Impossible Part. 10

Imposibble Co

Title : Impossible

Author : Mrs. Bi_bi

Main Cast : Kim Jongin/ Kai EXO, Seo Sung Kyung as Clara Kim, Sia as Hwang Ji Eun

Support Cast : Wu Yifan/Kris Wu, Oh Sehun, Kendall Jenner as Alexandra O’Connell, Yoon Sun Young as Choi Hana, Jin Sil as Kim Hee Sun

Genre : Marriage Life, Romance, Sad

Rating : G

Length :Chaptered | Chapter 10

.

.

.

.

.

-oo—ooooooo-

.

.

.

.

.

Hana langsung membuka pintu dihapannya tanpa ragu sedikitpun, gambaran tentang kacaunya di luar tidak perlu ditanyakan dan gambaran keadaan di dalam ruangan yang kemudian dimasukinya hanya ingin Hana ketahui langsung tanpa mau membayangkannya.

Satu sosok wanita tentang bagaimana keadaannya saat ini menjadi perhatian Hana. Bukan karena Hana baik atau simpati padanya, atau suka padanya, atau perhatian padanya, atau bahkan peduli padanya, tapi karena tokoh pria dalam kisah ini yang memintanya datang, mengecek bagaimana keadaan istri yang ditinggalkannya dalam keadaan kacau demi Clara, wanita yang sangat dicintainya.

Jangan pernah mengatakan bahwa Kai tidak memiliki sikap, baiklah pada beberapa bagian Kai memang tampak tidak memiliki sikap tentang statusnya dengan Ji Eun dan Clara, namun bukankah bahkan sejak awal Kai sudah berkata bahwa ia akan tetap bersama Clara dan adalah tidak mungkin untuk bersama Ji Eun seperti pemikiran orang-orang terdekatnya akan akhir dari kisah ini?

Kai baik, sangat baik tentu saja jika pada akhirnya masih memikirkan Ji Eun dengan meminta Hana sebagai satu-satunya sahabat yang bisa di andalkannya untuk saat ini. Sehun, atau bahkan Lexa sudah barang tentu tidak akan mau dan Yifan sedang berada di Jerman hingga tidak mungkin ia memanggilnya segera apalagi hanya untuk Ji Eun yang bahkan bukan siapa-siapa selain istri kontraknya.

Maka berakhirlah keputusannya dengan meminta Hana sebagai satu-satunya yang paling dewasa di antara mereka untuk menemani dan melihat Ji Eun selagi dirinya mencari Clara yang entah berada dimana saat ini.

Kai memikirkan Ji Eun tentu saja, sebagai pria baik dan bahkan suami bertanggung jawab, setidak suka apapun ia pada Ji Eun, sedikit banyak Kai pasti memikirkannya. Apalagi dirinya meninggalkan Ji Eun disaat banyak orang dan kamera tadi. Jika bukan mendapat kemarahan dari beberapa orang, ia pastilah sudah mendapat malu.

Hal itulah yang tampak ketika Hana sampai, ketika kakinya masuk kedalam satu-satunya kamar dalam apartment itu.

02ops_35 (2)

“Ji Eun-ssi.”

 

Tidak cukup kacau namun cukup menakutkan. Gadis yang tengah Hana temui dan sedang di dekatinya itu mulai tersadar dari lamunannya mungkin hingga tolehan kepalanya terjadi kemudian, menatapnya tanpa kata dan senyuman yang biasanya begitu mudah tampak pada wajah manisnya tidak ada sama sekali.

 

Apakah harus semenyedihkan ini? Apakah harus sememalukan ini? Apakah harus seperti ini? Setidaknya kata-kata tersebut adalah apa yang bisa Hana tangkap dari pandangan Ji Eun padanya. Hana membuang nafas berat, ia jongkokkan tubuhnya dihadapan Ji Eun sambil menggenggam tangannya, menepuk tangan halus itu perlahan bersama pandangan yang saling beradu hingga milik salah satunya berair dengan keadaan menyedihkan yang tidak bisa ditutupi lagi. “Aku malu. Aku sangat malu Hana-ssi.” Keluh Ji Eun dengan bibir bergetarnya mengingat bagaimana ia tadi mendapatkan rentetan pertanyaan dari kru TV bahkan kemarahan dari manajer karena Kai yang langsung pergi tanpa berbalik atau bahkan menoleh.

