Iringan angin dari empat penjuru menemaniku hingga langkah lurus ini menjadi terseok.  Aku merintih, mengaduh, pada ia yang bahkan tidak tampak.

Jalanku tidak tentu.  Apakah menuju Selatan,Barat, Utara, atau Timur.

Dingin, aku memeluk tubuhku sendiri diantara berisiknya empat angin.  Entah apa yang mereka katakan

Aku bersalah, aku katakan itu

Aku menyalahkan, aku ungkapkan itu

Tolong.  Tolong aku.  Bisakah?  Adakah didengar?  Adakah dikabulkan?  Tolong.  Aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s