17 Juni 2016.  Jumat, 21:35

 

Sebab mata lengket yang entah bagaimana tidak bisa lenyap sejak pagi tadi bahkan saat siang dijadikan tempat untuk berisitirahat, tontonan lucu menjadi pilihan selain kembali tidur.

Merebahkan diri usai menonton komedi, satu kalimat tiba-tiba muncul entah darimana.

Dia berkata bahwa pergi demi kebahagiaanmu, tapi dia tahu bahwa kebahagiaanmu adalah dirinya.  Bukankah sudah jelas bahwa dia tidak ingin dirimu bahagia?

Ada 3 hal didunia yang sangat penting dan 2 halnya tidak bisa dibagi.  Dunia, mimpi, dan udara.

Kehilangan mimpi, selama masih ada dunia dan udara untuk bernafas…. setidaknya masih bisa berdiri meski sering berucap bahwa hidup kurang warna tanpa mimpi.  Tapi seperti makna mimpi sendiri, bunga tidur

Setelah mimpi pergi, kelamaan dunia ikut menghilang….pergi begitu saja tanpa alasan.  Tempat menari, bernyanyi, beraktivitas, alasan untuk semua hal, hilang.  Pijakan, pegangan, harapan, kepercayaan, menghilang

Tersisa udara.  Untuk apa?  Untuk apa bernafas dengan dunia dan mimpi yang lenyap?

Tarik garis lurus, seperti itu hidupnya yang tanpa lekukan, tanjakan.  Semua hal terasa sama hingga tidak pernah merasa memiliki masalah.  Tapi itu bukanlah hidup layak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s