#2 Eternity Love

Sama seperti alasan pertengkaran Kyuhyun dan Hye Jung hingga membuat keduanya berpisah selama hampir dua tahun, kini-pun Donghae tidak tahu bagaimana kisahnya hingga kemudian mobil yang kemarin Kyuhyun bawa keluar sebab Hye Jung  pingsan, kembali dengan mereka berdua di dalam sana seolah Kyuhyun memang membawa Hye Jung ke rumahnya tanpa masalah berat, seolah hubungannya dengan wanita tinggi itu tidak pernah ada masalah apapun, dan baik-baik saja sebagaimana dulu hingga renggang yang terjadi dua tahun ini tidak pernah terjadi.

 

Melihat keduanya yang masih ada di dalam mobil, Donghae menghentikan kegiatannya menunjuk-nunjuk beberapa tempat yang ia ingin perawatan lebih pada orang-orang berseragama hijau dan pink yang sengaja dipanggilnya untuk memperbaiki taman depan rumah.

Memegang pot bunga kecil dalam genggamannya, Donghae mengerutkan kening memperhatikan mereka bagai heran.  Tentu.  Siapa yang tidak heran?  Kemarin saja Kyuhyun mengabaikan wanita itu hingga kehujanan meskipun setelahnya bagai kesetanan membawanya ke rumah sakit ketika melihatnya pingsan.  Tapi coba lihat sekarang, bagaimana mereka selesaikan keadaan dingin hanya dalam waktu semalam?

 

 

 

Terlalu pusing mencari jawaban dan memang tidak banyak yang bisa ditangkap dari wajah sulit ditebak Kyuhyun, begitupun kala pria itu turun lebih dulu dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu Hye Jung yang baru keluar setelahnya, pria itu benar-benar dingin.  Seolah Hye Jung tidaklah ia bawa untuk diperlakukan seperti sebelumnya, seolah ia tidak membawa Hye Jung hingga tidak menganggapnya ada, atau Hye Jung seolah ia bawa hanya untuk memberikan tumpangan pada orang asing.

Tapi bahkan Donghae tidak terlalu heran sebab itu, Kyuhyun memang begitu.  Tidak dulu, tidak sekarang.  Mungkin karena itulah Hye Jung meninggalkannya dulu, batin pria berkulit putih tersebut yang sudah mendekati Hye Jung sambil tersenyum.

“Agassi baik-baik saja?”  Tanya Donghae pelan memperhatikan wajah Hye Jung yang masih pucat.

“Ya.”  Setidaknya Hye Jung tersenyum saat ini pada Donghae, menunjukkan kebaik-baikannya seperti yang anggukan kepala pelan juga bibir terbukanya katakan.

“Ingin aku buatkan sesuatu?”

“Tidak perlu.”  Jawab Hye Jung masih sepelan tadi dan sedikit membungkuk bagai orang udik.  “Aku masuk dulu.”  Pamitnya yang langsung Donghae angguki dan pria itu memiringkan tubuhnya seolah memberi jalan bagi Hye Jung.

Segera masuk ke dalam rumah yang bahkan tidak memiliki satupun perubahan berarti dari terakhir kali ia menginjaknya dua tahun lalu, Hye Jung terhenti beberapa langkah begitu melewati pintu masuk bagai memperhatikan segalanya yang ada didepan mata.

f590037b47e7533cc993b4a772a8eab8

4 lukisan yang saling tersusun lurus di sudut rumah, dekat tangga yang menghubungkan lantai tempat dirinya berada dengan lantai dua rumah, Hye Jung pandangi bagai keempat lukisan itu memiliki arti dan kisah.

Hye Jung bukan pelukis, bukan sama sekali.  Dirinya bahkan tidak bisa menggambar dengan indah dan jangan berpikir bahwa keempat karya itu adalah hasil sentuhan tangannya.

Hye Jung juga bukan penikmat karya lukis, wanita itu tidak bisa bedakan mana lukisan bagus dan tidak sebab menurutnya semua saja.  Bahkan terkadang dalam hatinya, Hye Jung bertanya-tanya… apakah yang membuat lukisan satu lebih indah dibanding yang lainnya?  Apa pula yang membuat lukisan berjudul Nafea Faa Ipoipo terjual dengan harga sangat mahal hingga menyentuh angka $300.000.000 padahal lukisan yang menunjukkan dua orang wanita itu, sama sekali tidak tampak spesial dibanding yang lainnya?

Maka biarlah, alasan kenapa Hye Jung memandangi empat lukisan itu hingga matanya hampir copot dan bibirnya membentuk bulan sabit terbalik—biarlah hanya dia saja yang tahu kenapa.  Seperti banyak rahasia antara dirinya dan Kyuhyun yang tidak banyak orang tahu, biarlah ini juga  terjadi tanpa jawaban.

 

Menolehkan lagi pandangannya ke arah lain, bunyi berisik dari dapur tidak jauh dari ruang TV, menarik langkah Hye Jung untuk menuju kesana dan sudah tampak Kyuhyun yang memakai apron berwarna coklat muda—miliknya dulu.

“Aku tidak mau makan wortel.”  Hye Jung bersuara, menarik perhatian Kyuhyun dari wortel yang sudah berada di tangannya dan hendak pria itu potong kecil-kecil dengan pisau di tangannya yang lain.

Duduk di salah satu kursi yang langsung menghadap dapur, Hye Jung memperhatikan Kyuhyun.  Pria itu tidak mengucapkan apapun setelah sempat melirik Hye Jung sesaat, bagai tidak menganggap keberadaan Hye Jung apalagi mendengar perkataannya, Kyuhyun tetap melakukan apa yang hendak dilakukannya.  Memotong kecil-kecil wortel di tangannya bagai ahli dan kemudian memasukkannya bersama sayur dan sebagian potongan daging ke dalam air mendidih setelah sebelumnya memasukkan beras kedalam sana, Kyuhyun-pun mulai mengaduk bubur buatannya.

