Mythology Cast and Character

Jangan memikirkan tentang hidup seorang diri dalam dunia yang bahkan tidak kita kenal betul.  Berabad-abad yang lalu, saat kerajaan masih berdiri kokoh, saat perang masih menjadi cara untuk menguasai satu wilayah, saat mayat bergelimpangan tanpa adanya hukum, saat matahari masih dianggap sebagai salah satu Dewa sebab kekuatannya pada siang hari, saat Zeus begitu ditakuti sebab tongkat petirnya, saat Poseidon yang paling kuat diantara saudaranya yang lain memegang trisula untuk memimpin lautan dengan sifat tempramental yang membuat ombak bergejolak ganas, saat Hades yang menjaga neraka tidak ingin ditemui oleh makhluk hidup dan bernafas sebab berarti kematian, atau saat Helene sang putri tercantik di dunia yang membuat para Dewi Olympus iri sebab kecantikannya menyebabkan perang Troya, pada saat itu kisah mereka sudah dimulai.  Kisah tentang makhluk berbeda yang hidup ditengah-tengah manusia

 

2016

new

*
Hyun Bin membuka matanya perlahan tepat sebelum Helios, sang Dewa Matahari mengitari bumi dengan kereta mataharinya dan sebelum Alektrion yang masih berwujud ayam jantan berkokok.  Pria berotot dan paling dewasa diantara semua penghuni rumah yang lebih layak disebut kastil itu, segera bangkit dari tidurnya dengan bagian tubuh atasnya yang tidak tertutup sehelai benangpun.

Memicingkan matanya dengan kornea bagai biji besi, Hyun Bin menggerakkan tangannya hingga tirai berwarna putihnya langsung terbuka dan langit gelap yang mulai tampak berwarna jingga sebagai pertanda Helios akan muncul, membuatnya turun dari ranjang.

Menuju kamar mandi tepat di sebelah ranjangnya, Hyun Bin hanya membersihkan wajah dan menggosok giginya hingga tampak lebih segar.  Setelah itu, tanpa mengenakan satu pakaian untuk menutup tubuh bagian atasnya…. pria itu melangkah keluar dari kamar dengan membawa palu juga kapak yang tidak pernah terpisah darinya.

 

**
Jaejoong membuka matanya perlahan seiring hari yang mulai terang dan sedikit gerakan dari telunjuknya, tirai berwarna keemasan yang sedikit terbuka sebab hembusan angin musim semi milik Zefiros seolah ingin membangunkannya seperti biasa tertutup rapat kembali.  Pria dengan kornea mata keemasan itu tampak masih ingin berlama-lama memanjakan matanya yang baru terlelap selama beberapa jam namun—bunyi palu Hyun Bin yang sudah terdengar berbenturan dengan besi membuat dirinya tidak bisa tidak bangun untuk kali ini.

Mengedipkan matanya beberapa kali hingga korneanya berubah coklat, Jaejoong menarik nafas panjang dan merentangkan dua tangannya.  Pria berkulit pucat itu tersenyum tiba-tiba, entah kenapa.  Menolehkan pandangannya pada satu lukisan berukuran sedang tidak jauh dari ranjangnya dan pria itu berucap, “Hey mom.”

Burung kaka tua yang Jaejoong letakkan tidak jauh dari jendela mengepakkan sayap berwarnanya seolah ingin terbang, menarik perhatian Jaejoong sejenak dari lukisan wanita cantik dengam burung merak indah yang tadi dipanggilnya mom. Kembali, Jaejoong menjentikkan jemarinya dan tirai keemasan yang menghalangi pandangannya dengan pemandangan luar terbuka lebih lebar kali ini, membawa masuk seluruh sinar dan cahaya milik Apollo kedalam kamarnya.

Satu jentikan jarinya kembali terjadi, kali ini sangkar emas milik burung kaka tuanya-lah yang terbuka dan burung cantik itu makin merentangkan sayapnya dengan bunyi khas seolah senang.  “Kembali sebelum aku pulang.  Kau mengerti?”