Ji Eun merasakannya, untuk pertama kalinya ia sangat malu mendapatkan perilaku macam itu.

“Jong In-ssi bukan hanya tidak memperdulikanku, dia bahkan tidak memperdulikan dirinya sendiri. Aku sangat malu dihadapan orang-orang tadi, aku benar-benar malu.”

“Aku tahu.” Hibur Hana pada Ji Eun yang bahkan sudah ikut duduk dibawah sepertinya dalam keadaan menangis, memeluknya bagai akrab dan Hana tidak mungkin menolak pelukan Ji Eun. “Katakan saja apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarkannya.” Lanjut Hana menepuk pelan punggung Ji Eun yang masih naik turun bersama isak tangisnya. Membiarkan gadis itu mengatakan apapun yang ingin dikatakannya hingga hal terpendam lain yang selama ini selalu dipendamnya.

 

 

-oo—ooooooo-

 

 

Keputusan Kai menyusuri jalanan kota Seoul masih dipertahankannya guna mencari keberadaan Clara yang sudah menghilang sejak pagi tadi. Beberapa media eletronik dan cetak bahkan menjadikan Clara sebagai berita utama dalam mesin pencarian terkait ia yang melakukan pemutusan kontrak sepihak, berpindahnya ia pada Shim Ent., hingga menghilangnya ia benar-benar berada di urutan teratas dengan berbagai macam tanggapan baik negative maupun positif.

Berkali-kali Kai melirik jam dan ponselnya sendiri, terhitung sudah hampir 9 jam Clara menghilang tanpa kabar dan ponselnya tidak juga menyala sebagai tanda balasan pesan ataupun telfon dari Clara yang sejak tadi dihubunginya namun tidak bisa.

Kai menggigit kuku jarinya sendiri dengan sebelah tangan lain menyetir. Ia takut, gugup, sekaligus merasa bersalah. Apapun yang saat ini terjadi, Kai tahu bahwa semua ini pastilah karenanya dan karena masalah kemarin yang tidak segera diselesaikannya. Kai sadar bahwa dirinya yang bersalah, bukan hanya pada Clara namun juga pada Ji Eun.

Bisa dikatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencari keberadaan Clara adalah mendatangi Shim Ent selaku agency barunya. Tapi Kai bahkan tidak bisa kesana karena banyakanya wartawan yang mulai dibencinya.

“Kau ada dimana Clara-ya?” Sesal Kai hampir menangis mengingat bahwa Clara bahkan melakukan langkah besar dengan menjual apartmentnya, menghilangkan jejak sebanyak-banyaknya hingga tidak tersisa dan Hye Mi selaku asisten pribadinya bahkan dibuat terkejut dengan apa yang terjadi hari ini.

Kai mengacak rambutnya frustasi, ia tidak tahu harus kemana dan bagaimana menyelesaikan ini sementara keberadaan Clara saja ia tidak tahu.

Namun jikapun dirinya tahu, apa yang bisa dilakukannya? Apa yang akan dikatakannya pada Clara? Maaf? Maukah? Maukah Clara memaafkannya?

Rasanya tidak.

 

Satu pukulan keras tangan Kai pada stir yang sejak tadi digenggamnya terjadi, membuat kesalnya makin menjadi sekaligus mengingatkannya tentang seseorang yang bisa jadi mengetahui keberadaan Clara sekaligus menjadi tempat singgahnya yang artinya bahwa mungkin Clara berada disana. Kim Hee Sun.

 

-oo—ooooooo-

 

 

0402_ghtg_17 (2)

Ditengah keramaian bandara dimana tidak ada satupun yang mungkin mengenalinya, Clara duduk dengan santai bersama teman kerja barunya. Seseorang yang sejak tadi memegang camera tampak sibuk memotret kesana kemari hingga Clara bahkan yang tidak luput dari jepretan kameranya, tahu bahwa foto tentang Clara saat ini sangat diminati mengingat wanita yang duduk tepat dihadapannya itu tengah dicari bagai buronan.

