New Time (Opening)

1 September 2016, Singapura

Bunyi ketukan seirama detik jarum jam terdengar dari salah satu sudut rumah bergaya kastil tua itu.  Sebuah meja makan berbahan kayu langka yang berbentuk memanjang, menampakkan dua sosok pria dewasa yang saling berhadapan pada salah satu sudutnya.  Salah satu dari sosok dewasa itu, berpenampilan formal layaknya seorang yang tengah bekerja atau menghadiri pertemua penting.  Raut wajahnya-pun, nampak begitu serius.  Sementara pria dihadapannya, nampak begitu santai.  Hanya mengenakan atasan longgar tipis tanpa lengan, celana bahan selutut yang dikenakannya menambah kesan santai yang tentu berbanding terbalik dengan tampilan ataupun raut wajah lawan bicaranya.

Pria dengan raut serius itu, Choi Siwon.  Sementara pria dihadapannya yang nampak begitu santai, Dennis Oh.

“Aku takut meja makan kita akan berlubang jika tanganmu terus menusuknya menggunakan sumpit.”

“Jangan bercanda.”  Siwon mendengus.  Sumpit yang sejak tadi diketukkannya, bukan di tusukkannya pada meja seperti ucapan Dennis, ia jadikan pengalih perhatian.

Lama, mereka masih saling terdiam hingga ketika Siwon merasa tidak bisa menahannya lagi, kerut pada keningnya bertambah dan ketukan sumpitnya terhenti.  Digantikan oleh pandangan seriusnya lagi pada Dennis.

Hyung, serius?  Korea?  Seoul?”  Pria itu memisah satu kalimat utuh mejadi beberapa kata.  “Isabelle punya kenangan buruk disana. Hyung tahu itu, bukan?”

“Isabelle sudah menjadi istriku, Siwon-ah.  Tidak ada yang perlu kau khawatirkan.”

“Ya.  Aku tahu.”  Siwon mengangguk paham.  Tidak perlu dirinya dijelaskan mengenai status pria dihadapannya ini atas adik satu-satunya itu, dan tidak perlu pula dijelaskan bahwa selama bersama Dennis maka adiknya akan baik-baik saja.  “Tapi tetap saja, tidak bisakah, Isabelle, disini saja?”  siwon kembali menjeda kalimatnya beberapa kali. Nampak begitu ragu.  Mengekang adiknya bukanlah sesuatu yang bisa ia lakukan lagi saat ini.  Adiknya telah bersuami, terlebih—suaminya adalah seorang yang begitu sempurna menurutnya.  Sungkan, adalah hal pertama yang ada dalam kepala Siwon jika menolak keinginan dari pria bermarga sama dengan eomma-nya itu.  Tapi setuju, jelas tidak mungkin.

“Kau tidak percaya bahwa aku bisa menjaga istriku sendiri?”

“Bukan begitu.”  Siwon membantah cepat.  “Aku hanya khawatir, hyung.”

“Tidak akan terjadi sesuatu hal buruk.  Percayalah padaku.”

“Aku percaya padamu.”  Siwon menjawab penuh keyakinan.  Sekali lihat atau dengar-pun tentang bagaimana Siwon menatap dan berucap pada Dennis, sangat mudah untuk diketahui bahwa pria ber-marga Choi itu tidak memiliki keraguan sedikitpun pada suami adiknya.  “Tapi kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu menit dari sekarang.”  Sambungnya.  “Begini saja—”.  Siwon mencondongkan tubuhnya, menatap Dennis mantap untuk sebuah tawaran.  “Aku bisa meminta atasanmu untuk tidak memindahkanmu kesana.  Aku mengenal direktur rumah sakit tempatmu bekerja.  Aku akan memintanya untuk tidak menugaskanmu di Korea.  Atau jika tidak, aku bisa mendirikan sebuah rumah sakit disini untukmu.  Atau kau ingin langsung menangani rumah sakit besar?  Aku bisa menurunkan direktur rumah sakitmu atau rumah sakit lain dan menjadikanmu pemimpinnya saat ini juga.”

“Ayolah… Choi Siwon.”  Dennis menyandarkan tubuhnya santai, pun… dengan pandangan yang masih tertuju pada Siwon.  “Ini hanya 2 tahun, tidak akan ada hal buruk apapun yang terjadi pada Isabelle selama waktu itu.”

Siwon membuang muka dari Dennis.  Sepasang sumpit yang sejak tadi dipegangnya mulai ia letakkan perlahan hingga tidak ada bunyi apapun lagi diantara mereka, kecuali bunyi yang muncul sesekali dari arah dapur.

Menghembuskan nafas panjang, Siwon kembali menatap Dennis.  Kedua tangannya saling berpautan di atas meja.  “Sekalipun aku menolak, hyung akan tetap pergi, bukan?  Karena hyung adalah suami adikku, maka hidupnya bukan padaku lagi.  Aku berterimakasih padamu karena memberitahuku, dan bahkan meminta ijin dariku meski tanpa itu hyung bisa membawanya kemanapun yang hyung mau.  Tapi jika hyung benar-benar membutuhkan ijin dariku, maaf, aku tidak bisa.  Aku tidak bisa memberi hyung ijin untuk membawa Isabelle kesana.  Tapi seperti kataku sebelumnya, karena hyung adalah suaminya, hyung tahu bahwa ijinku adalah tidak penting.”

“Bukan begitu maksudku.”

“Lalu?”

“Aku tahu bagaimana peran dan arti Isabelle untukmu.  Meskipun aku bisa membawanya tanpa ijinmu, aku akan tetap meminta ijinmu dan akan pergi jika sudah mendapatkannya.”

“Jawabanku adalah tidak.”

“Maka aku akan membujukmu untuk berkata iya.”

“Caranya?”  Siwon mengernyit, melempar pandangan enggan untuk pertama kalinya pada pria yang ia kagumi itu.

“Caranya adalah aku berjanji padamu bahwa semuanya akan baik-baik saja seperti hari ini dan apa yang kau takutkan tidak akan pernah terjadi.”

“Bagaimana aku bisa tahu?”

“Bahkan jika kita ditakdirkan mati saat ini, kita akan langsung mati saat ini.  Ketakutanmu akan menjadi kenyataan jika memang itu sudah ditakdirkan.  Bahkan, jika takdirnya adalah saat ini meskipun kita berada dalam rumah maka hal itu akan terjadi bagaimanapun caranya.  Seperti katamu, kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu menit kedepan.”

Hyung—.”

“Menghindar tidak akan membuat semuanya nyaman, Siwon-ah.”

“Tapi—.”