Bagai memahami apa yang Jaejoong katakan, burung kaka tua dengan warna emas yang langka di bulunya itu mengangguk paham dengan tubuh membungkuk bagai film-film animasi yang tidak mungkin terjadi pada dunia nyata namun kini benar-benar terjadi.  Masih menampakkan senyumnya, Jaejoong membukakan jendela lebarnya hingga burungnya itu terbang bebas dan pria itu menoleh kemudian pada tanaman delimanya dalam pot yang diletakkan pada nakas samping tempat tidurnya.  Mengambilnya perlahan, Jaejoong membawa pot dalam kedua tangannya itu ke arah balkon kamar seolah meminta Helios dan Apollo memberikan kehidupan pada satu-satunya tanamannya ini.  Menuangkan sedikit air dari botol khusus miliknya, Jaejoong membasahi sedikit demi sedikit daun pohon delima kecilnya dan buah delima berwarna merah menggiurkan yang tadi bahkan tidak ada langsung muncul.  Satu buah delima dengan ukuran paling besar menjadi pilihan Jaejoong, segera saja pria itu ambil buah delima paling besar tersebut dan membelahnya, membuat koin-koin emas dengan jumlah sangat banyak keluar bagai aliran air terjun dari belahan tadi.

 

***
Luhan menggerakkan tangannya memasuki sela-sela rambut panjang berwarna pirang milik wanita dibawahnya dengan pautan bibir yang tidak terlepas.  Pria berkulit pucat dengan kornea dan rambut sehitam malam tanpa bintang itu menikmati waktunya yang bahkan tidak berwaktu.  Layaknya Ares dan ibunya—Aphrodite, kali ini Helios-pun melihat apa yang Luhan lakukan dan bedanya dengan sang ibu, Luhan sama sekali tidak memiliki ketakutan ataupun kekhawatiran.

Burung dara berwarna putih dalam sangkar kaca yang Luhan letakkan tepat disamping jendela hingga bisa melihat kedatangan Helios yang mencermati Luhan, mulai mengeluarkan bunyi berisik juga kepakan sayap yang mengganggu dan meredam decapan juga desahan dua makhluk lain dalam kamar itu.  Mungkin, burung dara peliharaan Luhan itu takut akan bernasib sama seperti Alektrion yang dikutuk saat tidak mengatakan kedatangan Helios hingga mulai berisik dan Luhan menoleh risih.

“Ada apa denganmu?  DIAMLAH!”  Bentak pria berwajah lembut yang tampak tidak lembut saat sesuatu hal mengganggunya.  Apel dan kulit kerang disamping ranjangnya Luhan lemparkan pada burung dara berwarna putihnya yang masih mengepak berisik dan sedikit banyak, hal itu langsung membuat burung indah tersebut diam.

 

****
Sehun berkaca dengan raut serius memperhatikan wajah sempurnanya bagai salah satu ukiran terbaik Dewa.  Entah, apa yang ada dalam pikirannya karena jika Sehun berpikir bahwa wajahnya kurang sempurna—maka kesempurnaan yang diinginkannya akan membuat kaum hawa mengeluarkan darah dari hidungnya saking terpesona.

Mengambil salah satu sisir tidak biasanya, Sehun mulai menyisir rambut berwarna peraknya hingga berubah warna menjadi coklat pekat sama seperti milik anak lelaki seusianya di lingkungan tempat ia selalu duduk hampir seharian penuh nantinya.  Setelah itu, selesai dengan rambutnya Sehun mengedipkan matanya beberapa kali hingga kornea biru cerah hampir bening yang dimilikinya ikut berubah warna menjadi coklat gelap sebagaimana warna rambutnya.