“Clara-ssi.”

 

 

 

 

Sosok pria itu kembali muncul, pria dengan tubuh jangkuk dan wajah manisnya itu mendekati Clara sebagaimana yang ia lakukan saat menjemput Clara di apartmentnya pada dini hari tadi.

“Ne Changmin-ssi.” Toleh Clara cepat yang langsung meletakkan kembali ponselnya, mengabaikan rasa ingin tahunya tentang beritanya sendiri dan lebih memilih membalas sapaan Changmin dengan membuka kaca matanya kemudian menampakkan senyum lebarnya pada pria itu. “Apakah ada sesuatu?”

“Apakah harus ada sesuatu?” Tanya Changmin balik kemudian melemparkan segelas air pada Clara. “Minumlah dulu, mobil yang menjemput kita masih di jalan.”

“Ne.” Turut Clara patuh, membuka tutup botol air di tangannya kemudian meneguknya perlahan sambil sesekali melihat orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya.

“Nanti kau akan menjalani pemotretan bersama Cha Eun.”

“Ne. Arasseo.”

“Clara-ssi.”

“Ne?”

“Kau pergi seperti ini. Apakah tidak apa?” Tanya Changmin lebih intim dan Clara langsung terdiam dihadapannya, sedikit merenung tampak pada diri Clara hingga pandangannya dan Changmin kembali beradu.

“Ini adalah apa yang harusnya memang sudah aku lakukan sejak awal.” Jawabnya tanpa beban, seolah apa yang dilakukannya saat ini tidak membuat orang-orang yang mengenalnya pusing atau bahkan makin merasa bersalah seperti Kai yang nyatanya, saat ini sudah berada di dalam studio seorang pengrajin kayu, berdiri dihadapan seorang wanita muda yang menatapnya saja langsung ketahuan bahwa ia tidak suka.

“Untuk apa kau kemari?” Tanyanya tanpa basa basi menyadari keberadaan Kai, menatapnya bersama segala susah dalam wajah Kai yang tidak dipedulikan olehnya.

“Aku ingin berbicara denganmu Hee Sun-ah.”

“Jika tentang Hee Jung eonni aku tidak tahu. Kau pergilah.”

“Aku mohon.” Melas Kai makin mendekat yang sayangnya langsung dihalangi seorang pria berotot dengan tubuh bagian atasnya yang terbuka, menampakkan tubuh atletisnya yang bercampur keringat.

Pria itu menoleh, pria dengan potongan rambut sangat pendek itu menatap Hee Sun kekasihnya dan Kai bergantian. Sebelah tangan pria bernama Sun Woo itu memegang palu, sesuatu yang sejak tadi tampak menakutkan untuk Kai dengan bayangan bagaimana jika palu itu tiba-tiba melayang pada kepalanya?

“Bicaralah kalian di atas. Akan ada pelanggan datang sebentar lagi.”

“Aku pikir kau akan mengusirnya.”

“Dia sudah mengusir malunya dengan kemari. Kau tidak mau mengasihaninya?”

“Tidak.” Tolak Hee Sun segera dan mengalihkan pandangannya dari Sun Woo pada Kai sekali lagi. “Pergi kau. Tidak mau lagi aku melihatmu.”

“Aku hanya ingin tahu keberadaan Clara.”

“Lalu bagaimana jika sudah tahu? Kau akan membuatnya menangis lagi?!”

“Hee Sun-ah.” Panggil Sun Woo agak kencang pada kekasihnya tersebut, menggerakkan kepalanya ke atas agar Hee Sun melakukan apa yang dia katakan sebelumnya dengan membawa Kai berbicara ke atas.

Hee Sun menghela nafas panjang, tatapannya pada Kai masih setajam tadi meski pada akhirnya wanita muda itu berkata ayo pada Kai dan berjalan menaiki tangga tidak jauh dari ruang itu.

Kai menatap Sun Woo dengan pandangan terimakasihnya, ia benar-benar berterimakasih karena Sun Woo berhasil membujuk Hee Sun agar mau berbicara dengannya meski kemudian pandangan menakutkan Sun Woo lebih terasa dari sebelumnya entah bagaimana.

