Lonely

image

Title : Lonely
Author : Mrs. Bi_bi
Main Cast : –
Genre : Sad
Rating : G
Length : Oneshoot

.
.
.
.
-oo—ooooooo-
.
.
.
.
.

Pria itu masih duduk di kursi taman kota sendirian, disampingnya terdapat bungkus makanan dan ditangannya terdapatsegelas kopi yang telah mendingin sekedar untuk mengisi perut kosong demi mejalani hari berat yang tidak kunjung usai.

Sedih dan menyedihkan, dua hal berbeda namun tampak sama. Sedih merasakan sakit dalam hati dan menyedihkan bagi yang melihat keadaan pria itu saat ini. Wajahnya tertunduk lesu, sama sekali tidak ada sorot bahagia dalam sinar mata yang dulunya selalu berbinar itu, entah kapan tawa, pandangan berbinar, dan kebahagiaan itu menghampirinya, dirinya terlalu menyedihkan bagai hidup dalam drama sedih televisi.

Perlahan, selesai merasakan dirinya yang tidak terlalu sesak lagi dalam menatap hari, berdiri ia dengan memegang bungkus makanan dan gelas kopinya untuk kemudian dibuangnya pada tempat sampah. Mantel hangat berwarna coklat yang mulai tampak kumal itu ditariknya agar makin erat dan makin bisa merasa hangat.

Satu mobil mewah menghadang langkahnya, menghentikan ia yang entah akan menuju kemana hari ituseperti hari-hari lalu saat angin menerbangkan rambutnya tidak tentu arah.

“Deoryonnim.” Mendongak ia kemudian, menatap orang yang menghalangi langkahnya sekaligus memanggilnya dengan panggilan yang telah lama dilupakan. “Deoryonnim.” Bagai panggilan kerinduan, pria lebih tua darinya itu terus memanggilnya demikian bersama raut wajah sedih, menatap seseorang yang makin menyedihkan dari kehari selama 4 tahun ini.

Pria itu hanya menghela nafas dengan pandangan seolah-olah bertanya untuk apa kau kemari?

Tapi tidak, tuan muda yang ditatapnya kasihan itu tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya mengerutkan keningnya kemudian pergi, berlalu dari hadapannya tanpa bisa mencegah sebab pandangan sedih yang lebih dulu menusuk. “Jeosonghamnida deoryonnim.”

Membungkuk, pria lebih tua yang baru saja keluar dari mobil dan hanya memanggilnya itu membukuk ke arahnya kini dengan ucapan jeosonghamnida beberapa kali. Tampak dengan jelas ia begitu menyesal entah untuk apa, entah apa yang dilakukannya namun pandangan datar dari orang yang di ajaknya bicara hanya tampak ketika menoleh tidak lebih dari 5 detik dan berjalan sekali lagi ia, entah pergi atau menuju kemana.

 

Tk

 

Tk

 

Tk

 

Tk

 

Bunyi sepatu yang berbenturan dengan lantai kayu terdengar di ikuti bunyi pintu tua yang terbuka kemudian, menampakkan bangunan sederhana atau bahkan biasa saja yang tidak terawat. Beberapa pakaian kotor dan sampah memenuhi ruangan persegi yang tidak terlalu luas tersebut, tirai berwarna putih saat baru pertama kali datang telah berubah warna menjadi kecoklatan, tumpukan debu memenuhi bagian atas TV yang kemudian dihidupkannya,

Acara TV, program musik seperti biasa yang selalu diputarnya tiap hari untuk mengusir sepi juga sakit dalam hatinya, meski tidak berpengaruh apapun, setidaknya hal tersebut mampu membuatnya sadar bahwa ia masihlah bernyawa dan hidup, tidak seperti dua orang terpenting dalam hidupnya.

Mengingat mereka membuatnya melirikkan mata ke atas nakas samping tempat tidur, potret seorang wanita yang tengah hamil besar dengan dirinya yang memeluknya terasa begitu hangat dan membahagiakan hingga masih bisa dirasakannya sampai saat ini meski rasa dingin tidak bisa dihilangkan.

“Aku merindukanmu.” Ucapnya berat dengan setetes air mata mengalir begitu saja. Sesak itu merasuki dirinya, pedih dan perih memenuhi rongga dadanya sampai tidak bisa bernafas apalagi ketika bertemu dengan pria yang selalu bersamanya sejak kecil namun justru pria yang paling tidak mengenalnya.

Dihapusnya segera air mata yang sudah mengalir pada pipinya, terasa sama sekali tidak berguna tangisannya biar apapun yang terjadi. Haruskah dirinya mati? Haruskah dirinya ikut meregang nyawa seperti anak dan kekasihnya agar semua kesakitan yang makin terasa sakit ini menghilang? Haruskah dirinya ikut mati seperti mereka agar orang-orang yang begitu jahat itu menyesal dan makin menyesal?

Tidak. Pikirannya masih waras tentu saja untuk tidak melakukan bunuh diri, ia rebahkan kemudian tubuhnya pada sofa yang beberapa bagiannya sudah sobek itu, meringkuk bagai pesakitan di tahanan dingin dengan air mata yang entah bagaimana tidak berhenti mengalir, tampak bagai pria cengeng dan lemah tapi biarlah, ia bahkan tidak peduli apa kata orang yang bahkan tidak tahu apapun menyangkut hati juga dirinya.

Tidur, dirinya sangat ingin tidur agar bisa lupakan semua kepahitan itu, saat kehilangan anaknya, saat kekasih yang dipuja dan dicintainya mengamuk karena kematian anak mereka kemudian menjauh dan berakhir dengan kematiannya. Dirinya ingin tidur, sangat amat ingin tidur kemudian lupakan hari itu, hari dimana seluruh tubuhnya sudah lemas tidak bertulang.

Mengenaskan dan menyedihkan saat itu hingga tidak bisa menangis saking gilanya namun berakhir dengan tangisan sepanjang 4 tahun ini.

Debu yang memenuhi ruangan itu sekaligus memeluknya menjadi saksi betapa wajah tampan dan rupawannya itu sudah tidak menarik lagi, betapa tubuh sempurna itu sudah tinggal kulit dan tulang, betapa bahagia itu tidak berbekas sama sekali, dan betapa uang yang menjadi jubah juga kendaraannya setiap hari telah terbakar jadi debu saat ini.

Kasihan, kasihan sekali hidupnya begitu kata orang-orang yang tahu beberapa kisahnya, atau kata beberapa orang yang selalu melihatnya makan seorang diri di taman, atau kata beberapa orang yang berniat memberinya pakaian namun ditolak halus.

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. uchie vitria says:

    elllahh ini mah bikin baper ihhh kasian sang tuan muda

    Like

  2. uni says:

    Entah siapa nama orang tua itu tapi yg aku bayangin itu cuma donghae haha.. mungkin saking rindunya aku sama donghae ff yang kisahny sedih ini aku bayangin sebagai donghae 😦
    Dari tadi sedih muluh biarlah hari ini aku sedih.. besok aku akan kembali ceria lagi haha
    Cerita yang bagus kak vid 8♡

    Liked by 1 person

  3. ddianshi says:

    Tuan muda itu kyu kah? miris banget kehidupan tuan muda 😦 seharusnya tuan muda jangan terhanyut dalam kesedihan yang begitu dalam tapi harus bangkit kembali untuk melanjuti dimasa depan 🙂 siapakah itu orang yang turun dari mobil???

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s