New Time, Sequel of Time Chapter 1

Blue = past

Perhatikan keterangan waktu. Alur maju-mundur

2008

154

Menekan tuts piano dalam jangkauannya hingga suara merdu dalam ruang yang cukup pribadi itu terdengar, entah maksud Kyuhyun adalah untuk membuat gadis disampingnya merasa terpesona atau dia lakukan itu hanya untuk mengasah keterampilan bermusiknya… tapi yang jelas, gadis bermata biru dengan rambut berwarna light brown yang panjangnya hampir mencapai pinggang itu berhasil dibuatnya tidak berkedip.

“Lagu apa yang kau suka?”  Kyuhyun menoleh dengan wajah datarnya tanpa menunjukkan satupun tanda-tanda suka ataupun tertarik dengan apa yang dilakukannya saat ini, begitu berbeda dengan pertanyaannya.  “Joon Ae-ya?”  Sebelah tangan Kyuhyun melambai dihadapan Joon Ae, mencoba sadarkan gadis itu andai tengah melamun.

“Ya?”  Nyatanya benar, gadis itu sejak tadi melamun.

Langsung menegakkan tubuhnya, menatap Kyuhyun dengan kedua mata terbuka lebar dan senyum tolol, gadis itu menunggu jawaban kekasih dihadapannya—atau sebenarnya menunggu Kyuhyun mengulang kembali pertanyaannya.

Menghela nafas pelan, Kyuhyun akhirnya mengulang pertanyaannya dengan sedikit tambahan kata-kata manis—menurutnya.  “Lagu apa yang kau suka?  Aku akan menyanyikannya untukmu.”

Joon Ae makin melebarkan senyumnya.  “Terserah.  Apapun yang kau nyanyikan aku suka.”  Gadis itu memangku wajahnya dengan sebelah tangannya.  Tatapannya pada Kyuhyun tidak teralihkan, begitu jelas bagaimana ia memuja pemuda itu.

“Yakin?”

Joon Ae mengangguk cepat.  “Sure, your voice is my favorite sound.  Apapun yang kau nyanyikan aku akan suka.”

“Baiklah.”  Kyuhyun kembali fokus pada piano dihadapannya, menekan kembali tuts yang akan mengiringinya menyanyikan sebuah lagu… pria itu tiba-tiba saja berhenti sesaat sebelum bibirnya terbuka.

“Kenapa berhenti?”  Kaget Joon Ae cepat saat kesemua jari Kyuhyun terangkat dari pianonya.

Terkekeh pelan, pria itu melirik Joon Ae bagai sinis.  “Berhentilah menatapku dengan senyum idiot.”

Kyuhyun menyindir, begitu jelas.  Sayangnya dalam cinta, semakin kau mencinta maka kau akan semakin gila dan Joon Ae menganut paham itu.

“Mau bagaimana lagi? Smile like idiot when i think about you is normal, i love you and love is crazy.  Seperti yang orang-orang Spanyol katakan, amor cuerdo, no es amor.  Jika kau tidak cukup gila untuk mencintai seseorang, maka kau tidak mencintainya, remember that.”  Gadis itu mengangkat kedua bahunya dengan tampang polos dan Kyuhyun hanya bisa menggeleng.

“Jika lagunya tidak cocok dan tidak sempurna jangan marah, oke?  Aku sudah tanyakan lagu apa yang ingin kau dengar.”

“Tidak masalah, you’re my definition of perfect.”

Oh.  Kyuhyun memutar kedua matanya kemudian tergelak, rasa-rasanya ia akan selalu merasa melayang sebab Joon Ae melihatnya bagai pangeran.

Kembali fokus pada piano juga pilihan lagu dalam kepalanya, Kyuhyun mulai bernyanyi dan Joon Ae yang mendengarkannya dengan senang hati tidak henti-hentinya tersenyum.

 

Just a smile and the rain is gone
Can hardly believe it
There’s an angel standing next to me
Reaching for my heart 

Just a smile and there’s no way back
Can hardly believe it
But there’s an angel, she’s calling me
Reaching for my heart 

I know, that I’ll be ok now
This time it’s real  

I lay my love on you
It’s all I wanna do

Everytime I breathe I feel brand new
You open up my heart
Show me all your love, and walk right through
As I lay my love on you 

 I was lost in a lonely place
Could hardly even believe it
Holding on to yesterdays
Far, far too long 

 Now I believe it’s ok
Cause this time it’s real 

 I never knew that love could fell soo good
Like once in a lifetime
As I lay my love on you

 

“Oh Kyu—.”  Joon Ae menangkup pipinya sendiri dengan kedua tangannya dan senyum lebarnya nampak lebih jelas.  Menatap kekasihnya tanpa satupun hal lain yang ingin ia perhatikan, senyum lebar yang tadi Kyuhyun katakan tolol berganti menjadi senyum anggun dengan tatapan memuja lebih dari sebelumnya.  “Bagaimana bisa kau sesempurna ini?”

Kyuhyun hanya menarik sedikit ujung bibirnya mendengar apa yang baru saja Joon Ae katakan.  Mengulurkan tangannya dihadapan Joon Ae, tidak butuh waktu lebih lama bagi pria itu untuk mendapat sambutan yang diinginkannya.  Joon Ae membalas uluran tangan Kyuhyun, senyum masih tidak hilang dari wajahnya begitupun ketika Kyuhyun mendudukkanya dalam pangkuannya.

Melingkarkan kedua tangannya pada pinggang ramping Joon Ae, Kyuhyun sedikit mendongak dan senyumnya mulai nampak ketika matanya dan Joon Ae saling terhubung.

“Jika aku melakukan ini, apakah Siwon oppa-mu akan marah?”

Joon Ae mengangguk.  “Dia akan mengataimu pria tanpa tata krama karena membawaku dalam pangkuanmu dan memelukku.”

Kyuhyun tersenyum tipis, mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan, pria itu kembali membuka bibirnya dengan fokus pada bibir Joon Ae.  “Jika aku menciummu, apakah Siwon oppa-mu juga akan marah?”

Joon Ae kembali mengangguk.  “Kata oppa, aku hanya boleh lakukan itu bersama suamiku.”

“Jika aku yang menjadi suamimu?”  Bisik Kyuhyun dan Joon Ae tersenyum lebar, membayangkannya saja ia tidak berani dan kini Kyuhyun mengucapkan itu dengan suka rela.  Sebelah tangan Kyuhyun menyisir rambut halus Joon Ae yang kemudian beralih pada wajahnya.  “Pejamkan matamu.”  Ucapnya menutup kedua mata Joon Ae dengan sebelah tangannya tadi dan wanita yang bahkan tidak tahu apa keinginan Kyuhyun sebenarnya itu menurut.

Makin mencondongkan wajahnya, Kyuhyun ikut memejamkan matanya hingga hal yang sudah lama ingin ia ketahui bagaimana rasanya berhasil ia rasakan.  Menyentuh bibir Joon Ae dengan bibirnya, sejak pertama kali dirinya melihat Joon Ae beberapa bulan lalu—sejak itu dirinya sudah tidak sabar ingin merasakan bibirnya.  Beruntungnya ia, Joon Ae membalas apapun yang dirinya lakukan hingga akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih dan langkahnya untuk mendapatkan apapun yang diinginkan tentu makin mudah.

Berbeda dengan Kyuhyun yang tentu girang, Joon Ae yang jelas terkejut bahkan tidak tahu harus apa dan melakukan apa dengan perlakuan Kyuhyun, diam saja dengan keraguan dan ketakutan yang melingkupinya.

“Joon Ae?”  Kyuhyun memundurkan wajahnya, menatap heran gadis dalam pangkuannya yang sudah kaku itu.  “Hei, lihat aku.”

