#5ObrolanMalam

“Aku sudah memilikimu.  Tapi kenapa aku tidak cukup puas?”  Hana mengaduk susu coklat hangatnya perlahan.  Berbicara pada Sehun, toh wanita itu tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya dari gelas dihadapannya.

Sehun hanya melirik Hana sekilas dan kembali melanjutkan tontonan TV dihadapannya.  “Ada apa?”

“Aku iri pada seseorang.”  Hana menjawab pelan.  “Karena aku sudah memilikimu, bukankah seharusnya aku puas?”  Lanjutnya dan Sehun kembali melirik Hana yang duduk di atas karpet bawah kakinya.  “Aku memiliki suami yang mencintaiku, memiliki pekerjaan yang layak dan menyenangkan, rumah pribadi bersama suami, dan tidak bergantung pada orang tua.  Tapi, kenapa aku tetap iri padanya?”

“Apa yang kau irikan?”

“Semua hal yang dia miliki.”

“Memangnya apa yang dia miliki dan tidak kau miliki?”

Appa, tawa, ceria, dan langkah yang sesuai dengan keinginannya.  Langkah yang sangat ingin aku tapaki tapi ditapakinya.”

Sehun terdiam sebentar, memperhatikan kepala tertunduk Hana dan adukan pelannya pada susu yang bahkan belum sekalipun disesapnya.  Mengganti channel TV hadapannya, Sehun menghela panjang.  “Bukankah kau pernah bilang, dibanding fokus pada hal yang tidak kita suka, akan lebih baik jika fokus pada hal yang kita suka?  Dibanding memikirkan apa yang dia miliki dan tidak kau miliki, bukankah lebih baik memikirkan tentang apa yang kau miliki dan menikmatinya?”

“Aku sudah berusaha.”  Hana menghela panjang.  “Tapi setiap melihatnya, apa yang aku tahan dan lupakan kembali muncul.  Dia adalah tipe orang yang sekali kau melihatnya, kau akan langsung suka.”

Sehun tersenyum tipis.  Mengusap kepala Hana, Sehun ikut duduk dibawah, persis disamping Hana dan merangkulnya.  “Mengenalmu butuh waktu lama, dekat denganmu butuh waktu lama, mengerti, memahami, dan mengetahui apa yang kau inginkan, sangat amat butuh waktu yang sangat lama.  Kau memang bukan seorang wanita yang akan disukai oleh seseorang ketika mereka pertama kali melihatmu.  Beberapa akan melihatmu sombong karena tidak pernah menyapa duluan, beberapa akan melihatmu angkuh karena tetap melakukan apa yang kau inginkan tanpa peduli pada pendapat orang lain, beberapa akan menganggapmu sinis karena jarang tersenyum, dan beberapa pemikiran buruk lain yang aku yakin orang-orang katakan tentangmu ketika pertama kali mereka melihatmu.”

Sehun mengusap pipi Hana dan menolehkan pandangan wanita itu dari susunya.  “Jangan katakan kau tidak memiliki appa karena appa-ku adalah appa-mu juga.  Jangan katakan bahwa kau tidak bisa ceria ataupun tertawa, kau sudah melakukannya tanpa kau sadari, Hana-ya.  Saat kita bersama, bukankah kau bahagia dan nyaman?  Jika tidak, kau tidak mungkin menceritakan ada kejadian apa saja seharian ini padaku.  Kau bahagia, kau tertawa, hanya pada orang yang membuatmu nyaman.  Apa aku salah?”

“Kau benar.”  Hana mengambil tangan Sehun yang masih menyentuh pipinya dan menggenggamnya.

“Kau memang bukan seseorang yang akan langsung disuka ketika pertama kali bertemu.  Tapi ketika sudah masuk, dan sedikit lebih dekat, siapapun tidak bisa mengalihkan pandangannya darimu.  Kau adalah seseorang yang hanya menunjukkan betapa berharganya dirimu pada sebagian orang, tidak pada semua orang.  Karena itulah kau spesial, karena kau berbeda.”