“Apa yang sebenarnya kau takutkan?”  Tanya Dennis.  Duduk dengan tegak, pria itu mulai mengimbangi segala keseriusan Siwon yang biasanya hanya ia tampakkan ketika berada dalam ruang operasi.  “Berapa kalipun aku berpikir tentang ini, aku sama sekali tidak mengerti kenapa kau sampai sebegitu enggannya untuk kembali ke Korea.  Kau bahkan memilih untuk memperingati hari kematian eomma-mu disini, bukan disana.  Apa yang sangat kau khawatirkan, Siwon-ah?”

“Mantan suami Isabelle.”

Dennis menghela panjang, nampak begitu jengah dengan jawaban yang Siwon berikan.  Rengutan disekitar alisnya yang tadi muncul, mulai pudar dan tenang yang selalu melekat padanya, kembali.

“Aku takut dia mengganggu Isabelle lagi.”

“Ini sudah 6 tahun.  Tidak mungkin pria itu masih menginginkan Isabelle.  Jikapun dia masih mencintai dan menginginkan Isabelle, dia tidak akan setenang 6 tahun ini.”

“Kau tidak mengerti, hyung.”  Siwon menggumam pelan.  Sorot tajamnya pada Dennis melemah dan kedua tangannya saling terkepal di atas meja.  “Dia gila.  Pria itu, gila.”

“Aku tahu dia gila.”  Anggukan kepala Dennis nampak beberapa kali.  “Jika dia waras, dia tidak mungkin mencelakai anak dan wanita yang dia katakan bahwa dia mencintainya.”

“Ya.”  Siwon menggigit bibir bawahnya.  Pandangannya yang kosong, nampak menyedihkan.  “Karena dia tidak pernah mencintai adikku, mungkin karena itu dia melakukannya.”

Dennis merengut, tapi toh—pria itu diam saja.  Tidak bertanya lebih lanjut tentang ucapan Siwon.

“Ingatan Isabelle, tidak akan pernah kembali, bukan?”  Siwon bertanya lebih lanjut.  Area dapur yang hanya dibatasi oleh sebuah pembatas berbahan kayu dengan ukiran klasik dan beberapa diantaranya membuat kayu tersebut berlubang, menampakkan sosok Isabelle disana yang tengah menyiapkan masakan untuk makan malam mereka seperti biasa.

Mengikuti arah pandang Siwon pada area dapur dimana ada istrinya disana, Dennis tersenyum tipis.  “Apa yang kau takutkan dari kembalinya ingatan Isabelle?”

“Dia pernah meninggalkanku untuk pria itu.  Aku takut jika mereka bertemu, dan Isabelle kembali mencintainya, atau bahkan mengingat semuanya, mereka akan kembali bersama.”

Dennis terdiam, menatap sosok istrinya dalam dengan ucapan Siwon yang mulai mengusiknya.  “Isabelle meninggalkanmu karena pria itu?”

“Ya.  Dia, sangat mencintai pria itu.  Andai pria itu melihat Isabelle sebagaimana Isabelle melihatnya, aku akan senang.  Tapi jangankan melihat, memikirkannya saja tidak.”

“Tapi akhirnya mereka menikah, bukan?  Mana ada seseorang yang menikah jika tidak mencintai?”

“Karena kecelakaan, dan untuk melindungi dirinya sendiri.”

“Kecelakaan?  Kecelakaan apa?”

Siwon kembali menoleh pada Dennis dan menggeleng.  “Membicarakannya membuatku ingin muntah.  Jadi, bisakah hyung pastikan saja bahwa ingatan Isabelle tidak akan kembali?”

“Aku hanya berani jamin bahwa tidak akan ada hal buruk yang menimpa Isabelle lagi.  Dia adalah istriku sekarang, tidak akan aku biarkan siapapun menyakitinya atau merusak kehidupannya saat ini.  Percayalah padaku, bukankah aku tidak pernah membohongimu?  Saat aku berkata bahwa Isabelle pasti sembuh dia sembuh, saat aku berkata bahwa Isabelle akan kembali menjadi adikmu yang dulu, dia benar-benar kembali seperti yang kau inginkan.  Percayalah padaku sekali lagi, percayalah padaku seperti yang kau lakukan selama ini.  Aku bertanggung jawab untuk semua ucapanku, Siwon-ah.”

Memejamkan matanya perlahan dengan tarikan nafas teratur yang bisa Dennis dengar, Siwon nampak benar-benar tengah berpikir.  “Baik.”  Ucapnya dengan pandangan sayu dan khawatir yang kembali tampak.  “Aku percaya padamu, hyung.  Bawalah Isabelle, aku percaya padamu.”

Good choice.”  Dennis meyunggingkan senyum leganya dengan tangan menepuk pundak menurun Siwon beberapa kali seolah ingin agar Siwon tidak terlalu berpikir aneh-aneh tentang hal ini.

 

 

 

***

Seoul, Korea Selatan

Segera keluar begitu mobil yang membawanya memasuki pelataran rumah keluarga Cho baru saja berhenti, Kyuhyun yang bahkan tidak peduli tentang lelah ditubuhnya langsung lari dan sambutan Ah Ra lengkap dengan pandangan datar juga gelengan kepala pelannya, adalah apa yang Kyuhyun terima dan itu bukanlah apa yang ia bayangkan ataupun inginkan.

“Kemana saja?”  Tanya Ah Ra begitu datar bagai ia tidak terlalu tertarik untuk menanyakannya.  Melirik jam dinding besar yang terpasang di salah satu sudut ruang utama keluarga Cho, Kyuhyun yang mengikuti arah pandang kakaknya membuang nafas lelah dengan kedua pundaknya yang turun.

“Joon Hyun sudah tidur?”  Tanyanya mendekat dengan langkah perlahan dan kepala tertunduk.  Sebelah tangannya yang kosong, mulai Kyuhyun gerakkan untuk memijat salah satu pundaknya yang terasa pegal.

“Kau pikir bocah 6 tahun macam apa yang belum tidur saat hampir tengah malam begini?”  Sindir Ah Ra tidak peduli pada bagaimana usaha adiknya untuk bisa segera pulang dan memenuhi janjinya.

“Dia menungguku?”

“Seharian.”  Timpal Ah Ra cepat masih dengan raut kesalnya hingga Kyuhyun makin merasa bersalah.

Membanting tubuhnya pada sofa ruang utama kediamannya, Kyuhyun mengistirahatkan tubuhnya.  Menutup matanya yang memang ingin tertutup sejak siang tadi, Kyuhyun mulai beralih memijit keningnya.

“Lain kali, jika tidak bisa menepati janji tidak usah berjanji.  Kau bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun.”  Ah Ra mulai mengomel dan ikut duduk disebelah adiknya yang masih bertahan sebagaimana posisinya tadi.