“Aku takut.”  Joon Ae berujar, masih dengan mata yang ia pejamkan paksa hingga kerutannya nampak.

“Apa yang kau takutkan?”

“Aku tidak pernah membantah apa yang oppa katakan.”

Kyuhyun menarik kedua ujung bibirnya dan mengecup bergantian mata Joon Ae hingga warna biru itu kembali muncul dalam penglihatannya.  “Kau tidak pernah berciuman?”

Joon Ae menggeleng dan tololnya Kyuhyun bertanya.  Melihat bagaimana reaksinya, harusnya pria itu sudah sadar bahwa gadis dalam pangkuannya itu belum pernah sekalipun berciuman.  Namun dibanding malu terhadap pertanyaannya sendiri, Kyuhyun justru senang telah menanyakannya.

“Jadi aku yang pertama?”

“Begitulah…”  Joon Ae merengut.  Kedua tangannya mendorong dada Kyuhyun saat pria itu akan kembali menciumnya.  Menghindar, Joon Ae bahkan hendak bangkit sebelum akhirnya Kyuhyun lebih mengeratkan pelukannya dan gadis itu kembali terduduk dalam pangkuannya.

“Kau bilang bahwa kau mencintaiku, bukan?”

“Tapi bukan berarti aku akan lakukan apapun yang merugikanku, bukan?”

“Kau anggap sebuah ciuman ini merugikanmu?”

“Siwon oppa bilang aku tidak boleh percaya pada pria manapun selain dia dan Albert.”

“Siapa Albert?”  Kyuhyun merengut tidak suka.

“Pelayan rumah yang sudah bekerja pada keluarga kami bahkan sebelum kedua orang tuaku menikah.”  Jelas Joon Ae dan Kyuhyun bernafas lega.  Bayangan seorang pria tua dengan perut tambun sudah ada dalam kepalanya.

“Lalu tidak bisakah kau mempercayaiku?”

“Aku tentu mempercayaimu, Kyu.  Aku mencintaimu.”

“Maka jangan anggap sebuah ciuman adalah hal buruk.  Ini adalah hal indah yang hanya boleh kau lakukan bersamaku, pria yang kau cintai.”  Joon Ae menunduk, kedua alisnya nampak menyatu, seolah tengah memikirkan ucapan Kyuhyun.  “Cium aku.”

“Hm?”  Joon Ae langsung mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun tidak mengerti.

“Jika aku menciummu kau katakan sebuah kesalahan, maka ciumlah aku.”  Kyuhyun memejamkan kedua matanya, menunggu apakah Joon Ae akan jatuh dalam kalimatnya ataukah tetap pada pendiriannya sebab Siwon.

“Jika aku tidak menciummu, apa artinya?”

“Bahkan sejak bayi seorang anak mendapatkan kasih sayang melalui ciuman.”

“Kau katakan ini sebagai bukti cintaku?”

“Bukankah jika kau mencintaiku maka kau akan lakukan apapun yang membuatku bahagia?”

“Tapi jika begini bukankah kau tidak mencintaiku?  Tidak menghargai dan menghormati keinginanku.”

Kyuhyun menghela panjang.  Membuka kelopak matanya perlahan, raut serius Joon Ae sudah pasti ada dihadapannya.

“Kau hanya perlu mengatakan bahwa kau tidak ingin menciumku.”

“Tidak bukan begitu.”  Joon Ae mengelak dan kali ini gadis itu yang menahan Kyuhyun saat akan beranjak serta mendorongnya.  “Aku hanya bertanya dan ingin tahu sesuatu.”

Kyuhyun menyipitkan matanya.  “Apa itu?”

“Apa kau akan mencium gadis lain jika aku tidak melakukan ini.”

Mendapatkan celah, Kyuhyun tersenyum tipis.  “Tentu.”

“Aku pikir kau mencintaiku.”  Joon Ae tertunduk dengan suaranya yang bergetar.  “Bukankah jika kau mencintaiku kau tidak akan bersama gadis lain?”

“Bukankah jika kau mencintaiku kau akan lakukan apapun untuk bahagiaku?”

Sekali lagi Joon Ae merengut.  Menaikkan wajahnya perlahan, gadis itu melihat Kyuhyun hati-hati.  “Maka pejamkan matamu.”

Tanpa menunggu lagi, Kyuhyun memejamkan matanya.  Berteriak girang dalam hatinya serta bersiap merasakan kembali bibir yang ingin disesapnya bagai permen hingga puas.

Joon Ae menarik nafas panjang sebelum kedua tangannya menangkup wajah Kyuhyun.  Menelusuri wajah pria dihadapannya, Joon Ae kembali memejamkan matanya.  Lebih santai kali ini.

Dimulai dari kening, pipi, hingga bibir yang sudah Kyuhyun nantikan untuk bersentuhan dengan milik Joon Ae lagi, bagai mencoba—Joon Ae mengecup bibir Kyuhyun sesekali dengan jeda yang menurut Kyuhyun lumayan panjang hingga akhirnya pria yang tidak sabaran itu menekan pinggang dan tengkuk Joon Ae, melumat bibir Joon Ae dihadapannya serakah, memaksa katupan kaku dan rapat yang Joon Ae lakukan agar terbuka hingga ia bisa menyesapnya sesuai dengan yang ia mau tanpa peduli pada pukulan kedua tangan Joon Ae pada dadanya juga keinginan gadis itu menghentikan semuanya.

“Hent—mh..tikkan!”  Joon Ae berteriak.  Mendorong tubuh Kyuhyun keras dan menyumpal mulutnya sendiri.

Menatap Kyuhyun dengan kedua mata memerah, hal pertama yang dilihatnya justru kekehaan pelan Kyuhyun dengan sebelah tangan mengusap sudut bibirnya.  “Kenapa?  Aku kekasihmu, apa tidak boleh?”

Joon Ae hanya diam seraya menormalkan nafasnya.  Gadis itu jelas sedang kesal dan menahan tangisnya.  “Apa seperti ini perlakuanmu pada seseorang yang kau cintai?”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Memperlakukannya sebagai seorang yang terhormat.  Perlakuanmu jelas melecehkan, Kyu!”  Joon Ae berdiri, melepas paksa tangan Kyuhyun dan mundur beberapa langkah.  “Hanya karena aku mau menuruti keinginanmu, bukan berarti kau bisa berlaku seenaknya.  Hanya karena aku mencintaimu, bukan berarti kau bisa melecehkanku.  Apa itu yang keluargamu ajarkan?  Apa begitu caramu tumbuh?”

Kyuhyun merengut.  Berdiri menyusul Joon Ae, pria itu mengangguk.  “Aku salah, maafkan aku.”  Santainya tanpa menampakkan sedikitpun raut salah dan Joon Ae bukan tidak tahu tentang hal itu.  Namun bagaimanapun, Siwon oppa-nya juga selalu berkata bahwa adalah mulia memaafkan seseorang yang meminta maaf.

“Tapi jangan lakukan ini lagi, oke?”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.  “Iya.”  Janjinya dan mendekat, menghapus sisa air mata Joon Ae.  “Jangan menangis, oke?”

Joon Ae mengangguk, mengiyakan ucapan terakhir Kyuhyun dan membiarkan pria itu menghapus air matanya.

 

 

PING!!

 

Oppa!”  Joon Ae memekik seketika itu juga saat mendengar suara khas yang selalu membuatnya merasa aman.  Dilepasnya segera tangan Kyuhyun dan berlari ia mengambil tasnya yang berada di sofa tempatnya tadi duduk.  Mengeluarkan benda eletronik persegi panjang berwarna pink, kedua mata Joon Ae yang langsung terbuka lebar, nampak berbinar ketika menatap layar ponselnya seolah tidak ada hal buruk apapun yang terjadi sebelumnya.

