
    intinya berharap Joon Ae sama Kyuhyun dan Joon Hyun, hehe

    Like

  42. Amoy says:

    Ngapain kyu disitu?….Apa dia masih blm menyerah?

    Like

  43. jidatseksehpcy says:

    Sumpih nyesek banget epepnya baca dari time difnc sampe sequel bner* pen nangis kasian joon ae sama joo hyun. Berharap cerita ini hapend untuk joon ae dan joohyun dan untuk kyuhyun sad ending aja, dari awal kyuhyun emg cman mempermainkan joon ae dia terlalu egois sad ending biar kyuhyun tau apa itu cinta dna ketulusan *cie:v meskipun setiap org brhak mendapatkan kesempatan tp ksmpatan kyuhyun bkan untuk bersama joon ae tp untuk mlhat joon ae bahagia bersama denis :v uhuyyy panjangxlebar 😁 fighting author

    Like

  44. celara says:

    Ohh ya ampun akhirnya ketemu juga sama ff ini, ff ini daebak bgt, jadi gw tunggu bgt soalnya joon ae itu ternyata udah punya suami yg perfect bgt walaupun dia dipertemukan sama suami sebelumnya +anaknya.. bingung juga endingnya gimana soalnya semua pentinggg, ditunggu aja lah, loveeee

    Like

  45. mozaqo says:

    Semangat lanjutin ceritanya..
    Bikin penasaran

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s