26_tee_05

0128_set_01 (2)

0128_set_19

0129-top-01_11 (2)

0129-top-01_17

 

 

Kai melihat jelas pajangan foto Clara dan Hee Sun yang hampir memenuhi tiap bagian lantai dua studio tersebut yang di manfaatkan sebagai tempat tinggal oleh Sun Woo, mungkin Hee Sun sudah tinggal seatap dengan Sun Woo dan karena itu semua barang-barangnya ada disini. “Kau tinggal disini? Bersama Sun Woo-ssi?”

“Apa itu yang ingin kau tanyakan dengan datang kemari?” Tanya Hee Sun yang sudah duduk di salah sofa ruangan itu dengan memainkan rambutnya dan menatap Kai kesal. “Cepatlah. Ada apa?”

151027bl_27 (3)

 

Kai mengangguk setuju, tujuannya kemari memanglah bukan untuk menanyakan tentang perkembangan hubungan Hee Sun dan Sun Woo namun mengenai dimana keberadaan Clara yang saat ini menghilang tanpa jejak. “Eonnimu.”

“Kenapa Hee Jung eonni?”

“Kau tidak tahu tentang kabar hari ini? Pemberitaannya memenuhi seluruh media.”

Hee Sun menghela nafas panjang dan mengeluarkan benda eletronik berbentuk persegi panjang dari saku celananya. “Apa ini maksudmu?” Tanya Hee Sun melempar ponselnya ke arah Kai dengan pemberitaan Clara yang langsung tertera disana.

“Kau tahu dimana Clara?”

“Apa menurutmu jika aku tahu akan kuberitahukan padamu?”

“Hee Sun-ah, aku mohon padamu.”

“Berhentilah Kim Jong In, untuk apa lagi kau menemui eonniku jika hanya untuk kau tendang dari dalam hidupmu? Kau sudah memiliki istri, urus saja wanita murahan itu dan biarkan eonniku bahagia dengan kekasih barunya.”

“Kekasih?” Tanya Kai mengernyitkan keningnya menatap Hee Sun yang justru tersenyum tipis padanya. “Apa maksudmu kekasih baru? Aku kekasihnya.”

“Oh ayolah Kim Jong In, jangan munafik. Kau memiliki istri dan bahagia, apa kau bermaksud untuk mengatakan bahwa Hee Jung eonni hanya boleh berputar-putar disekitarmu?”

“Aku sedang bertanya padamu Kim Hee Sun!” Bentak Kai marah, pria itu mengepalkan kedua tangannya dan berdiri menatap adik Clara tersebut geram, ucapannya mengenai kekasih baru Clara membuat hatinya sakit dan sesak hingga rasanya ia tidak bisa bernafas. Dirinya tidak bisa menerima ini, Kai tidak bisa menerima jika kemudian Clara bersama pria lain dan bukan dirinya. “Siapa pria itu?”

“Dia adalah pria yang setia pada eonni selagi Hee Jung eonni bersamamu, dia adalah pria bodoh dengan cinta melimpah pada Hee Jung eonni yang akan melakukan apapun bahkan menunggunya hingga saat ini yang pada akhirnya langit menunjukkan bahwa dia memang lebih baik darimu dan lebih pantas bersama Hee Jung eonni dibanding denganmu. Sim Changmin, kau tahu itu kan?”

“BRENGSEK!” Umpat Kai keras dan langsung pergi menuruni anak tangga tidak jauh dari sisinya, keluar segera dari studio itu tanpa permisi ataupun ramah tamah seperti ketika masuk tadi, ingatannya tentang Changmin dan tempat Clara bernaung saat ini sebagai artis memang tidak lepas dari keinginan Changmin memiliki Clara, namun Kai bahkan tidak menyangka jika kemudian mereka bisa menjadi kekasih secepat ini. “Brengsek kau Changmin!”

 

 

-oo—ooooooo-

 

 

Gelas berisi coklat panas tampak dalam genggaman tangan Ji Eun, Hana meletakkan dua gelas lainnya di meja untuk Sehun dan Kris yang entah bagaimana bisa muncul tiba-tiba saat mereka berdua tengah berbicara. Pandangan mata Ji Eun masih sekosong tadi, isi kepala gadis itu dipenuhi rasa bersalah pada Clara sekaligus bingung bagaimana keadaan Kai saat ini dengan menghilangnya Clara.