“Apa kau harus seperti itu jika mendapat pesan dari oppa-mu?  Lagipula darimana kau tahu bahwa itu oppa-mu?”

“Aku hanya memiliki dua kontak di ponselku.  Kau dan oppa.  Karena kau ada disini bersamaku, tidak mungkin ini darimu, bukan?”

Well… Kyuhyun menghela panjang diikuti kedua mata memutar untuk penjelasan Joon Ae itu.  Beranjak dari tempatnya, Kyuhyun ikut duduk disamping Joon Ae dan mengintip pesan dari oppa gadisnya.

—Siwon Oppa—

Lihatlah

12555933_1516804708626001_936265046_n

Selama setahun aku menyimpannya untuk hari ini, dan aku sudah tidak sabar untuk meminumnya sampai habis

“Oh astaga.  Dom Pérignon Rose Gold.”  Joon Ae membulatkan matanya dengan bibir menganga yang ia tutup menggunakan sebelah tangannya sesaat setelah menyebut nama champagne yang fotonya baru saja Siwon kirimkan.  Champagne dengan botol yang dikemas begitu elegan bersama emas yang melingkari tubuhnya hingga hampir menutup keseluruhan tubuh botol itu, bagaimana rasa dari isi di dalamnya sudah membuat Joon Ae harus menahan air liurnya.

Lalu ini?

6b00ab7dd43a93cb3e6ec0d87603dc6b

Bersyukurlah oppa-mu ini mampu membeli parfum yang besarnya tidak melebihi apel di dapur nanun harganya bersaing dengan rumah kita

“Gila.”  Mata Joon Ae mulai berkaca-kaca dengan parfum DKNY Golden Delicious pada layar ponselnya.

Aku bertengkar dengan ibu-ibu gendut, mengantri dan bahkan mengambilnya langsung dengan modal wajah tampan yang aku percaya akan berguna, oh jangan lupakan tentang aku yang hampir gagalkan pernikahan seseorang pagi tadi hanya untuk bunga aneh ini.

0d276fecdbd747af578c3501ea6c0056

Jadi cepatlah pulang dan jangan buat aku menunggu lebih lama lagi untuk merayakan ulang tahunmu bersama tiga benda aneh yang sangat kau sukai ini atau aku akan habiskan champagne itu seorang diri, dan menjual kembali parfum yang bahkan tidak akan kau pakai seumur hidup itu, juga mengganti Juliet Rose itu dengan mawar biasa sebab sudah layu. Cepat pulang!  Kau pikir ini sudah jam berapa, adikku?!

“Oh astaga!  Kyu!”  Joon Ae tertawa girang dengan kedua tangan membungkam bibir menganganya tidak percaya sebelum akhirnya ia bertepuk tangan cepat.  “Aku harus pulang, besok kita akan bertemu lagi, oke?”

“Apa?  Tunggu!”  Kyuhyun mencekal tangan Joon Ae saat gadis itu akan pergi.  “Hari ini kau ulang tahun?  Kau tidak mengatakannya padaku.”

“Oh aku tidak ada waktu untuk itu, aku sendiri bahkan lupa.”  Joon Ae melepas segera tangan Kyuhyun.  “Aku harus pergi.  Aku mencintaimu. Sampai jumpa besok.”  Kata Joon Ae cepat dengan kecupan singkat pada pipi Kyuhyun, pergi tanpa bisa dicegah lagi sebab langkah lebar dan cepatnya.

 

Kyuhyun menghela nafas panjang, pria itu menggerutu, hingga kedua alisnya hampir menyatu.  Baru saja ia akan bangkit, ponsel di saku celananya berbunyi.

—Hye Rin—

Aku harap kau tidak lupa bahwa malam ini kita harus bertemu untuk membicarakan mengenai konsep pertunangan kita, sayang.

“Oh!  Sial!”  Kyuhyun mengumpat.  Coat berwarna coklat yang tadi ia sampirkan pada punggung sofa segera diambilnya dan berlari secepat ketika Joon Ae pergi beberapa menit lalu.

 

 

 

***

18 September 2016

Dikatakan bahwa, waktu tidak berteman dengan siapapun.  Waktu selalu sendiri, dan selalu sendiri.  Tapi coba bayangkan, andai waktu berteman dengan masa lalu—maka mungkin keadaan akan sedikit berubah.  Andai waktu berteman dengan masa lalu, maka mungkin hal buruk yang saat ini didapat bisa dirubah meskipun sedikit.  Sayangnya waktu tidak berteman dengan siapapun, entah masa lalu ataupun masa depan.  Waktu tidak memiliki belas kasih, tidak pernah memberi kesempatan, dan tidak ijinkan detik jam berjalan mundur.

Tapi dari semua hal itu, haruslah sadar bahwa waktu lebih belas kasih dibanding apapun dan lebih banyak memberikan kesempatan dibanding siapapun atau apapun.  Waktu mengajarkan tentang masa yang tidak akan pernah terulang dan karenanya, setiap detik yang berjalan haruslah dimanfaatkan dengan baik hingga tidak ada penyesalan atau keinginan untuk kembali pada masa lalu.

 

Time gives before it takes.  Every minute, every hour is a gift

—Alice Through the Looking Glass—

 

 

Berbicara tentang waktu, ada yang berkata bahwa 6 tahun adalah masa yang sangat panjang, namun sebagian lagi berkata bahwa 6 tahun adalah masa yang sangat singkat.  Bagi mereka yang merasakan bahagia hingga tidak menyangka bahwa 6 tahun telah berlalu begitu saja, pastilah jawabannya adalah 6 tahun merupakan waktu yang sangat singkat sebab tiap waktunya mereka isi dengan tawa hingga tidak sadar bahwa detik telah berubah menjadi menit.  Namun bagi mereka yang menjalani masa 6 tahun penuh dengan luka, tentu akan berkata bahwa 6 tahun merupakan masa yang sangat panjang sebab tiap detiknya terasa begitu menyiksa hingga untuk terpejam saja rasanya sulit.

Kyuhyun sendiri, pria yang kini mengenakan setelan rapi berwarna hitam itu memilih jawaban bahwa 6 tahun adalah masa yang sangat panjang dan sulit.  Tidak ada seharipun dalam kurun waktu 6 tahun yang dilewatinya dengan tenang.  Tidak ketika tidur, tidak pula ketika terjaga.

Tidur hanya membuatnya memimpikan kenangan buruk, dan terjaga hanya membuatnya makin bersalah sebab apa yang telah dilakukannya pada masa lalu, juga masa ini.  Joon Hyun, putranya yang baru saja berulang tahun ke-6, yang Kyuhyun pikir adalah obatnya atas sakit hatinya di masa lalu, penebus dosanya akan apa yang dilakukannya pada masa lalu, justru membuatnya makin terbebani.  Anak itu begitu mirip dengan Joon Ae, kata Kyuhyun ketika beberapa orang bertanya tentang alasan kenapa ia tampak menghindari putranya sendiri, atau saat beberapa orang bertanya kenapa tidak menghabiskan lebih banyak waktu dengan putra satu-satunya itu.

Alasan konyol sekaligus gila, kata mereka yang mendengarnya.

Tapi toh—Kyuhyun tidak peduli.  Entah ketika eomma-nya membujuk ia agar segera pulang demi putranya, entah ketika appa-nya mulai mengamuk padanya atas perilaku pengecutnya, atau ketika noona dan beberapa orang yang mengetahui keadaan ini melihatnya nyinyir.