Menarik keseluruhan isi kamar luas Sehun yang hampir kosong sebab tidak banyak barangnya disana, lukisan besar tidak biasa yang begitu mencolok dengan sosok wanita cantik dan tangguh yang memakai helm perang, baju zirah, tombak panjang di salah satu tangannya sementara tangan lainnya memegang Perisai Aegis, dan perisai lain berupa kepala Gorgon yang seolah hiasan sebab diletakkan begitu saja bagai bersandar pada kaki panjangnya.

Sehun menyisir rambut halusnya yang baru saja berubah warna.  Cincin dengan hiasan mirip Perisai Aegis yang berada dalam lukisan tampak mencolok ketika melingkar di jemari pucatnya.  Sehun sentuh pelan cincin bermata kepala Medusa itu dengan senyum yang langsung tampak sembari melihat jam di tangan kirinya.  Segera, pria itu mengambil kunci mobil juga tas yang selalu dibawanya sebagaimana waktu-waktu yang telah berlalu untuk keluar dari kamarnya tanpa lupa menyiram tanaman zaitun yang diletakkan dalam pot tidak jauh dari sisi jendela luasnya, juga memberi makan dan menuangkan air untuk burung hantu-nya.

 

*****
Krystal berjalan menuju salah satu sisi kamar terbukanya yang tampak bagai hutan dibanding sebuah taman cantik seorang gadis sepertinya.  Bau busuk langsung menyeruak begitu Krystal membuka pintu berlapis emasnya.  Burung Hering yang banyak orang hindari sebab takut atau bahkan menjijikkan, langsung terbang dan hinggap dipundaknya bagai tempat favorite dan Krystal sama sekali tidak masalah untuk semua itu.  Kedua tangan Krystal tampak memegang bungkusan berwarna hitam yang kemudian salah satunya langsung dilemparkannya pada tanah berwarna kemerahan dan burung hering dipundaknya segera terbang menarik-narik bungkusan yang Krystal lempar barusan hingga isinya langsung tampak, bangkai kelinci.

Seolah puas melihat satu peliharaannya telah mendapatkan santapannya, masih dengan wajah dingin dan aura menakutkan bersama kornea semerah darahnya—Krystal kembali masuk kedalam kamar gelapnya yang hampir tanpa penerangan.  Satu lagi ruang terbuka di sisi kamarnya Krystal masuki dan sebuah ular dengan ukuran besar tampak—menatapnya tajam.  Tersenyum seolah menyapa, Krystal melemparkan kembali bungkusan terakhir ditangannya dan kali ini ia yang membukakan bungkusan bergerak itu hingga isinya langsung meloncat.  Seekor kelinci putih yang cantik, namun tidak bagi Krystal maupun ularnya.

Kali ini Krystal tidak mau terburu-buru pergi seperti yang dilakukannya ketika burung hering-nya tengah menyantap makanannya.  Kali ini Krystal ingin melihat langsung bagaimana ularnya menangkap kelinci bawaannya dan menelannya hidup-hidup, baru setelah itu—dirinya akan pergi dan memberi makan burung hantu-nya.

 

******
Yoo Jung menyisir rambut hitam panjangnya hingga tampak begitu rapi.  Seragam dan segala keperluan yang dibutuhkannya di sekolah nanti sudah selesai semua begitupun dengan tampilannya.  Parfume dengan botol kecoklatan di atas meja rias dengan penutup berupa sejumput gandum segera di ambilnya sebagai bagian akhir dari kegiatan paginya sebelum berangkat sekolah.  Wewangian musim semi khas langsung menguar begitu semprotan demi semprotan ia arahkan pada tubuhnya.