Sehun mendengus kesal dengan mata melirik Ji Eun benci sementara Hana dan Kris justru melempar pandangan sayunya untuk Ji Eun yang masih belum juga mengeluarkan sepatah katapun setelah kehadiran mereka.

“Yifan-ah.” Panggil Hana kemudian memutus keheningan apartment itu, Kris yang dipanggil namun 2 orang lainnya menoleh pada Hana. “Pergilah, Lexa akan marah jika tahu kau disini. Dia—.”

“Kenapa tidak wanita berambut panjang itu saja yang kau minta pergi dari sini?” Tanya Sehun sinis melirik Ji Eun, pria itu jelas-jelas menunjukkan kebenciannya seperti bagaimana Lexa menunjukkannya.

Kembali Ji Eun menunduk, keningnya berkerut hingga kepalanya mulai terasa sakit. Sama sekali tidak ada yang membelanya, berada di pihaknya, atau bahkan membantunya. Semua orang disamping Kai membencinya dan tidak ada satupun yang memihak dirinya sebelum akhirnya Hana dan Kris mematahkan anggapan sepihak tersebut, genggaman lembut tangan Hana pada Ji Eun terjadi kemudian bersama lemparan senyum hangatnya saat Ji Eun menolehkan kepala.

“Jangan dengar ucapan Sehun.”

“Hana-ya.” Panggil Sehun tidak suka dengan ucapan kekasihnya dan ganti Kris yang menunjukkan dukungannya bagi Ji Eun.

“Jangan kekanakan Oh Sehun, ini bukan kesalahan Ji Eun seluruhnya.”

“Hari seperti ini tidak akan terjadi jika dia tidak membawa keluarganya meminta pertanggujawaban Kai.”

“Hentikan, jebal.” Hana memindah posisinya disamping Sehun kemudian menarik pria itu untuk pergi ke ruang lain dalam apartment itu, menyisakan Kris dan Ji Eun berdua.

 

“Ji Eun-ssi.”

“Aku bersalah, aku mengaku aku bersalah.”

“Jangan menangis.” Ucap Kris menarik beberapa kembar tissue disana dan menyerahkannya pada Ji Eun. “Hapus air matamu, ini bukan waktunya menangis.”

“Kenapa kau membelaku Kris? Kenapa kau tidak benci padaku seperti Sehun dan Lexa yang membenciku?” Tanya Ji Eun masih belinang air mata, Kris menaikkan kedua bahunya tidak tahu namun satu jawaban muncul dalam kepalanya.

“Mungkin karena berkat orang sepertimu aku dan Lexa bisa bersama, karena itu aku tidak bisa membencimu.” Ji Eun menghapus air matanya tidak mengerti, penjelasan Lexa sudah jelas dengan jawaban Kris barusan, bahwa ia adalah wanita dengan posisi sama yang menghancurkan hidupnya dan kini itu dilakukan pada Clara dengan posisi Lexa yang pernah berada dalam keadaan Clara.

“Lalu, apakah orang yang menghancurkan hidup Lexa dan kekasih sebelum dirimu itu bahagia? Apakah kehidupan wanita yang Lexa benci itu saat ini bahagia bersama mantan kekasih Lexa?”

“Tidak.” Kris menggeleng dan tersenyum tipis, ia tidak mau membicarakan hal ini sebenarnya, risih juga tidak suka tentu langsung ada dalam dirinya mengingat pria yang bahkan hingga kini ada dalam hati Lexa. “Pria itu menyedihkan, sangat menyedihkan.”

“Maksudmu?”

“Aku tidak tahu dan tidak mau tahu sebenarnya, tapi yang aku dengar bahwa pria itu berpisah akhirnya dengan gadis pendatang baru dengan posisi sama sepertimu. Dia tidak bahagia aku rasa, memelas pada Lexa agar mau kembali padanya dan meninggalkanku, tapi Lexa tidak bisa dan tidak mau melakukannya. Bukan karena dia mencintaiku, tapi karena hatinya sudah mengeras dan seseorang disampingnya yang ingin agar hubungan kami berlanjut.”