Namun meski begitu, setidaknya Kyuhyun cukup berani untuk menampakkan batang hidungnya seminggu sekali.  Menampakkan wajahnya untuk mengingatkan semua orang bahwa ia masih hidup meskipun tidak ingin, menunjukkan pada Joon Hyun bahwa appa-nya masih hidup.

Seperti pagi pertamanya ketika menginjakkan kaki di Korea, makam Joon Ae adalah yang pertama kali pria itu kunjungi.  Menyapa tanpa dibalas, menemui tanpa melihat, dan menyentuh tanpa bisa tersentuh.  Jika itu hukumannya, Kyuhyun tidak masalah.

Melihat makam disekelilingnya, sebenarnya Kyuhyun ingin bergabung.  Namun jika ia lakukan itu dan bertemu Joon Ae, wanita itu pasti akan mencacinya setelah apa yang dilakukannya sebelum meninggal.  Menelantarkan anak mereka adalah hal pertama yang sudah pasti akan Joon Ae permasalahkan.

Tidak.  Kyuhyun masih belum cukup berani untuk menerima kemarahan lain Joon Ae.  Maka sembari menunggu putranya tumbuh dewasa dan hidup lebih baik, ia akan terus bernafas.

9f5548b4a28048b49ba63a7279bcae25

Kompleks pemakaman tengah kota yang selalu Kyuhyun kunjungi layaknya rumah kedua baginya itu, pagi inipun menunjukkan posisinya lagi sebagai bagian berharga dari pria itu.  Seperti yang dikatakan sebelumnya, Kyuhyun akan berkunjung setiap waktunya jika ia berada di Korea.  Entah itu pagi seperti hari ini, siang dengan mengambil waktu makan siangnya, atau bahkan sore hingga menjelang malam.

Memegang sebuket Juliet Rose berwarna lembut yang sudah dipesannya seminggu lalu ketika masih berada di Taiwan, menyusuri jalan setapak yang begitu rapi dan indah namun tidak membuat siapapun bahagia dengan berada disana—segontai biasanya, Kyuhyun melangkah menuju makam Joon Ae.  Sampai pada nisan dengan warna lebih pucat dibanding batu nisan lainnya, Kyuhyun maju perlahan dengan tangan terulur guna meletakkan bunga favorite Joon Ae disana.

112781465ef360eefc5eacd1140387b8

Tersenyum tiba-tiba saat mengingat kalimat Joon Ae yang membuat mereka menikah, batu marmer yang telah dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai kursi dan diletakkan rapi disetiap sisi makam—Kyuhyun duduki.  “Jika dengan setangkai Juliet Rose aku bisa menikahimu, hari ini aku membawa lebih dari satu tangkai dan bisakah kau hidup kembali?  Memberiku kesempatan untuk memperbaiki salahku padamu, dan pada anak kita.”  Ucapnya.

Tangan bebas Kyuhyun terulur, menyentuh mudah rumput hijau yang tumbuh diatas makam Joon Ae.  Menggerakkan tangannya pada ujung rumput dengan hati-hati, menganggapnya rambut halus Joon Ae yang dulu selalu membelai wajahnya—kedua mata Kyuhyun menurun, makin sayu.

“Apakah aku sudah katakan mengenai ulang tahun putra kita yang ke-6? Saat itu aku janji padanya akan pulang cepat hingga bisa membuat kue ulang tahun bersama seperti biasa.  Tapi kenyataannya aku tidak bisa menepati janjiku.  Esoknya aku bahkan harus segera menuju Canada dan berlanjut ke negara lain tanpa bisa berpamitan atau sekedar meminta maaf padanya.  Apa dia akan memaafkanku, Joon Ae-ya?”  Kisahnya seolah yang di ajaknya bicara bisa mendengar dan menjawab.  “Noona terus memaksaku untuk menikah, tapi jika mengingat apa yang terjadi diantara kita, bagaimana aku bisa menikah?  Bagaimana mungkin aku bahagia sementara dirimu tidak bisa merasakannya?  Dan bagaimana bisa aku membuat Joon Hyun melupakanmu?  Aku tidak ingin semua itu terjadi.”  Kata Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca dan gerakan tangannya di atas rerumputan hijau makin memelan.  “Apa yang harus aku lakukan?”  Kyuhyun bertanya, bagai orang bodoh karena melakukan hal sia-sia.

Sebanyak apapun dirinya bertanya, tidak akan pernah ada jawaban yang terdengar.  Sebanyak apapun dirinya bercerita, tidak akan ada yang menanggapinya.

Tapi biarlah, biarlah Kyuhyun lakukan itu jika memang dengan begitu beban hatinya akan sedikit ringan.

Lama Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan bebicara sendiri, dering ponsel pria itu terdengar dan menghentikan obrolan sepihaknya.  Merogoh saku celana bahannya, nama Ah Ra noona sudah menghiasi layar ponselnya.

 

“Aku rasa kau tidak perlu lama-lama berada di makan Joon Ae hari ini.  Cepat pulang!  Kita akan bersama-sama menuju rumah sakit.  Kau tidak ingin sakit eomma semakin parah, bukan?!”

 

 

***

Menuruni anak tangga rumahnya terburu sembari mengikat rambut kusutnya asal, Joon Ae yang hanya mengenakan kemeja putih milik Dennis sebagai penutup tubuhnya—melihat kembali jam di dinding rumah untuk memastikan waktu saat ini dan tidak salah lagi, dirinya terlambat—bangun.

“Dennis!”  Teriakan Joon Ae menggema.  Pandangannya tertuju pada jam, kulkas besar disudut dapur, dan lantai 2 rumah yang sudah ditinggalinya lebih dari sebulan ini bergantian.  Membuka cepat kulkas setinggi tubuh Dennis, mata wanita itu membulat.  “Bodoh.”  Kesal Joon Ae sembari memukul keningnya sendiri saat ingat bahwa dirinya belum membeli bahan masakan apapun dan kini hanya tersisa bahan tidak masuk akal yang entah bisa diolah bersamaan atau tidak.  Alpukat, kentang, telur, dan krim.  “Oh Sial!”

Joon Ae mulai merutuk dalam hati, bahkan tidak ada roti.

Tidak berpikir akan ia apakan 3 bahan makanan yang belum pernah dibuatnya menjadi satu itu, dikeluarkannya saja ketiga makanan itu dengan kepala yang kembali mendongak pada lantai dua, atau lebih tepatnya kamar dimana suaminya berada.  “Dennis…..!”

Teriak Joon Ae lagi.  Menjinjitkan kedua kakinya untuk melihat apakah Dennis sudah bangun atau belum—Joon Ae yang repot memikirkan tentang sarapan Dennis dengan bahan makanan yang berapa kalipun dipikir tidak cocok itu—terpaksa kembali menaiki anak tangga saat tidak melihat tanda-tanda bahwa suaminya sudah bangun, berlari cepat memasuki kembali kamarnya dan benar saja, suaminya masih dengan santainya tidur dengan selimut tebal yang melilit tubuhnya.

“Dennis bangun……”  Sekali tarikan, selimut yang membelit tubuh Dennis terlepas.  “Kau terlambat, Dokter Oh!  Ayo cepat bangun!”

“Satu menit lagi.”  Melas Dennis dengan kedua tangan memeluk tubuhnya sendiri kedinginan.  “Dan tolong, selimutnya…”  Pria itu memelas tanpa membuka matanya.

“Ini sudah benar-benar terlambat.  Bangun kubilang!”  Joon Ae berteriak kencang, cukup untuk membuat nafasnya habis sebab terlalu kesal, juga cukup untuk membuat pria di atas ranjang yang memeluk tubuh polosnya itu tertawa lucu dan bangun.