“Aku sudah berusaha untuk pulang cepat.”

“Ya, aku sudah melihatnya.”

“Bisakah noona tidak menambah bebanku?”  Kesal Kyuhyun.  Melirik Ah Ra disampingnya, kesal pada wajah noona-nya itu bahkan sudah tidak lagi nampak, hilang entah kemana dengan begitu cepatnya.  Tapi sebagai gantinya, pandangan sedih dan iba yang tidak Kyuhyun suka, kembali muncul.  “Apa?  Kenapa melihatku seperti itu?”

“Kau lelah, bukan?”

“Apa sih?!”  Kaget Kyuhyun hingga hampir berteriak saat Ah Ra memijat pundaknya.  “Noona aneh.  Ada apa?”  Lanjutnya menolak mentah-mentah niat Ah Ra untuk memijatnya.  “Katakan saja apa yang ingin noona katakan.”

“Kau sudah memikirkan ucapanku seminggu lalu?  Sebelum kau menuju Hong Kong, tentang—.”

“Stop.  Aku tidak mau mendengarnya.”  Potong Kyuhyun.  Berdiri dan menghindar secepat yang dirinya mampu, Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum membuka kembali mulutnya.  “Aku tidak akan menikah lagi.”

“Ini sudah 6 tahun, Kyu.”

“Lalu kenapa jika ini sudah 6 tahun?”

“Jika kau berpikir tidak butuh istri dan bisa mengurus dirimu sendiri, maka baiklah aku tidak akan mengungkit tentang itu lagi.  Tapi setidaknya pikirkan anakmu.  Dia butuh seorang eomma.”  Jelas Ah Ra sembari berdiri dan Kyuhyun sudah memutar matanya malas dengan nama Joon Hyun yang mulai dibawa-bawa dalam pembicaraan macam ini.

“Joon Hyun baik-baik saja.  Tidak ada hal salah pada anakku.”

“Baiklah hingga saat ini memang tidak ada hal salah pada Joon Hyun.  Tapi coba bayangkan jika kau bepergian seperti yang selama ini terjadi, dan bagaimana seminggu menjelang ulang tahun anakmu kau tidak bisa dihubungi sama sekali, atau… bagaimana  jika terjadi hal buruk?  Bayangkan jika eomma sakit dan tidak bisa menjaganya seperti sekarang.  Bayangkan jika aku tidak ada, lalu siapa yang akan menjaga anakmu?  Siapa yang akan menemani anakmu?  Siapa yang akan bersamanya?  Coba pikirkan itu.”

Noona….”

“Kau sering bepergian dan Joon Hyun sendirian di rumah.  Bahkan meskipun kau tidak bepergian ke luar negeri untuk pekerjaan, seharian kau berada di kantor.  Setidaknya, jika kau memiliki istri maka akan ada yang menjaga Joon Hyun tanpa kau perlu kebingungan tentang siapa yang akan menjaganya.  Akan ada yang menemani Joon Hyun dan merawatnya.  Akan lebih baik lagi jika setelah menikah kau memiliki seorang anak, Joon Hyun akan memiliki teman.”

“Ah Ra noona.”  Kyuhyun memanggil wanita dihadapannya lebih pelan dengan kedua tangan yang ia letakkan pada pundak Ah Ra hingga segala ucapannya tentang hal macam tadi terhenti.  “Aku dan Joon Hyun baik-baik saja, percayalah.”

“Dewasalah!”  Sungut Ah Ra hingga melepas paksa tangan adiknya yang berada dikedua pundaknya.  “Kau dan Joon Hyun tidak baik-baik saja.  Kalian butuh wanita dalam hubungan kalian.  Kau butuh istri, dan Joon Hyun butuh eomma.  Lebih dari itu, anakmu juga butuh teman yang membuatnya tidak kesepian seperti sekarang.”

“Joon Hyun memilikiku sebagai appa-nya.  Kau sebagai pengganti Joon Ae yang bisa menyayanginya layaknya eomma menyayangi anaknya.  Juga Rae Mi putrimu yang menjadi temannya.  Bahkan ada appa dan eomma yang menemaninya selama aku pergi.  Lalu apa lagi?  Dia sama sekali tidak kesepian.”

“Lupakan Joon Ae dan mulailah kehidupan barumu dengan wanita lain.  Lupakan dia, dan bangun hubungan dengan wanita lain yang membuatmu menjadi seorang pria sempurna.”

“Tidak akan pernah ada yang menggantikan posisi Joon Ae, noona.  Istriku hanya Joon Ae.  Eomma Joon Hyun hanya Joon Ae.  Selain itu tidak ada dan aku tidak akan pernah menghianatinya lagi.”

“Bukan menghianati namanya jika istrimu sudah meninggal.”

Noona kumohon.”

“Dia sudah meninggal Kyu!  Sadarlah!”  Ah Ra menekan—geram.  Menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya berharap bahwa pandangan lurus yang kini tengah terjadi diantara mereka bisa membuat adiknya itu sadar dan paham juga menuruti perkataannya yang juga merupakan keinginan dari kedua orang tuanya, semburat merah pada kedua mata Ah Ra hingga Kyuhyun bisa berkaca disana—sedikit banyak mengejutkannya.  “Wanita yang sedang kau bicarakan itu sudah meninggal dan tidak seharusnya kau menjalani hidupmu bagai dia masih hidup hingga kau selalu membawa namanya atau tampak seperti suami yang tengah menunggu kepulangan istrinya.  Pikirkan anakmu.  Pikirkan Joon Hyun dan tanya padanya, apakah dia tidak iri pada teman-temannya yang memiliki eomma?  Apakah dia tidak iri saat teman-temannya menceritakan tentang eomma-nya?  Apakah dia tidak iri ketika teman-temannya membawa bekal buatan eomma-nya?  Tidakkah kau ingin membuat Joon Hyun merasakan hal yang dirasakan oleh teman-temannya?”

“Tidak.”  Geleng Kyuhyun.  “Joon Hyun tidak perlu iri, kenapa harus iri?  Dia punya semua yang dia inginkan.”

Eomma.  Dia tidak punya eomma.”

“Dia punya Joon Ae.”

“Tidak.  Dia tidak punya.”

“Hentikan noona.  Cukup.  Aku sangat lelah.”

“Kau pikir kami tidak lelah?”

“Maka hentikan semua omong kosong ini!  Aku tidak akan pernah menikah lagi!”

“Apa kau sangat mencintainya?  Atau ini hanya bentuk rasa bersalahmu karena apa yang kau lakukan sebelum dia meninggal?”