“Apakah seperti itu juga yang akan terjadi padaku?”

“Aku tidak tahu Ji Eun-ssi, tapi hubungan mereka terlalu lama dan dalam. Kau tahu? Pria benar-benar serius hanya pada satu orang, entah akhirnya akan bersama orang itu atau tidak.”

 

Tit—tit—tit—tit—tit—tit

 

Bunyi digit password apartment yang terdengar menghentikan pembicaraan mereka, menoleh ke arah pintu yang langsung terbuka kemudian menampakkan Lexa disana yang sudah berdiri dengan mata geramnya pada Ji Eun juga Kris. “Untuk apa kau disini? Membelanya? Berada di sisinya?”

Kris langsung berdiri, Sehun dan Hana yang berdiri tidak jauh dari mereka menoleh dan mendekat hendak menghentikan pertengkaran besar yang mungkin akan terjadi antara Kris dan Lexa.

Segera Hana menarik Lexa dari sana, membawanya menjauh dari mereka tapi tidak berhasil saat tangan panjang Lexa lebih dulu sampai pada Ji Eun dan mendorongnya hingga terduduk di sofa yang tadi di dudukinya.

“Alexa! Kau gila?!” Bentak Kris mendorong Lexa balik hingga mengejutkan wanita itu. Tidak pernah sama sekali Kris bersikap kasar padanya dan kini semua itu terjadi hanya karena Hwang Ji Eun?

Kris menelan ludahnya, sama seperti semua orang yang terkejut dengan sikapnya barusan, dirinyapun terkejut dengan sikap kasarnya terhadap Lexa yang baru pertama kali ini dilakukan. “Le—Lex, aku—aku tidak sengaja. Honey—.”

Lexa membuang muka, menepis cepat sentuhan tangan Kris dan berjalan menuju pintu apartment untuk keluar darisana namun sayangnya itu belum terjadi saat pintu dihadapannya sudah terbuka lebih dulu.

 

Kai, tidak lebih kacau dari Kris yang langsung kalang kabut menyadari kemarahan Lexa padanya. Mata Kai melihat terkejut semua orang di dalam apartmentnya namun itu bukan sesuatu yang penting sekarang, ucapan Hee Sun tentang Changmin dan Clara masih memenuhi isi kepalanya dan ia tidak bisa tinggal diam dengan hal seperti itu. Dirinya menyusup masuk ke dalam Shim Ent. dan tidak sengaja mendengar bahwa beberapa artis disana sedang melakukan perjalan ke California untuk pemotretan dan Changmin ikut, dirinya juga mendengar nama Clara yang disebut meski hanya sekali. Membuat Kai berpikir bahwa pasti Clara berada di California saat ini bersama Changmin, lagipula untuk apa seorang CEO menemani artisnya menjalani pemotretan jika tidak ada apa-apa? Pasti karena Clara ikut, pasti karena pria itu melihat celah antara dirinya dan Clara yang sudah dinantikan selama bertahun-tahun.

 

“Jadi begini penampilanmu setelah membuat seseorang menghilang?!”

“HENTIKAN LEX! APA KAU PIKIR AKU BAHAGIA?!”

“YA! Aku pikir kau bahagia! Sangat bahagia KARENA TELAH BERSAMA ISTRIMU! APA KAU BAHAGIA HUH?!”

“Lexa hentikan!” Bentak Yifan menarik lengan Lexa agar berdiri di sisinya dan menjauh dari pandangan Kai. “Ini bukan urusanmu.”

“Lalu bagaimana denganmu yang membela Ji Eun? Apa itu urusanmu?!”

“Bisakah kalian bertengkar di luar dan keluar dari apartmentku!” Tanya Kai sembari memelototkan matanya pada mereka berdua. Rasanya sudah cukup dirinya diam, sudah cukup dirinya menerima kemarahan dan sungguh ini bukan waktu yang tepat untuk marah padanya meski Kai akui dirinya memang pantas untuk itu. Namun dibanding semua itu, akan lebih baik jika mereka membantu mencari Clara.

“Kau sudah bisa membuka mulutmu ternyata sekarang.”