 

“Kau kan juga tidak suka sayur dan tidak mau memakannya.  Jadi bisakah aku memakan bubur itu tanpa ada wortel di dalamnya?”  Rajuk Hye Jung meski terlambat sebab hal berwarna orange yang tidak disukainya sudah masuk dalam campuran bubur buatan Kyuhyun dan tidak mungkin nantinya ia memilah-milah potongan kecil itu.

 

Tidak berselang lama, adukan tangan Kyuhyun terhenti dan pria itu mulai mematikan kompor juga mengambil mangkuk.  Menuangkan seluruh bubur buatannya pada mangkuk yang  tadi dirinya ambil, Kyuhyun tampak begitu serius.

“Makan.  Habiskan.”  Ucap Kyuhyun otoriter tidak peduli pada Hye Jung yang sudah melihat bubur dihadapannya dengan mata berkaca-kaca.

a8032dd55c634ae30b09bf83a8487abc

 

“Tidak bisakah kau buatkan aku yang lain?”  Pinta Hye Jung mendongak pada pria yang kini tengah melepas apron-nya penuh harap.  “Bukan aku tidak suka bubur buatanmu.  Tapi—Kyu,”  Hentak Hye Jung cepat kala Kyuhyun hendak meninggalkannya hingga langkah pria itu terhenti segera.  “Kau temani aku makan, ya?”  Pinta Hye Jung bagai opsi lain andai dirinya memang harus memakan bubur ini.

 

Kyuhyun menoleh malas, tapi meskipun begitu, seolah menegaskan bahwa telinganya masih berfungsi baik, Kyuhyun mengangguk pada Hye Jung dengan tangan mengambil bubur tadi tanpa pikir panjang dan sebelah tangannya lagi menggandeng Hye Jung untuk kemudian membawanya menuju ruang makan.

Menarik salah satu kursi diantara beberapa kursi, Kyuhyun seolah mempersilahkan Hye Jung untuk duduk disana dan wanita itu melakukan apa yang Kyuhyun inginkan.  Setelahnya, saat dirinya baru saja duduk—kening wanita itu Kyuhyun sentuh dengan punggung tangannya, merasakan apakah Hye Jung masih demam atau tidak.

“Aku sudah sembuh.”  Kata Hye Jung menurunkan telapak tangan Kyuhyun dari keningnya dan menggenggam tangan hangat itu erat.

Mendongak sebab dirinya duduk sementara Kyuhyun berdiri, Hye Jung kembali membuka bibirnya.  “Jadi, bisakah aku tidak makan bubur ini?”

“Aku bilang makan ya makan.  Habiskan ya habiskan.”

“Tapi leherku seperti ditusuk duri jika memakannya.”

Kyuhyun membuang nafas kasar dengan pandangan kesal pada Hye Jung.  Bagaimana bisa bubur lembut dan halus yang tangannya buat sendiri membuat leher seseorang seperti tertusuk duri?  Aneh.

 

 

 

Mengambil salah satu sendok di atas meja—Kyuhyun kemudian duduk di sisi Hye Jung dan segera menyendok pelan buburnya yang masih mengepulkan asap, meniupnya beberapa kali hingga yakin bahwa tidak terlalu panas untuk Hye Jung, baru Kyuhyun menyodorkannya.  “Aaaa—.”

Kyuhyun menyuapi Hye Jung dengan bibir terbuka dan suara khas seseorang yang menyuapi.  Memelototkan matanya pada Hye Jung yang masih merapatkan bibirnya, Kyuhyun seolah memberi peringatan tegas pada wanita didepannya yang sudah hampir menangis dan meskipun terpaksa—Hye Jung membuka mulutnya juga.  “Kunyah.  Telan.”  Tegas Kyuhyun saat Hye Jung tidak juga menggerakkan mulutnya dengan bubur yang entah bagaimana masih disana seolah Hye Jung mendiamkannya dan wajah juga bibir kaku wanita itu, jelas langsung terlihat.

 

Hye Jung meringis dengan kedua tangan meremas pergelangan Kyuhyun dan matanya memejam dengan sedikit air di ujungnya seolah ini benar-benar siksaan baginya.

“Kau tidak mendengar apa kataku lagi?”  Tanya Kyuhyun membuat Hye Jung tersentak hingga langsung menelan bubur di mulutnya sambil terisak.

Kedua tangan Hye Jung yang tadi meremas pergelangan Kyuhyun berubah menjadi kipas.  Wanita itu sudah memerah wajahnya dan segera menuju kulkas kemudian mengambil air dan meminumnya serakah.

“Bawa saja semua air di dalam kulkas jika perlu.”  Teriak Kyuhyun pada Hye Jung yang memandangnya merah.

 

Bagai tidak memiliki pilihan, Hye Jung melangkah kembali—sa…. ngat perlahan seolah berlomba dengan siput dengan segelas air di tangannya dan kembali wanita itu duduk, berhadapan dengan Kyuhyun yang sudah menyapanya dengan sesendok penuh bubur.

 

“Maaf.  Ada telfon dari presdir Lee.”  Kata Donghae tiba-tiba yang datang dengan langkah terburu dan kini sudah ada di sisi keduanya.

Melirik Hye Jung yang mata berairnya telah berbinar, Kyuhyun letakkan mangkuk juga sendok di tangannya ke atas meja.  “Saat aku kembali sudah harus habis.”  Pria itu memperingatkan, mengembalikan mata berair Hye Jung bersama gurat memelas yang menemani dan Kyuhyun tidak peduli akan wajah macam itu seperti sebelumnya.

 

Menolehkan kepala dan melihat buburnya yang hanya berkurang sangat sedikit, Hye Jung menyipitkan mata.  Bagaimana caranya menghabiskan ini semua?

