Dia pergi, sama seperti yang lainnya dia pergi.. dengan sekenanya.

Aku memikirkan ini beberapa kali, berpikir hingga menguras otak dan seluruh hal di dalamnya.  Berpikir hingga tidak tersisa satupun kisah yang ingin aku tuangkan dalam bentuk tulisan.

Ideku masih sama seperti dulu, namun hatiku sudah tidak ada di dalamnya.  Karyaku menurun, tulisanku menurun kualitasnya, aku tahu.. aku sadar.. aku bisa merasakan itu.  Semuanya berubah, semuanya menghilang, antara aku dan dia.

Dia bukan yang mengawali kisah ini, dia bukan yang membuatku ingin menulis, kami justru bertemu sebab tulisanku, ffku.  Namun entah kenapa, bersama perginya dia.. hilang juga seluruh hatiku untuk menuangkan kisah dalam otak dalam bentuk tulisan.

Kata-katanya, andai dia tahu seperti apa berharganya dia untukku, andai dia tahu seperti apa perkataannya yang tidak mungkin tidak hilang dalam diriku, andai dia tahu bahwa aku ingin menahannya, apa dia masih pergi? Andai dia tahu bahwa tiap waktu yang terbuang percuma hanya karena otak memikirkannya tiba-tiba, andai dia tahu bahwa tiap kisah yang dituangkan dalam ff tidak maksimal sebab ucapannya, andai ia tahu…. andai aku tidak terlalu lama menunggunya, andai aku tidak terlalu lama berpikir, andai aku mengabaikan acuhnya, andai…..

ya, andai…

Sekali lagi andai.  Andai kami tidak pernah bertegur sapa, andai aku mengacuhkannya, mungkin semua hal disini masih sama seperti dulu.

Bukan aku menyalahkannya untuk penurunkaku, toh…. aku memang sudah menurun bahkan sebelum hubungan kami sehancur ini.  Aku hanya, merindukannya.

 

Tapi seperti yang dia katakan, kami tidak akan pernah berhubungan baik seperti dulu.  Begitupun dengan pemikiran kolotku, kaca yang sudah pecah tidak akan bisa tersambung lagi.  Jikapun tersambung, retakannya akan menampakkan banyak bayangan buruk diantara kami.  Aku tidak suka barang cacat, begitupun pertemanan kami yang bukan hanya cacat.. tapi sudah hancur.  Benar-benar hancur.

Seperti yang dia katakan, aku tidak yakin kita bisa berteman lagi.  Aku setuju dan mengamininya, kita tidak cocok seperti katamu.  Doaku adalah, kau tidak akan pernah bertemu dengan orang sepertiku.  Doaku adalah, kau tidak pernah… andai kau terluka dengan apa yang terjadi dengan kita, semoga kau tidak akan mengalaminya lagi.  Doaku adalah, jika kau terluka karenaku… semoga kau tidak pernah terluka sebab hal sama yang aku perbuat.  Doaku adalah, semoga kau tidak memikirkanku seperti aku yang memikirkanmu. R.R

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s