“Hentikan kubilang!”  Geram Kyuhyun mulai kehilangan sabarnya.  Memundurkan langkahnya bersama pandangan menusuknya pada Ah Ra, Kyuhyun menggeleng.  “Jangan minta aku melakukan sesuatu yang membuatku begitu buruk seperti dulu.”

Arasseo…”  Ah Ra mengangguk kesal seolah rasa kasihannya tadi telap lenyap.  “Anggap aku tidak pernah mengucapkan hal macam tadi.  Anggap Joon Ae masih hidup hingga kau tidak perlu menikah dengan siapapun lagi.  Anggap juga Joon Hyun memiliki kehidupan sempurna dengan appa juga eomma yang ia miliki padahal kenyataannya tidak!”

“Kenapa kau jadi bicara begitu?”

“Kenapa?  Bukankah hal macam itu yang memenuhi kepalamu hingga tidak melihat bagaimana anakmu memandang setiap eomma temannya dengan raut sedih bahkan kadang menangis?  Bukankah hal macam itu juga yang selalu kau pikirkan hingga tidak peduli bagaimana kesepian dan inginnya anakmu memiliki eomma seperti temannya, kau tetap bertahan dengan bayangan Joon Ae yang kau buat nyata.”

Noona!”

“Apa?  Apa lagi memanggilku?  Hidup saja sana dengan bayangan Joon Ae.  Lagipula kau pikir, jika Joon Ae masih hidup maka dia akan mau kembali padamu?  Setelah semua yang kau lakukan kau pikir dia mau kembali?  Setelah apa yang kau lakukan pada anak kalian, juga apa yang kau lakukan padanya, kau pikir dia akan mau untuk kembali?!  Kau hampir membunuhnya, gila jika dia mau kembali!”

“Mem—bun—nuh?  A—aku apa?  Aku hampir membunuh Joon Ae?  Apa yang sedang noona katakan?  Kapan aku lakukan itu?”

“Membunuhnya dengan penghianatanmu.”  Ucapnya cepat dan segera saja ia berjalan memasuki salah satu kamar rumah itu.  Keluar beberapa menit setelahnya dengan seorang gadis kecil yang tertidur dalam gendongannya—Ah Ra menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada Kyuhyun.  “Joon Hyun berniat membuat kue ulang tahunnya bersamamu seperti biasa.  Tapi karena kau tidak juga datang dan bahkan tidak bisa dihubungi, aku dan Rae Mi juga abeoji yang membantunya membuat kue ulang tahunnya hari ini.  Mungkin kau ingin memperbaiki atau sedikit menggoreskan hasil tanganmu untuk meminta maaf atas hari ini, aku letakkan di kulkas kuenya.”  Kata Ah Ra cepat dan segera pergi dari jangkauan Kyuhyun, tidak ingin lagi berbincang dengan adiknya dalam keadaan emosi seperti tadi.

Sementara Kyuhyun, pria yang masih mematung bagai terkejut atas kalimat-kalimat terakhir noona-nya, mulai melirik celah pintu kamar Joon Hyun yang tidak Ah Ra tutup rapat.

Berjalan sepelan tadi ketika mendapat sambutan kakaknya, Kyuhyun memasuki kamar putranya dan baru berhenti saat ujung sepatunya menyentuh kaki ranjang Joon Hyun.  Memperhatikan leka-lekat putranya yang tidur dengan boneka dalam pelukannya, Kyuhyun hanya bisa membuang nafas penuh sesal.  Sesal atas apa yang terjadi pada hari ini, pada masa lalu, atau bahkan pada masa depan.

12256678_1500796660216428_2066381754_n

“Selamat ulang tahun, Cho Joon Hyun.”  Bisik Kyuhyun pelan tidak ingin mengganggu tidur putranya.  Menarik selimut yang sedikit turun hingga kini menutupi seluruh tubuh putranya, Kyuhyun mengusap pelan rambut anaknya dan baru setelah itu ia keluar dari kamar yang seminggu ini tidak dimasukinya.

 

 

 

 

***

9 September 2016

56aaefbf1fc27b637df725b0a098e84a1452040490

“Akhirnya kita sampai.”  Lega Joon Ae saat mobil yang menjemputnya berbelok pada satu halaman rumah yang baru saja sopir hadapannya katakan bahwa rumah itu adalah rumah yang akan ia tinggali bersama Dennis selama berada di Korea.  “Aku sangat lelah dan ingin tidur, Den.”  Lanjutnya memejamkan mata sembari mengeratkan rangkulan tangannya pada pria yang sejak tadi sibuk dengan lembar kertas berwarna putih ditangannya.  Merebahkan kepalanya pada pundak lebar yang begitu hangat seperti milik Siwon, Joon Ae tersenyum.  “Dan sangat merindukan Siwon oppa.”

“Kalian baru berpisah selama beberapa jam dan kau sudah merindukannya?”

Tersenyum dengan ucapannya sendiri dan tanggapan Dennis, Joon Ae meluruskan kembali tubuhnya.  “Kenapa?  Kau cemburu pada kakak iparmu sendiri, Dokter Oh?”

“Jika iya, bagaimana?”  Tanya balik Dennis sembari meletakkan tumpukan kertas yang sejak tadi ada dalam genggamannya pada pangkuannya.  Sedikit mengubah posisi duduknya hingga berhadapan dengan Joon Ae, mobil yang baru saja berhenti juga sopir yang hampir membalik tubuhnya untuk memberitahukan tentang sudah sampainya mereka agar kemudian turun dan bisa beristirahat seperti yang Joon Ae katakan tadi—didahului oleh Dennis.  “Kami akan berada disini untuk beberapa saat.  Kau boleh pergi.”

Joon Ae tersenyum penuh arti pada suaminya yang juga mulai tersenyum tipis.  Sopir didepan mereka yang segera mengangguk dan keluar tanpa bantahan atas ucapan Dennis sebelumnya, membuat Joon Ae makin menarik ujung bibirnya bersama tangan yang mulai memainkan ujung rambut panjangnya.

“Jadi, Dokter Oh?  Apa yang akan lakukan dengan cemburumu pada iparmu sendiri itu?”

“Kau bertanya untuk jawaban, atau untuk hal lain?”  Tanya Dennis sambil menarik mudah tubuh Joon Ae hingga berada dalam pangkuannya, melupakan berkas penting yang sudah menjadi alas duduk Joon Ae.

“Jika jawaban?”  Joon Ae mengalungkan kedua tangannya pada leher Dennis, menatap lekat-lekat suaminya dengan kecupan singkat yang mulai ia berikan pada sekitar wajah suaminya.  “Apa jawabanmu?”

“Aku sama sekali tidak cemburu.  Kau tahu kenapa?”