“Ingin aku buatkan bubur lain?”  Tawar Donghae namun Hye Jung menggeleng dan melingkarkan kedua tangannya di sisi mangkuk seolah melindungi bubur hadapannya dari Donghae.

“Mana bisa aku abaikan bubur Kyuhyun?”  Jawab Hye Jung yang mulai memakan sedikit demi sedikit bubur tersebut dengan terpaksa bersama selingan air dan Kyuhyun yang melihat itu tersenyum tipis.

 

 

Donghae menarik kursi yang tadi Kyuhyun tempati hingga kini, ialah yang berhadapan dengan Hye Jung.  “Bagaimana kabar anda selama 2 tahun ini, agassi?”

“Baik, dan buruk.”

“Aku sangat terkejut saat melihat anda tiba-tiba datang dan berlutut seperti kemarin.”

Hye Jung melirik Donghae enggan dan tersenyum sedikit.  Tidak menanggapi kalimat terakhir barusan.

“Mmm…..”  Hye Jung melirik Donghae seraya menggosok wajahnya pelan.  “Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu pada Donghae-ssi.”

“Ya.  Tanyakan saja.  Silahkan.”

“Mmm—.”  Hye Jung melipat bibirnya hingga basah dan Donghae tergelak.

“Katakan saja jangan ragu.”

“Kenapa Donghae-ssi masih bekerja—di—sini—?”

“Aku tahu itu bukan pertanyaan yang ingin anda tanyakan.”  Seloroh Donghae.  “Jangan malu-malu.  Tanyakan saja.”

Hye Jung mengusap hidungnya dan melihat ke arah buburnya yang masih sebanyak ketika Kyuhyun meninggalkannya tadi.  Menimbang-nimbang, baru kemudian Hye Jung membuka mulutnya.  “Donghae-ssi, mengenal, Kim—Seul—gi?” Eja Hye Jung tanpa berani melihat lawan bicaranya yang sudah tersenyum bagai ada hal lucu.

“Jadi, inikah yang menjadi alasan anda kembali?”  Tebak Donghae yang sudah barang tentu benar.  “Wanita itu belum pernah kemari jika anda ingin tahu sejauh apa hubungan mereka.”

“Hu—bungan?”  Tanya Hye Jung langsung menatap Donghae.  “Mereka benar-benar berhubungan?”

“Kenapa tidak anda tanyakan sendiri pada Kyuhyun-nim?  Bukankah hubungan kalian sudah membaik dan apa yang terjadi hari ini artinya kalian kembali bersama?”

Hye Jung menghela nafas panjang.  Pandangannya menurun.  “Kau ingat 2 tahun lalu saat namaku jadi pembicaraan dimana-mana?”  Kisah Hye Jung yang tentu langsung Donghae angguki.  Tidak ada seorangpun warga Korea yang lupa saat Hye Jung dengan beraninya menjalani pemotretan tanpa satupun benang di tubuhnya pada majalah dewasa Internasional yang kemudian menjadi tiketnya menembus pasar Hollywood hingga kemarin sebelum dirinya menyatakan mundur.  “Kami tidak bertengkar sama sekali.  Kyuhyun tidak membentakku, tidak juga melayangkan protes karena aku melakukan sesuatu yang tidak disetujuinya setelah sebelumnya aku minta ijin dan dia bilang tidak.  Setelah hari itu, pandangan matanya berubah membenciku seperti yang eomma-ku selalu tunjukkan dan tangannya enggan menyentuhku seolah jijik.  Dia benar-benar menganggapku tidak ada setelah itu.”

“Tapi anda sudah kembali sekarang.”

“Ya.”  Hye Jung mengangguk lemas.  “Dengan hatinya yang tidak aku tahu apakah masih menjadi milikku.”

Donghae menarik nafas dalam bagai ikut sesak seperti yang Hye Jung alami.  “Jika Kyuhyun-nim tidak mencintai anda, beliau tidak mungkin membawa anda kemari dan memperlakukan anda seperti barusan.”

“Mungkin saja dia hanya kasihan pada wanita menyedihkan sepertiku.”  Tutur Hye Jung lolos begitu saja dari mulutnya hingga dirinya sendiripun kaget, bagaimana bisa aku bicara seperti itu?

Donghae tidak merespon atau mengatakan sesuatu hal lagi setelahnya.  Dirinya takut salah bicara dan tidak ingin dikatakan sok tau, ataupun mau ikut campur urusan orang lain.  Maka saat kedua mata pria itu menangkap Hye Jung yang kembali memakan bubur hadapannya masih dengan ekspresi enggan—pria itu pamit sebagaimana Hye Jung saat akan masuk ke dalam rumah tadi dan segera pergi.

 

 

Selesai memakan habis semua bubur Kyuhyun meskipun butuh waktu cukup lama, Hye Jung yang juga baru saja selesai meminum obatnya melangkah keluar dari area dapur dan ruang makan.  Melongokan kepalanya kesana kemari, wanita itu tidak mendapatkan sosok Kyuhyun yang kemungkinan—masih ada di ruang kerjanya.

Maka dengan langkah pasti, segera Hye Jung menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua tempat studio rekaman tempat kerja Kyuhyun berada.  Menimbang apakah perlu mengetuk atau langsung masuk, Hye Jung memilih untuk langsung masuk ke dalam ruang pribadi Kyuhyun itu dan sayangnya—Kyuhyun tidak ada.

426712b0f46e619d2c9c5261e7a5c162

 

“Kemana dia?”  Hye Jung bertanya pada dirinya sendiri dan melangkah masuk serta mengecek beberapa ruang kecil disana tempat Kyuhyun selalu menghabiskan waktu sepanjang hari bahkan sepanjang waktu.