Kornea coklat Yoo Jung berkilat, bersinar beberapa kali seolah baru saja terisi oleh sesuatu hal yang memuaskan.  Gadis manis itu tersenyum, menarik kedua ujung bibirnya hingga makin mempesona wajah cantiknya sendiri.  Puas dan merasa cukup, Yoo Jung beranjak dari duduknya.  Mengambil tas kecoklatannya, gadis itu berjalan menuju pintu geser berkaca di salah satu sudut kamarnya yang langsung menunjukkan taman belakang rumah.  Kolam buatan dengan batu ukuran sedang yang mengelilingi pinggiran kolam, bunga lotus beraneka warna dan ukuran yang memenuhi seisi kolam, juga patung ukuran sedang seorang wanita dewasa dengan mahkota di kepalanya, seikat kornukopia di tangan kirinya, dan sebuah tongkat lotus di tangannya yang lain menarik sekali lagi senyum Yoo Jung.  Mengulurkan tangannya menyentuh patung yang berada di tengah-tengah kolam seolah berpamitan, Yoo Jung memejamkan matanya dengan kedua tangan saling berpautan dan tertempel didadanya—memanggil angin sejuk milik Zefiros dan sebelah tangannya yang kemudian menyentuh tanah, menjadikan tetumbuhan langsung muncul bersama angin sejuk Zefros yang datang menerbangkan beberapa bunga cantik mengelilingi tamannya.

 

 

*Hyun Bin, son of Hephaest—Greek god of blacksmiths, craftsmen, artisans, sculptors, metals, metallurgy, fire and volcanoes. His symbol is a hammer, arch, and iron anvil.

 

*Jaejoong, son of Hera—Greek Queen of the gods and goddesses. She is the goddess of marriage, women, birth, heir, the king and kingdom. Her symbol is a crown, lotus stick, peacocks, cockatoos, cuckoo, and pomegranates.

 

*Luhan, son of Aphrodite—Greek Goddess of love, lust, beauty, persuasion, and pleasure. Her symbol is a pigeon, apple, seashells, and a series of myrtle.

 

*Sehun, son of Athena—Greek Goddess of wisdom, courage, business, inspiration, civilization, law and justice, mathematics, strength, war strategy, the arts, crafts, skill in ancient Greek religion, and mind.  Her symbol is shild aegis, owl, and olive trees.

 

*Krystal, daughter of Ares—Greek God of war, blood-thirsty lust, cruelty, virility. His symbol is owls, vultures, and vipers.

 

*Yoo Jung, daughter of Demeter—Greek Goddess of fertility, harvest and agriculture, plantation, and harvesting who presided over grains and the fertility of the earth. Her symbol is a cornucopia, a winged snake, and stick lotus.

 

Mythology Two Stories:

1st         : Protopóros (πρωτοπόρος)

Main character from Mythology : Oh Sehun
Main character from Human : Bae Soo Ji
Other character from Mythology : Hyun Bin, Kim Jaejoong, Xi Luhan, Krystal Jung, Kim Yoo Jung, etc.
Other character from Human : Kim Jong In, Yoo Jin Goo, etc.


 

2nd       : Adelfés Psychés (αδελφές ψυχές)

Main character from Mythology : Xi Luhan
Main character from Human : Jun Hae Ri
Other character from Mythology : Hyun Bin, Kim Jaejoong, Oh Sehun, Krystal, Jung, Kim Yoo Jung, etc.
Other character from Human : Kim Jong In, Yoo Jin Goo, Bae Soo Ji, etc.

Advertisements

5 Comments Add yours

  1. adiezty says:

    Seruu…ditunggu ceritanya.. 🙂

    Like

  2. Fatir Oh says:

    Habis baca daftar cast dan character nya jadi makin ga sabar nunggu chap 1 eon.. Ahh suka banget ff fantasy gini… Jadi ceritanya sehun dan suzy kayak beda dunia gitu kekeke…
    Ditunggi nextnya eon… Fighting

    Like

  3. sepia12 says:

    keren bgt gk sabar mau baca. Kpn d postnya nih

    Like

  4. Bae Zara says:

    Aduhh…ini Ff bikin penasaran banget Thor, ceritanya gk pasaran… Bagus banget ceritanya.. ^^

    Like

  5. widipark says:

    AAAAAAAA. aku telatttttt.mau kebut. mitologi kuno digabung ama modern itu briliant sekali,,, ok. check it out!!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s