Dan Joon Ae menggeleng—tentu saja.  Hanya suaminya yang tahu kenapa ia sama sekali tidak cemburu pada Siwon setelah ucapan dan sikapnya tadi.  “Karena Siwon tidak bisa melakukan ini padamu.”  Dennis berbisik tepat ditelinga Joon Ae kala wanita itu sibuk menyesap lehernya.  Kedua tangannya yang memang berada pada pantat Joon Ae, meremasnya kuat hingga wanita itu memekik dan sesapannya terhenti.

“Oh.  Kau?”

“Kita belum pernah melakukannya di mobil, bukan?  Ingin mencoba?”  Dennis menggoda.

“Kupikir kita akan berciuman disini dan kemudian kau menggendongku masuk ke dalam rumah ala-ala malam pertama di film ataupun drama TV.”

Dennis tergelak.  “Aku tidak tahu bahwa kau se-drama itu dan ingin kehidupan se-drama itu.”  Dennis menggunakan kedua telunjuk dan jari tengahnya secara bersamaan untuk membuat kutipan tiap kali menyebut kalimat se-drama itu.  “Tapi mungkin kita bisa melakukan drama yang kau inginkan setelah kita mencobanya disini.  Kau tertarik?”

Sebelah alis Joon Ae terangkat dengan senyum tipis bagai mengejek yang mulai membuat tangan Dennis gatal.  “Wajahmu menggodaku, Nyonya.”

Pria itu menarik tengkuk istrinya sesaat setelah memberikan senyum terbaiknya.  Selalu mengawali sesuatu hal perlahan, toh pada akhirnya sesapan lembut dan perlahan diantara mereka berubah menjadi suatu kerakusan.  Saling meraup bibir lawannya satu sama lain, menghisap bibir bagian atas dan bagian bawah bergantian, decapan khas mulai terdengar memenuhi mobil berwarna hitam pekat itu dengan dua orang didalamnya yang makin intim.

“Enghh…..”  Joon Ae melenguh saat tangan Dennis kembali meremas pantatnya bagai gemas.

Sedikit merengut hingga garis pada keningnya nampak, wanita itu makin menekan kepala Dennis untuk memperdalam ciuman diantara mereka yang sempat terjeda sebab lenguhannya.  Saling memainkan lidah, tangan Dennis yang tadi hanya sekedar meremas pantat istrinya—mulai bergerak memasuki pusat tubuh istrinya melalui celah dress longgar  yang Joon Ae kenakan dengan mudahnya.

“Oh….”  Joon Ae tersentak seketika itu juga dengan kedua mata yang membulat sempurna.  Pagutannya bersama Dennis terhenti sebab kepalanya yang terkulai pada bahu Dennis sementara kedua tangannya meremas kemeja biru yang suaminya kenakan kuat.  “Den, oo—oooh…”

Wanita itu merintih nikmat dengan kedua mata terpejam.

“Turunlah.”  Dennis menurunkan tubuh Joon Ae dari pangkuannya.  Masih belum mengerti dengan apa yang suaminya maksudkan, wanita itu menurut-menurut saja ketika Dennis mendudukkannya pada tempatnya semula.

“Apa yang, —oh….”

Joon Ae kembali memekik dengan tangan meremas rambutnya sendiri ketika pertanyaannya tentang apa yang akan Dennis lakukan belum benar-benar terucap sementara pria itu sudah menurunkan cd-nya dan membuka kedua kakinya lebar-lebar yang kemudian mencicipi pusat tubuhnya dengan lihainya.

Joon Ae hanya bisa merintih nikmat tanpa melakukan apapun.  Keningnya berkerut dengan mata terpejam sebab Dennis yang tidak henti-hentinya membuat ia merasa kenikmatan atas perlakuannya dibawah sana.  Beberapa kali, wanita itu menggelinjang bagai hilang kontrol atas dirinya, matanya yang terbuka dan tertutup bersama desah nafas-nya… harusnya menjadi tontonan yang menarik untuk Dennis.

“Hei, hei Den….  Den…..”  Panggilnya serak berusaha menggapai kepala suaminya.  “Sudah…”  Katanya menarik Dennis untuk kembali duduk seperti semula, begitupun ia yang beringsut duduk dengan nafas tersengal.

Sudah, tentu bukan usai maksud Joon Ae.  Melepas sabuk yang mengikat celana suaminya, wanita itu menurunkan retsleting celana berikut celana dalam suaminya hingga apa yang hanya boleh ia seorang lihat dan miliki, tampak menyembul keluar.

“Aku juga ingin melakukannya.”  Katanya dan mulai menundukkan dirinya diantara pangkal paha Dennis.  Ganti, kini pria itu yang melenguh nikmat saat Joon Ae mulai memperlakukan miliknya sebagaimana ia yang memperlakukan milik Joon Ae tadi.

“Kita lakukan saja.”  Dennis berucap tidak sabar.  Kembali membawa Joon Ae dalam pangkuannya, dress berwarna pink yang Joon Ae kenakan bahkan sudah tidak nampak lagi keindahannya.

Memposisikan dirinya diantara milik Dennis, kedua tangannya berada pada pundak Dennis, dan salah satu tangan Dennis memegang pinggangnya sementara tangan Dennis yang lain memposisikan miliknya agar menyatu pada milik Joon Ae.  Perlahan…. sembari berpandangan dalam Joon Ae mulai menurunkan tubuhnya dan desah nafas keduanya terdengar bersamaan.

Masih mengatur nafas tersengal, keduanya tidak mengalihkan pandangannya dari satu sama lain.  Mendekatkan kembali wajahnya dengan pagutan bibir serakah yang kembali tampak, Dennis mulai menggerakkan tubuh bagian bawahnya.

“Enghhh—.”

“Ah—Ah….”

“Den!  Oh!”  Joon Ae tidak tahan untuk tidak sekedar melenguh.  Pautan bibirnya dan Dennis sekali lagi terlepas dengan ia yang mengikuti ritme gerakan suaminya sementara kedua tangannya makin mengalung erat pada leher suaminya.

Suhu di dalam mobil nampak panas dengan suara mereka berdua yang seolah beradu.  Masih melenguh tanpa jeda, Joon Ae yang berada dalam pangkuannya kembali Dennis dudukkan pada kursi mobil dengan posisi miring, membuka sekali lagi kedua paha istrinya dengan salah satunya kakinya yang ia pegang, pria itu kembali memasukkan miliknya dan pekikan Joon Ae kembali terdengar dalam indra pendengaranya.

“Aku mencintaimu.”  Seru Dennis diantara nafas tersengalnya.  Mengusap keringat pada kening istrinya menggunakan sebelah tangan bebasnya, pria itu tersenyum dengan wajahnya yang mulai memerah.