Keluar setelah memastikan bahwa Kyuhyun tidak ada disana, kamar utama rumah adalah tujuan Hye Jung.  Sama seperti sebelumnya, Hye Jung tidak mengetuk pintu dan langsung membukanya, masuk ke dalam seperti ketika tadi ia masuk ke dalam studio rekaman pribadi Kyuhyun—dan kali ini, sosok yang tadi tidak ada di tempat harusnya ia berada, berdiri menghadap jendela besar kamarnya yang terbuka sedikit.

Suara berat dan terdengar serius milik Kyuhyun menyambut Hye Jung.  Pria itu tampaknya sedang membicarakan hal penting dan Hye Jung tidak ingin mengganggunya.  Dengan langkah berjinjit, Hye Jung masuk dan duduk di ranjang yang sudah lama tidak disentuhnya.

Melihat sekeliling, sama seperti isi rumah yang sama sekali tidak ada perubahan, isi kamar utama inipun juga tidak ada yang berubah.  Masih tidak ada foto Kyuhyun sebagai si pemilik rumah, masih sedikit pula perabotnya hingga tampak bagai rumah baru, dan masih ada juga—fotonya.

Hye Jung pikir Kyuhyun akan buang semua hal yang berhubungan dengannya sama seperti ketika pria itu mengabaikan semua pesan dan telfonnya.  Nyatanya, fotonya yang masih diletakkan rapi sebagaimana dulu ketika ia pergi, masih ada disana tanpa ada satupun hal yang berubah.

13402255_1650073711985327_29491633_n

 

Melihat fotonya sendiri itu, Hye Jung kembali tersenyum—lebar kali ini.  Wanita itu senang dan lega, sedikit banyak—dirinya tidak mengkhawatirkan wanita bernama Seulgi yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.

 

“Sejak kapan kau disini?”  Suara baritone Kyuhyun membuat Hye Jung terlonjak kaget.

“Hm—?”

“Ck”  Mendecak bagai malas sebab Hye Jung tidak mendengar pertanyaan sebelumnya, Kyuhyun menghela nafas untuk kesekian kalinya dan mendekat pada Hye Jung.  Kembali, menyentuh kening wanita itu dengan punggung tangan kanannya.  “Sudah minum obatmu?”

“Sudah.”  Jawab Hye Jung dengan kepala mengangguk dan pandangan lurus pada Kyuhyun.

“Yasudah.  Tidur sana.”

“Ini aku mau tidur.”

“Kau tidur di kamar bawah.”

“Kenapa?”

“Karena ini kamarku.”

“Tapi dulu aku tidur disini.”

“Tapi sekarang tidak.”

“Apanya yang berbeda?”

“Kau bukan istriku.”

“Dulu aku juga bukan istrimu.”

Kyuhyun mendengus lelah dan menoleh pada Hye Jung dengan kedua tangan dipinggangnya.  “Kau mengerti yang aku katakan tidak, sih?”  Tanya pria itu meninggi dengan kedua alis menyatu sementara Hye Jung juga hampir menyatukan kedua alis rapinya.

“Kamar bawah itukan samping kolam.  Tidak ada jendela dan pintu.  Aku kedinginan disana.”

“Maka aku yang disana dan kau disini.”

“Kyu!”

“Apa lagi?”  Tanya pria itu malas saat tangan Hye Jung sudah mengalung di lengannya erat.  “Kau cerewet sekali sekarang.  Siapa yang mengajarimu?”

“Tidak ada.”  Hye Jung menggeleng pelan dengan kepala tertunduk dan Kyuhyun mengeryit heran.  Melepas pelan rangkulan tangan Hye Jung, Kyuhyun memundurkan langkahnya dengan pandangan menajam pada wanita itu.

“Ada sesuatu yang kau sembunyikan lagi dariku?  Kau tahu aku tidak akan memaafkanmu lagi kali ini.”

“Tidak ada—.”  Gerutu Hye Jung sambil mengangkat kepalanya hingga Kyuhyun bisa melihat keanehan dalam benaknya yang makin jelas.

“Memangnya salah kalau aku berubah?  Salah kalau aku seperti ini padamu sementara orang lain boleh?”

“Kau itu bicara apa sih?”  Tanya Kyuhyun mengernyit bingung.  “Orang lain siapa?  Kau pikir aku seperti dirimu?  Keluar bersama pria lain, telanjang didepan semua orang—.”

 

Hye Jung membulatkan kedua matanya terkejut dan langsung tertunduk kaku sementara Kyuhyun memejamkan matanya kesal dan menggigit lidahnya yang begitu lancarnya berucap macam barusan.

Mengerutkan keningnya masih dengan posisi berhadapan kaku, Hye Jung yang memainkan kuku jarinya hingga berbunyi aneh—mendongak dengan lontaran yang memenuhi kepalanya, “Maukah kau menikah denganku, Kyu?”  Tanyanya lancar hingga Kyuhyun dihadapannya membulatkan mata terkejut dengan kedua bola mata hampir keluar.

 

 

 

 

 

“A—apa? Apa katamu? Me—nikah?  Kita?”

“Ya.”  Hye Jung mengangguk lebih yakin dibanding yang Kyuhyun lihat sebelum-sebelumnya.  “Karena kau sering melamarku dan tidak pernah aku terima.  Jika hari ini kau menolakku tidak apa.  Aku akan melakukannya lagi besok seperti yang selalu kau lakukan dulu.”

“Kemari.”  Ucap Kyuhyun cepat sembaru menarik tangan Hye Jung untuk kembali duduk di atas ranjang.  Menarik keseluruhan rambut Hye Jung dan memeriksa kepala itu bagai mencari sesuatu dengan begitu serius.

“Apa yang kau lakukan?”

“Mungkin kepalamu cidera saat jatuh kemarin.”

“Tidak kok.”  Bantah Hye Jung segera dan menarik kepalanya dari kuasa kyuhyun.  Merapikan kembali rambut berantakannya, Hye Jung masih mendapati wajah terkejut Kyuhyun.  “Kita kan tidak tahu apa yang terjadi besok.  Bisa saja tiba-tiba kita meninggal, atau terjadi hal buruk lain.  Sebelum itu terjadi aku ingin melakukan apa yang belum sempat aku lakukan.”