“Iya-iya.  Cerewet.”  Dennis menggaruk kepalanya sambil menguap sesekali, turun dari ranjangnya, pria itu mengecup singkat kening istrinya sebelum menghilang dari balik pintu kamar mandi.

Mendengus kesal, Joon Ae melangkah menuju ruang ganti di sisi lain kamar.  Memilih apa yang akan suaminya kenakan untuk bekerja, Joon Ae melakukan apa yang istri lainnya lakukan.  Selesai memilih baju apa yang hendak Dennis kenakan, barulah Joon Ae membereskan ranjangnya dan setelah semua hal di dalam kamar beres— buru-buru ia keluar dari kamar, melanjutkan kebingungannya tentang bagaimana menjadikan bahan makanan tidak masuk akal menjadi masuk akal.

 

 

 

Entah enak atau tidak, cocok atau tidak… Joon Ae lakukan apapun yang bisa ia lakukan hingga kentang dan telur ia panggang menjadi satu, sementara alpukat dan krim, ia letakkan sebagai pemanis.

kentang-panggang

“Dan—apakah ini?”  Kaget Dennis melihat sarapan paginya yang berbeda dibanding sebelum-sebelumnya.

Meletakkan tas kerjanya dengan pandangan heran pada makanan di meja makan, dasi menggantungnya segera menjadi perhatian Joon Ae.  Sambil membuat simpul rapi seperti biasa, Joon Ae menjawab.  “Hanya ini yang tersisa di kulkas.”

Dennis merengut dengan bayangan aneh melihat sarapan paginya.  Mengalihkan pandangannya dari makanan di atas meja, wajah Joon Ae yang hanya beberapa inci darinya nampak begitu serius ketika membuat simpul dasinya.  Melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya, Dennis tidak membuang kesempatan untuk mencium Joon Ae sebanyak yang dirinya mau.

“Oh hentikan!  Kita tidak punya waktu untuk ini, kau sudah sangat terlambat.”  Joon Ae memukul pundak Dennis dan berjalan menjauh, menuju dapur kembali.

Tersenyum geli, Dennis duduk pada kursi meja makan tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Joon Ae.

“Dan apa pula yang kau kenakan itu?”  Tanya Dennis ketika Joon Ae kembali mendekat dengan dua gelas penuh air ditangannya.  Duduk disamping suaminya, Joon Ae hanya mengangkat alisnya.

“Jika semalam kau tidak—.”

“Maka tiap malam aku akan melakukannya agar setiap pagi kau berakhir begini.”  Potong Dennis sembari menahan tawanya melihat tampilan kacau istrinya dari atas hingga bawah.

“Hei!”  Joon Ae memukul lengan Dennis.  “Jangan berkomentar apapun.  Ini pagi yang buruk.”  Kesalnya dan mulai mencicipi kentang dan telur panggang yang baru kali ini dibuatnya menjadi satu.

“Enak?”  Dennis melirik dengan mata menyipit melihat reaksi Joon Ae saat mulai mengunyah.

“Ya, tidak buruk.  Cobalah.”  Joon Ae mendorong lebih dekat piring Dennis dan mengangguk untuk meyakinkan pria itu bahwa kentang yang dipanggang bersama telur bukanlah sesuatu yang buruk.

 

 

 

***

“Kupikir kau sudah lupa jalan menuju rumah.”  Tuan Cho memperbaiki letak kaca mata tua-nya.  Pria dengan sebagian rambut berwarna putih itu melipat rapi koran yang sejak tadi dibacanya, sebagai gantinya—dilihatnya Kyuhyun serius.  “Kau tidak lupa tentang anakmu, bukan?”

Appa…”  Ah Ra menyenggol lengan appa-nya, tanda untuk Tuan Cho menghentikan perkataannya.

Berdiri dan melangkah mendekati Kyuhyun, Ah Ra membuka bibirnya.  “Kau pergi bersama Joon Hyun.  Aku bersama appa dan Rae Mi.”

Hanya menanggapi semua itu dengan tarikan nafas panjang, mengangguk pelan tanpa niat untuk menolak—Kyuhyun melangkah pelan menuju kamar dimana Joon Hyun berada sementara noona dan appa-nya segera keluar, begitupun keponakannya.

13267373_1596554867321877_365105286_n

“Joon Hyun-ah…”  Panggil Kyuhyun dan seketika itu juga perhatian Joon Hyun teralihkan dari buku yang tengah di bacanya.

Appa…..”  Bocah itu langsung menampakkan tawanya begitu mendengar suara Kyuhyun.  Menutup bukunya cepat, buru-buru Joon Hyun turun dari ranjangnya.  “Appa…..”

 

Dan lihatlah betapa bahagianya dia meski sering aku telantarkan.  Kyuhyun menghela nafas panjang.  Berjongkok ketika Joon Hyun sudah berada dihadapannya, usapan lembutnya pada kepala putranya nampak.  “Kau sudah siap?”  Tanyanya.

“Ya.”  Joon Hyun mengangguk riang, mantel hangat yang dipegangnya segera ia kenakan dan Kyuhyun membantunya.

“Ayo.”

Appa…”  Joon Hyun menarik ujung jas yang Kyuhyun kenakan hingga pria itu menghentikan langkahnya sejenak.  Menoleh, tampak Joon Hyun mendongak padanya.

“Ada apa?”

“Bolehkah aku menggandeng tanganmu, appa?”

Oh berdosanya ia.  Kyuhyun tidak menyangka bahwa ia seburuk ini hingga untuk menggandeng tangannya…. Joon Hyun perlu meminta ijin.  “Ya.”

Mengambil sebelah tangan Joon Hyun, keduanya mulai berjalan beriringan dengan tawa lebar Joon Hyun yang tercetak begitu jelas hingga Kyuhyun ikut tersenyum tipis.

Membukakan pintu mobil untuk Joon Hyun menggantikan sopirnya, Kyuhyun baru saja menampakkan dirinya sebagai seorang appa yang sesungguhnya.  Duduk beriringan, tawa jelas Joon Hyun sudah pasti Kyuhyun tangkap dengan mudah.

Appa….”  Anak itu memanggil, dengan riangnya.  Tanpa satupun kemarahan atas bagaimana perlakuan Kyuhyun selama ini padanya.

“Ada apa?”

“Besok appa akan pergi kemana?”

“Hm?  Bagaimana maksudmu?”  Kyuhyun menoleh, mendapati mata jernih Joon Hyun yang menatapnya antusias.

“Bukankah appa selalu pergi?  Besok appa akan kemana?  Bisakah hari ini kita menghabiskan waktu bersama?”

Sebelah alis Kyuhyun terangkat, menggaruk pelipisnya pelan—Kyuhyun melirik sopir didepannya yang tersenyum tipis.  Kembali pada Joon Hyun, dalam hati Kyuhyun bertanya dalam hati ada apa dengan anak ini?  Sejak kapan menjadi begitu cewet dan bersikap sedekat ini?

“Kau kenapa jadi cewet sekali?”  Kyuhyun justru bertanya dengan raut sinisnya yang belakangan ia sesali sebab menghilangkan ceria dalam diri Joon Hyun seketika itu juga.

“Tidak apa.”  Joon Hyun merengut, menundukkan kepalanya dalam tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi pada Kyuhyun yang juga terdiam.

Membiarkan suasana dalam mobil menjadi dingin, suasana yang harusnya tidak terjadi antara hubungan appa dan anak… Kyuhyun membuang muka tanpa niat untuk memperbaiki semua itu meski dalam hatinya ia merasa bersalah.