Hana kembali tertunduk, entah apa yang dipikirkannya namun Sehun kembali menangkup wajahnya hingga mereka saling berpandangan.  Sorot mata Hana, jelas menampakkan kesedihan.  “Kau tahu?  Mutiara hitam yang sangat kau suka itu, seperti dirimu.  Mahal, berharga, langka, dan… hitam?”

Hana tersenyum mendengar kata hitam yang Sehun ucapkan bagai ragu.  “Hitam?”

“Hitam adalah kotor, itu adalah pemikiran dan pandangan umum orang-orang, bukan?”  Pria itu mendapatkan kembali keyakinannya.  “Tapi seperti yang kita tahu, dibanding mutiara putih yang mudah didapat serta jumlahnya yang jauh lebih banyak, mutiara hitam sangat sulit didapat, langka, dan jumlahnya juga tidak sebanyak mutiara putih. Mutiara hitam juga terkenal dengan keunikannya yang mampu merefleksikan beberapa warna lain pada tubuhnya.  Kau bukan hanya bisa melihat warna hitam, tapi juga biru, hijau, ungu, bahkan abu-abu.  Seperti itulah dirimu, Hana-ya.  Hitam, namun berharga.  Saat kau menyapa, semua orang pasti akan terkejut dan senang karena itu.  Saat kau tersenyum, semua orang akan terpana dengan kecantikan yang kau tunjukkan.  Saat kau menolong seseorang, kau bahkan menunjukkan bahwa kau lebih manusiawi dibanding mereka yang hanya menonton.  Tidak peduli seburuk apapun dirimu dibanding dirinya, dan sebaik apa dirinya dibanding dirimu, tidak seharusnya kau menundukkan kepalamu seperti saat ini.  Kau berharga atas apa yang kau miliki dan bagiku, kau lebih berharga dibanding wanita manapun yang aku pernah temui, karena itu…. ketika mendapatkanmu aku langsung menjadikanmu milikku seutuhnya.  Karena kau langka dan sulit ditemui juga didapatkan.”

Sekali itu, Hana nampak mengambil nafas lega.

“Jalan apa yang ingin kau tapaki dan justru dia yang menapakinya?”

“Cita-cita.  Aku ingin menjadi seorang dokter, tapi justru dia yang mendapatkannya.”

“Jika kau menjadi seorang dokter, kita tidak akan pernah bertemu, Hana-ya.”  Sehun mengucapkan dengan senyum nampak.  “Jalani dan fokus saja pada jalanmu, berterimakasih untuk apapun yang kau dapat.  Lagipula, anggap aku sebagai kompensasinya.  Apa aku kurang berharga dibanding cita-citamu?  Dicintai dan dinikahi seorang Oh Sehun yang berharga, apa itu tidak cukup?”

Hana tergelak.  Sedikit menggeleng, wanita itu memeluk erat Sehun dengan hati lega.  “Tidak.  Kompensasinya impas.”

c37ce53ca6419569e0208743584e6ba9

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. osehn96 says:

    Semakin ada obrolan malam ini semakiiiiiiin kangen hana sehun di ceritamu yg sudah sudah dan tidak sudah waaaaaaaaaaaaaaaaaa….

    Hana bersyukur aja yaaaa. Kan gak harus juga kita punya segalanya. Nikmati saja yg sudah kau miliki . Apalagi ada sehun disisimu. Jangan takut berbeda. Kurang seru juga kalo samaan. Bukan kah beda dari yg lain itu spesial ? Eaaaaaa.

    Peluk hanaaaa. Eeh tapi mau dipeluk sehun juga * oops ahahahha

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Aku mo pamit seminggu… jangan kangen 😂

      Like

  2. lie179 says:

    “Kau memang bukan seorang wanita yang akan disukai oleh seseorang ketika mereka pertama kali melihatmu. Beberapa akan melihatmu sombong karena tidak pernah menyapa duluan, beberapa akan melihatmu angkuh karena tetap melakukan apa yang kau inginkan tanpa peduli pada pendapat orang lain, beberapa akan menganggapmu sinis karena jarang tersenyum, dan beberapa pemikiran buruk lain yang aku yakin orang-orang katakan tentangmu ketika pertama kali mereka melihatmu.”

    I like this. Such a good quote.
    I like the story…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s