“Aku tahu!”  Kyuhyun memotong lantang dan meremas pundak Hye Jung dengan kedua tangannya.  “Aku tahu pasti ada sesuatu makanya kau datang tiba-tiba, berubah, menuruti semua mauku, dan melamarku.”

“A—apa?”

“Kau sakit, kan?”

“Sakit?  Memang aku sedang sakit, kan?”  Hye Jung menyentuh keningnya sendiri yang masih terasa hangat namun wajah pria didepannya yang sudah memerah membuatnya meringis.

“Kau pasti sakit parah hingga akan meninggal makanya kau kemari dan melakukan semua yang aku inginkan, bukan?  Cepat katakan padaku.  Kau sakit apa?!”

“Apa sih?!”  Hye Jung melepas cepat kedua tangan Kyuhyun dari pundaknya.  “Kau itu pria.  Remasan tanganmu sakit tau!  Dan ini bukan drama TV Kyu, aku tidak sakit apapun hingga akan meninggal besok.”

“Ayo pergi.”

“Kemana?”

“Rumah sakit.”

“Untuk?”

“Memeriksamu.”

“Astaga!  Sumpah? Kita baru saja kembali dari rumah sakit dan kau akan membawaku kesana lagi?  Lagipula jika terjadi sesuatu hal buruk dokter sudah lebih dulu memberitahumu ketika aku pingsan! Ya! Cho Kyuhyun! Aku bilang aku baik-baik saja! Kau terlalu berlebihan! YAK!”

Hye Jung tidak mengerti makhluk bernama Cho Kyuhyun yang kini menariknya bagai menarik mainannya ini tercipta dari apa.  Pria itu bahkan menulikan telinganya dan membisukan bibirnya dari semua teriakannya yang baru kali ini terdengar di rumah itu.  Suatu saat nanti, jika dirinya bertemu kembali dengan Nyonya Cho entah dalam keadaan resmi ataupun tidak, Hye Jung akan bertanya bagaimana bisa Nyonya Cho melahirkan Kyuhyun agar dirinya tidak melahirkan anak seperti Kyuhyun yang entah bagaimana harus menjelaskannya.  Langkah cepat kaki Kyuhyun yang bagai menyeret Hye Jung akan orang lain lihat bagai penyiksaan, atau pengusiran dan Hye Jung tidak mungkin tetap meronta dalam genggaman tangan Kyuhyun sementara semua mata mengarah padanya.

 

 

Sialan kau Cho Kyuhyun.  Rutuk Hye Jung dalam hati dengan wajah tertunduk dan sebelah tangan menutup wajahnya malu diantara pandangan semua orang padanya sebab Kyuhyun masih menyeretnya terburu.  Entah orang-orang yang kini dilewatinya pada lorong rumah sakit mengerti dan mengenal bahwa dirinya adalah Hye Jung atau tidak, yang jelas—Hye Jung ingin sekali menambal wajah Kyuhyun dengan lembar surat kesehatannya yang langsung didapat sebab pria itu berteriak dan mengancam beberapa pihak rumah sakit jika laporan kesehatannya tidak didapatkan hari ini juga.  Beruntungnya, paman Kyuhyun adalah pemilik rumah sakit ini hingga pria itu benar-benar bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Lihat kan!”  Hye Jung menunjukkan keras-keras surat kesehatannya dihadapan Kyuhyun yang langsung membuang muka.  “Sudah aku katakan bahwa aku baik-baik saja.”

“Lalu kenapa kau mengajakku menikah?”

“Karena aku ingin menikah denganmu.”

“Lalu kenapa dulu kau tidak mau menikah denganku?”

“Karena dulu aku tidak mau menikah denganmu.”

“Apa itu jawaban?”

“Kau anggap bukan?”

“Sudahlah!  Lupakan!”  Kesal—Kyuhyun mengambil kertas berisikan data yang tadi membuatnya kalang kabut dari tangan Hye Jung dan membaca sekali lagi, memastikan bahwa memang tidak ada penyakit serius yang mendiami tubuh Hye Jung hingga perlu khawatir.

“Jadi kau mau menikah denganku atau tidak?”

“Tidak! Ck!”

“Auuuuuh….. dasar.”  Gerutu Hye Jung menatap punggung Kyuhyun yang mulai menjauh tidak percaya.  “Bagaimana bisa pria macam itu menjadi duniaku?”

“Kau mau pulang tidak!”  Teriak Kyuhyun lagi memecah lorong rumah sakit tempatnya masih berada dengan kepala menoleh pada Hye Jung, dan Hye Jung bahkan mulai berpikir tentang apa yang terjadi pada pria itu selama 2 tahun ini hingga begitu norak sekarang.

 

 

 

***

Hye Jung masih membicarakan beberapa hal mengenai pekerjaan baru dengan Donghae setelah makan malam usai, sementara Kyuhyun lebih memilih untuk menghabiskan waktu di perpustakaan kecilnya.

Memakai atasan longgar berwarna hitam dan rambut basah baru selesai keramas, Donghae tampak begitu menawan bahkan melebihi Kyuhyun dan Hye Jung tidak mengerti kenapa Donghae tidak keluar dari pekerjaan macam ini.

“Jadi bagaimana?”  Tanya Hye Jung lagi memangku dagunya dengan kedua tangan.  “Kau mau?”

“Aku harus menanyakannya pada Kyuhyun-nim.”

“Dia bukan pemegang hidupmu.”

Donghae tersenyum dan balik bertanya.  “Memangnya, agassi sudah tanyakan ini pada Kyuhyun-nim?  Kyuhyun-nim setuju?”