“Aku tahu.”  Joon Ae menjawab.  Menarik kerah baju Dennis, bibir merah pria itu adalah apa yang diinginkannya bersama gerakan-gerakan cepat Dennis atas miliknya  yang berada pada milik Joon Ae.

Meremas gundukan pada dada istrinya seolah tidak ingin satu hal apapun terlewat, desahan Joon Ae yang membuat pagutan mereka telepas menjadikan leher jenjang wanita itu sebagai tempat lain bibir Dennis.

“Kupikir aku akan gila.”  Ucap Joon Ae meremas lengan suaminya erat hingga koyakan itu bagai akan tersobek.

Makin menggerakkan pinggulnya cepat, baik lenguhannya dan Joon Ae-pun semakin kencang hingga jika ada orang yang berada di sekitar mobil pasti akan mendengarnya.

“Oh—Oh….”

Dennis menghentakkan keras pinggulnya setelah tempo cepat yang ia lakukan beberapa waktu sebelumnya dan membawanya pada akhir kenikmatan, sementara Joon Ae makin melenguh kencang dengan remasan tangan makin kuat pada lengan suaminya.

Mendiamkan miliknya selama beberapa saat pada milik Joon Ae bagai memastikan bahwa benih yang berusaha ia tanamkan pada rahim Joon Ae benar-benar akan menghadirkan seorang bayi mungil, pria itu menusukkan miliknya lebih dalam lagi dan memastikan bahwa tidak ada satupun yang terbuang sia-sia.

“Memastikan tidak ada yang terlewat, huh?”  Senyum Joon Ae nampak bersama deru nafas tersengalnya sementara tubuhnya dan Dennis masih menyatu.

Oppa-mu, ingin seorang keponakan katanya.  Dan orang tuaku, juga menginginkan seorang cucu.  Lagipula, tubuhmu sudah baik-baik saja.  Kecuali jika kau keberatan, aku tidak masalah menunggu lebih lama.”

Joon Ae terkekeh.  Menyisir lembut rambut pendek suaminya yang basah karena keringat, wanita itu mengeratkan pelukannya seolah bagaimana menyatunya tubuh mereka masih kurang dekat.  “Ya, kita memang perlu menghadirkan seorang bayi untuk menghentikan pertanyaan-pertanyaan mereka yang seperti mencekikku.”

Dennis memundurkan tubuhnya, dan melepaskan miliknya perlahan.  Kembali duduk bersisihan dengan pandangan yang tidak teralihkan, pakaian terkoyak Joon Ae, Dennis betulkan.  Kancing kecil pada bagian dada istrinya yang sempat terbuka, ia pasangkan.  Begitupun Joon Ae yang membetulkan celana suaminya.

Oppa tidak ingin aku kembali kemari.  Apa yang sudah kau katakan?”

“Aku berjanji padanya bahwa tidak akan ada hal buruk apapun yang terjadi padamu.”

“Pasti oppa trauma dengan kecelakaan saat itu.”

“Isabelle,”  Panggil Dennis.

“Ya?”

“Masa lalumu, apakah ada yang kau ingat?”

Joon Ae menarik nafas dalam dan menggeleng.  “Aku tidak mengingat apapun.  Satu hal-pun, aku tidak ingat.  Kenapa memangnya?”

“Itu yang Siwon khawatirkan tentangmu.  Kenapa Siwon tidak ingin kau kemari, adalah karena masa lalumu.”

“Memangnya ada apa dengan masa laluku?  Apa aku melakukan dosa besar pada oppa?  Apa aku melakukan hal buruk?  Apakah kecelakaan itu adalah alasan lain dari oppa yang tidak ingin aku kemari?”

“Ya.”  Dennis mengangguk.  “Kecelakaan itu, meski ada hubungannya tapi ada alasan lain.”  Joon Ae yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali bagai paham.  “Kau, tidak ingin tahu?”

“Tidak.”  Gelengnya.  “Jika itu buruk, untuk apa aku tahu dan mengingatnya.  Lagipula jika aku memang harus tahu, maka oppa akan menceritakannya sejak dulu padaku.  Tapi oppa tidak menceritakannya, bukankah itu artinya bahwa masa laluku tidak penting?  Lagipula kita hidup bukan untuk masa lalu, bukan?  Melupakan masa laluku, aku anggap itu sebagai berkah dan aku juga tidak berniat untuk mencari tahu ataupun mengingatnya kecuali dari apa yang oppa katakan padaku.  Yang terpenting, saat ini aku menjalani hidupku dengan baik.”  Tutur Joon Ae lancar dan mengakhirinya dengan sebuah senyuman lebar.

 

 

newtime1-copy

Advertisements

62 Comments Add yours

  1. ilhoonniee says:

    Wow ada apa ini? Siwon blg anak joon ae sudah meninggal dan ahra blg joon ae sudah meninggal?
    Aaaa kepoooo 😭😭

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Senengnya bikin orang kepo 😀 😀 :p

      Like

      1. ilhoonniee says:

        Astaga eonniiiii 😭

        Liked by 1 person

  2. diana says:

    kenapa bisa gni thor? kok bisa ahra blng joon ae udh meninggal? trus kok joon ae udh menikah lg n suaminya blng anaknya ae udh meninggal, emang apa yg terjadi di masa lalu thor? penasaran

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Ya bisalah😂😂
      Apa yg trjadi ada di next2 chap slanjutnya

      Like

  3. Choopi says:

    Loh loh loh, rasanya ini ada yang aneh, disatu sisi joon ae udah nikah lagi dengan keadaan anaknya yg udah meninggal kata siwon dan kayaknya lupa ingatan atau amnesia, dan di satu sisi lain, kyu punya anak namanya joon hyun yang di bilang anaknya dia sama joon ae tapi joon ae nya udah meninggal..
    Jadi… Mereka semua itu gak tau kebenaran yg sebenarnya dong?
    Ahhh penasaran, gak sabar nunggu next chap nya hehe
    Kereeen!🙌😁

    Liked by 2 people

    1. Choopi says:

      Eh ralat maksud aku bukan siwon tapi dennis..