 

 

Sesampainya di rumah sakit, Joon Hyun segera turun tanpa menunggu Kyuhyun.  Berlari dengan kaki kecil dan pendeknya, sosok Tuan Cho juga Ah Ra menjadi tujuannya.  Memeluk kaki harabeoji-nya, entah apa yang terjadi namun lirikan tajam Tuan Cho pada Kyuhyun yang masih ada di dalam mobil jelas terasa.  Menggendong Joon Hyun, Tuan Cho segera melangkah masuk tanpa niat untuk menunggu Kyuhyun yang masih bertahan dengan wajah bodohnya di dalam mobil.

“Tuan.”

Sopir didepan Kyuhyun bersuara, menolehkan perhatian pria itu dari keluarganya yang sudah tidak tampak.  “Ada apa?”

“Saya rasa tidak seharusnya anda memperlakukan Tuan Muda seperti itu.”

Tidak suka dengan apa yang sopirnya katakan, Kyuhyun menatapnya tajam melalui kaca depan mobil.  “Tahu apa kau?”  Sinisnya.  Membuka segera pintu mobil, pria itu sengaja menutupnya kencang dan melangkah kesal memasuki rumah sakit tempat eomma-nya di rawat.

 

 

***

Menunggu dokter memeriksa Nyonya Cho, Tuan Cho dan Ah Ra serta dua anak kecil dalam pangkuan mereka duduk persis didepan kamar Nyonya Cho.  Perhatian dua orang dewasa itu, jelas tertuju seutuhnya pada Joon Hyun.  Mengusap puncuk kepala cucunya beberapa kali, raut menyesal jelas nampak dari mata tua Tuan Cho.

Harabeoji.”  Panggil Joon Hyun sambil mendongak.

“Ada apa?”

“Aku mau ke toilet.”  Ucapnya segera turun dari pangkuan Tuan Cho.

Harabeoji akan mengantarmu.  Ayo.”

“Tidak perlu.”  Joon Hyun menolak, lengkap dengan gelengan kepalanya.  “Aku hanya sebentar.”  Ucapnya pelan dan segera ia melangkah, tanpa satupun orang dewasa yang mengikutinya setelah kalimat sebelumnya.

“Jika tahu begini aku menyesal membawa Joon Hyun pada Kyuhyun.”  Ah Ra menatap Joon Hyun yang sosoknya mulai hilang dari pandangannya miris.  Menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi sembari menyisir rambut putrinya, tatapannya mulai tertuju pada appa-nya yang juga nampak sedih atas apa yang Joon Hyun terima.

 

 

***

Sembari melangkah, Joon Hyun menghapus air matanya yang menggenang.  Guru di sekolahnya berkata bahwa jika orang tua kita tidak mau bicara maka kita yang harus bicara.  Jika orang tua kita tidak mau bercanda, maka kita yang harus membuat lelucon.  Guru di sekolah Joon Hyun pagi tadi berkata bahwa semua orang tua sangat mencintai anaknya.  Tapi tampaknya itu tidak berlaku untuknya.

Melangkah pelan menuju kamar mandi, entah apa yang akan dilakukannya disana Joon Hyun sendiri tidak tahu sebenarnya.  Tapi dulu setiap kali akan menangis, halmeoni-nya selalu masuk kedalam kamar mandi dan setelah itu akan keluar dengan wajah segar lagi.  Begitu juga teman sekelasnya yang menangis karena tangannya terluka, seorang guru akan membawanya masuk ke dalam kamar mandi dan setelah itu tangisnya reda, lukanya juga tertutupi.  Bahkan ketika suatu waktu gurunya, Sim Songsaengnim menangis entah karena apa di ruang guru… wanita gendut dengan suara nyaring itu langsung berlari menuju kamar mandi dan saat keluar matanya tidak berair lagi.

Maka Joon Hyun juga ingin hal macam itu.  Masuk ke dalam kamar mandi dan mendapatkan hal menyenangkan hingga sedihnya hilang.

e6381bd1b910eaa5493c7321bc780f68

Kosong, tidak ada apapun bahkan siapapun ketika dirinya masuk.  Warna putih bersih yang  memenuhi tiap sudut kamar mandi, sama sekali tidak menarik hingga dirinya bisa bahagia.

Namun, warna hitam pada wastafel yang begitu mencolok mencuri perhatian Joon Hyun.  Mendekat ragu, nyatanya benda itu adalah dompet.

Joon Hyun merengut, apa yang bisa membuat sebuah dompet menghilangkan sedihnya?  Menoleh ke kanan dan ke kiri, memeriksa apakah ada hal selain dompet itu yang merupakan hiburannya… Joon Hyun kembali menampakkan wajah memelas karena tidak ada satupun hal menarik kecuali dompet yang kini sudah berada di tangannya.

Maka dengan hati-hati dan perlahan, Joon Hyun membukanya meski belum tahu kejutan apa yang ada di dalam dompet sebab setahunya hanya akan ada uang di dalam benda itu.

11287827_1505501426406478_578633803_n

Eomma?”  Anak itu memekik terkejut mendapati foto Joon Ae, eomma-nya, yang sosoknya tidak asing sebab di rumahnya, ada banyak foto Joon Ae yang ia miliki.

Membuka matanya lebar-lebar, menyentuh pelan foto yang ada di dalam dompet hitam ditangannya dan Joon Hyun tidak salah, itu adalah foto eomma-nya.  Foto eomma-nya yang tidak appa-nya miliki, dan foto eomma-nya yang sedikit berbeda dengan milik appa-nya di rumah.

Oh, thank God.  Aku pikir aku kehilangan dompetku dimana.  Hei adik kecil, itu istriku.  Cantik bukan?”

Joon Hyun mendongak dengan kedua alis saling terpaut.  Tangan besar yang terulur dihadapannya, berikut senyum menenangkan dari sosok tinggi yang kini berada dihadapannya… mengusik hatinya.  “Ini eomma-ku.  Istri appa-ku, bukan istri Tuan.”

Advertisements

60 Comments Add yours

  1. Noel Seora says:

    Makin seru aja nih cerita nya…
    itu dompet nya dennis kan?
    wahh pngen baca next chap, gimana kbingungn dennis thd jwaban joon hyun
    dtnggu ya…
    keep writing 🙂

    Like

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Iya dompet dennis 😁😁

      Like

  2. laela says:

    Apakah bnr itu joon ae dia tdk meninggal jgn katakan kl itu rencana mereka joon ae tw siwon agar dikatakan meninggal agar kyu tdk mengganggunya lagi kasian joon hyun knp kyu hrs bersikap begitu kl joon ae tau tau rasa nanti anaknya diambil kembali

    Liked by 1 person

  3. Okk… Jadi kyu berpikir klo joon ae sudah meninggal? Apa ini ada hubungan dengan siwon? Supaya kyu tidak mengganggu joon ae lagi. Dan joon ae sudah di bohongi juga bahwa anaknya sudah meninggal? Ahhhh rumit banget nie.. itu dompet nya Dennis oh khan? Gimana ya reaksi nya Dennis pas joon Hyun bilang klo itu foto eomma nya? Next update ditunggu loh…

    Liked by 1 person

  4. indahryeo says:

    Aduhhh gilaa akhirnyaa sequel dipost juga ~~
    syukur aku ngk sengaja ngecek wp nya 😊😊

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Cek pas tgl 9, 18, 27 😂😂 asal wp dibuka post.. gaada post baru wp di gembok lagi. Besok tgl 28 yg di private lagi

      Liked by 1 person

  5. arisa says:

    kata2nya bagus.. seperti nya siwon dalang dari semua ini? #nebak

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Terimakasih 😄

      Like

  6. ohsenas says:

    aku udh nunggu lma ff ini dn sllu berakhir dngan menangis,
    ga tau kenapa sedih ajh sma joon hyun ,karena perlakuan dn keegoisan orng”dewasa diskitar y jdi buat si joon hyun menderita.nyesek dpet bngt feel y dn sllu suka .thnks yah thor udh buat ff sebgus ini .aku jga suka cara penulisanmu

    jngn lma”yah thor part slnjtnya aku penasarn gmna tnggapan si denis pas joon hyun bilang kalu eomma y joonhyun adlah istri y deniss…mdah”cpet keungkap semua y kasian joon hyun si kyuu menanti orng yg dcintai y …😢😢

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Astaga padahal mnurutku gaada yg trlalu sedih 😂😂

      Like

  7. may says:

    Kyu mndptkan blsanny krn ap yg udh d lakuin d ms lalu (msh k bw dongkol sm ff time yg kmrn he…) tp akhrny joo hyun jd sa2ranny kshn 😦
    Crtany makin rumit bnr2 ga ktebak nnt bakal gmn. Smgat trs bt lnjutin ffny fighting….