Hye Jung merengut dan menggeleng.  “Belum, sih—.”  Tuturnya ragu dan menggaruk kepalanya gatal.  “Mungkin aku harus tanyakan dulu padanya.”  Ringis Hye Jung enggan mendekati Kyuhyun lagi setelah kejadian siang tadi yang begitu memalukan.

“Ya.”  Angguk Donghae tanpa tahu bagaimana Hye Jung sangat malas untuk mendekati Kyuhyun lagi tapi dirinya memang harus mendekati pria itu.  Ada hal yang membuatnya sakit perut dan dirinya harus katakan ini pada Kyuhyun jika tidak ingin sakit perutnya makin menjadi.

“Yasudah.  Aku kesana dulu.”  Bisik Hye Jung segera meski malas masih tampak pada wajahnya dan memenuhi dirinya.

Donghae tersenyum dan mengangguk bagai mempersilahkan.  Tersenyum lebar, pria itu menggeleng dan mengeluarkan ponsel berisi seluruh rekaman yang diinginkannya.

Selesai sudah, ucap Donghae dalam hati seraya merentangkan kedua tangannya puas dan menghembuskan nafas lega.

 

 

Sementara Hye Jung yang mulai berjalan pelan dengan isi kepala penuh kata, sudah ada didepan pintu tempat Kyuhyun ada dibaliknya.

 

Knock—knock

 

“Kyu.  Aku masuk, ya?”  Hye Jung meminta ijin.  Aneh, padahal tidak pernah sama sekali wanita itu berlaku begitu.  “Kyu?”  Panggil Hye Jung pelan dan memang dasarnya ia bukan seseorang yang bisa menunggu lama ataupun sabar, Hye Jung membuka pelan pintu berwarna putih dihadapannya dan mengintip, menyembulkan kepala juga sedikit badannya bagai mengintai Kyuhyun yang justru tengah melihatnya dengan buku dalam pangkuan.

10533270_502550846553533_1728543097_n

 

“Haha—.”  Hye Jung tersenyum canggung dan Kyuhyun menyipitkan matanya.  Sumpah demi apapun, berapa kalipun Kyuhyun berpikir dan mengingat-ingat, Hye Jung sama sekali tidak pernah bersikap macam itu sebelumnya.  Cerewet apalagi bertingkah konyol seperti saat ini, apalagi tadi mengajaknya menikah, pasti ada sesuatu.

“Ada apa?”

“Bisakah kita bicarakan sesuatu?”  Tanya Hye Jung mulai masuk sepenuhnya dan duduk di sofa hadapan Kyuhyun.  “Tentang Donghae.”

“Kenapa aku harus membicarakan seorang pria denganmu?  Kau menyukainya?”

“Tidak.”  Tolak Hye Jung mentah-mentah diikuti kedua tangannya yang langsung menyilang.

“Kenapa pula kau belum tidur?  Sudah minum obatnya belum?”

“Sudah.”

“Yasudah, tidur sana.”

“Aku benar-benar ingin bicarakan sesuatu denganmu.”  Paksa Hye Jung dan bunyi buku yang tertutup kencang langsung terdengar.

Melempar buku dalam genggamannya pada meja kecil yang seolah menjadi pusat sofa, Kyuhyun menghadap Hye Jung.  “Ada apa?”

“Begini—.”  Hye Jung mengambil nafas dalam dan mengeratkan pegangan kedua tangannya.  “Kau tahu—kan, aku keluar dari model.”

“Ya.  Lalu?”

“Bolehkah aku mendirikan butik?  Atau agensi sendiri?”

“Kau gila?”  Tanya Kyuhyun cepat langsung membuat Hye Jung tertunduk dengan mulut mengerat kesal.  Habis sudah harapannya memiliki butik sendiri dengan jawaban macam barusan,  “Lalu Donghae?”  Tanya Kyuhyun berlanjut

“Awalnya jika kau ijinkan aku ingin jadikan dia modelnya.”

“Tidak.”  Kyuhyun mematahkan sekali lagi ucapan Hye Jung dan wanita itu hanya menghela nafas panjang kali ini.  “Yasudah.  Tidur sana.”

“Bisakah kau menemaniku?”  Tanya Hye Jung merengut dan kerutan lebih banyak justru tampak pada Kyuhyun.

Kali ini, pria dengan rambut berwarna coklat itu bersumpah akan membuat Hye Jung mengatakan yang sebenarnya dan tidak akan membiarkannya pergi sebelum itu.

“Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.  Cepat katakan padaku, apa yang terjadi sebenarnya?  Hal apa yang merasukimu sampai sejauh ini?”  Tanya Kyuhyun serius dan Hye Jung tahu, kali ini dirinya tidak bisa lari dari tuntutan jawaban Kyuhyun.  “Song Hye Jung?”

“Beberapa bulan lalu aku mengunjungi Barcelona untuk pemotretan.  Teman-temanku mengajakku masuk ke salah satu stand peramal ketika jalan-jalan.  Disana, saat aku diminta mengambil salah satu kayu panjang entah kayu apa itu, peramal itu berkata bahwa tidak seharusnya aku berada di tempatku saat ini dan akan menyesal seumur hidup jika tetap bertahan.  Dia juga berkata bahwa hatiku yang kosong akan selamanya kosong dan sakit karena aku meninggalkannya dan bukannya mendapatkannya.  Jika aku masih mempertahankan semua yang aku pegang saat itu, aku akan kehilangan duniaku, tempatku bernafas, alasanku hidup, kau.”

“Hah?!”  Kyuhyun menatap Hye Jung tidak percaya dengan bibir menganga lebar.  “Kau?  Percaya semua itu?  Kau?”

“Tentu tidak.”  Jawab Hye Jung membalas pandangan remeh Kyuhyun, serius.  “Aku tidak percaya hingga aku mendengar kabar hubunganmu dan Seulgi.  Siapa wanita itu Kyu?  Apa hubunganmu dengannya?”