      Liked by 1 person

  4. nay's says:

    Siwon over protective banget…jangan2 siwon sengaja misahin Joon Ae ama kyu dan anaknya makanya dia takut waktu adiknya mau ke korea…kalo iya kasihan banget Joo hyun…

    Liked by 1 person

  5. dewikhanifa says:

    jangan bikin ff yang romance” bgt thor tar gue baper -,- gpp cuma gak bisa bikin orang ketawa mah yang penting jangan sampe bikin orang gak bisa move on #PLAKK

    Liked by 1 person

  6. Wait…apa yang dilakukan kyu sampai joon ae kecelakaan dan hilang ingatan? Klo anaknya joon ae sudah meninggal trus joon Hyun itu anak kyu ma siapa? Back part 1 aja udah bikin penasaran…. Next please..hehehehhe

    Liked by 1 person

  7. hyun says:

    Kok jadi gini? Kok malah gini? Ah, awas aja sampe sad ending T.T
    Jauh dr expectasi aku udh bisa jawab semua pertanyaan disini, tapi yg aku heranin, kenapa Joon ae kudu ada suami baru? Dan Ahra kenapa gitu, bakal complicated, demi apa -.-

    Liked by 2 people

    1. Mrs. Bi_bi says:

      😂😂😂
      Aku bingung jawab semua pertanyaan dn bingungmu

      Like

  8. holankyu says:

    Daebak, kenapa sequelnya gini.
    Bener2 jauh dari imajinasi aku.
    Trus joon ae ke apa ?
    Kok bisa sampe lupa ingatan gtu ?
    Trus kok bisa anaknya katanya meninggal tapi ada anak sama Kyuhyun.
    Butuh flashback dan pencerahan authornim.
    Makinn kereeen ajah ceritanya.
    Btw, ttp yah harapannya harusnya happy ending.
    Hahahhaah

    Keep writting
    Sukses terus untukmu.

    Liked by 2 people

  9. shfly3424Arista says:

    Hahaha
    Kirain td kata2 khm ada bibi disini itu bagian dr cerita n ad yg mergookin. Mereka berdua dimobil
    Joon ae blm ada anak ya ?

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Astaga hahaha😂😂
      Klo sama dennis belum

      Like

  10. laylamazida says:

    Ada kecelakaankah? Yang melibatkan joon ae??? Aaah

    Liked by 1 person

  11. indahryeo says:

    ini ada apa? Joon ae lupa ingatan? Astagaaa trus jong hyun anak nya joon ae ama kyuhyun tapi kata siwon udah meninggal?? kepoo juseyoo

    Liked by 1 person

  12. cho nara says:

    Wow apa yg sebenarnya terjadi knp joon ae bisa lupa ingatan ?
    dan knp kyuhyun dan ahra menganggap joon ae sudah mati ?

    Liked by 1 person

  13. ana says:

    Ada yg mncrigakaan antara ahra sm siwon.. makin seru. Dtggu ya chap slnjutnya

    Like

  14. ana says:

    Ada yg mncrigakaan antara ahra sm siwon.. makin seru. Dtggu ya chap slnjutnya

    Liked by 1 person

  15. may says:

    Hallo sy reader br d blog ni….slm kenal
    Sblumny sy bc ff time d blog sblah, pas utak atik eh…nemu sequelny d blog ni
    Crtany bgs,msh byk teka teki,jd mkn pnasaran sm crta slnjutny….

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Halo may, salam kenal. Semoga suka ya sama ceritanya 😊

      Like

  16. Lintang says:

    Ini bener2 keluar dari ekspektasiku sumpah bener bener keluar. Aku kira cerintanya si Kyuhyun bkl ngemis2 atau gimana malah jadinya kyk gini ? Oh my GOD sumpah rasanya campur aduk2 bener surprise. Sumpah.

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Aku anggap itu pujian😁

      Like

  17. yoonhye543 says:

    Berhubung masih part 1 dan masih banyak penasarannya jadi dengan ini aku nunggu part selanjutnya aja kak hehehehehhe 😅😅😅 dan tetep semangat kak.

    Liked by 1 person

  18. kyuwonhae's wife says:

    Asstggaa… bnyak bgt misteri di balik ini sma , jd mna yg bnrr nih? Jo hyun anak spa? Anak joon ae? Tp kta siwon anaknya meninggal ? Apa jgn2 mkra berbagi yah? Bgian siwon mgra joo hyun yg mrninggal , ttapi joon ae hdup . Trus bgian kyu joon ae mnggal tp joo hyun anak mrka hdp gtu kah? Ommmmooo slit ni, dan manis bgt bhgan dennis sma joon ae, jd galun nih wkwk
    Semanggat yahh thorr lanutin yahh 😉

    Liked by 1 person

  19. Aku mulai jatuh cinta sama tulisan Bibi pas baca time di blog sebelah dan sakut banget pas ending nya begitu ㅠ.ㅠ trus coba ketik Mrs. Bi_Bi ternyata ada blog sendiri, makanya aku kesini dan bersyukur ada new time, tapi pas liat trailernya ……. astagaaaa bakal ada apa lagi nanti di new time :” aku emang suka sama romance-sad begini, tapi bener-bener ga tega kalo kak kyuhyun sama joon ae yang statusnya main cast disini ga bersama kembali alias sad ending(menurutku), kalo masalah jam tayang ff aku ga terlalu mempermasalahkan bi :v asal terselesaikan dengan bahagia mah boleh banget kkkk next chapter fighting yaaa~ kkkk

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Awas sakit hati loh ya kalo jatuh cinta sama tulisanku haha😂😂
      Untuk ending… liat nnti aja

      Like

  20. ohsennas says:

    aduhh aku sngguh sngat trkjut sklugus snneng jga sih ad sequel y…😃
    tpi knpa joonae y nkah lgi,??pdhal aq tau psty belum sah bercerai sma kyu,trs siwon jga bilang kalu ank jonae sma kyu udh mninggal.trs knpa jga joonae y hlang ingatan??bnyak pernyaan di benakku kkk😃😃
    ksian jga sma ank y g tega dpsahin sma emmo y ….
    ininpsty klakuan siwon….
    emng diawal aq benci sma kyu krna ksalhphman tpi skarang aq bnci sma klakuan siwon ketralluan ngebhongin dngn cri kyak gtu..
    aplgi si kyu tau y joonae y meninggal lgi ….
    jdi ksian sma si kyu n ank y…

    vdio trailer y ank y cwek ???
    pkk y dtnggu klnjtan y penasaraaaan….
    smangaaaaat yh thor…👍

    Liked by 1 person

  21. putri wahyuni says:

    akhirnyaaaaaa,,udah ditunggu banget sequel time nya,,
    banyak banget pertanyaan setelah baca part 1 ini, kenapa siwon bilang anaknya joon ae udh meninggal,sementara kyuhyun bilang kalo joonhyun anaknya dia sama joon ae,malahan ahra bilang joon ae udh meninggal. mungkinkah ada sesuatu yg disembunyikan siwon sama keluarga kyuhyun tanpa sepengetahuan kyuhyun dan joon ae? pas di trailer anaknya perempuan? disini joonhyun laki laki. terus si Dennis umurnya lebih tua daripada siwon? karna siwon manggilnya hyung ke dennis? semangat terus buat ngelanjutin ff nya, banyak penggemarnya loh,,

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Haha.. analisisnya jempolan☝👍

      Like

  22. anini cz says:

    Wow wow da apa kah gerangan??????
    Joon ae kecelakaan dn hilang ingatan plus dh nikah pula??
    Dn siwon bilang anak joon ae dh meninggal???
    Tp kyu bilang joon hyun anak joon ae dn kyu????