    Liked by 1 person

  8. kroong kroong says:

    Kasian joon hyun,harusnya kyu g trll kejam sm dia,bgmnpun itu bkn slh joonhyun yg trll mrp sm joon ae,bknny shrsy dia bersikap baik sm joon hyun ats kesalahannya.

    Liked by 1 person

  9. ohsenas says:

    comenan aku g masuk teruss erorr arghhhh…😢😢

    udh nunggu lma ff ini and sllu berakhr dngn mnangiss…
    mnurut aku dsni yg paling ksihan si joo hyun dia menderita karna keegoisan orng”dewasa disekitar y…and yg paling aku benci si siwon yg membuat msalah ini makin berantakan….
    aku tnggu part slnjt y n aku jga suka cara penulisan kamu thor n slu dpet feel y…

    terimakasih udah buat ff keren bnget…👍👍😊

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Masuk kok komennya yg tadi 😟😟

      Like

  10. elfrye says:

    Kshn joon hyun,dia merindukn ksh syg kedua ortunya terutama ommanya,tp mau di rahasiakn spt apa klo surtn takdir menghendaki mrk pasti akn ketemu,mudh2an atr kyu joon ae dan joon hyun bisa ketemu,tp gmn ya joon ae udh menikah,penasaran lnjtnnya,ttp smgt saeng,jgn lm2 updAtenya y di tunggu selalu.

    Liked by 1 person

  11. lyeoja says:

    Aku bener gak ngerti thor, pdhl setahuku aku ngikutin ff ini dr awalll, kalo gak salah sih, aku jg pernh baca di flying nc.. iya gak..???
    Knpa kyu tahunya kalo joon ar meninggal dan knpa pulaaa joon ae mnikah dengan dennis..? Apa joon ae sngaja nibggalin anakknya…? Apa aku yg gak baca part sebelumnya…???
    Atau apa author bkin ff yg cast nya joon ae kyu semua…??
    Bingung aku thor…?? But cerita nya bner2 menarikkk, i like it…
    Ditunggu next partnya thor, author trlalu lama hiatusnya…. hihihi
    Fighting

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Ini bener lanjutannya kok…iya jadi di sequel ini ngisahin kehidupan mreka stelahnya… ada apa 6 tahun lalu ada di bagian flashback

      Like

  12. baru nemu WP ini, first story jga sih
    udah nyentuh hati aja,
    ijin baca part2 awal yaaa
    miris sih bacanya saat seorang anak tidak dipedulikan sma ayahnyaa
    anakny kan gak slah? knpa hrus anak yg menerima semuanya
    next part dr sequel dtunggu
    fighting^^

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Makasih 😄😄

      Like

  13. Wah ga sabar nunggu lanjutannya. Sungguh baca dibagian joon hyun sungguh sedih..

    Liked by 1 person

  14. cici says:

    Jd bingung,kyu dtng ke makam joon ae, to itu???

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Udah baca chapter sblumnya? Disana ada sdikit pnjelasannya

      Like

      1. cici says:

        Owh ia ya…

        Liked by 1 person

  15. Choopi says:

    Yaampuuun kasian banget jadi joon hyun harus kena imbasnya karena kelakuan kyu dulu.. Aku ykin dalang dari semua ini tuh pasti siwon, terus gmna reaksinya dennis waktu joon hyun bilang itu foto adalah ibunyaa? Uuuuhhh makin penasaran ajaaa sumpah

    Liked by 1 person

  16. Monika sbr says:

    Kasihan joon hyun, seharunya kyu memberi perhatian lebih pada anaknya bukan malah bersikap dingin kaya gitu.
    Waduuh, joon hyun menemukan dompet berisi foto ibunya. Gimana ya reaksinya denis saat joon hyun mengatakan istrinya adalah ibunya joon hyun??

    Liked by 1 person

  17. murnialbatul says:

    Kasihan sama joonhyun,kyuh mah tega amat masa sama anak sendiri kek bgitu sikapnya,,
    Masih penasaran ,dan blum terlalu dijelaskn bagaimana joon ae bisa nikah sama tuan Oh
    Dtggu klnjutannya
    Semangat n makasi saeng😘😘😘

    Like

  18. Lah trus itu makam siapa dong yang dikunjungi kyuhyun? Kalau itu joon ae, lalu yang bersama denis itu siapa?
    Oooo apa ada rahasia dibalik kematian ae….?

    Like

  19. yuni says:

    Ya aampun ini ff aku tggu berbulan Bulan… huhuuhuuu akhrnya sequelnya,, d tggu lanjutannya yahhh scptnya author.. ^^
    Bkin kyu ktmu donk sm joon ae

    Liked by 1 person

  20. kyuwonhae's wife says:

    Astgaaa… jd begni perlajuan kyu sma anaknya? Dingin bgt? Dan knpa ahra blang dia nyesal mbwa joo hyun kpsa kyu? Jd mrka berbgi kah? Dan prahnya joohyun sllu merasa sdih krna perlkuan kyu 😥
    Ap jd y joohyun mengku sbgai anaknya joon ae dihdpannya? Semnnggat yah thorr, lnjtin ff ketjehnya 😉

    Like

  21. lie says:

    penasaran next dong …. jgn lama2 thorr ….

    Like

  22. wahyuniputri95 says:

    yess,,akhirnya,,kemaren sempet sedih,takut gabisa baca lanjutan Time lagi..

    pertanyaan nya masih sama,kejadian sebenernya kayak gimana sih? rencana siwon kah? atau jangan” keluarga nya kyuhyun juga tau? gimana yaa reaksi dennis pas joonhyun bilang kalo itu foto ibunya dia? sukses terus buat authornya,semoga cerita nya lebih cetaarr lagi..