“Jadi kau kembali kemari karenanya, bersikap kekanakan dan manja juga karenanya?”

“Apa hatimu masih milikku?”

Kyuhyun mendengus dengan senyum remeh yang langsung nampak dan itu bukan sesuatu hal yang menyenangkan untuk Hye Jung lihat.  Setidaknya, Kyuhyun membantah pertanyaannya barusan dan bukannya tersenyum mengejek seperti saat ini.

“Dadaku sakit, turun ke perut hingga rasanya tidak bisa lakukan apapun, dan naik ke kepala hingga rasanya akan mati.”

Kyuhyun tidak tahu bagaimana bisa Hye Jung berkata seperti barusan.  Mempelajari darimana wanita ini tentang sakit di dada yang turun ke hati dan naik lagi ke kepala hingga rasanya benar-benar tersiksa.  Namun seperti Hye Jung yang sudah menatapnya dengan pandangan berair, Kyuhyun masih sama seperti dulu yang tidak bisa lihat wanita itu alami sesuatu hal buruk.

Jika ada orang yang katakan bahwa dirinya kasihan, Kyuhyun akan mengangguk dan menjawab boleh saja kalian berkata begitu.  Bahkan ketika Hye Jung sendiri yang berkata macam itu, bahwa selama ini Kyuhyun hanya kasihan dan karena itu bersamanya, Kyuhyun akan kembali mengangguk dan berkata, terserah kau melihatnya bagaimana.  Tapi dalam hati Kyuhyun sendiri, alasannya adalah karena ia mencintai gadis dengan senyum paling cantik menurutnya ini.

“Hei.”  Panggil Kyuhyun mendongakkan kepala tertunduk Hye Jung.  Air mata bening wanita itu sudah berada di sudut matanya dan Kyuhyun membencinya.  “Hapus air matamu.”  Kata Kyuhyun pindah tempat duduk disamping Hye Jung dan segera menghapus air matanya.

“Kau masih mencintaiku seperti dulu, kan?”

“Hm.”

“Lalu—.”

“Shht.”  Desis Kyuhyun meletakkan telunjuknya pada bibir Hye Jung hingga wanita itu mendongak dan mereka saling berpandangan.  Kyuhyun tersenyum tipis, lagi.  “Aku akan katakan ini untuk terakhir kalinya padamu.  Setelah ini aku tidak akan mengatakannya lagi.  Maukah kau, Song Hye Jung, menikah denganku?  Menjadi istriku, pendampingku, ibu dari anak-anakku.  Maukah kau, Song Hye Jung, menerima lamaranku ini?”

“Aku akan sangat bodoh jika menolaknya lagi.”  Jawab Hye Jung menampakkan senyum leganya begitupun Kyuhyun yang sudah melingkarkan tangannya pada tubuh kurus itu, memeluknya hangat seolah tidak akan biarkan sesuatu hal buruk atau aneh terjadi lagi.

Advertisements

50 Comments Add yours

  1. antir says:

    bersedia donk si hyejung ..
    ahh mereka berdua bikin greget ..

    Liked by 1 person

  2. lyla cho says:

    Oo. Jadi itu masalahnya…
    Kirain kenapa, akhirnya terjawab….
    Semiga mereka bahagia

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      amiin haha 😀

      Like

  3. ana says:

    Ska bget crtanya.. akhirnya kyu oppa ngelamar hye jung ga sia2 hye jung dteng ke kyu oppa lg.. dtggu ya part slnjutnya

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      okeh…ditunggu aja ^^

      Like

  4. cici says:

    Wohhhh please jawab mau hye junh

    Liked by 1 person

  5. nanakazami says:

    salam kenal eonni..saya nana pembaca baru di sini..ijin baca karya tulisnya ya..
    Tau ff ini berawal dari ff yang berjudul Time di ff indo..karena kepo jadi telusur di google dan ada pagenya..whaa.. :3

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      salam kenal juga nana, selamat membaca 🙂

      Liked by 1 person

      1. nanakazami says:

        Ditunggu selalu karya-karyanya..:3

        Liked by 1 person

  6. queenhyunrin says:

    endingnya sweet bangettt
    oh jadi masalahnya gara2 si seulgi? wkwk mungkin menyarankan flashback masa2 knp seulgi bisa muncul kali yak?atau konflik pertamakali mereka merengang?welll apapun hadinya tetep ku tunggu☺️☺️

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      flashback? gak suka ih aku flashback2an inget2 masa lalu hahahaha 😀 😀
      mungkin next emang bakal aku munculin seulginya

      Like

  7. lepina mahesa says:

    Yakkkkk sweet banget endingnyaaaaa eonnnnl

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      haha 😀 😀

      Like

  8. holankyu says:

    Aaaaaa manis syekaliiiiiiiii.
    Aaaa kereeeeeen.
    Waaah bisa jadinya kayak gtu setelah semuanyaa.
    Kereen pokoknya.
    Cemburu bener2 bisa mengubah segalanyaa

    Ditunggu series selanjutnyaaa 😍😄😃🎉

    Liked by 1 person

  9. esakodok says:

    rasanya langsung pengen nyanyi dangdut..cibtaku klepek klepek sama fia..sayangku klepek klepek sama dia…
    hueee….keren biangett ff nya…feelnya konyolnya dinginnya perhatiannya galaunya semua dpt

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      hahaha terimakasih 😀 😀

      Like

  10. kak vid ditunggu lanjutannya, bingung sendiri aku sama sikapnya si kyu itu, dan hye jung? ada dengan dirinya yang sebenarnya??