“Aku mencintai Clara dan hanya Clara! Tidak bisakah kau atau kalian percaya?! Antara aku dan Ji Eun sama sekali tidak ada hubungan apapun. Aku tahu aku salah karena tidak tegas sejak awal, aku tahu aku salah karena seolah memberi harapan pada Ji Eun tapi sumpah aku sudah katakan padanya agar tidak berharap lebih. Clara kemari dan marah tapi aku bahkan masih berpikir tentang karirku, aku salah dan ini hukumanku. Tapi bisakah kalian marah padaku nanti saja?! AKU HARUS MENCARI CLARA DAN MEMINTA MAAF PADANYA!”

“Apa kau akan melepas karir artismu?” Tanya Lexa menyipitkan matanya pada Kai, ingin mendengar ketegasan Kai setelah ucapannya barusan.

“Ya, aku akan melepasnya, aku akan melepas karirku dan tidak mau menyesal seperti mantan kekasihmu apalagi membuat hati Clara sakit sepertimu.”

 

Lexa memundurkan langkahnya, sama sekali tidak ada nada ragu dalam ucapan Kai dan entah bagaimana Kris tersinggung dengan perkataan sepupu kekasihnya itu. tidak ingin membuat hati Clara sakit seperti Lexa, Kris toleh Lexa yang menundukkan kepalanya, kekasihnya itu tidak mengatakan apapun lagi dan membiarkan Kai berlalu dari pandangannya menuju kamar.

 

 

Ji Eun, entah bagaimana harus menjelaskan atau menggambarkan posisinya. Ia terlalu menyedihkan disini namun dirinya sendirilah yang membuat posisinya menyedihkan. Hana, tinggal Hana yang bersimpati padanya sementara Kris sudah tidak melakukan itu lagi karena terlalu fokus pada Lexa tentang isi hatinya yang masih belum di dapat.

“Mau kemana kau?” Tanya Sehun tiba-tiba bersuara di antara keheningan tiba-tiba disana, ke empat penghuni lainnya menoleh mengikuti arah kepala Sehun dan mendapati Kai yang keluar dari kamarnya dengan koper besar.

“Kau mau pergi kemana?” Ji Eun berdiri dari duduknya dan mendekati Kai, melihat koper besar yang baru beberapa malam menginap namun sudah akan dibawanya lagi. “Kemana?”

“Aku dengar beberpa artis Shim Ent. pergi ke California, kemungkinan Clara ada disana.”

“Kau yakin?” Tanya Sehun yang justru dijawab oleh Hana.

 

“Ya, dia di California.”

0402_ghtg_25

 

 

Hana menunjukkan ponselnya, postingan terbaru official Shim Ent. di instagram dengan Clara yang berada disana dan Kai tidak memiliki alasan apapun untuk menunda rencananya menyusul wanita yang telah bersamanya selama bertahun-tahun itu.

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. uchie vitria says:

    liqt notif langsung jejingkrak seneng
    finally ada kelanjutannya juga hawanya panas ya padahal lagi ujan deres banget
    ji eun membuat suasana semakin memanas diantara sahabat” kai
    kris akhirnya meledak juga emosinya sampai lexa saja shock
    wow abang changmin akhirnya kamu nongol sebagai sosok pria idaman yang dinantikan
    tapi gk akan semudah itu masuk kedalam celah hati clara yang lagi merenggang
    terus kalo udah nyampe california mau apa kai selama ststusmu masih suami ji eun gk akan ada yang diperbaiki

    Liked by 1 person

    1. Mrs. Bi_bi says:

      yeeaayyyy….liat komenanmu aku ikut jejingkrak seneng
      hawa panas tapi ujan? samaan dong ngahahaha :))
      setelah di california Kai bakal konser bareng EXO jjang…..gogogogo

      Like

  2. hahahahaha…. baru sempat baca… skalian ak tinggalin jejak..
    tapii ini emg bru segini ya thor ???
    ak cri2 sambunganx belom ada..
    ga tau mw komen apa..
    semuanya pada nyebelin tp pda pnya alasan msg2.. hahaha
    ikutan galau bacanyaa

    Like

    1. Mrs. Bi_bi says:

      Belum kepikiran, untuk sementara ini di cancel

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s