    Liked by 1 person

  23. nuroktaviani says:

    Kasian sama joo hyun

    Liked by 1 person

  24. dewikhanifa says:

    aaahhhh akhirnyaaaaa bisa baca ff ini jugaa, kyu gak bisa dewasa bgt di depan joo hyun emosi liatnya

    Liked by 1 person

  25. Annyeong kak, salam kenal 😊Joon akuu udah baca😭😭😭
    Dan bagian yg paling sakit adalah saat joonhyun😥 kyuhyun oppa setega itu sama joon hyun walaupun dia ngerasa bersalah bersikap gaadil sama joonhyun gara2 joonhyun buat dia selalu keinget joon ae eonni, joon hyun uljimaaaaa😭 joon hyun lain kali sama aku aja ketoiletnya😘 kalau appa jahat datang ke aku aja mari kita cari semua yg berkaitan dengan eomma joonhyun, joon hyun-ie aku padamuuu, anak manis 😘😘 joonhyun harus semangat, buat appanim terbuka hatinya buat joon hyun.
    Sayangnya eomma sekarang istrinya dennis😭😭 jadi harus gimana ini? Joon semangat pokoknyaaa aku dukung selalu joon hyun okeee😘😘😭

    Ceritanya keren banget kak, penulisannya juga😊
    Feelnya kerasa banget, entah gimana ini kelanjutannya, apa joon hyun akan bertemu eommanya, apa joon ae eonni bisa ingat semuanya, apa kyuhyun oppa bisa belajar memafkan diri sendiri,
    Woww kak semangat nulia yaa hehehe😀

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      anyeong mysweetlollipop 🙂
      Makasih pujiannya… semoga aku bener2 cepet post ya wkwk

      Liked by 1 person

      1. Samasamaa kak😊😊
        Aku line 97 kak, kakak?
        Ditunggu kak haha gausah buruburu😄😄 hihi

        Liked by 1 person

      2. Mrs. Bi_bi says:

        aku 94 wkwkwk
        Kelar tinggal dikit, ada bagian yg butuh feel berlebih dan lagi naikin mood wkwk

        Like

      3. Gabeda jauh kak😄😄 halooo kakak😉
        Nah ituu diaaa, keep writing pokoknyaaaa😀😀

        Liked by 1 person

  26. Hisyaurelina says:

    duuhhhh au dibikin mewek nih sama kelakuannya kyuhyun…. dia tuh kok gak dewasa bgt, thorrr kesian kan joohyun…. kalau joon ae sm dennis.. siapa yg di kubur di makam yg kyunyun datengin??

    Liked by 1 person

  27. Haloo, aku reader baru di wp ini dan aku tau wp ini karena a amazing story from another wp.
    Aku langsung komen aja ya hihi. Ini aku juga khawatir sama kaya Siwon kalau Joon Ae bakal bertindak bodoh lagi kalau inget semuanya dengan memilih Kyuhyun. Tapi semoga tidak, ada makhluk sempurna, yaitu Dennis. Di sini aku suka sama karater Dennis yang tenang, lembut, baik, dan tulus. Dan tidak semena-mena, keliatan dari dia minta izin dulu ke Siwon padahal Siwon udah gak punya hak atas Joon Ae lagi.
    Dan aku kaget tbh, kira aku Kyuhyun bakal berubah dengan alasan masih mencintai dan merasa bersalah ke Joon Ae, dia bakal memperlakukan anaknya dengan baik, dengan penuh kasih sayang, tapi apa? Dia jahat banget ke anaknya dan itu semua karena egonya, persis kaya kesalahan dia sebelumnya dan dia gak ngambil itu sebagai sebuah pelajaran. Semoga Joon Hyun nya jadi anak baik2 dan gak terlalu nyimpen banyak luka ya…..

    Maaf kalau komennya kepanjangan hehe ini semua adalah unek2 aku saat baca this amazing story huhu luvluv kaak

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      halo juga mapleinautumn maaf baru bales huhuhu T.T gpp panjang, aku baca kok, cuma balesnya aja yg bingung kudu gimana ^^. makasih juga untuk udah dibilang amazing story 😀

      Like

  28. shenn_ says:

    APA ITUUUUUUU :”
    UWAAAA
    IH KAGET SENDIRIII
    IDIHHH SEREEMM :”

    *efek maljum terabaikan* XD

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Apa??? Ada apaaaaa….😲😲

      Like

  29. Hmmm aku penassran ini tuh sequel time yg itu bkn ya.. Aku pernah baca jg di blog ini.. Bener ga??

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Ini sih emang sequelnya time. Tapi nth time yg kamu mksud atau bukan 😂

      Like

      1. Kkkkk.. Maklum faktor u x yakk.. Ingatan jd agak kabur wkwkwk

        Liked by 1 person

  30. lilly says:

    dari awal kayaknya kyuhyun gak tulus cinta ma joon ae dy malah lebih mirip nafsu ma joon ae bukan cinta ,tp sekarang dy nyesel bgt sepertinya dan dy jg gak jadi nikah ma hyo rin ,tp kx dy jahat bgt ma anaknya kasian joon hyun,

    Liked by 1 person

  31. Rahmi sparkyu says:

    Annyeong aku reader baru… Nemu wp ini dari teman yang share di fb… Wah ff nya keren dan menguras emosi… Prihatin juga ama joon hyun… Korban dari permasalahan orang tua adalah anaknya… Sedihnya jadi joon hyun… 😭😭

    Liked by 1 person

  32. hyokwang says:

    jadi dari awal itu kyuhyun cuma main2 sama joon ae…. mungkin siwon tau tau mangkanya siwon g mau joon ae nikah sama kyuhyun….
    kyuhyun tuh udah ngelakuin kesalahan ke joon ae, sekarang malah ngelakuin kesalahan juga sama joon hyun…
    gimana ya reaksi kyuhyun kalau tau joon ae masih hidup, dan sekarang malah hidup lebih bahagia dari pada dia??

    Liked by 1 person

  33. gakaci12 says:

    Kyuhyun kok tetep cuek.Joon Ae beneran ga inget apapun.

    Liked by 1 person

  34. wienfa says:

    akhir nya bsa bca lagi sequel time nya.sambil nunggu pasien yang dteng,komen dlu ahh!
    alur nya maju mundur ya?udh bca d time opening,trus itu mkam siapa ya yg sbnrnya kyu knjungin ampe bsa prcya klo joon ae tiada?visual ank kyu lucu bgt.eh kyu hrus ny klo nysel km jgn sia2in ank km dong!dy gk tau ap2 tau..greget deh!ya ampun nak itu emng fto mommy km..udh lah joon ae sm dennis aj yg tlus cinta sm joon ae.huft!!

    Like

  35. No Name says:

    Jadi Kyuhyun emang dari awal gak serius sama Joon-Ae??? 😣 you got what you did, man

    Liked by 1 person

  36. Ifhaa says:

    Gimana deniss mnghafpi mulut brbisa joohyun aq pnsaran…

    Like

  37. mychococinno says:

    Sebenarnya apa yg terjadi?
    Kyuhyun taunya Joon Ae udh meninggal..
    tp di sisi lain kok Joon Ae masih hidup udh nikah lg,,

    kasian Joonhyun.. gk di perhatiin sma Kyu..
    ceritanya makin seru..
    masih banyak yg blm terungkap..

    ok baca next chap dlu..

    Like

  38. Shin cira says:

    Aaaaaaaa jon ae cepatlah bertemu kembali dengan anakmu dan suami mu yang seharusnya

    Like

  39. Dersimalinda says:

    makin seru nii.
    apa joon ae akan ingat masa lalunya lagi atau selamanya akan lupa , aduhh aku penasran aja..

    Like

  40. KRISMATIC08 says:

    Joon ae masih hidupkan,,, pasti siwon mengatur agar joon ae pura2 mati,, kasihan joon hyun,, udah gak punya ibu ayhnya juga kyak gitu gak peduli ama dia giman coba perasaan anak sekecil itu,, sumpah sedih banget,,😭😭😭

    Like

  41. Agnes Cho says:

    Kasian yaa joon hyun, kyuhyun knpa gtu banget sii??
    Pdhal kant tuh anaknya dari joon ae yaa, ko berasa jijik sma anak sndri..

    Btw, kyuhyun ngapain joon ae sampe bisa amnesia bgitu??
    Kok bisa??
    Ktanya cinta??
    Aneh ihh…

    Next baca dehh…

    Like

  42. Amoy says:

    Waaah, dunia itu sempit yah.
    Takdir membawa mereka bertemu.

    Like

  43. Joon ae masih hidup?????
    Tp koq ada kuburan nya???
    Truz kyu juga jgn gitu lah sama anak:'(

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s