    Liked by 1 person

  11. uni says:

    Hah.. Entah aku mau bilang apa ke kk ?? Tapi jujur aku masih bingung ??
    Ff ini sebenarnya sequel atau cerita baru ?? Hyejung dan donghae emang dulunya udah kenal ?? Aku agak curiga ama donghae ?? Apakah donghae jahat ? Atau dia SPY ?? Semoga aja tidak !! Aku harap dia baik dan akan selalu baik :*
    Dan sebenarnya Donghae emang cocok jadi model 🙂 buatlah agency hyejung dan jadikan donghae model haha
    seulgi itu siapa ?? Apa dia cuma keluarga kyuhyun hihi
    Dan ternyata kyu dan hyejung belum menikah ya haha kirain udah.. cepatlah menikah dan buat baby haha 🙂

    Ditunggu next chapnya ♡♡

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      bingung kenapa? ini ffnya aku bikin series, mau dibilang sequel juga bisa

      Like

  12. angelkim393 says:

    Tunggu t Donghae kirim message k siapa?!? N p tujuanny?ini Bloom End kan?!?

    Liked by 1 person

      1. angelkim393 says:

        Bagus deh….kan g asyik bgt kl udh end
        Pdhl msh d rahasia lagi^^ uhh kepo

        Liked by 1 person

  13. Nindy.cihuyy says:

    Haii.. .aq reader baru ijin bca ff.a yaa.

    Liked by 1 person

  14. Nindy.cihuyy says:

    Ff.a kren bgtt aku suka. kirain bneran hyejung kna pnyakit parah trnyata eh trnyata sehat wala’fiat gtu..

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      dibilang keren senengnya #sambilterbang

      Like

  15. Oci says:

    Kenapa aku masih bingung ya …😥😥 masih ada nextnya kan kak

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      ada nextnya kok. tapi masalahnya udah beda. bingung dimananya?

      Like

  16. primdn says:

    Hrs bersedia dong. *nikah
    Tp ituuuuu
    Kyu g ngizinin buka butik ma ngajakin hae jd model.a..
    Hhahhaahaha
    Aduh kyu turutin aja calon istrimu buka butik nafaa..
    Kikikiki
    Smoga ada kelanjutan.a.. Amiiin ^^

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Ini lanjutannya lagi dibikin lol

      Like

  17. anini cz says:

    ni orang dua beneran ya….
    sudah terrselesaikan smua…
    mga ga ada lg rintangan buat mereka buat bahagia

    Liked by 1 person

  18. kyuhyun protectif nyebelin nyebelin gimana gitu ya wkwk
    padahal suka sama sikap hye yg manja kesannya jd penakluk cinta evil haha
    keren keren ^^

    Liked by 1 person

  19. mala says:

    Pokok nya ditunggu kelanjutannya hehe

    Like

  20. hwandays says:

    kyuhyun ko dinginnya tabokable banget ya disini, hyejungnya juga keba; bgt lagi wkwkwkw cocok dah kombinasinya
    uuu biar dingin tapi endingnya so sweet *tebat confeti*

    Liked by 1 person

  21. chorizhou says:

    Bikin greget banget sih mereka..
    Lucu banget.. Kyuhyun seolah cuek tapu prhatian minta ampun…
    Sweet bnget ending nya…
    Tapi msih penasaran pngen liat next part nya hehehe

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      ditunggu aja haha

      Liked by 1 person

  22. Noona94 says:

    Cieeee yg balikan….
    Lucu bgt pas hyejung jadi manis,,,
    Semoga mereka bener2 bahagia tnp d ganggu sama seulgi

    Liked by 1 person

  23. arichan says:

    Yaampun makin kesini sikap mereka berdua kok makin gemesin yaaa?? Duuh sweet banget mereka itu haha seneng deh endingnya dibuat happy ~

    Liked by 1 person

  24. hyun says:

    Aku kok suka sama bahasanya y? Suka sama karakter2 yg kakak bikin, dan atory yg satu ini entah bawaannya ringan tapi berisi, tapi masih kepo, donge itu ngrekam apa? Belum end kan yak?

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      aku juga suka cerita ini wkwk…
      belum kok. ada lanjutannya tapi lagi naikin mood nyebelin baru bisa ngetik ini lol

      Like

  25. syalala says:

    hahaha kocak dah ini ceritanya hahahaha awalnya ga ngertiii pas baca part 1 (aku belom komen soalnya gasabar baca part 2 lol) dan ternyata duduk perkaranya disitu, hyejung model, ga nururt sama kyuhyun, mereka pisah selama 2 tahun tp sekalinya balik kyuhyun jd cuek dingin tp perhatian ya kok jd gemes lagi hahahahaha asli itu percakapan perdebatan dia aku baca berulang kali dan ttp aja ketawa haha lucu bgt deh ah gemasssssssssh. btw ini ceritanya udah selese sampe disini atau masih lanjut deh? hihi

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Msh lnjut…cuma pas mau ketik kegeser ff lain😁😂

      Like

  26. kyuyang says:

    Aaaaa suka ceritanya
    Hye jungnya jdi manja dan bertingkah konyol haha
    Kyuhyun aja smpe bingung
    Tapi akhirnya merek bersatu lagi setelah masa2 sulit hehehe
    Dannnn Happy Ending
    Di tunggu cerita selanjutnya ☺

    Liked by 1 person

  27. hyokwang says:

    mereka imut banget… kyuhyun irit ngomong, si hyejung cerewet.. jadi dia mau balik ke kyuhyun n ninggalin pekerjaannya gara2 kyuhyun digosipin deket sama cewe…
    kyuhyun juga g banyak omong, sinis tapi perhatian 😀

    Liked by 1 person

  28. No Name says:

    woaaah problem solved!!! ini ada lanjutannya kah?

    Like

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Rencananya sih ada cuma belum sempet ngetik

      Like

  29. putry lee says:

    Sakit di dada turun ke perut naik ke kepala hingga rasanya ingin mati 😆😆😆😆.lucu bngt c hyejung itu ..
    Next thor ..

    Like

  30. Agnes Cho says:

    Knpa buka gue yg di lamar kyu??
    Gue hampir lumutan nungguin luu..😂😂😂😂

    Ini ending kah??

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s