    Bi_bi ada rahasia apakah gerangan?????

    Like

  23. aika says:

    Ini sequel srbuah ff kah?harus baca ff sebelumnya nich,izin ubek ubrk blog nya yach bi bi…

    Like

  24. joonae udah punya suami T.T semoga endingnya joonae sama kyuhyun lah 😄😅😃😆

    Like

  25. angelkim393 says:

    Sdikit bingung awalny…tp LM2 udh bisa ngerti… Cuman KNP siwon bilang klo ank joon ae susah meninggal p yg coba siwon sembunyikan

    Like

  26. murnialbatul says:

    Kasian sama babang kyu,kyu merasa bersalah, menyesal krna penghianatanya dulu,mengecewain anakya juga.
    Lah mantan biniya,romantisan sama Tuan Oh.
    Aduuuh jadi baper aku,part selnjtya,berharap terbaik bwt hubungan mrk.

    Like

  27. Astaga ceritanya penuh kebohongan buat kyuhyun ya, seperti dendam yang amat sangat memdalam. Apa joon ae amnesia ya.
    Awalnya kupikir ini lanjutannya Time yang kemarin….

    Bibi lagi suka menyiksa kyuhyun ya…

    Like

  28. lyeoja says:

    Yahh knpa joon ae menikah lagiiii,,, kyu bgmana….???
    Aku pen nendang2 kalo giniiiiii…
    Ksihann.si kyukyuu

    Aku bca ff timenya di blog sbelah thor… hihihi

    Like

  29. Kroong kroong says:

    Apa maksudy cb ahra blng joon ae sdh meninggal,dn joon ae sdh m’nikah lg,apa kyu sm joon ae udh cerai? Trs knp suamiy joon ae blng kl anaky joon ae udh m’ninggal ? Next thor,jd penasarn sm part slnjty.

    Like

  30. nuroktaviani says:

    Kenpa joon ae gak tau anak nya maaih hidup? Terus kenapa ah raa bilang jonn ae nya udh meninggal? Penasaran di tunngu next nya kak

    Like

  31. Bau-baunya makin rumit aja nih</3

    Like

  32. Nina says:

    Ini yg ada di trailler, si joon ae kecelakaan kali ya…
    Aku pikir joon ae kecelakaan nya pas udah ngelahirin?
    Eehh atau gimana??
    Nunggu next chapter nya aj deh
    Takut salah nebak wkwkwkwk..

    Like

  33. Savannah Lee says:

    Saking sukanya sama FF ini, aku bacanya pelan2 banget karen gak rela kalau cepet habis. Wkwkwk…. Masih penuh misteri nih. Jadi nggak sabar nunggu kelanjutannya

    Like

  34. shenn_ says:

    Gua ketinggalaaaannnn kampreeettt :v
    Ah biarkannn yang penting sekarang masih bisa bacaaa :v
    Lanjutin baca dulu 😀

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Lagi emosi keknya🙊

      Like

  35. rzkymhyu says:

    Kyaaa baru tau kl ada sequelnyaaa 😭😂 izin baca ya eonni~ ini slh saru ff favorit loohh kkk

    Like

  36. lilly says:

    joon ae hilang ingatan tp kyu nganggepnya dy udh ninggal ,trs anaknya kx bisa ma kyu dan joon ae pernah kecelakaan ??????
    kayaknya banyak teka teki nih tentang hidup kyu ma joon ae setelah sidang cerai mereka ,jadi cerai gak ya ?????
    banyak pertanyaan bgt ni aq ,maaf author-nim

    Liked by 1 person

  37. hyokwang says:

    joon ae kecelakaan gara2 kyuhyun??? terus kyuhyun taunya joon ae udah meninggal, sedangkan joon ae hilang ingatan… masih berharap joon ae kembali sama kyuhyun…

    Liked by 1 person

  38. wienfa says:

    ini dia sequel time yg aku bca time ny d blog sblh..aku nunggu2 eonni trnyta udh ada sequel ny aja.hah ktinggln ya?joon ae udh nikah?n mrka blg joon ae mninggal sm kyu,joon ae hlng ingtn jg?waah aku lbih pnasarn sm kjdian sblm joon ae kclkaan sm knp bsa kclkaan n hlg ingtn?

    Liked by 1 person

  39. gakaci12 says:

    Yang membuatku prnasaran kenapa Hyun Joon ada sama Kyuhyun,trrus Joon Ae kecelakaan kenapa????.

    Liked by 1 person

  40. chocho says:

    matilaaaaaah kenapa jadinya begini? aku sih udah mulai bisa bayangin kisah kisah sebelum ini, tapi alangkah kasian kyu sih kalo tau joon jae masih hidup tapi udah jadi milik orang lain

    Liked by 1 person

  41. Ifhaa says:

    Itu si kyu miris bnget hidup dalam pnyesalan…apakah mereka brstu lg?

    Like

  42. Ifhaa says:

    Apa mrka msih bisa brsma?

    Like

  43. Shin cira says:

    Aaaaaaaa si kyu ngira joon ae udah meninggal? Jadi kyu menghianati istrinya. Pantas aja siwon sbg oppa gag terima. Tapi biar gimanapun joon ae udah punya anak. Sebaiknua balik ke kyu. Sebanyak apapun uang yg dimiliki kalau kita tidak memiliki keluarga yg utuh rasanya kita anak yg berbeda dr yg lain. Paham bangetlah perasaan anak si kyu.

    Like

  44. Dersimalinda says:

    banyak banget teki tekinya disni, makin penasran.
    kyu nyira joon ae udah mati trus ahra juga , trus anak kyuhyun itu anaknya sama joon ae kahh , ??.
    joon lupa ingatan trus menikah ma dennis banyak banget teka tekinya disni..

    Like

  45. kimmie says:

    Sebenernya ada apa sih, kok siwon sama dennis bilang kyu gila. Penasaran bsnget jadinya

    Like

  46. sumi says:

    cover ya bagus,,,banyak teka-teki nya ni ff

    Like

  47. Amoy says:

    Loh kok ???…..Katanya udah meninggal.
    Apa jangan2 ini cuma akal2an Siwon aja yah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s